(update sesuai mood)
🚫SEBELUM MEMBACA ALANGKAH BAIKNYA FOLLOW DULU AKUN AUTHOR AMATIRAN INI🚫
______________________________
Bila kehidupan ini mengajarimu cinta, maka pengalaman mengajarimu siapa yang kamu cintai dan situasi mengajarkan siapa yang selalu mencintaimu. Begitulah kurang lebih kehidupan mereka saat ini.
Semesta buat mereka kembali bertemu. Menyatukan apa yang belum menjadi satu dan padu. Mengerti dan memahami masa lalu yang pilu. Ada yang membantu dan dibantu keluar dari rasa sakit yang tak pernah bersurai temu. Keduanya akan tetap menyatu walau permasalahan mengiringi kisah kedua insani itu.
____________________________
🚫Mohon maaf bila ada kesamaan tokoh, latar ataupun tempat. Karena itu murni ketidaksengajaan🚫
⛔DON'T COPY MY STORY⛔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Nurjannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 15
Jika anda menyukai bagian ini, silahkan pertimbangkan untuk memberikan:like, comment and vote boleh juga.
...*...
...*...
...*...
Saat ini yuki sedang berada di sebuah panggung, tadi entah darimana sang MC berasal ia memilih yuki untuk menjadi salah satu peserta dansa. Yuki hampir menangis karena tidak ada yang mau menerima kata penolakan darinya. Adel sang kakak pun tidak mau membantunya sedikitpun. Yuki tidak mengkhawatirkan apapun sebenarnya, hanya saja masalahnya terletak pada dirinya yang tidak tau cara berdansa, karena ini adalah pertama kalinya ia berdansa. Bahkan mami mikha dan mertua kakaknya malah menyuruh nya langsung ke panggung.
Yuki tidak mau berdansa dengan siapapun. Apalagi jika ia berdansa dengan orang yang tak dikenal. Yuki bisa melihat, kakak tertuanya atau kak bagas juga sudah di pilih untuk salah satu peserta dansa. Yuki ingin sekali menghampiri sang kakak, akan tetapi MC malah mempeloloti matanya ke arah yuki membuat yuki tidak bergerak seinci pun. Sudah banyak muda dan mudi yang sudah dipilih kearah lantai dansa Dan akhirnya yuki mendapat pasangannya yang membuat ia sedikit lega. Karena pasangan dansanya adalah orang yang dikenalinya yaitu, Randy.
"Akhirnya aku sedikit lega. Kau adalah penolongku randy" kata yuki bersyukur. Setidaknya ia tidak akan malu jika ia menginjak kaki randy nantinya.
"Ada apa denganmu? Apa jangan-jangan kau belum pernah berdansa sebelumnya" kata randy was-was takut jika kakinya akan menjadi korban dilantai dansa ini.
"Kau benar sekali randy. Awalnya aku ingin menghampiri kak bagas untuk memintanya jadi pasanganku, tapi MC malah mempelolotiku seperti ini" bisik yuki sambil memeragakan pelototan mata sang MC.
"Ya sudah, aku akan mengajarimu nanti. Kau harus mendengar aba-aba dariku, Oke." kata randy. Senyuman menawan langsung terbit diwajah Randy dan mereka pun melenggang ke arah lantai dansa sambil berpegangan tangan.
Keduanya berdiri canggung dengan posisi berhadapan, namun randy dengan berani menarik kedua tangan yuki untuk dilingkarkan ditengkuknya, dan tangannya sendiri melingkar dipinggang yuki.
"E..eh. Apa posisinya harus seperti ini ya? Apa tidak ada posisi yang lain?" tanya yuki yang malah aneh terdengar di pendengaran randy.
"Ya harus seperti ini dong yuki. Kan namanya aja kita dansa" randy berusaha menjelaskan.
"Oke, terserah kau sajalah" pasrah yuki.
Mendengar perkataan yuki, randy menarik tubuh yuki agar lebih mendekat dan mengikis jarak diantara mereka. Yang alhasil tubuh mereka kini menempel satu sama lain.
"Udah siap?" tanya randy.
Yuki tak menyahut, hanya menganggukkan kepalanya. Dan setelah itu kaki mereka mulai melangkah mengikuti irama lagu slow nan indah. Awalnya yuki masih bisa menyeimbangkan tapi lama kelamaan yuki mulai menginjak kaki randy yang tengah berfokus menatap yuki sedari tadi.
"Aww. Yuki, kenapa kau menginjak kakiku?" tanya randy sewot.
"Haduh, maaf randy. Aku tidak sengaja!" kata yuki merasa bersalah.
"Ia tidak apa-apa. Kita mulai lagi dari awal ya!" kata randy kemudian.
