" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bimbang
Arjuna terlihat gusar, sejak kemarin Selena tidak bisa di hubungi. " Kenapa tidak aktif dari kemarin. " gumam Arjuna. " Apa dia baik-baik saja? " Arjuna mengkhawatirkan keadaan Selena.
" Kakak! " teriak Saciko di luar kamar. Tidak mendapat jawaban dari sang kakak, Saciko masuk ke dalam kamar Arjuna begitu saja. " Kakak! daddy mencari mu. " seru Saciko.
Arjuna terjingkat kaget mendengar suara lengkingan adiknya. " Kau mengagetkan saja! "
" Dari tadi Iko memanggil kakak, tapi kakak tidak mendengarkan. Iko pikir, kakak sedang sibuk belajar. Tapi ternyata kakak hanya mondar-mandir tidak jelas! kakak sedang apa? " Saciko.
" Ck! cerewet sekali! "
Saciko mendengus kesal " Daddy menunggu di ruang kerja. " ucap Saciko, kemudian pergi dari kamar kakaknya.
Arjuna bergegas pergi ke ruang kerja daddynya. Pria itu harap-harap cemas ketika di panggil Mario. " Apa aku melakukan kesalahan? " gumamnya.
Arjuna bernafas lega, karena Mario hanya ingin mengajaknya berlatih menembak. Arjuna sudah terbiasa dengan hal itu, bukan hanya menembak saja. Arjuna di bekali ilmu beladiri dan ketangkasan menggunakan senjata tajam. Semua itu untuk berjaga-jaga bila kedatangan musuh dimasa lalu Mario. Daddy dan grandpanya pernah berkecimpung di dunia hitam.
Sejenak pikiran mengenai gadis pujaan hatinya teralihkan. Arjuna akan menanyakan langsung pada Selena. Jika perlu, malam ini Arjuna akan mendatangi rumah Selena.
***
Hari senin pun tiba, Arjuna ingin segera bertemu dengan Selena. Rencananya gagal malam itu, yang ingin menemui Selena di rumahnya. Arjuna berhasil menyusup ke rumah Selena. Namun, Selena tidak ada di rumah. Salah satu penjaga rumah yang berhasil ia iming-imingi mengatakan bahwa Selena sedang pergi ke luar kota bersama kedua orang tuanya.
" Tolong jangan dekati aku. " ucap Selena ketika Arjuna menghadang langkahnya di pintu ruang kelas.
Kening Arjuna berkerut. " Kenapa? apa aku melakukan kesalahan? " tanyanya yang merasa heran. " Apa salah ku? coba katakan. "
Selena menggelengkan kepalanya. " Kau tidak bersalah. Hanya saja, aku tidak mau dekat-dekat dengan mu. Semua murid akan berfikir kalau aku menggoda mu dan merebut mu dari Cintya. " ujar Selena.
Arjuna menghela nafasnya panjang. Pria itu tidak bisa menyangkalnya. Memang benar jika ia berdekatan dengan Selena akan menimbulkan hal buruk menimpa Selena. Terutama nama baiknya sebagai seorang wanita. Status hubungan nya dengan Cintya sudah tersebar ke penjuru sekolah.
" Lalu bagaimana dengan belajar kita? bukankah kau berjanji akan membantu ku? " Arjuna.
" Kau terlalu pintar untuk ku bantu. Tidak ada alasan lain. " ujar Selena. " Tolong mengerti, menjauhlah dari ku. "
" Maaf.. " Arjuna tertunduk. Lalu menggeser tubuhnya agar Selena bisa masuk ke dalam kelas. " Aku harus mengakhiri hubungan ku dengan Cintya. "
Seusai Selena masuk ke dalam kelas. Arjuna pergi untuk menemui Cintya di kelasnya. Wajah gadis itu berbinar tatkala melihat kekasihnya mendatangi kelasnya. Dengan cepat Cintya beranjak dari duduknya, berjalan mendekati Arjuna. Hati Cintya bertambah berbunga ketika mendengar bisikan teman-temannya, yang memuji keromantisan antara dirinya dan Arjuna.
