Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.
Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Tok tok tok, tok tok tok...
Vina yang masih berdiri di belakang pintu kembali mendengar suara ketukan, Vina yang mengira Rengga masih belum pergi juga terpaksa membuka pintu sambil bersiap memakinya.
"Dasar manusia tidak tahu diri yang tidak memiliki otak, sudah ku bilang bukan urusanmu ya bukan urusanmu" teriak Vina tanpa melihat siapa yang berdiri di depannya.
"Tenanglah, kamu kenapa? siapa yang membuatmu kesal seperti ini" sahut Gladi yang berdiri di depan Vina.
"Gladi" ucap Vina dengan suara pelan.
"Kita masuk dulu, setelah itu kamu bisa bercerita padaku" sahut Gladi yang langsung merangkul pundak Vina membawanya masuk ke dalam rumah.
Gladi yang baru mengambil air bergegas memberikannya ke Vina, Gladi juga bergegas mengambil Raka dari gendongan Vina yang mulai menangis.
"Cup cup cup, mama tua sudah datang nak, siapa yang berani mengganggu anak mama ini" ucap Gladi sambil mencium pipi Raka.
Gladi yang mencium pipi Raka membuat Raka berhenti menangis, Gladi yang merasa penasaran langsung duduk di samping Vina sambil berharap Vina bersedia cerita padanya.
"Kamu kenapa? siapa yang mengganggu mu?" tanya Gladi.
"Haaaaah" Vina menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, Vina masih enggan bercerita karena tidak ingin Gladi merasa bersalah padanya.
Tok tok tok, tok tok tok...
Suara pintu di ketuk lagi-lagi di dengar Vina, Vina yang mengira Rengga kembali ingin mencari masalah bergegas berdiri bersiap membukakan pintu.
"Biar aku saja, lebih baik tenangkan dirimu" ucap Gladi yang langsung berjalan ke arah pintu sambil menggendong Raka.
"Siapa" ucap Gladi sambil membuka pintu rumahnya.
"Paketnya kak" sahut seorang pria.
"Paket! tapi aku tidak merasa memesan barang loh, mungkin salah alamat" ucap Gladi.
"Tidak kak alamatnya sudah sesuai, mohon di terima paketnya" sahut pria itu yang langsung berjalan pergi.
"Baiklah" ucap Gladi yang kembali masuk ke dalam rumah sambil membawa kotak kecil di tangannya.
"Siapa?" tanya Vina.
"Orang ngantar paket, padahal aku tidak ada memesan barang" sahut Gladi sambil menaruh kotak kecil yang di pegangnya di depan Vina.
"Karena kamu sudah lebih tenang, aku mau mandi dulu" sambung Gladi yang langsung menaruh Raka di pangkuan Vina.
Vina yang melihat Gladi memasuki kamarnya bergegas membuka kotak kecil di depannya, Vina menatap sekilas kertas yang berada di dalam kotak itu lalu memutuskan membukanya.
*Teruntuk kamu, Masih teringat jelas saat aku menikmati mulusnya tubuhmu, matamu yang tertutup waktu itu semakin membangkitkan nafsu ku.
Jangan salah paham, aku tidak tertarik padamu, aku hanya ingin kamu mengembalikan apa yang jadi milik ku.
Anak yang bersama mu adalah anak ku darah daging ku, jika kamu penasaran dengan ku bawa anak itu besok menemui ku, aku menjamin rasa penasaran mu akan terselesaikan.
Hotel Yuraina kamar 221 jam 21:00*.
Vina yang membaca pesan dari dalam kotak itu langsung terdiam, Vina mengepalkan tangannya sambil meremas kertas yang di pegangnya lalu melemparnya.
Arrrrrrrrrhhhhhhhh... Teriak Vina.
Semalam Bram, lalu Rengga dan ini ayah dari Raka, sebenarnya apa yang mereka semua inginkan dari ku" dalam hati Vina.
"Kamu kenapa, Vin?" tanya Gladi yang baru saja selesai mandi.
Gladi yang melihat sebuah kertas yang baru di remas Vina bergegas membukanya, setelah membaca isi yang ada di kertas itu Gladi menghampiri Vina sambil menepuk pundaknya.
"Ini kesempatan bagus, akhirnya kamu bisa bertemu dengannya" ucap Gladi.
"Tapi dia ingin merebut Raka dari ku" sahut Vina.
"Tentu saja kita tidak akan membiarkannya merebut Raka, kamu pergilah besok aku juga sudah merasa penasaran siapa ayah dari Raka" ucap Gladi.
"Ya" sahut Vina.
Semalam Vina yang terus terpikirkan tentang siapa yang menidurinya membuatnya tidak bisa tidur, Vina mencoba menyiapkan dirinya dengan kata-kata makian yang siap di lontarkannya ke pria yang akan di temuinya itu.
Pukul 20:45 Vina keluar dari rumah menuju hotel yang tertera di kertas waktu itu, tentu saja dirinya pergi seorang diri karena dia tidak mungkin membiarkan Raka nya di ambil orang lain.
Sampai di hotel Vina mencari kamar 221, kamar yang ternyata berada di lantai 5 itu ternyata tempat khusus para orang kaya menghabiskan uang mereka.
Cih, apa dia pikir dengan cara ini bisa membawa putra ku jangan pernah bermimpi" dalam hati Vina.
Vina langsung membuka pintu yang ternyata tidak di kunci, lampu yang tidak di nyalakan membuat Vina merasa kesusahan melihat sekelilingnya.
Braaaaaak...
Suara pintu tertutup mengejutkan Vina, belum sempat Vina berbalik ke arah pintu lampu kamar satu persatu di nyalakan seseorang.
Lampu yang menyala membuat Vina bisa melihat jelas sekelilingnya, setelah melihat dengan jelas semuanya pandangan Vina tertuju pada seseorang yang duduk di sebuah kursi membelakanginya.
"Kamu berbaliklah" ucap Vina sambil melangkah pelan.
"Kamu tidak membawa anak ku, sepertinya kamu memang tidak berniat mengembalikan nya padaku" sahut suara seorang pria yang menurut Vina tidaklah asing.
"Kenapa aku harus mengembalikannya padamu, dia anak ku aku yang melahirkannya" ucap Vina yang semakin penasaran dengan pria di depannya itu.
"Tanpa benih ku dia tidak akan menjadi anak di perut mu dan kamu tidak akan melahirkannya" sahut suara pria itu yang langsung berdiri, tapi tetap membelakangi Vina.
"Dasar tidak tahu malu, aku semakin penasaran orang seperti apa dirimu" ucap Vina.
opo aq kurang seksi mas