NovelToon NovelToon
My Beloved One (Elio & Luna)

My Beloved One (Elio & Luna)

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cintamanis / Nikahmuda
Popularitas:319.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mendung Kala Senja

Berawal dari tertangkap basah tidur bersama kakak angkatnya, Luna langsung dihadapkan pada dua pilihan tersulit dalam hidup.

“Sekarang pilih. Ikut Mama ke Aussie atau menikah dengan El…?” Sang Mama meradang.

“Pindah kok kaya nyeplok telor sih? Mama pikir masuk Aussie nggak perlu Visa...? Jangan mentang-mentang kita keluarga diplomat suka seanaknya.” Luna menjawab dengan santai.

Bagi Luna, kehidupan di Bumi Pertiwi ini begitu indah dan sempurna, tidak mungkin ia tinggalkan begitu saja. Tapi bukan berarti menikah dengan Elio bisa menjadi pilihan.

Luna telah menganggap Elio sebagai kakak selama dua belas tahun ini. Jadi tidak mungkin tiba-tiba mereka berganti status menjadi suami istri dalam sekejap.

“Yang benar aja. Kisah seperti itu hanya di novel.” Luna menggerutu.

Lalu Elio? Pria itu pasrah. Cinta yang diberikan keluarga ini terlalu besar untuknya. Apa pun pasti ia lalukan. Apalagi hanya sekedar menikahi Luna. Dia suka.

“Demi Mama... Silakan kamu pilih… Aku nggak mau kamu menyesal setelah kehilangan orang tua seperti aku.” Ucap Elio meyakinkan sang adik.

Ditemani chanel National Geographic yang menampilkan kerasnya kehidupan alam liar, sang gadis bar-bar mulai berfikir keras.

“Kak… Ayo menikah.”

“Apa...? Coba ulangi…?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mendung Kala Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbagi Cerita

“Udah nggak usah pura-pura nggak tau. Istigfar Luna, dia kakak lo. Dosa kalau kalian main perasaan. Kemaren gue nggak sengaja dengar Kak El minta lo jaga hati lo buat dia.” Tuduh Alea yang masih belum tau status Luna dan Elio bukan lah saudara kandung.

GUBRAAAK

Suara benda terjatuh cukup kencang dari arah luar.

Luna langsung memasang wajah waspada. “Lo udah pastiin nggak ada karyawan yang masih disini kan?” Luna langsung bangkit dan clingak-clinguk melempar pandangan ke arah luar.

Alea mengangguk dia bahkan sudah mengecek semuanya. “Semua udah pada pulang kok. Kucing paling.”

“Nggak mungkin kucing, suaranya kenceng banget Le.” Luna akhirnya berjalan ke ke arah luar, membuka pintu pelan-pelan.

“Aaaaaak macaaaan….”

Seekor kucing melompat ke arahnya membuat Luna kembali berlari masuk ke dalam cafe dengan nafas terengah-engah. Bukannya takut, Alea langsung terbahak-bahak. Adik bossnya itu memang terlalu berlebihan dalam membuat keributan.

“Kenapa lo takut banget ada orang lain selain kita disini? Jangan bilang kalau lo membenarkan tuduhan gue tadi?” Ucap Alea masih dengan nada menuduh.

Luna berdecih. Ia malas menanggapi tuduhan itu sebanarnya, tapi jika tidak diluruskan kesalah pahaman Alea mungkin akan terus berlanjut. Lagi pula ada sesuatu yang mengusik hati Luna dari kemaren, mungkin saat ini ia butuh seseorang untuk berbagi.

“Lo bisa gue percaya nggak?”

“Gue balikin ke lo. Lo percaya nggak sama gue?”

Luna terdiam beberapa saat. Sedari SMA ia kenal dengan Alea, tidak pernah rasanya mereka bertengkar untuk urusan serius. Biasanya mereka perang otot kalau rebutan makanan atau tolak-tolakan nyetir bumblebee karena kelelahan.

“Silakan cerita kalau lo percaya sama gue.” Sambung Alea dengan nada santai.

Luna memejamkan matanya beberapa saat, menghirup udara sebanyak-banyaknya, mengisi paru-parunya dengan oksigen segar. Ia berharap semesta mendukungnya mengungkap kebenaran yang sudah mereka tutupi selama 12 tahun ini.

“Jadi… Aku dan Kak El bukan saudara kandung. Bahkan nama dia nggak ada dalam kartu keluarga gue. Dia sama kaya lo kok, bedanya dia mau tinggal di rumah gue, sedangkan lo milih di rumah lo sendiri. Kakak itu anak almarhum sahabat mama gue dan…” Luna menatap wajah Alea hanya masih tercengang dengan mulut menganga.

“Dan… apa yang akan gue katakan setelah ini tolong tetap jadi rahasia sampai kapan pun. Lebih tepatnya sampai gue siap cerita ke orang lain.”

Alea mengangguk masih dengan mulut menganga. Pikirannya sudah liar ntah kemana-mana.

“Dan… Kami dalam waktu dekat akan menikah.”

“Whaaaaat?”

Pekik Alea sampai tunbuhnya terperanjat ke belakang. Mengetahui kenyataan Luna dan Elio bukan saudara kandung saja sudah membuatnya kaget bukan main, apa lagi Luna mengatakan mereka akan menikah dalam waktu dekat kakaknya itu. Lelucon apa lagi ini.

“Sumpah Luna… Gue masih nggak percaya.” Alea menggelengkan kepalanya.

“Apa lagi gue.” Timpal Luna tidak bersemangat.

“Kalian pacaran? Dari kapan? Apa ini alasan lo jauhin Aries dan yang lainnya?” Selidik Alea.

Luna menggeleng. “Gue sama dia bahkan nggak pacaran sama sekali sampai detik ini.”

“Terus..? Jangan bilang lo udah…”

PLAAAK

“Sial lo… Lo kan tau sendiri gimana orang tua gue protektif banget? Semua cepet banget kejadiannya. Bahkan kami baru ambil keputusan ini dua hari yang lalu, karena…” Akhirnya Luna menceritakan secara lengkap apa terjadi padanya dan Elio.

“Sumpah… Gue masih kaget banget. But I am happy for you both. Pantes cara kakak lo memperlakukan lo beda banget. Enggak kaya kakak pada umumnya. Gue sampai mikir macam-macam sama kalian. Sorry banget.” Sesal Alea.

“Santai aja… Emang salah gue sih. Gue nggak mau kalian berpikiran macam-macam. Gue sama dia memang menganggap hubungan kami sebatas kakak adik setidaknya sampai dua hari yang lalu. Itu cara kami membentengi diri biar nggak baper satu sama lain. Tapi….” Luna mendesah kasar. Ucapannya terjeda beberapa saat membuat Alea makin penasaran.

“Tapi kakak udah baper duluan sama gue.”

“Oooh so sweet. Akhirnya gundukan batu es itu mencair.” Ucap Alea dengan tangan menutupi mulutnya, gemas sekali membayangkan pria macam Elio jatuh cinta.

Luna hanya mencibir. “Gue heran kenapa seorang kaya dia bisa suka sama gue yang brandalan gini? Bahkan nyokap bilang, kaya nggak ada cewe lain aja yang jauh lebih baik dari gue. Sedih gue…” Lirihnya.

“Husssh jangan baper sama omongan Mama Rena…! Ingat, kalau lo mau tahu kaya gimana cara lo ngomong sehari-hari, lihat nyokap lo. Begitu pun kalau lo pengen lihat betapa baiknya lo sama semua orang, lo juga harus lihat nyokap lo. Gue salah satu buktinya, gue nggak akan bisa lanjutin hidup kaya sekarang kalau bukan karena Mama Rena yang memperlakukan gue kaya anak sendiri, dan gue nggak akan bisa kerja di cafe ini kalau bukan karena lo yang selalu jadi sahabat terbaik gue.” Bela Alea yang merasakan betapa baiknya Renata mau Luna padanya.

Luna tersenyum, mamanya memang sepeti itu, harusnya dia bersyukur setidaknya punya nasib lebih baik dari Elio dan Alea yang tidak lagi memiliki orang tua. “Thank you, Le. Berapa hari ini gue krisis kepercayaan sama diri gue sendiri.” Ucap Luna.

“Lo sendiri gimana? Lo udah punya perasaan sama kakak lo?”

Lun kembali menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

“Belum.”

“Ya udah pelan-pelan aja. Yang penting komunikasi. Apa pun hubungan kalian, entah kakak adik atau nanti jadi suami istri, kalian harus pinter-pinter komunikasi. Biar lengket dan harmonis. Jadi kapan nikahnya?” Alea tersenyum menggoda Luna. “Cieee calon istri Boss El…”

Bukannya tergoda, Luna malah mengendurkan badannya di kursi. “Berkas-berkasnya udah mulai di urus sama kakak hari ini. Nanti malam gue akan tanda tangan surat kesediaan.” Ucap Luna masih tidak bersemangat.

