IG. Suliani_Cucu
Seasen 1
Aksara Pramudiya adalah seorang pria muda yang kaya raya, dia menyukai seorang perempuan yang terlihat cantik dan sederhana.
Dilihat dari sisi manapun perempuan itu terlihat sangat cantik dan masih terlihat berusia dua puluh tahunan.
Sayangnya dia berbeda keyakinan dengan nya, bahkan ternyata dia sangat kaget jika perempuan yang dia sukai ternyata lebih tua lima tahun dari nya.
Lebih parah nya, perempuan itu ternyata adalah seorang janda beranak satu.
Season 2
Banyak anak membuat hidup Aksa dan juga Najma penuh warna, bahkan kisah anak-anak mereka pun begitu beragam.
Pastinya, diantara salah satu anak Aksa dqn Najma ada yang kecantol sama Janda.
Siapa ya?
Yuk kita kepoin kisah nya.
Mohon dukungan nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Boneka Teddy Bear
Selepas kepergian Maria, Aksa langsung menyiapkan semua berkas yang diperlukan. Masih teringat dengan jelas saat Aksa mencium Maria, rasanya tadi dia sudah mulai terlalu berani.
Selama mereka berpacaran hanya pernah melakukan ciuman ringan saja, rasanya ciuman yang tadi benar benar berbeda. Kalau saja tidak ada om Agam, sudah bisa di pastikan Aksa akan membobol benteng pertahanan milik Maria.
Hal yang seharusnya memang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri, beruntungnya hal itu tidak sempat terjadi.
"Ck! Aku harus lebih bisa mengontrol diri lagi," ujar Aksa.
Pertemuan dengan pemilik perusahaan dari Korea ini sangatlah penting, karena mereka mempunyai pengaruh yang besar terhadap perusahaan Pramudya.
Setelah semua siap, Aksa segera menemui om Agam dan mengajaknya untuk pergi ke tempat tujuan. Mr. Lee mengajak mereka meeting di salah satu Kafe yang terkenal dengan kopinya yang enak, mr. Lee sengaja mengajak mereka untuk meeting di sana.
Dia berkata agar suasana lebih santai, tidak ada ketegangan saat membahas pekerjaan. Selain itu dia juga adalah pencinta kopi, maka dari itu dia merasa lebih nyaman jika mereka bertemu di sebuah Kafe.
Sampai di sana Aksa dan om Agam sudah ditunggu oleh mr. Lee dan asistennya, setelah berbasa basi dan memesan kopi mereka langsung melakukan pembahasan tentang kerja sama antara perusahaan mereka.
Mereka melakukan meeting sampai menghabiskan waktu dua jam lamanya, selain membicarakan masalah pekerjaan, mereka juga terlalu asik mengobrol.
"Ternyata anda masih muda dan sangat menyenangkan, anda juga mempunyai wawasan yang sangat luas." Mr. Lee memuji Aksa yang sangat cakap dalam mempresentasikan program kerja dari perusahaan Pramudya.
Aksa tersenyum dan membalas pujian dari mr. Lee. Setelah mendapat kesepakatan kerja, mereka langsung mengakhiri pertemuannya.
Mr. Les dan asistennya memutuskan untuk pamit undur diri karena mereka harus pergi ke luar kota dengan segera, Aksa dan om Agam juga mempersilakan mr. Lee untuk pergi.
"Akhirnya selesai juga," ujar Aksa dengan senyum bangga di bibirnya.
"Kamu memang sangat hebat," ujar Om Agam.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, om Agam minta untuk langsung pulang karena sebentar waktu kerja sudah habis.Tentunya Aksa mengiyakan, karena jika kembali ke kantor pun akan terasa percuma.
Om Agam memilih pulang dengan naik taxi, sedangkan Aksa akan pulang dengan mobil yang tadi dia pakai bersama Om Agam. Saat keluar dari Kafe mata Aksa tertuju pada sebuah toko boneka di samping Kafe tersebut.
Melihat Boneka Teddy Bear yang besar dan lucu membuat Aksa teringat akan si cantik Callista, dia tersenyum lalu berkata.
