NovelToon NovelToon
Cerita Tak Berkisah

Cerita Tak Berkisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Kisah cinta masa kecil / Romansa-Teen school
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: fifizulfaa

Bercerita tentang seorang perempuan yang membuat janji kepada dua orang sahabatnya. Janji itu cukup tidak masuk akal dan mereka membuat penjanjian itu di umur yang masih kecil. Akankah janji itu terus berjalan hingga mereka beranjak dewasa? atau justru mereka melupakan semua dan menjadikan perjanjian itu tak berkisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fifizulfaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dami Koma

Kayla berjalan santai menuju rumah Daniel. Hari ini dia akan mengunjungi Dami ke Rumah Sakit, lantaran setelah kejadian kemarin dia sama sekali belum bisa melihat langsung keadaan sahabatnya itu.

Sesampainya di rumah Daniel, cowok itu sudah berdandan rapi dan baru saja keluar dari rumahnya. Namun ada yang aneh dengan wajahnya hari ini, matanya terlihat sayu.

"Tumben udah bangun, Dan?" tanya Kayla yang penasaran karena memang tidak biasa Daniel bisa bangun pagi.

Bukannya menjawab Daniel malah berjalan santai masuk ke mobil. Kayla yang melihat itu mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti dengan sikap sahabatnya. Tanpa pikir panjang Kayla mengikuti Daniel masuk ke dalam mobil.

"Dan! Kamu kenapa sih? Sakit?" Daniel masih tak bersuara, ia mulai menghidupkan mesin mobilnya. Kayla pun dengan geram mencabut kunci itu.

"Ay?" lirih Daniel menatap Kayla, yang ditatap memberikan sorot mata tajam dan bibir yang manyun.

Bisa-bisanya Kayla kelihatan biasa banget setelah kejadian tadi malam, ucap Daniel dalam hatinya dengan mata yang masih tak lepas dari sorot tajam Kayla.

"Daniel kenapa? sakit? dari tadi aku nanyain loh."

"Enggak, Ay. Aku gapapa."

"Terus?"

"Terus?" Daniel mengangkat alisnya.

"Ihhhh! terus kenapa dari tadi diam aja ditanya, Daniel gak tidur ya tadi malam?"

"Hmm, gak bisa tidur"

"Kalau begitu biar aku aja yang nyetir, nanti kenapa-kenapa di jalan, sini!" titahnya hendak membuka pintu mobil, namun tangannya segera dicekal oleh Daniel.

"Justru kalau kamu yang pegang mobilnya itu lebih bahaya." ucap Daniel, lalu melepaskan cekalannya pada lengan Kayla, hatinya sungguh tak karuan sekarang.

Sedangkan di sisi Kayla dia sama sekali belum mengerti dengan sikap Daniel pagi ini, "Aneh kamu, Dan." ia memberikan kunci itu tanpa melirik ke Daniel.

Melihat itu Daniel hanya menghembuskan napas pelan dan mengambil kunci yang diserahkan Kayla. Selama perjalanan tidak ada satu pun yang membuka pembicaraan, keduanya saling memikirkan masalahnya sendiri-sendiri.

Flashback On.

"Kalau dia suka sama kamu?"

"Itu gak mungkin!"

"Kalau aku yang suka sama kamu?"

" ... " Tidak ada kata yang keluar dari mulut Kayla setelah mendengar penuturan Daniel.

"Gimana?" lanjut cowok itu lantaran Kayla hanya diam.

"Apa sih becanda mulu." kata Kayla sambil mengalihkan pandangan, namun sorot mata Daniel tidak lepas darinya, dan Kayla tahu itu.

Selang beberapa menit mereka hanya terdiam Kayla pun angkat bicara, "Mendingan sekarang tidur, udah malam juga dingin di luar." tanpa menoleh ia langsung masuk ke dalam kamar, akan tetapi lengannya dicegah oleh Daniel.

