Sequel "Pak TARA dan Mantan Istri Pengganti"
Zalsa Karina pergi untuk selama-lamanya dengan meninggalkan surat wasiat untuk suami, mertua dan orang tuanya.
Zabina Kartika gadis cantik, lincah, cuek dan terkesan masa bodoh dengan sekitarnya namun harus dihadapkan pada kenyataan yang mengaitkan dirinya dan masa depannya dengan suami kakaknya.
Oman Fathan adalah pria yang memiliki rahasia dan menyimpannya jauh didasar hatinya yang paling dalam berharap semua akan baik-baik saja demi kebaikan bersama.
Takdir manusia tidak ada yang bisa menebak akan seperti apa kedepannya, terkadang sesuatu terjadi tanpa bisa dicegah oleh manusia karena jika Sang Pencipta sudah berkehendak, manusia hanya bisa menjalani dengan pasrah.
Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya ???? Penasaran ????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSW # 16
...Selamat membaca...
Pernikahan tanpa persiapan dan hanya dihadiri kedua orang tua mereka dan Zayyan serta asisten dan sekretaris Oman layaknya pernikahan terjadi karena kecelakaan. Pernikahan mewah bersama pria yang dicintainya hanya tinggal angan-angan saja. Takdir memang tak pernah berpihak padanya.
Tanpa mengucap sepatah kata, Zabina bergegas masuk kedalam kamarnya menahan kekesalan dan rasa kecewanya pada semua yang tak seorang pun berpihak padanya.
‘Apa yang salah dengan kelahiranku sehingga takdirpun seolah tak menginginkan kebahagiaanku,,’ gumam Zabina meringis sambil menatap pantulan dirinya dicermin
Gagang pintu perlahan terbuka, Zabina segera menyambar handuk dan pakaian gantinya kemudian masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan kehadiran Oman yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Sreeekkk
Zabina membuka kasar bajunya karena reslitingnya tersangkut, emosi yang masih mendominasi jiwanya menginginkan ia berbuat seperti itu. Zabina kemudian berendam untuk menghilangkan rasa amarahnya dan mencoba meraih kembali pikiran jernihnya.
Oman yang telah berada di dalam kamar Zabina mengambil bajunya kemudian keluar dan menuju kamarnya yang dulu ia tinggali bersama Zalsa untuk membersihkan dirinya karena tidak bisa menahan rasa gerahnya.
Keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap, bola mata Zabina mengitari kamarnya mencari keberadaan pria yang berstatus suaminya namun yang dicarinya entah kemana. Ia tidak ingin ambil pusing kemudian mendekati meja riasnya lalu mengambil krem perawatan wajah dan tubuhnya. Selesai dengan segala krem perawatannya, Zabina beranjak menuju tempat tidurnya bersamaan dengan pintu kamarnya yang terbuka.
Tak ingin melewatkan kesempatan, Zabina mengurungkan niatnya dan kembali duduk untuk berbicara dengan Oman, namun belum juga membuka mulutnya, Oman terlebih dahulu berbicara dengan tegas dan menatap tajam pada istri yang selalu menatapnya dengan mata berkilat penuh amarah
“Jika ingin membuat perjanjian dalam pernikahan kita atau pisah tempat tidur apalagi pisah kamar, maka saya menolaknya. Kita bukan hidup dalam dunia novel dan saya tidak ingin ada aturan yang akan merugikan dan mempermalukan keluarga besar kita !” tegas Oman seakan bisa menebak pikiran Zabina
“Siapa yang ingin buat perjanjian ???? Saya hanya ingin memberitahukan jika pernikahan ini tidak akan merubah keadaan,,,” Zabina kemudian melangkah dengan cepat menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang sangat lelah.
Oman tersenyum dan menatap datar gadis yang sudah berhasil merebut hatinya sejak pertemuan pertama mereka. Oman lalu duduk di sofa sambil memandang punggung istrinya yang sudah menutupi seluruh badannya dengan selimut. Dengan sabar Oman menunggunya terlelap untuk menghindari penolakan sebelum dirinya ikut berbaring tempat tidur.
Beberapa saat kemudian Oman berbaring di samping istrinya yang nampaknya sudah terlelap. Perlahan Oman mencium dahi istrinya itu dengan penuh kasih sayang. Zabina yang belum benar-benar terlelap terkejut dengan perlakuan Oman.
‘Berani-beraninya pria sinting ini menciumku’. Batin Zabina tetap memejamkan matanya pura-pura tertidur.
‘Kita akan selalu bersama, menua dan membesarkan anak-anak kita ‘ gumam Oman pelan membelai rambut Zabina perlahan
‘Menua bersama ??? Membesarkan anak-anak pala lu peyang, dasar pria sinting. Istri baru saja meninggal sudah menikah lagi.’ Zabina menahan kedongkolannya yang sudah siap meledak
“Tidur yang nyenyak, honey. Semoga esok hari senyummu kembali ceria,,” sambil memeluk Zabina, Oman menutup matanya dan terlelap dalam waktu singkat.
Zabina yang hanya pura-pura tidur merasakan jantungnya berdegup kencang mendapatkan pelukan hangat dari pria yang selalu membuatnya jengkel dan selalu ingin marah. Berbanding terbalik dengan Oman yang tersenyum manis menembus dunia mimpi yang indah.
***
Semoga saja semesta mendukung cinta Oman , othor gak berani menjanjikan kebahagiaan buat Oman maupun Zabina
Jangan lupa dukungannya
Love you yang tak terhingga
Ku si berharap.. kk othor bikin Oman dan Zabina tau klo Zalsa mang sengaja melakukannya.. supaya Oman dan Zabina tersiksa rasa bersalah seumur hidupnya!
Oman egois.. dah nikah tapi hatinya masih di Sabina n ngga berusaha nerima Zalsa.. dahal salah ngelamar itu artinya takdir Oman yaa Zalsa
Zabina egois.. dahal tau kk nya mang punya kondisi khusus harusnya bisa paham bukan malah jadi pembangkang
Coba ajaa Zabina berpikir andai posisinya dibalik.. .Zabina yang sakit dan punya masalah dengan ginjalnya.. gimana?
Intinya Zabina dan Oman ini sama2 manusia yang kurang bersyukur.. 🤔🤔😬😬
malas lihat nama Sabina dan Oman harus menikah,🤮🤮🤮