NovelToon NovelToon
Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:19.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: wulan_zai

😍Sedang dalam revisi, perbaikan tanda baca, narasi dan lainnya.😍

Season 1 & Season 2.

Warning!!!
kalau mau baca pliss dari episode awal karena kisah cinta Vino - Ran berawal dari Season 1.

Di season ke dua, author akan fokus pada kisah cinta Vino sang cassanova yang jatuh cinta pada saudara ipar sepupunya. Ran, begitu ia biasa memanggil gadis itu.

(Season 1 )
Adimas bramasta seorang duda kaya berumur 35 tahun,dia sudah dua kali gagal menikah dan kedua nya gagal di pertahankan karena ia selalu di selingkuhi. sehingga membuat nya trauma akan dunia percintaan.
setelah 8 tahun di luar Negeri, ia kembali ke Indonesia dan menggantikan posisi papa nya sebagai presdir perusahaan. lalu ia bertemu kembali dengan Fani yang dulu ia anggap sebagai keponakan nya,kini telah menjadi gadis dewasa berumur 20 tahun.


jangan luka like,vote, dan komennya ya beb😽💙 jangan lupa juga masukan nya.. biar lebih baik lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Gara-gara File

"Baiklah kalau begitu kita mulai rapatnya sekarang." Tegas Dimas sambil memegang remote kontrol layar monitor.

Mila pun menjelaskan dulu beberapa materi dan proposal yang ia ingat di luar kepala nya. Setelah menjelaskan semua nya,Fani pun memberikan kartu memorinya kepada Vino untuk di tayangkan di monitor.

"Yang mana nama berkas nya?" Tanya Vino sambil mendekati Fani, jiwa-jiwa buaya memang selalu bergejolak apabila ada mangsa di sekitarnya.

Seketika Dimas merasa suhu tubuhnya naik, melihat Vino yang curi-curi kesempatan dengan Fani.

"Yang ini pak," Fani menunjuk File di layar laptop Vino yang bertuliskan Future1.

"Untuk Desain interiornya Fani yang akan menjelaskan, karena dia juga memiliki peran penting yang sama dengan saya." Mila kembali ke kursi nya, dan mempersilahkan Fani untuk maju.

Fani pun berdiri menuju ke layar monitor, di iringi tepuk tangan para tim-nya. Sungguh ia tak menyangka di perlakukan dengan sama rata, pasalnya ia tak pandai dan tak terlibat dengan desain interior. Ia hanya menyusun tata letak, sesuai selera dan imajenasinya.

Saat hendak menayangkan Desainnya. Vino malah menekan daftar penyimpanan yang tertulis future2. Dimana File tersebut berisi foto 10 tahun silam, yang berisikan foto Dimas saat masih muda,tampak Dimas sedang duduk bersama gadis kecil yang tak lain adalah Fani.

Seketika seisi ruangan menjadi hening, dan ada juga yang mengusap matanya untuk memastikan lelaki di foto tersebut, adalah Dimas.

Fani memandang ke layar monitor dan ia juga sangat terkejut kenapa malah foto Dimas yang keluar.

"Ayo Fani di jelaskan." Ujar Dimas sambil terus mengetik sesuatu di laptop nya.

Menyadari tidak ada jawaban dari Fani dan ruang rapat menjadi hening, Dimas pun megangkat kepalanya. Betapa terkejutnya ia saat melihat foto masalalu terpampang jelas dilayar monitor.

"Apa..,apa itu.!" Dimas menjadi panik, namun tetap berusaha pasang wajah datar.

"Bukankah Bapak yang harus menjelaskan ini." Goda Vino sambil memandangi Dimas. Para karyawan disana pun memandangi Dimas dan Fani secara bergantian.

-

-

Saat keluar dari ruang rapat, para karyawan masih saja bertanya-tanya tentang foto tadi.

"Apa kamu penggemar beratnya Pak Dimas? Sampai-sampai kamu simpan fotonya." Tanya salah satu karyawan.

"Nggak lah, bisa saja foto itu dari laptop nya pak Vino kan?" Fani mencoba meyakinkan teman-teman nya,namun wajahnya tetap saja tidak bisa tenang.

"Iya juga sih.." Sahut yang lainnya sambil manggut-manggut.