" Kau mencari ku? " ucap Cintya dengan tersenyum lebar. Tangannya sudah melingkar di lengan Arjuna. Memamerkan pada semua temannya bahwa Arjuna adalah kekasihnya.
" Aku perlu bicara dengan mu. " Arjuna.
" Oke. Mau bicara apa? " Cintya.
" Tidak di sini. Sepulang sekolah kita pergi ke cafe langganan mu. "
" Baiklah.. tapi sebelumnya temani aku dulu ya, aku ingin ke toko alat tulis, ada beberapa barang yang aku butuhkan. " Cintya tidak akan membuang kesempatan yang ada.
" Baiklah. " ucap Arjuna dengan wajah datar. Masih berpikir bagaimana cara memutuskan hubungan nya dengan Cintya? alasan apa yang akan ia katakan nanti? " Nanti aku pikirkan. "
***
" Kau bolos lagi! " seru Rangga. Jam istirahat, Rangga mencari keberadaan Arjuna di tempat biasa. Sebuah taman belakang sekolah yang terdapat pohon besar. Di bawahnya ada bangku panjang yang bisa di gunakan untuk bersantai menikmati angin sepoi-sepoi. " Kau bilang ingin cepat lulus? tapi kenapa meninggalkan jam pelajaran? " Rangga duduk di samping Arjuna.
Biasanya Arjuna akan bersemangat berdiam di kelas saat jam pelajaran di mulai untuk melihat wajah gadis pujaannya. " Aku tidak tahan, Selena terus saja mengacuhkan ku. " ujar Arjuna.
" Kenapa? bukannya kalian sudah lebih dekat? " Rangga.
Arjuna mengedikkan bahu. " Mungkin karena hubungan ku dengan Cintya, jadi dia menjauh dari ku. "
Rangga terkekeh. " Kau itu sangat serakah. Menginginkan Selena tapi masih bersama Cintya! " Rangga menggelengkan kepalanya tak percaya. " Sebenarnya kau menginginkan siapa? Selena atau Cintya? "
" Ck! masih bertanya! sudah jelas aku menginginkan Selena! " gerutu Arjuna yang kesal karena Rangga masih bertanya siapa gadis yang ia inginkan. Sudah jelas-jelas setiap hari Arjuna selalu membicarakan Selena di depannya. Tapi Rangga tidak mengerti juga!
" Lalu kenapa kau mengencani Cintya? dan menjadi kekasihnya? "
Arjuna menghembuskan nafasnya kasar. Niat hati menjadikan Cintya kekasihnya hanya untuk membuat Selena cemburu, menunggu sampai Selena bertekuk lutut padanya. Namun dirinya tidak bisa menahan diri sampai rencana yang telah ia susun berjalan lancar. Arjuna gelisah saat berjauhan dengan Selena dan tidak sabaran merebut perhatian Selena dengan perlahan. Akhirnya masalah menjadi semakin rumit.
" Aku akan memutuskan Cintya. " ujar nya.
" Kau akan menyakiti nya kembali. Jangan membuat hati seorang gadis tersakiti hanya demi mendapatkan gadis lainnya. " saran dari Rangga. " kau bukan pria brengssek kan? "
" Lalu aku harus bagaimana? " Arjuna.
" Jalani yang sudah terjadi. Jika kau memang berjodoh dengan Selena, kau akan menemukan keajaiban tanpa menyakiti siapapun. " Rangga.
" Ck! kau bicara seolah sudah berpengalaman saja dengan seorang wanita! " gerutu Arjuna yang mendengar nasihat Rangga. " Seorang jomblo menasihati ku. ck. ck. ck.. " Arjuna geleng-geleng kepala.
" Terserah kau saja mau mendengarkan ku atau tidak! " Rangga beranjak dari duduknya. " Bel masuk sudah berbunyi. Sebaiknya kita kembali ke kelas! kau jangan bolos lagi atau aku adukan pada tuan besar. " ancam Rangga pada Arjuna seraya melangkah menuju kelasnya.
Arjuna mendengus. " Tapi aku mencintai Selena, bukan Cintya! " berat sekali mempertahankan hubungan nya dengan Cintya. Sedangkan hatinya menginginkan Selena.
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak