Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ULANG TAHUN
Alex Handoko
Kanaya
Kavin Ardhana Abiputra Handoko
Adara Fredella Ulani Handoko
Kira Handoko
Echa Pratiwi
"Arman." Gumam Jenni.
"Kanaya aku ingin bicara denganmu." Arman berjalan mendekati Kanaya dan Jenni.
"Berhenti, tolong pergi dari sini." Teriak Kanaya.
"Kanaya aku ingin kita kembali seperti dulu, aku akan bicara dengan orang tuaku."
Kanaya menatap Arman "Kenapa setelah 5 tahun kata-kata itu keluar dari mulutmu mas." Kanaya menangis.
"Sekarang aku akan menikah dengan pria lain, jadi tolong jangan ganggu kehidupanku dan keluargaku." Kanaya pun pergi ke dapur meninggalkan Jenni dan Arman di toko.
"Lebih baik kamu keluar sekarang, kami sedang sibuk." Ucap Jenni.
Arman menatap kearah dapur berharap wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu keluar tapi sayang harapannya tidak terwujud.
Jenni melirik kearah pintuh setelah Arman keluar dari toko. "Huft."
"Kanaya apa ka--, ya ampun Kanaya apa yang kau lakukan?" Jenni teriak saat melihat cake dan kue-kue lainnya sudah gosong di dalam oven.
Kanaya tersadar dari lamunannya dan ikut terkejut melihat kue-kue yang ada di depannya.
"Kenapa bisa begini Jen."
"Harusnya aku yang bertanya padamu." Jenni pun mengeluarkan cake dan kue-kue dari oven.
****
Di sekolah Kavin di buat risih sebab Echa gadis kecil itu selalu mengikutinya, Kavin yang tidak menyukai gadis itu menatap tajam kearahnya tapi gadis itu membalasnya dengan senyuman manis.
"Kakak." Teriak Adara.
Kavin yang mendengar suara adiknya pun berbalik "buruan kesini dan halau lalat ini yang selalu menempel padaku." Ucap Kavin.
"Dimana lalatnya?" Tanya Kira.
"Dia." Kavin menunjuk Echa yang masih berdiri di sampingnya.
Adara dan Kira menatap Echa yang berdiri di samping Kavin, "Kakak bukannya ini gadis yang ada di gerbang masuk sekolah." Kavin hanya mengangkat bahunya.
"Hai, aku Adara adiknya kak kavin dan ini Kira sahabatku dan juga sepupuku. Namamu siapa?" Tanya Adara.
"Untuk apa memperkenalkanku padanya." Kavin kembali menunjuk Echa.
"Aku Echa Pratiwi." Ucap Echa.
"Kenapa kamu mengikuti kakakku."
"Aku menyukainya."
"Aku tidak menyukaimu, mengenalmu saja aku tidak mau." Kavin menatap dingin Echa.
Kavin meninggalkan ketiga gadis itu dan masuk kedalam kelas. Adara pun mengajak Echa untuk pergi bermain.
***
Beberapa hari kemudian kini tiba acara ulang tahun Kavin dan Adara, mereka merayakan ulang tahun di kediaman keluarga Handoko. Hanaya orang terdekat mereka yang datang, Kanaya menyiapkan kue ulang tahun Kavin dan Adara.
"Kanaya, tidak usah repot biar pelayan yang mengurus semuanya." Nyonya Handoko menghampiri Kanaya.
"Nyonya." Ujar Kanaya.
"Sebentar lagi kita akan jadi keluarga jangan memanggil kami nyonya atau tuan, panggil papa dan mama seperti Alex memanggil kami." Ucap nyonya Handoko, Kanaya tersenyum dan mengangguk.
Semua sudah hadir di kediaman Handoko termasuk Echa dan Jenni pun turut hadir, Adara dan Kira pun turun dari lantai atas sedangkan Kavin sudah lebih dulu bergabung bersama yang lain.
"Putri bunda sangat cantik." Ucap Kanaya membuat Adara tersenyum.
"Tante, apa Kira juga cantik?"
"Cantik." Jawab Kanaya.
"Baiklah karena kita semua sudah hadir ada baiknya acaranya akan dimulai." Ucap tuan Handoko.
"Opa tunggu." Ucap Adara.
"Ada apa sayang?" Nyonya Handoko memegang pipi mungil Adara.
"Ayah belum hadir, Adara akan meniup lilin saat ayah ada."
"Sayang lihat bunda, mungkin pekerjaan ayah belum selesai jadi belum bisa hadir." Kanaya menenangkan putrinya.
