NovelToon NovelToon
After We Died

After We Died

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nongnong

Lima orang tewas dalam malam yang sama.

Setelah perang berdarah antara dua klan mafia terbesar—Dark Blood dan Darkness—pecah, semuanya berubah menjadi neraka. Dark Blood, klan yang dipimpin Anneta, jatuh ke tangan Joe, pemimpin Darkness yang terkenal kejam dan haus kekuasaan. Di malam kehancuran itu,
Anneta mati tertembak panah.
Sahabat sekaligus inti Dark Blood, Naura dan Viona dibunuh tanpa ampun. Sementara Luna dan Leo, saudara kembar yang koma, tewas terbakar di rumah sakit.

Dunia menganggap kisah mereka telah berakhir. Tapi ternyata… kematian bukanlah akhir.

Kelimanya terbangun di tubuh orang lain—anak-anak SMA yang hidupnya sangat kacau. Mereka hidup kembali dengan wajah baru, nama baru, namun dengan masa lalu yang belum selesai.

Akankah mereka mampu melanjutkan kehidupan di tubuh baru mereka? Yuk baca kisahnya agar tidak penasaran!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nongnong , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MISI

Malam perlahan menyelimuti kota. Lampu-lampu gedung mulai menyala, sementara jalanan yang siang tadi dipenuhi kendaraan kini perlahan lengang. Di balik hiruk-pikuk kehidupan malam, ada orang-orang yang baru memulai aktivitasnya.

Di salah satu kamar apartemen, Aura duduk di tepi ranjang sambil memeriksa dua buah pistol bius dan beberapa peralatan yang tersusun rapi di atas meja. Sementara itu, Aleta mengenakan sarung tangan hitam sebelum memasukkan sebuah pisau lipat ke dalam sabuknya.

Aleta mengambil ponselnya, lalu menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, panggilan tersambung.

"Lo yakin nggak mau ikut kita malam ini, Na?" tanya Aleta.

"Iya tuh," sahut Aura sambil tersenyum tipis. "bosan tauu... kalo cuma kita berdua."

Di seberang telepon terdengar suara Viana yang dipenuhi keramaian.

"Sorry ya... Tapi gue benar-benar sibuk banget. pelanggan gue banyak banget, sumpah. Ini aja masih banyak yang ngantri."

Aleta tersenyum kecil lalu menutup sambungan telepon. Aleta memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

"Dia cuma takut teringat Leo."

"Benar juga. Dulu, ke mana pun dia pergi menjalankan misi, Leo selalu ada sebagai partner setianya," ucap Aura membenarkan pendapat Aleta.

Keheningan memenuhi ruangan. Setelah beberapa detik, Aura kembali membuka suara.

"Menurut lo... Viana udah sadar gak ya kalau dia sebenarnya juga suka sama Leo?"

"Iya."

"Seyakin itu?"

Aleta mengangguk pelan.

"Di kehidupan ini... menurut lo masih ada gak orang yang bisa memperlakukan Viana sebaik Leo?" tanya Aura.

"Gue rasa tidak." Aleta menatap ke luar jendela.

"Kenapa gitu?"

"Because Leo treats her better than anyone else," jawab Aleta mantap.

...****************...

Beberapa menit kemudian, keduanya meninggalkan apartemen.

Mereka mengenakan pakaian serba hitam yang tertutup rapat. Jaket taktis tipis, celana panjang, sepatu boots, serta masker hitam membuat wajah mereka sulit dikenali dalam gelapnya malam.

Aura duduk di kursi penumpang sambil membaca berkas elektronik yang dikirim klien.

"Nama target: Maya Pradipta. Usia tiga puluh satu tahun. Diduga menjalin hubungan dengan Ardian Elkana selama dua tahun. Ardian sendiri sudah memiliki istri bernama Mita Genoveva."

"Gila," umpat Aleta.

"Padahal usia pernikahan mereka udah enam tahun dan punya dua anak kembar. Mita sendiri adalah seorang pebisnis kaya raya yang menikahi gelandangan bernama Ardian hanya karena cinta."

"What?!"

"Bukan gelandangan sih. Cuma ya... Ardian berasal dari keluarga yang jauh di bawah Mita," jelas Aura agar Aleta tidak salah paham.

"Ardian ini benar-benar nggak tahu terimakasih. Udah diangkat dari kemiskinan malah pilih nyari penyakit. Selain selingkuh, dia juga melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya sendiri." Aura kembali menatap Aleta yang tetap fokus menyetir.