Sementara itu di kantor Dimas, Vino terus saja menatap Dimas sambil senyum-senyum. Ia bahkan seperti menelisik, menerka-nerka ekspresi wajah Dimas yang begitu tegang.

"Apaa..!" Dimas melotot ke arah Vino.

"Apa Fani yang ada di foto itu?" Vino mendekat ke arah Dimas.

"hmmm.." Jawab Dimas ragu-ragu.

"Apa hubungan mu dengannya? Seingatku di keluarga kita tidak ada anak perempuan." Bisik Vino sambil menaikkan bola mata, dan mengerutkan dagu nya.

"haishh, berhentilah mencampuri urusanku.!" Dimas melempar Vino dengan tutup bolpoin.

Vino pun hanya cengengesan karena melihat wajah Dimas menjadi merah.

Sementara dalam hatinya Dimas berbunga-bunga, ketika mengingat nama Folder foto yang disimpan Fani bertuliskan future (masa depan ).

"Apa dia akan menjadikanku masa depan nya." Batin Dimas sambil tersipu.

...~...

Jam istirahat...

Fani tidak ikut bergabung makan siang bersama rekannya, ia pergi ke taman kantor yang terletak di lantai paling atas. Di saat sedang merindukan ayahnya, Fani selalu memilih menyendiri agar lebih bisa mengekspresikan rasa rindu dengan menangis.

Hanya ada Fani di taman itu, karena letaknya yang sangat jauh jadi jarang karyawan datang disaat jam istirahat. Mereka berkumpul di taman itu hanya saat ada acara, barbequ-an bersama atau sekedar nongkrong sehabis pulang kerja.

Fani menyandarkan diri di kursi santai dengan posisi setengah duduk. Ia memejamkan matanya, namun buliran bening tak henti-henti nya mengalir.

Tanpa disadari Dimas sedang berdiri disebelah, sambil terus memandangi wajah Fani.

"Kamu sudah makan?" Tanya Dimas.

Fani terkejut mendengar suara Dimas, ia langsung menghapus air mata nya. "om Dimas?"

Dimas duduk di sebelah Fani, lalu memberinya sapu tangan untuk menyeka air mata. "Kamu rindu ayah ya?" Tanya Dimas lembut.

"Kok om bisa tau?"

"Ya tau lah, saya tau dan masih ingat semua kebiasaan kamu." Jawab Dimas sambil memandangi wajah Fani yang sembab.

"Tapi kamu yang banyak lupa tentang saya." Sambungnya lagi sembari menundukkan pandangan.

"Kan Fani masih kecil dulu om." Elak Fani membela diri, memang tak banyak hal yang ia ingat dari Dimas.

"Tapi saya senang kamu masih simpan foto kita."

"Fani bahkan nggak ingat kalau punya foto itu." Jawabnya enteng.

Dimas menghela nafas berat, "kenapa tidak ada yang kamu ingat tentang saya?" Lirih Dimas, sedikit kesal.

Sementara Fani hanya memandangi Dimas sambil mengedip-ngedipkan kelopak mata nya. Ekpresi itu sangat datar, tidak seperti Dimas yang banyak berharap.

Wwuushhhhh..........

Tiba-tiba angin bertiup kencang, Dedaunan dan kelopak bunga di taman itu beterbangan seriring berhembusnya angin.

"aduh.. aduh..!" Fani mengusap matanya yang sepertinya kelilipan debu.

"Kenapa..?" Tanya Dimas terkejut.

"Kelilipan kaya nya, om." Fani masih terus mengusap matanya.

"Sini saya bantu.." Dimas segera memegang kepala Fani dan membuka kelopak matanya. Kemudian Dimas meniup bola mata indah itu perlahan, dengan penuh penghayatan.

"aduh, yang kuat om.. Biar cepat keluar nya, kalau pelan gitu mana terasa." Protes Fani, mana ada orang mau ngeluarkan kotoran mata dengan slow motion seperti itu.

"Maaf, sini saya ulangi." Ujar Dimas ragu-ragu. Sungguh ia tak kuat dengan situasi ini. Perasaan macam apa ini?