"Hikss...hikss.." Adara pun menangis.
Tuan Handoko menghubungi Alex tapi ponselnya di luar jangkauan begitu pun juga ponsel Gio, berulang kali tapi hasilnya tetap sama.
Alex sedang kesal di bandara London karena cuaca sedang buruk diakibatkan badai besar, penerbangan di tunda tidak ada signal sehingga membuat Alex semakin kesal.
"Hari ini adalah ulang tahun anak-anakku, Sial." Gumam Alex dalam hati.
"Tuan muda saya akan mengeceknya lagi." Alex mengangguk dan Gio pun pergi kebagian informasi.
Tak berapa lama Gio datang "Tuan katanya penerbangan akan di lanjutkan."
Alex yang mendengarnya sedikit lega, dia kembali menatap hadiah untuk putra dan putrinya.
*****
Semua orang di kediaman keluarga Handoko makan malam karena Adara tidak ingin acara tiup lilinnya tanpa kehadiran Alex.
"Adara, kenapa kamu tidak makan makananmu?" Tanya Kira yang duduk disamping Adara.
"Aku tidak bersemangat." Jawab Adara dan masih mengaduk-aduk makanannya di piring.
Mereka pun menikmati makan malamnya kecuali Adara, dia selalu menatap ke arah ruang tamu berharap orang yang dia tunggu berdiri disana.
Kanaya melihat putrinya menatap keluar ruang tamu terus mengusap kepala Adara, "Sayang, ayah akan datang kalau makanan putrinya habis." Ucap Kanaya.
"Benarkah bunda?" Kanaya pun mengangguk, Adara dengan semangat mulai memakan makanannya di piring. Nyonya Handoko tersenyum melihat Kanaya.
"Mama." Panggil Adele.
Nyonya Handoko menempelkan jari telunjuk di bibirnya agar Adele tidak bersuara keras.
"Kamu lihat Adele, mama senang putra-putra mama bisa mendapatkan pendamping yang baik."
"Iya ma, aku juga sangat menyukai Kanaya,dia gadis yang baik, dia memang cocok untuk kak Alex." Nyonya Handoko dan Adele pun tersenyum.
Sudah 1 jam tapi belum ada tanda-tanda Alex datang, Adara masih tidak mau meniup lilin Kanaya dan lainnya sudah membujuk Adara tapi tetap tidak mau.
"Maaf ayah terlambat, hah." Ucap Alex.
Semua orang menoleh ke asal suara, Adara yang melihat Alex langsung berlari "Ayah." Alex pun langsung memeluk putrinya dan menggendongnya.
"Baiklah sekarang semuanya sudah berkumpul jadi Adara sudah ingin meniup lilin kan sayang?" Ucap nyonya Handoko, Adara pun mengangguk.
Kavin dan Adara pun meniup lilin bersamaan, Alex memberikan kado untuk Kavin dan Adara.
Echa sudah pulang setelah memberikan kado kepada Adara dan Kavin, awalnya Kavin tidak ingin menerima kado dari gadis yang selalu menempel padanya tapi Kanaya memarahinya karena tidak sopan pada orang yang berniat baik.
"Kanaya aku dan mas Gio sudah ingin pulang." Jenni menghampiri Kanaya yang sedang membersihkan sampah di ruang keluarga.
"Hati-hati, mas gio dimana?"
"Dia masih ada di ruang kerja tuan muda untuk pamit. Kalau begitu aku pamit ya." Kanaya pun mengangguk.
Nyonya Handoko sudah pergi kekamarnya, Adele dan Kira juga sudah masuk di kamar Andra sedangkan Adara dan Kavin juga sudah tidur di kamar Alex.
Alex keluar dari ruang kerjanya melihat Kanaya masih sibuk dengan para pelayan. "Kamu belum istirahat?"
"Sebentar lagi."
Alex menarik Kanaya "Tolong bersihkan semuanya, kami akan istirahat." Ucap Alex dengan menatap mata Kanaya.
"Baik tuan muda." Jawab para pelayan.
Alex mengangkat Kanaya dan menaiki tangga, mereka saling memandang hingga akhirnya mereka sampai di depan kamar Alex.
Ceklek, Kanaya membuka pintu kamar Alex karena kedua tangan Alex sedang mengangkatnya. Ya malam ini Kanaya menginap di rumah utama keluarga Handoko karena permintaan Adara yang ingin tidur di rumah ayahnya sehingga Kanaya tidak bisa menolak keinginan putrinya.
Bersambung.....
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..