"Klien kita itu istrinya kan? Berarti...?"

"Benar. Istrinya masih hidup," jawab Aura.

"Mita hanya meminta satu hal. Pastikan Maya tidak bisa menghancurkan kehidupan siapa pun lagi."

"Kita habisi dia?" tanya Aleta.

"Iya Aleta sayang. Gue tahu lo gak suka ngelakuin sesuatu yang setengah-setengah."

Mobil hitam itu terus melaju membelah jalanan kota.

Satu jam kemudian.

Target terlihat keluar dari sebuah klub malam. Wanita itu berjalan menuju mobilnya sambil memainkan ponsel. Belum sempat membuka pintu, seseorang muncul dari balik bayangan.

Wanita itu refleks berbalik, tetapi Aura sudah lebih dulu mengunci pergelangan tangannya. Maya mencoba berteriak. Namun Aura dengan cepat segera membungkam mulutnya dengan kain yang telah diberi obat bius.

Wanita itu sempat meronta sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri. Hingga akhirnya, ia pun menutup mata dengan sendirinya.

"Good job. Bawa dia masuk," titah Aleta, yang tetap berada di kursi pengemudi.

Aura mengangguk. Ia segera membawa Maya, sang target, ke kursi penumpang.

"Aman Au."

"Iya, gue yang gak aman."

Aleta menoleh ke belakang, ia mengangkat sebelah alisnya.

"Manusia satu ini benar-benar berat. Padahal tubuhnya... Lihat sendiri." Aura mengikat tangan Maya.

"Berat dosa," ucap Aleta sembari terkekeh.

...****************...

Brak!

Sebuah suara benturan keras terdengar dari gang sempit di sisi jalan. Aleta langsung menginjak rem.

"Kenapa rem mendadak Ta?"

"Mereka ngalangin jalan kita."

Di ujung gang tampak dua pemuda sedang dikeroyok oleh belasan orang berpakaian serba gelap.

Salah satunya masih berdiri tegak meski wajahnya dipenuhi luka ringan. Tatapannya tajam. Sementara pemuda di sampingnya tampak mulai kelelahan.

Aleta dan Aura turun dari mobil.

"Apa kita bantu?" tanya Aura.

"Hm. Biar cepat selesai. Kita harus segera mengeksekusi Maya."

"Hei!" teriak salah satu pengeroyok yang baru menyadari kehadiran Aleta dan Aura.

"Bos, lihat."

"Wah.. wah.. wah... Ada yang ingin ikut bermain ternyata," ucap seorang pria yang berdiri paling depan, yang merupakan bos mereka.

"Mana dua-duanya cantik lagi, Bos."

"Amankan. Setelah mengurus dua bocah ini, kita urus dua gadis cantik ini. Hahahaha."

Kedua anak buahnya mengangguk. Sementara yang lainnya kembali mengeroyok dua pria tadi, kedua anak buahnya pun mulai mendekat ke arah Aleta dan Aura.

Saat keduanya sudah sangat dekat dan hendak meraih tangan Aleta dan Aura...

Bugh!

Bugh!

Aleta dan Aura langsung bergerak hampir bersamaan.

Satu tendangan lurus menghantam perut pria pertama hingga tubuhnya terangkat sebelum terhempas ke aspal. Sementara Aura memutar tubuhnya, menyikut rahang lawannya dengan keras hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri.

Keheningan seketika menyelimuti gang sempit itu.

"Apa...?" Sang bos mengernyit.

"Dua cewek ini... seperti bukan orang biasa bos," ucap salah satu anak buahnya yang sedikit ketakutan.

Sementara itu, dua pria yang sejak tadi menjadi korban pengeroyokan hanya bisa menatap tak percaya. Pria yang kondisinya masih lebih baik segera merangkak menghampiri temannya.

"Zion! Bertahan!"

"Gue nggak apa-apa..." gumam Zion pelan sambil meringis menahan nyeri.

Namun pandangannya tak lepas dari Aleta. Setiap gerakan gadis itu begitu cepat, tepat dan mematikan. Seolah sudah ribuan kali bertarung.

"Bos! Habisi saja mereka!" teriak salah satu anak buah.

Belasan pria sekaligus menyerbu. Aleta mengembuskan napas pelan.

"Au."

"Hm?"

"Bagi dua."

"Siap." Aura tersenyum tipis.

Detik berikutnya...