Sementara itu tanpa sepengetahuan mereka, ada dua orang karyawan lelaki yang juga akan ke taman, namun mereka berhenti di balik pintu karena melihat Dimas sedang berduaan dengan perempuan.

Terlebih lagi saat mendengar percakapan terakhir Dimas dan Fani, karyawan itu pun langsung saling memandang sambil menutupi mulut nya. Lalu mereka segera berbalik arah dan tidak ingin menganggu Bos mereka.

"wahh..wah..! Ternyata Pak Dimas bukan H*mo." Karyawan(1) itu terlihat sangat kaget dan bersemangat.

"Iya benar.! Dan apa kau dengar tadi mereka seperti nya sedang hihihihihih..." Jawab yang satunya sambil cekikikan.

"Tapi kenapa Pak Dimas melakukannya di taman? Kan Pak Dimas bisa menyewa hotel agar lebih leluasa." Timpal karyawan(1) sambil menggaruk kepalanya.

"Mungkin Pak Dimas, ingin yang nuansa outdoor hahahahahah..." karyawan(2) bertubuh gemuk itu langsung terkekeh saat membayangkan apa yang terjadi.

Mereka memang melihat Dimas, akan tetapi mereka tidak melihat Fani karena kepala Fani hanya tampak dari belakang.

Kembali ke Dimas dan Fani....

"Bagaimana, sudah mendingan?" Tanya Dimas setelah meniup mata Fani dengan kencang.

"Udah om..hhngikk..! makasih yaa.." Ucapan Fani terpotong oleh cegukan. Wajahnya memerah dan, jantungnya berdegup sangat kencang, karena posisi wajah mereka tadi sangat dekat.

"Sekarang kamu cegukan, apa butuh bantuan saya lagi?" Dimas melirik ke arah Fani dengan tatapan sedikit nakal.

"om..! Jangan liatin Fani kaya gitu ahh.. merinding Fani jadi nya." Tukas Fani dengan masih diiringi cegukannya. ia merasa pandangan Dimas mengandung maksud tertentu.

...************...

1
🌺awan's wife🌺
ayu sama Rey mana
༺⬙⃟⛅ᴶᵉᵐⁱᵐᵃѕ⍣⃝✰𝓐𝔂⃝❥zc❖: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul cowok muda datang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seseorang yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
Neneng Tejaningsih
Luar biasa bagus cerita'y sukses sllu untuk author
Mystera11
thor apa novel ini direvisi ulang? klo nggak salah pertama baca th 2019 2020 ya🤔 tp saat itu hiatus,, senangnya akhirnya kisah ayu dilanjutin pdhl kmarin smpat nunggu lama 😢 jujur ini kali ke3 aku baca novelnya saking sukanya sm alur ceritanya
Bzaa
Luar biasa
selir jansen༻
keren
Lili Lintangraya
🤣🤣🤣
Yoana Idris
HAHAHHAAAA PANASSSS
Mis moon: Kipasan🤣
total 1 replies
Yoana Idris
HAHHAA
Yoana Idris
Pelukkk sini Om Vino
Yoana Idris
ahhhhh sweet amat sih Om
Yoana Idris
UHUUYYYYY... AKU YANG MELAYANG LHOO
Yoana Idris
Season 2 eps 31 ini juga fav aku... berkali2 baca selalu bikin halu hahaha
Yoana Idris
aku baca yang season 2 ini entah udah yang keberapa kali dah
Agus Gunarto
👍
Ledy Pani
😍
Ai Ai
capek deh, dimas kan bisa nanya supir, fani kemana aja, kenapa udah berburuk sangka aja,🙄
Yoana Idris
seruuuu ceritanya, gapernah bosennn
Yoana Idris
entah yang keberapa kali cerita ini aku baca ulang 🤣
Yoana Idris: OKEE...
total 6 replies
vty
pusing cari nama novel ini kerena lupa judul nya,beli hp baru otomatis akun nya berubah, cari di hp lama rupanya nya aplikasi novel nya di hapus dan tambah lagi nggak bisa download ulang kerena ruang hp nya penuh, hampir satu jam untuk mengingat judul novel ini dan akhirnya ingat 🤧🤧🤧, terharu aku tuh
Mis moon: hikss... padahal paling gampang judulnya😅
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Dasar cewek bego,plin plan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!