Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
"Kita mau belanja di mana Pak?" tanya Zeda
"Kita beli di pusat grosir aja bang, biar harganya lebih murah dan kita bisa beli banyak sekaligus" jawab Pak Edward
Zeda pun mengangguk dan melakukan mobilnya ke pusat grosir.
"Pak, Zeda mau tanya" ucap Zeda
"Tanya apa?" tanya Pak Edward
"Kenapa bapak percaya dengan ucapan nona Gita?" tanya balik Zeda
"Jujur bapa juga ada rasa ragu. Tapi saat nona Gita mengirimkan uang dengan jumlah besar, nona Gita juga membantu membeli unit apartemen kita di tambah dia selalu memberikan informasi yang menurut bapak itu aneh namun sekarang terjadi, suhu terus menurun, ,qbencana alam kecil yang tiba - tiba muncul. Membuat bapak sadar jika nona Gita sangat baik kepada kita, dia bisa saja tidak memberitahukan hal ini tapi dia dengan jujur dan baik memberitahu kan kita tantang bencana yang akan terjadi ini" Jawab Pak Edward
Penjelasan Pak Edward, Zeda hanya bisa mengangguk dan mencerna semua ucapan Pak Edward.
Saat mereka berdua fokus ke jalan, tiba - tiba ada notifikasi bencana alam muncul di ponsel mereka berdua.
Zeda dan Pak Edward saling melirik.
...PERINGATAN PENTING!...
Akan terjadi bencana alam besar dalam waktu dekat. Potensi yang akan terjadi meliputi badai dahsyat, hujan lebat berkepanjangan, angin puting beliung, banjir, tsunami, serta gelombang panas ekstrem.
Waktu Tersisa Hanya 3 Hari.
Segera lakukan persiapan mulai dari sekarang:
Siapkan persediaan makanan dan air bersih
Amankan dokumen penting
Sediakan obat-obatan dan perlengkapan darurat
Pastikan tempat tinggal dalam kondisi aman
Siapkan juga pakaian dingin/jaket tebal untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem
Tetap waspada, ikuti informasi resmi, dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.
"Pak ini beneran?" kaget Zeda
"Cepat kita harus cepat" panik mereka berdua.
15 Menit Mereka Sampai Di Pusat Grosir
Saat mereka memasuki pusat grosir mereka sedikit kaget, karena suasana di sana aman tidak ada kepanikan apapun membuat Mereka bingung.
Apa mereka tidak mendapatkan notifikasi yang sama.
"Pak kenapa semua orang santai aja?" tanya Zeda
"Gak papa. Kita beli banyak barang sekarang, kalo udah kita kasih tau mereka oke kita berpencar" perintah Pak Edward
Karena di pusat grosir tersedia semuanya, membuat mereka berdua harus berpencar menghemat waktu juga.
"Kamu cari makanan, bapak mau cari perlengkapan lain ya. Ingat cepat, jangan liat harga langsung ambil aja, tapi kamu juga harus tenang jangan kelihatan panik" ujar Pak Edward
Zeda pun mengangguk dan mengerti, mereka pun langsung berpencar membeli semua keperluan yang masih kurang.
1 Jam Kemudian
Mereka sudah mendapatkan sekitar 7 troli makanan dan 4 troli barang - barang, seperti Genset, baju dingin, mantel tebal, obat - obat, dan masih banyak lagi yang mereka beli.
Semua orang memperihatinkan mereka dengan tatapan bingung dan aneh karena mereka berbelanja begitu banyak barang.
Namun ada 2 suami istri dan anak nya nya yang ikut berbelanja sama seperti Zeda dan Pak Edward.
"Udah ada kayanya pah, tuh ada orang yang belanja banyak juga kaya kita" ujar Zeda
"Ah iya. Bagus jadi kita gak susah kan" balas Pak Edward
Mereka pun membayar belanjaan mereka, sampai harus 2 kasir yang mengurus pembayaran belanjaan mereka.
Untung saja hanya ada 1 yang ikut mengantri, orang yang belanjaannya banyak seperti mereka.
Beberapa Menit Kemudian
Barang belanjaan Pak Edward sudah di bayar, mereka pun langsung cepat pulang kerumah karena mereka menyadari jika suhu udara terus menurun membuat mereka berdua sedikit panik.
20 Menit Kemudian
Mereka sampai di gedung apartemen, dan langsung membawa satu persatu barang belanjaan mereka.
30 Menit Mereka Bulak - Balik Membawa Belanjaan.
Saat bawaan belanjaan yang terakhir mereka tiba - tiba bertemu dengan orang yang berbelanja banyak tadi saat saat di grosir.
"Pak, bukannya itu orang yang tadi belanjaannya banyak juga ya" ujar Zeda
"Iya. Ternyata mereka juga tinggal di gedung ini" balas Pak Edward
"Ayo ini belanjaan terakhir kita, kita bisa langsung istirahat bapak udah cape banget ini" lanjut Pak Edward
"Iya Pak" balas Zeda
Mereka pun langsung membawa barang belanjaan terakhir mereka dan masuk ke dalam lift, sebelum lift tertutup orang yang tadi belanja banyak juga masuk ke dalam lift.
"Penghuni baru ya Pak?" tanya jek
"Iya mas. Kami baru pindah 2 hari yang lalu" jawab Pak Edward
"Oh. Bapa yang tadi belanja di pusat grosir juga ya?" tanya jek
"Iya mas. Tadi juga saya lihat mas dan mbak belanja banyak juga ya" jawab Pak Edward
"Iya Pak. Tadi pas banget saya lagi di pusat grosir terus ada notifikasi bencana sekalian aja belanja buat stok" balas jek
"Tapi aneh loh Pak. Saya tadi tanya ke beberapa orang - orang di grosir katanya mereka gak dapet notifikasi bencana" lanjut jek
"Iya kah. Pantesan tadi saya sedikit aneh, tadi tenang - tenang aja gak ada kepanikan dari masyarakat. Tadi juga di jalan kaya biasa aja, malah ada yang lari jalan santai. Kaya gak dapet berita apa - apa, tentang bencana yang akan datang" balas Pak Edward
"Benar Pak. Tapi aneh nya saya dan istri saya percaya, kaya punya kepercayaan kuat sama berita itu walupun orang - orang gak panik, malah bilang mungkin hoaks tapi saya mau jaga - jaga aja takutnya bener gitu" ucap Jek
"Benar sekali, kita lebih baik berjaga - jaga daripada sudah kejadian kita gak punya apa - apa kan" bala Pak Edward setuju.
Ting
Pintu lift terbuka di lantai 10.
"Kalau begitu saya duluan ya Pak, mari" ucap Jek sembari keluar bersama istri, anaknya dan belanjaan yang mereka jinjing.
"Iya silahkan" balas Pak Edward
"Kenapa ya Pak? aku juga awalnya gak percaya tapi tiba - tiba aja jadi yakin" ujar Zeda
"Bapa juga gak tau" balas Pak Edward
Ting!
Pintu lift terbuka mereka pun langsung masuk dan membantu Seli dan Nila membereskan belanjaan di tempat salah satu ruangan.