Keduanya menghilang dari posisi semula.

Bugh!

Bugh!

Aleta meluncur rendah, menyapu kaki tiga pria sekaligus hingga mereka kehilangan keseimbangan. Sebelum tubuh mereka benar-benar menyentuh tanah, siku Aleta lebih dulu menghantam dada salah satunya.

Dug!

Pria itu langsung terkapar.

Di sisi lain...

Aura memanfaatkan tubuh lawannya sebagai tameng. Ia menarik kerah salah satu pria, lalu melemparkannya ke arah tiga pengeroyok lain hingga mereka bertabrakan.

Belum selesai.

Aura memutar tubuhnya.

Bugh!

Sebuah tendangan menghantam pelipis lawan berikutnya. Semuanya terjadi dalam hitungan detik.

Pria yang sejak tadi menjaga Zion menatap kagum ke arah keduanya, terutama Aleta.

"Hebat..." gumamnya kagum tanpa sadar.

Melihat jumlah lawan mulai berkurang, pria itu akhirnya berdiri diikuti oleh Zion yang membuatnya terkejut.

"Bisa berdiri?"

Zion mengangguk lemah.

"Gue bakal panggil Gavin sama Ezra." Zion menunjukkan ponselnya.

"Kalau gitu, hati-hati."

"Lo sendiri gimana?" tanya Zion.

"Bantu."

Pria itu lalu berlari ke tengah pertarungan untuk membantu Aleta dan Aura. Sementara Zion segera bersembunyi sambil meraih ponselnya untuk menghubungi teman-temannya.

Sementara itu...

"Awas!" Pria tadi meninju salah satu pengeroyok yang hendak menyerang Aleta dari belakang.

Bugh!

Aleta melirik sekilas.

"Thanks."

Pria itu hanya mengangguk singkat.

Kini...

Tiga orang bertarung membelakangi satu sama lain. Aleta di depan, Aura di sisi kiri, dan Pria misterius yang mereka tolong di sisi kanan. Meski jumlah lawan masih jauh lebih banyak, ketiganya sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar.

Sang bos mulai mundur beberapa langkah. "Sial... Siapa sebenarnya mereka?"

"Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang? Jumlah kita kalah telak."

Belum sempat bos mereka kembali berbicara...

Sorot lampu mobil mendadak memenuhi ujung gang. Deru beberapa mesin terdengar bersamaan.

Ckiiiit!

Satu per satu, empat mobil hitam memasuki jalan sempit itu lalu berhenti di sisi kiri dan kanan jalan, menyisakan ruang yang cukup bagi kendaraan lain untuk melintas. Puluhan pria berbaju hitam turun hampir bersamaan.

1
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
prasaan kemarin masih lo gue deh, kok tiba-tiba udah aku kamu aja 😭😭
mana dipanggil honey lagi /Doge/
Chika
Akhirnya ktm mommy kandung 😍
Chika
Adrian lo jgn kayak Joe ya, lucu² setan /Smug/
Chika
Joe sama Anneta selucu itu kok harus pisah sihhh 😭😭
Yuni
wkwkwkwk waajr sih mak nya Aleta marah/ga terima Aleta ngaku Anneta. secara kan dia ga percaya adanya reinkarnasi. Apalagi pas awal Aletanya kayak plenger bangt, siapa yg ga kesel cba. Anak tunggal udh meninggoy belasan thn trus tb² ada yg ngaku 🤣🤣
Yuni
ih udah honey aja nih 🤭
Peach
loh kok udah lopyu lopyu aja nih? udah jadian apa begimana? apa cuma aku yg ketinggalan berita?
Peach
circle ini isinya manusia lantam smua 💜
Yuni
🥀💔
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
ternyata orang seasik dan setengil joe juga bisa jahat
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
awas jodoh 😂🤭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
makin deket niehh
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
demen bgt sama cw yg pemikirannya begini 🤣🤭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
kocak umur sndiri pun tak ingat 😂🤣
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
yg ini agak lain ya, malah ngakunya wlw 😭😭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
perempuan nyembelin
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Viana sendiri aja ributnya minta ampun. Apalagi kalu ditambah Keira sama Ravian trus Gavin Ezra. ga kebayang ribut & berantakannya bakal kayak apa 😂
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Mampus lo Ravian, siapa suruh udah bikin gue nangis tiap baca kisah lo ama Keira
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Gitu deh manusia, kehilangan dulu baru menyesal
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
LOHHH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!