"Ya tuhan, boneka Teddy Bear itu cantik sekali. Pasti Icha suka kalau aku membelikan satu untuknya," ujar Aksa.
Aksa melangkahkan kakinya ke toko boneka tersebut, tanpa basa basi dia langsung membeli boneka Teddy Bear berukuran paling besar untuk Callista.
Setelah mendapatkan apa yang dia incar, Aksa langsung mendudukan boneka Teddy Bear itu ke kursi belakang. Dengan penuh semangat Aksa langsung melajukan mobilnya ke kediaman Najma, entah kenapa dia sangat senang jika membayangkan wajah cantik Callista.
Sampai di ruko, Aksa langsung masuk. Dia mengedarkan pandangannya dan tersenyum ketika dia melihat Najma yang sedang sibuk melayani pembeli, Aksa segera menghampiri Najma dan berkata.
"Hai! Lagi sibuk ya?" tanya Aksa.
Najma yang mendapatkan teguran langsung menolehkan wajahnya, dia tersenyum kala melihat Aksa yang menegur dirinya.
"Iya, aku lagi sibuk banget. Kamu mau beli kue apa?" tanya Najma. Karena jika Aksa datang pastinya pria itu akan membeli kue, tidak mungkin Aksa datang untuk mengunjungi dirinya.
Aksa menggelengkan kepalanya seraya mengibaskan kedua tangannya, karena nyatanya dia datang bukan untuk membeli kue.
"Aku bukan mau membeli kue, aku mau yang lain. Apa Icha sudah sembuh? Aku mau ketemu sama Icha, boleh?" tanya Aksa.
"Dia sudah baikan, kamu mau apa nemuin anak aku?" tanya Najma dengan heran.
Bapaknya bukan, saudaranya juga bukan. Untuk apa tiba-tiba saja Aksa menanyakan Callista, pikirnya.
"Mau nengokin aja, emangnya ngga boleh, ya?" tanya Aksa dengan raut wajah kecewa.
Najma tersenyum, lalu dia menganggukkan kepalanya, ada orang yang berniat baik mengunjungi putrinya masa tidak boleh, pikirnya.
"Boleh kok, kamu langsung aja ke atas, Icha lagi mewarnai gambar sama pengasuhnya. Mereka ada di ruang keluarga," ucap Najma.
"Makasih ya!" ucap Aksa dengan senang, karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Callista.
Najma hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, untuk apa Aksa menemui Callista, pikirnya. Karena pada kenyataannya mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa.
Lelaki itu memang terkadang terlihat sangat aneh, karena dia bisa terlihat manis dan juga baik. Namun, pria itu terkadang terlihat sangat acuh.
Aksa segera keluar untuk mengambil boneka Teddy Bear yang dia beli, lalu dia membawa boneka yang besarnya sama dengannya itu dengan perlahan karena pandangannya hampir tertutup oleh boneka itu.
"Semoga Icha suka," ujar Aksa penuh harap.
Sampai di lantai dua, Aksa melihat Callista yang sedang asik mewarnai. Aksa segera menghampiri anak itu dan menyapanya.
"Sore, Cantik. Apa Om boleh ikut gabung?" tanya Aksa.
Callista yang sedang mewarnai langsung menghentikan aktivitasnya, dia menolehkan wajahnya ke arah suara. Senyum senang nampak mengembang di bibir Callista saat melihat Aksa, terlebih lagi ketika melihat Aksa membawa boneka yang sangat besar.
"Om datang?" tanya Callista dengan senang.
"Ya, Sayang," jawab Aksa.
"Om bawa bonekanya gede banget, punya siapa?" tanya Callista.
"Bonekanya sengaja Om beli buat kamu, Sayang. Buat menemin Icha bobo sama main kalau kamu lagi ngga ada temen,"jelas Aksa.
Wajah gadis kecil itu langsung berbinar, dia merasa senang karena mendapatkan perhatian yang lebih dari Aksa. Callista merasa mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, walaupun bukan ayah kandung.
"Waah! Om baik sekali. Terima kasih banyak karena sudah mau memberikan boneka ini buat aku, Om baik deh!" ucap Callista tulus.
