Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
" sebelum kalian kuliah apa ada kegiatan lain"? Tanya Regan.
"tidak ada, selain pergi merayakan hari perpisahan " sahutnya
" dimana kalian merayakan perpisahannya ,,?
" di club milik bang Dirga," sahut Lita
Deg
jantung mereka terasa berdebar, terutama Regan, ia takut jika yang di pikirkan benar,
" Lalu apakah temanmu pernah menghilang atau izin pergi ke mana sebelum pulang, ,?
Disa mengernyit dahinya heran, " tunggu Bang Regan sesak tadi bertanya terus maksudnya apa Tolong jelaskan,?
" jawab saja dulu bisa agar gue bisa menyimpulkan dengan benar"
" saat itu memang marah sudah mabuk berat dan dia meminta izin pulang terlebih dahulu akhirnya kami mengizinkan dia pulang sendiri sampai kami akan pulang kami berdua melihat mobil Nara masih parkir di depan club, "
" kami tidak berpikir yang aneh-aneh mungkin saja Nara pesen taksi karena lagi mabok jadi takut nyetir sendiri sampai paginya Nara pun masih bisa kita hubungin kami ngobrol bersama di sambungan telepon"
" ini sebenarnya Ada apa Kenapa kalian begitu Penasaran sekali dengan Nara apa tidak ada yang mau menjelaskan, ,? tanya Disa
" baik gue akan cerita, jadi waktu itu saat merayakan perpisahan kami semua pun sama merayakan di Club milik Dirga.
Disa mengangguk mendengar ceritanya
" saat merayakan perpisahan tersebut gue melakukan kesalahan yang di mana Gue menodai orang seorang wanita entah siapa aku nggak tahu karena aku nggak lihat mukanya tapi gue curiga orang yang gue nodai, itu teman kalian Nara.
Disa menutup mulutnya dengan terisak mendengar cerita rekan Ia tidak menyangka jika temannya telah mendapatkan Pe****an, dan pelakunya adalah teman kakaknya.
" itu artinya anak yang dikandung Nara itu anak Elu Gan"
" itu yang lagi pikirin Disa "
...****************...
" tapi gue nggak tahu dia sekarang tinggal di mana Setelah dinyatakan hamil dan diusir dari rumahnya pun nggak pernah mendengar kabarnya" terang Disa
" dia ada dia bekerja di salah satu perusahaan gue, makanya gua minta tolong sama Jerry untuk mencari informasinya, karena gue curiga saat gue melihat anaknya sepintas mirip sekali dengan gue"
" lu tau alamatnya ditinggal di mana, ?
" tapi untuk kali ini jangan temui dia dulu biar gue yang menyelesaikan terlebih dahulu baru Nanti kalian bisa bertemu dengan dia"
" baiklah" dengan terpaksa bisa menuruti perintah Regan untuk tidak menemui Nara terlebih dahulu,
" berarti ini fix wanita yang tidur sama elu itu Nara dan sekarang Nara telah menjadi sekretaris lu dan sudah punya seorang Putra" jelas nya.
Regan mengangguk pelan besok dia akan menemui Nara dan Rigel,
**
Sinar pagi telah menyapa menara masih tertidur pulas, tapi tidak dengan Rigel, Iya sudah terbangun karena mendengar suara bel, tak ingin membangunkan ibunya yang masih tertidur pulas, Rigel memilih beranjak dari tempat tidurnya untuk segera membukakan pintu,
saat pintu telah terbuka, Rigel mendongak.
melihat Siapa yang bertamu di pagi buta ini,
" Selamat pagi boy, , "sapa Regan,
"pagi, om galak, ups sambil menutup mulutnya, om bos ngapain kesini,,?
Regan nyengir sambil mengkeruk kepalanya yang tidak gatal, Entahlah mengapa tiba-tiba dia, sampai di tempat ini Padahal rencananya ia akan datang ke sini di agak siang sekalian menjemput Nara berangkat kerja,
" Bunda mana ,,,? kok Rigel yang bukain pintu,? Regan mengalihkan pertanyaan
" Bunda masih bobo, Om udah lihat ini masih pagi, Lagian Bunda capek kelja telus, semalam aja bunda lembul, om kalau mau kasih keljaan sama bunda jangan banyak banyak, kasian bunda lembul telus,
Regan menautkan alisnya lalu berpikir sejenak, Apakah selama ini dia keterlaluan memberikan tugas yang banyak untuk Nara, tapi tidak ada pilihan lain selain memberikan pekerjaan proyek itu ke arah hanya Nara yang mampu menyelesaikan proyek tersebut, Tetapi setelah melihat muka bocah kecil yang imut hatinya merasa tercubit, tiba-tiba saja yang merasakan kasihan dengan kehidupan Nara Rigel, looh
" Om boleh masuk nggak nih, ,? gimana kalau kita buatkan sarapan untuk bunda ,jadi nanti kalau Bunda bangun sarapan sudah siap kan kasihan Bunda udah capek terus bikin sarapan buat kamu"
Rigel berfikir sambil mengetukkan jari telunjuknya di kepalanya seolah-olah Sedang berpikir keras,
" Yaelah udah kayak orang gede aja cara berpikir yang dibocah tinggal bilang iya aja Kenapa sih harus lama amat berpikirnya"dalam hati Regan
" oke ligel setuju, om bikin sarapan, ayok om masuk,, "
boleh, om tapi om jangan gaduh ya,, "
mendapatkan izin akhirnya Regan mengikuti langkah Rigel menuju dapur yang ukurannya minimalis, yang digabungkan dengan ruang makan,
" cuma ada sosis sama nugget Gel,, "
" kamu suka sosis, ?
" suka Om tapi kata Bunda nggak boleh Setiap hari makan sosisnya, "
" betul itu tidak baik buat anak-anak untuk dikonsumsi setiap hari"
" agar cepat selesai Gimana kalau Om bikinin sosis orak-arik biar cepet mau nggak kamu, ,?
" mau mau mau mau Om, "
. selesai masak mereka menyantap dengan makan yang nikmat tidak butuh waktu lama makanan yang di piring telah habis tinggal menyisakan untuk Nara,
Jam menunjukkan 7 pagi, Regan ingin membawa Rigel berkeliling di taman,
" Gel, ketaman yu, jalan pagi. "
" mau om"
akhirnya mereka pun pergi ke taman untuk jalan pagi