Mata mereka bertemu dan menatap satu sama lain. Kayla menelan ludahnya dengan berat sedangkan Daniel menatap tajam mata indah milik Kayla. "Aku enggak mau kamu jadi milik orang lain, Ay." itulah kata yang muncul tiba-tiba dari mulut Daniel dan Kayla semakin kicep dibuatnya. Daniel melepaskan pelan tangan Kayla dari genggamannya.

Justru Kayla balik menggenggam tangan Daniel dan menyeret keluar dari balkon kamarnya. Cowok itu tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya itu, ia pun dipaksa keluar dari kamar Kayla dengan cepat dan cewek itu menutup kamarnya rapat-rapat.

Kayla berlindung di belakang pintu memegangi dada, jantungnya berdetak cepat. Sesekali ia menarik napas panjang dan menghembuskan untuk menenangkan perasaannya. Setelah pikirannya mulai tenang, ia tiba-tiba tersenyum kembali mengingat kata-kata Daniel, wajah Kayla sekarang sangat kentara sedang tersipu malu.

Flashback Off.

"Ay,

"Ayla!"

"Kayla." Daniel terus memanggil, tapi si empunya terus senyum-senyum tanpa sebab yang jelas.

TINNNNN!

Kayla terperanjat mendengar suara klakson masuk ke gendang telinganya. Daniel sengaja membunyikan agar Kayla sadar dari lamunannya.

"Kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Daniel.

"Hah? Enggak, Enggak ada apa-apa kok." cengir Kayla menatap Daniel dan langsung mengalihkan tatapannya, dia malu sekali sekarang lantaran kepergok. "Ouh, iya. Kenapa berhenti?"

"Udah sampek!" jawab Daniel dengan kesal.

"Ouh, oke aku keluar dulu." Kayla sungguh gelagapan dan salting, ia langsung masuk ke dalam Rumah Sakit tanpa menunggu Daniel yang harus memarkirkan mobilnya.

...

Di pertengahan jalan Kayla melihat Bu Weny wali kelasnya dengan beberapa murid termasuk Ardan. sepertinya mereka ke Rumah Sakit akan menjenguk Dami. Ia pun berlari kecil menghampiri mereka.

"Bu Weny, mau jenguk Dami ya?"

"Eh ... Kayla, iya nih, tapi dari tadi masih bingung nyari kamarnya."

"Ikut saya aja Bu, mari."

"Ouh, iya ayo-ayo."

Bu Weny, Ardan dan kedua temannya ini pun mengikuti langkah Kayla. sesekali pandangan Kayla tertuju pada Ardan yang ada disampingnya.

Tidak lama kemudian mereka pun berhenti tepat di depan kamar milik Dami. "Ini Bu, kamar nya Dami." ucap Kayla, dan ia membuka pintu secara perlahan.

Betapa terkejutnya dia melihat keadaan di dalam kamar. Tante Reny terlihat sangat terisak di kursi dengan Om Brata yang berada disampingnya, begitu juga Tante Nita yang menitihkan air mata memegang tangan Dami.

Disana juga telah terpasang alat ventilator. Itu berarti sekarang keadaan Dami dalam kondisi tidak baik. Tanpa sadar pula air mata Kayla jatuh dari pelupuk matanya, dan tubuhnya ambruk begitu saja. Namun Ardan di belakangnya dengan sigap menahan tubuh Kayla agar tidak terperosot di lantai.

Daniel yang baru saja tiba dan melihat kejadian itu langsung menyingkirkan tangan Ardan dari tubuh Kayla. Tatapan sinis antara keduanya pun tercipta tapi dengan segera Daniel berpaling, lalu membawa Kayla sedikit masuk kedalam.

Bu Weny yang merasa keadaan sungguh tidak membaik menarik tangan Ardan untuk keluar, setelahnya ditutupnya pintu itu, membiarkan orang-orang terdekat Dami yang berada di dalam.

Sedangkan keadaan di dalam hanya isakan yang ada. Kayla yang mulai tersadar berjalan lirih menghampiri Dami. "Bunda Nita, Dami kenapa?" tanya Kayla.