“Ada apa sih? Apa yang bikin lo kaya gini? Harusnya lo seneng dong kan sudah ketemu win win solution buat kebaikan orang tua kalian, ambisi lo pengen stay di Indonesia juga terkabul plus dapat suami sempurna kaya boss El.” Selidik Alea.

“Gue insecure.”

Alea menyeringit, kurang bersyukur apa Luna dengan semua kelebihannya. “Apa sih kurangnya lo Luna?”

“Gue ngerasa kurang pantes mendampingi dia.”

“Iya… Tapi kenapa?”

“Dia bukan orang sembarangan Le… Itu satu hal yang baru gue ketahui setelah 12 tahun kami hidup bareng.” Luna memulai ceritanya.

“Untuk pertama kalinya gue melihat sisi lain dia saat gue ikut dia ke hotelnya kemaren. Kakak gue ternyata bukan hanya seorang bujang usia 26 tahun yang jago masak. Dia pemimpin hotel, ada tanggung jawab besar di pundaknya, punya banyak masalah besar, dan mungkin punya banyak musuh. Gue merasa dia butuh perempuan yang kuat dan matang buat mendampingi dia. Gue nggak bisa kaya gitu.”

“Luna…”

“Lu tau? Gue mengacaukan semua urusan dia kemaren. Padahal gue baru berstatus calon istrinya dia, gimana kalau kami udah nikah. Mungkin gue akan terus jadi sumber masalah buat dia kedepannya.”

Ternyata ini lah yang mengusik pikiran Luna dari kemaren. Kata-kata Om Rian yang meminta Elio lebih fokus dan menjadi pemimpin yang bijaksana terus terngiang di kepalanya.

Menurut Luna, Elio lebih butuh istri yang bijak yang selalu mengingatkan Elio tentang bagaimana bersikap yang tepat sesuai dengan posisinya saat ini. Entah siapa pun itu, yang jelas bukan dia orangnya.

“Mama benar, Le. Seorang istri itu bukan pajangan dalam rumah tangga, tapi istri harusnya bisa menjadi segala hal buat suaminya. Gue…” Luna menghela nafasnya beberapa saat. “Gue masih jauh banget lah ya.”.

Luna terkekeh malu pada diri sendiri yang selalu membuat kekacauan. Bahkan sudah bisa ia tebak, pasti saat ini keluarganya gusar menunggunya karena jam 10 malam belum pulang ke rumah. Itu saja sebuah kekacauan kecil yang dia buat malam ini.

“Terus lo mau mundur?” Tanya Alea sambil memegang tangan Luna.

“Gue ragu. Menurut lo?”

“Minta petunjuk sama yang membolak-balikkan hati lo. Berdoa biar dikasih keputusan yang terbaik.” Ucap Alea sambil menepuk-nepuk lengan Luna.

...😊-[Bersambung]-😊...

Hai makasih ya udah mampir.

Kasih like dan tinggalkan komen sebanyak-banyaknya. Kasih masukan juga boleh.

1
ani sumarni
cerita nya bagus tp sayang gantung
Pretty Catty
author... where r u and how r u....
i miss u...
Juliastini Siswojo
thor ... mana lanjutannya ?
Ikrimah Retno Handayani
haiii kakak authoorr, kangen kalo baca cerita ini. gabisa move on apalagi masih di gantung hiksss
Wiwik Ponco
ini kapan lanjutnya thor...hampir 2 thn vacuum, selesaikan dulu dong thor, padahal ceritanya seru
Bun cie
suka sekali alur penokohan gaya bahasa ceritanya bagusssss..sayangnya koq g ada sambungannya😌 pas pertama baca langsung marathon lupa segalabya saking bagus jd candu😍
SUKABACAAJA
Kapan lanjut thor
Wida Rubianti
like
komen
vote
rate bintang 5
Wida Rubianti
baru mampir
karna baru tau
tau ny dari komen novel mom shera
Dejannah
Ini kelanjutannya luna sama elio gimana ya? ayuk author semangat.m. semoga allah berikan limpahan kesehatan
Amira Adzkia
dimana gerangAn diri berada thor
Debu Permata
kak author...
......Maiko.....
santai,lucu,baper,ada di sini.okay aku cinta banget ceritanya
Dejannah
author kenapa.belim up2 ya... kangen sama el dan luna
Amira Adzkia
kapan up ya thor😔
Netta Shofa
Thor cerita ini masih lanjut gak
Melati0306
Ka Uli... Apa yg terjadi pada dirimu. Kenapa hilang gitu aja. Huhuhu
Semoga sehat walafiat
Nyla D'violet
kpn dilanjut thor?
Chika Al Lukman
Thor kemana aja ni?kok GK up up si?
Nyla D'violet
mantap elio 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!