Hati Aksa langsung terenyuh melihat kebahagiaan dari Callista, dia juga merasa kasihan karena pastinya gadis kecil itu tidak pernah sama sekali merasakan yang namanya kasih sayang seorang ayah.
"Sama sama, Sayang. Dijaga ya, bonekanya," ujar Aksa.
Aksa memberikan boneka itu pada Callista, karena bonekanya kebesaran akhirnya Aksa menyimpan boneka itu di samping Callista.
Callista yang merasa begitu senang melihat boneka besar itu langsung memeluknya dengan erat, Aksa sampai mengusap air matanya yang mengalir tanpa permisi.
"Pasti, Om. Pasti bonekanya aku jaga dengan baik, Om mau ikut mewarnai gambar?" tanya Callista.
"Ngga deh, Om harus pulang. Takut dicariin ibunya Om, Om pulang ya," pamit Aksa seraya mengelus lembut puncak kepala Callista.
"Iya, Om. Hati hati," ucap Callista dengan senyum manisnya.
"Iya, Sayang," jawab Aksa.
Setelah mengobrol dengan Callista, Aksa langsung turun ke lantai satu. Karen dia harus segera pulang, takutnya dia akan mendapatkan semprotan lagi dari nenek Wina.
Tak lupa Aksa menghampiri Najma untuk berpamitan, Najma menghentikan sebentar pekerjaannya. Lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Aksa.
"Mau pulang sekarang?" tanya Najma.
Aksa langsung menganggukan kepalanya tanda mengiyakan, karena memang dia harus segera pulang.
"Iya, aku takut kena omelan nenek kalau terlalu lama di luar," jawab Aksa.
"Tunggu sebentar!" ucap Najma, Aksa menganggukkan kepalanya.
Najma berjalan masuk ke dalam ruangan tempat dia beristirahat, tak lama dia keluar dari sana dengan membawa sebuah paper bag di tangannya.
"Ini baju kamu!" ucap Najma sambil menyodorkankan paper bag tersebut ke arah Aksa.
Aksa mengernyit heran karena Najma malah memberikan dia baju, padahal dia tidak meminta baju. Aksa hanya ingin berpamitan saja.
"Baju apa?" tanya Aksa.
Najma langsung terkekeh dibuatnya, karena pria itu malah terlihat begitu heran ketika dirinya memberikan paper bag berisi baju.
"Baju kamu dong, udah aku cuci dan sudah sangat wangi," jawab Najma.
Aksa yang paham langsung mengambil paper bag itu dari tangan Najma, dia merasa konyol sendiri karena menyangka Najma memberikan dia baju.
"Terima kasih!"
Kata itu keluar dari mulut Aksa, kata yang jarang sekali diucapkan kepada orang lain. Najma sampai tersenyum dibuatnya.
"Sama sama, sudah sana pulang." Najma terkekeh setelah mengatakan hal itu.
"Ngusir nih? Padahal tadinya aku mau beli kue dulu loh." Aksa pura pura merajuk.
"Eh? Maaf, silakan dipilih mau kue apa." Najma menunjuk cake showcase yang ada di dekatnya.
"Aku mau rainbow cake, Ibu suka sekali sama kue itu. Katanya selain rasanya enak, warnanya juga menarik," jawab Aksa.
"Baiklah, kalau begitu aku siapkan dulu kuenya," ucap Najma.
Najma segera mengambil rainbow cake dari cake showcase, setelahnya dia memasukan kuenya ke dalam sebuah kotak kue. Setelahnya dia memasukannya ke dalam paper bag dan memberikannya kepada Aksa.
"Berapa?" tanya Aksa.
Najma langsung menyebutkan harga kue tersebut, Aksa langsung mengambil dompet nya dan membayar sesuai nominal yang di sebutkan oleh Najma.
Setelah selsai bertransaksi, Aksa langsung melajukan mobilnya ke kediaman Pramudya. Hari sudah semakin sore, dia berharap neneknya tidak akan memarahinya karena dia terlambat pulang lagi.
"Semoga nenek tidak marah lagi," ujar Aksa.
obrolan bunda sama ayah bilang kuliah 2 tahun udah belagak udah jadi dokter kalo ada yg sakit
menggoda 🤧
emezing kali 💃💃💃
he he he he