Dengan pertanyaan itu justru Nita semakin terisak. Daniel yang melihat itu menghampiri Bundanya dan melepaskan tangannya dari bahu Kayla. "Bunda udah, kalau kayak gini Dami juga ikut sedih." tutur Daniel.

"Dami koma, Dan." ujar Nita dengan air mata yang belum mereda.

"Iya, Bun. Udah Bunda jangan kayak gini lah ... kasian Dami nya." mendengar itu Nita memeluk erat Daniel yang berada disampingnya.

Tanpa mereka sadari mata kiri Dami menitihkan air mata, mereka yang berada di ruangan itu terlalu larut dengan kesedihan.

...

"Bu Weny, kenapa kita gak nunggu aja sih udah terlanjur di sini kan?" ujar Ardan yang diangguki dengan kedua temannya.

"Kita balik saja, besok kita coba kesini lagi. Tadi itu suasananya kurang enak kalau kita tiba-tiba datang," tutur Bu Weny menatap ketiga muridnya itu, "Udah ayo balik ke sekolah sekarang."

"Kok ke sekolah sih, Bu? Gak pulang saja?" tanya Ardan

"Enak saja kamu main pulang-pulang, balik ke sekolah lah!" tegas Bu Weny

"IYA BU ..." ucap serempak ketiga muridnya itu.

Mereka akhirnya kembali ke sekolah tanpa berpamitan kepada keluarga Dami, karena memang suasana tidak kondusif untuk sekarang ini.

...

Keesokan harinya pada jam pelajaran sekolah Kayla hanya termenung di bangku tanpa mendengarkan penjelasan guru di depanya. Pikirannya terpenuhi dengan keadaan Dami.

Ardan yang berada di belakang Kayla cukup mengetahui apa yang sedang dipikirkan wanita di depannya itu.

Entah mengapa rasanya selalu ada hal aneh saat Ardan dekat dengan Kayla. Padahal sejatinya dia tidak harus memperhatikan perempuan itu, karena ia telah memiliki kekasih, walaupun jauh dari dia untuk sekarang ini.

Merasa jam pelajaran telah usai guru yang tengah menjelaskan di depan menyudahi pembelajaran.

Pada saat guru telah benar-benar hilang dari pandangan. Ardan melangkah maju menarik kursi mendekati Kayla, ia tak bersuara hanya memandang gadis itu, akan tetapi Kayla tetap diam dengan pikirannya.

Dan dengan tiba-tiba Ardan menarik tangan Kayla. Sangat jelas si empunya terkejut menatap tanya, merasa tidak tahu apa-apa.

"Ikut aku ya, ayo."

"Kemana?"

"Udah ikut aja."

Kayla menatap arloji yang ia pakai lantas kembali menatap Ardan dan berkata, "Istirahat kita masih lima menit lagi, Ar."

"Lima menit itu singkat, Ay. Udah ayo! Aku pastiin deh setelah ini kamu enggak lagi ngelamun-ngelamun kayak tadi." tutur Ardan.

Mendengar itu Kayla semakin dibuat bingung. Namun akhirnya ia tetap pasrah dan mengikuti gandengan tangan Ardan.

Mereka berdua pun terus berjalan hingga menuruni tangga untuk ke lantai bawah, lantas menuju ke gerbang sekolah. Akan tetapi gerbang itu masih tertutup rapat lantaran memang belum waktunya istirahat.

Di sekolah mereka saat istirahat murid-murid memang  diizinkan untuk keluar sekolah. Namun jika telat kembali dan gerbang telah ditutup mereka akan dibiarkan tetap diluar gerbang sekolah hingga waktu pulang.

"Tuh, kan apa aku bilang kita tuh belum istirahat, Ar." Oceh Kayla menatap geram pada cowok didepannya.

Tanpa mendengar ucapan Kayla, Ardan berjalan ke arah pos Satpam. Diikuti Kayla yang tetap pasrah.