Akhirnya mereka mulai melanjutkan kembali dansa nya dengan randy mengajari yuki terlebih dahulu. Tidak cukup lama saat mengajari, akhirnya yuki bisa berdansa dan akhirnya kaki randy terselamatkan.
Tak lama kemudian, randy mengajak yuki menjauh dari keramaian. Meninggalkan lantai dansa begitu saja. Kami sudah dibalkon dengan latar belakang matahari yang hampir terbenam.
"Lhah. Buat apa kita kemari? Apa tidak apa-apa meninggalkan lantai dansa begitu saja" tanya yuki khawatir takut sang MC mengetahui mereka kabur dari tempat tersebut.
"Aku hanya malas berlama-lama ditempat keramaian" ujar randy.
"Lalu, kenapa kau juga ikut menarikku?" kata Yuki sambil memutar malas bola matanya.
"Akan aneh bila aku meninggalkanmu sendirian disana. Kau lihat sendiri kan, ada mami-ku di sana yang memperhatikan kita berdua. Jadi, jika aku meninggalkanmu sendiri di lantai dansa, bukan hanya mami saja yang menatap kita curiga melainkan seluruh awak media akan membuat kita menjadi pusat perhatian karena meninggalkan pasangan dansaku tanpa keterangan yg jelas" jelas Randy ke Yuki.
Dan selanjutnya hanya ada keheningan dan hembusan angin sejuk yang menerpa wajah mereka.
"Bagaimana kabarmu ditahun-tahun sebelumnya?" tanya randy tiba-tiba.
Yuki sempat terkejut mendengar pertanyaan randy. "Tentu saja kabarku sangat baik ditahun-tahun sebelumnya. Aku mempunyai teman banyak diluar negeri. Kemudian aku juga sering keluar untuk berpergian ketempat indah disana. Mereka benar-benar sangat baik. Ah, mengingat mereka membuatku merindukannya" Yuki menjelaskan ke randy antusias.
"Kenapa kau menanyakan hal itu?" yuki bertanya lagi seakan-akan tidak tau maksud randy.
"Tidak apa-apa. Aku pikir kau masih belum melupakan mantan kekasihmu itu" randy berkata langsung menohok dada yuki.
"Ah, maksudmu yuta. Aku hampir lupa dengan sosok wujudnya" ujar yuki sambil tertawa garing.
"Bagaimana denganmu randy? Jangan-jangan kau belum bisa move on dari tiara" balas yuki.
"Iya. Kau memang benar yuki" kata randy jujur.
"Jika begitu, kenapa kau tidak memperjuangkan kembali hubungan kalian? Jika kau masih mencintai tiara, seharusnya kau harus memperjuangkannya bukan" kata yuki bijak.
"Memperjuangkannya? Aku rasa tiara tidak pantas menerima perjuangan dariku" Kata randy.
Mendengar perkataan randy, yuki hanya bisa berkata pelan:
"Maka, jika kau sudah berkata seperti itu, sudah jelas kau tidak mencintai Tiara lagi. Kau hanya dihantui oleh bayang-bayang masa lalu yang tak akan pernah berujung kecuali kau sendiri yang akan mengakhirinya. Bisa dikatakan, Tiara adalah mantan terindah yang akan selalu kau kenang dan melupakan wanita-wanita lain yang rela mengantri untuk menjadi pasanganmu"
"Benarkah seperti itu?" tanya Randy sedikit terkejut
"Tentu saja. Kan kita berada di posisi yang sama dulu.
Aku tidak munafik, hingga kini masih ada sedikit bongkahan yg tersisa disini untuk Yuta" kata Yuki menunjuk hatinya.
"Dan aku bangga, sejauh ini aku hampir sempurna untuk move-on dari Yuta" lanjut Yuki dengan pembawaan santai.
Randy hanya menyimak Yuki dan merekam baik-baik perkataan Yuki tentang kilasan masa lalu. Mana tau, ia juga membutuhkannya ke depannya.
"Randy, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku pamit pulang. Bye-bye" buru-buru Yuki pergi sebelum mendapat persetujuan dari Randy.
Randy hanya bisa mencerna perkataan yuki dari awal hingga akhir. Ia tak tahu lagi harus mengatakan apa. Randy tak habis pikir, pasti yuki sangat menderita dulu ketika memergoki kekasihnya yang sedang bercinta dengan kekasihnya tiara. Randy tidak tau sesakit apa hati yuki saat itu. Dan memilih melanjutkan pendidikannya keluar negeri. Itu pasti karena yuki trauma dengan kisah cintanya. Seketika randy merasa pesimis terhadap dirinya sendiri yang belum bisa move on dari mantan kekasihnya, Tiara. Kenapa ia bisa kalah dengan seorang wanita seperti yuki.
"Ini tidak boleh terjadi. Aku juga harus bisa move on sepenuhnya dari Tiara" tekad randy.
- TBC -
(^_^)😁