"Pak, bukain gerbangnya dong." ucap Ardan.

"Waduh ... Enggak bisa dong, istirahat masih dua menit lagi."

"Dua menit aja bapaknya perhitungan banget, sih."

"Mau kemana memang?"

"Ada lah, Pak. Bukain ya."

"Tunggu saja, orang cuma dua menit saja kok."

"Udah, Ar. Tungguin aja, lagian kamu aneh-aneh emang." tutur Kayla menarik tangan Ardan untuk duduk di kursi panjang yang sudah ada di sana.

Di sisi lain ada mata yang tengah memantau mereka berdua. Dari lantai dua terlihat wajah tidak suka terus menatap Kayla dan Ardan.

"Daniel, Kamu ngapain di situ masuk!" tegur seorang guru yang akan memasuki kelas, melihat salah satu muridnya berada di luar.

"Bapak sendiri ngapain di situ." Jawab Daniel dengan enteng mengalihkan pandangan ke gurunya, menghiraukan Ardan dan Kayla yang sedari tadi dia lihat.

"Saya mau masuk ke kelas kamu, hari ini ada jam tambahan."

"Trus istirahat saya kapan, Pak."

"Nanti pulang sekolah, itu juga salah kelas kalian yang enggak pernah mau manggil bapak ke kelas saat Bapak lupa. Diam saja sukanya jamkos. Masuk!"

Guru yang lupa murid juga yang disalahkan, batin Daniel. Ia pun masuk ke kelas, namun sebelum itu ia sempat menoleh ke arah gerbang sekolah dan orang yang sedari tadi dia pantau sudah tidak berada di sana.

Di dalam kelas Daniel tidak memperhatikan pelajaran melainkan membuka ponselnya untuk menghubungi Kayla lewat pesan whatsapp.

...Kayla Mathilda....

^^^Ay lagi di mana?^^^

Keluar sama Ardan

Kenapa? Nyariin yaa

^^^Enggak^^^

^^^Cuma tadi aku lihat kamu di bawah^^^

Ouh, gitu

^^^Kemana emang?^^^

Kepo deh

Udah ya. Bye

^^^Belum selesai aku ngomongnya^^^

^^^Aylaaa^^^

^^^Ay^^^

^^^Kaylaa^^^

Daniel merasa sangat kesal lantaran chatnya sudah tidak direspon lagi, pikiran Daniel semankin tak karuan menduga-duga. Kemana sebenarnya Ardan akan membawa Kayla.

Sebenarnya ia sudah mengetahui bila Ardan telah memiliki kekasih, namun entah mengapa sulit baginya untuk memberi tahu Kayla. la takut jika Kayla tahu gadis itu akan merasa sakit hati, Daniel tidak mau itu terjadi. Walaupun dia juga belum tahu apakah sahabatnya itu menyukai Ardan.

1
sunflower
next kak
Nadia
hi kak aku mampir semangat
mommy dha
kak aku mampir membawa 10 like like back yah kak Lastri kembang desa.
silviaanugrah
11 like untuk karyamu thorrr, aku tunggu feedback nya yaa. semangat! 🌟
Aprilianana
wah, kasihan Monica d kasih hukuman😂

Jgn lupa mampir dan dukung karya ku Thor! Rahsia dibalik tirai.😁
Aprilianana
Jejak😁 semangat kak!

"Rahasia dibalik tirai" 😘
🤍
Lanjut lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
🤍
Semangat akak.. 👍
nycto°
Lanjutkan kak, semangat!! 😍
TK
next Thor 👍
mey
Semangat, Thor
nycto°
Semangat kak aku mampir!! 👍👌
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus
Isma Aji
Semangat Thor, terimakasih, tetap saling dukung 🤗
nycto°
3 like datang kak semangat, jangan lupa mampir juga yah!! 👍
Isma Aji
semangat 🤗
Isma Aji
Sukses Thor 🤗
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Isma Aji
Like🤗, semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!