BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketegaran Juna
Juna datang ke cafe ibu Yumna malam ini. Dia menghampiri bu Afni yang sedang sibuk membuatkan minuman untuk pelanggan di cafenya. Sementara bu Dewi, pekerja yang membantu bu Afni sibuk mondar mandir mengambilkan pesanan pelanggan.
"Malam Tante, lagi sibuk ya?" sapa Juna ramah.
"Malam juga, Juna. Ahh, enggak terlalu sibuk kok, kamu mau minum apa??" tawar bu Afni.
"Seperti biasanya saja Tante," jawab Juna. Dia segan jika menolak tawaran bu Afni ketika sedang di Cafenya. Karena jika sudah di sini, paling tidak dia harus memesan makanan atau minuman.
"Oke, sebentar Tante buatkan ya, ayo duduk dulu."
Bu Afni mempersilakan Juna duduk di bangku yang masih kosong. Lalu ia membuatkan secangkir mocca latte kesukaan Juna.
"Baik, Tante. Hmmm.. oh iya Tante, Yumna mana kok gak keliatan?" tanya Juna yang sebenarnya niatnya datang ke cafe itu hanya ingin berjumpa dengan Yumna.
"Oh, Yumna tadi nelefon Tante, katanya sedang bersama Lian, gak tau entah ke mana, Yumna gak bilang ke Tante. Mungkin sebentar lagi mereka balik," jawab bu Afni sambil mengaduk minuman.
Juna merasa tidak senang dengan jawaban bu Afni. Yumna masih bersama Lian? Ini sudah malam. Dia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan malam. Juna menarik nafas panjang, dan menghembusnya kasar. Pikirannya saat ini hanya ada Yumna.
Tidak berapa lama kemudian, mobil Lian berhenti tepat di depan rumah Yumna. Juna melihatnya, dia langsung keluar dari cafe, tapi kemudian dia menghentikan langkahnya, dia memilih menunggu laki-laki yang bersama Yumna itu pergi dahulu.
"Apa aku harus pamit dulu sama Ibumu Yumna? Aku ingin bertemu dengannya malam ini. Aku merasa tidak enak karena sudah membawa anak perempuannya hingga malam hari," kata Lian merasa tidak enak.
"Jangan malam ini ya, sepertinya Ibu sedang banyak pelanggan, lain kali aja gak pa'pa kan?!" jawab Yumna keberatan.
"Tapi aku merasa tidak enak dengan Ibumu. Entar aku gak diizinin lagi untuk membawa anak perempuannya ke luar."
"Masalah itu biar nanti aku yang bicara pada Ibu. Lagian Ibu percaya kok sama kamu, Ibu kan mengenal kamu dari dulu, dia yakin kamu gak akan berbuat macam macam kepadaku," ucap Yumna sembari mengembangkan senyuman dibibirnya.
"Apakah kamu juga yakin kalau kamu gak bakalan aku apa apain??" Lian mendekatkan wajahnya ke wajah Yumna, dia tersenyum menggoda. Lian menatap Yumna dengan pandangan misteriusnya, akhirnya Yumna menjadi salah tingkah. Dia bergegas melepaskan sabuk pengaman yang melilit di tubuhnya. Membuat Lian tertawa lucu melihat kepolosan wanitanya. Dia semakin gemas melihat sikap kaku Yumna.
Yumna turun dari mobil lalu melambaikan tangannya kepada Lian. Lian membalasnya, kemudian mulai mengemudikan mobilnya kembali. Yumna menyaksikan gerak laju mobil Lian hingga hilang dari pandangannya. Tanpa ia sadari sepasang mata sedang mengawasinya.
"Yumna!" panggil Juna.
Yumna menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Dia tertegun saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Juna?" gumam Yumna. Juna mendekat.
"Dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru pulang?" tanya Juna dengan nada tidak senang.
"Heemm, tadi aku jalan jalan ke taman, trus diajakin Lian makan di luar," jawab Yumna. Entah kenapa dia merasa sedikit canggung melihat tatapan mata Juna saat ini.
"Kenapa kamu tidak mengabari aku, sih? Aku jadi khawatir tahu gak!!" protes Juna dengan nada kesal.
"Lho, kamu kan tau tadi aku pergi dengan siapa!" jawab Yumna berusaha menyembunyikan kecanggungannya.
"Iya, aku tau! Tapi aku tidak mengira kalau kamu bakalan pulang sampai malam begini! Aku pikir dia hanya mengantarmu untuk pulang ke rumah!" ujar Juna yang mulai cemburu dengan kedekatan mereka.
"Ya, aku juga gak tau bakalan diajak jalan. Lian tiba tiba saja membawaku ke tempat itu. Ya udah aku nurut aja, lagian aku juga sudah pamit kok sama Ibu!" jawab Yumna sedikit ngegas.
"Kamu gak biasa biasanya seperti ini Yumna. Biasanya kamu ngabari aku kalau lagi di luar. Baik saat kamu sedang bersama temanmu atau siapapun. Tapi kali ini kenapa tidak!!"
"Juna..!! Apa aku harus melakukan itu selamanya? Aku sudah dewasa! Aku sudah bisa menjaga diri sendiri! Aku tau kamu khawatir, tapi tolong jangan ributkan semua ini!!" Yumna sedikit tidak senang akan ucapan Juna.
Juna diam. Dia tidak dapat berkata apa apa lagi.
"Ya, udah. Aku ke dalam dulu. Aku capek, mau mandi terus tidur!" pamit Yumna kemudian ia melangkah masuk ke rumahnya. Sementara Juna hanya diam terpaku menatap Yumna yang berlalu dari dirinya.
"Juna.." panggil bu Afni dari depan pintu cafe.
Juna menoleh. Ia tersenyum lalu segera mendekati bu Afni.
"Ya, Tante," jawab Juna.
"Sedang apa di situ?" tanya bu Afni penasaran.
"Oh, itu Tante, tadi aku baru saja bicara dengan Yumna," jawab Juna.
"Yumna sudah pulang??" tanya bu Afni lagi.
Juna mengangguk.
"Oh, syukurlah. Tante juga sedikit khawatir takutnya ada apa apa di jalan. Sekarang Yumnanya mana?"
"Yumna masuk ke dalam Tante. Dia bilang dia mau mandi terus mau langsung tidur," jawab Juna memelas. Bu Afni manggut-manggut.
"Oh, mungkin dia sedikit lelah hari ini, karena belakangan ini kalian sibuk di kampuskan.." seru bu Afni.
"Iya, Tante. Bisa jadi dia sedang lelah. Makanya aku gak mau menganggunya dulu."
Bu Afni tersenyum ramah.
"Itu minuman kamu sudah Tante hidangkan di meja. Ayo diminum dulu, nanti keburu dingin!" ajak bu Afni.
"Baik, Tante," balas Juna sambil mengikuti bu Afni masuk ke dalam cafe.
***
( Bersambung.. 😊 )
Jangan lupa like + vote + follow dan comment ya para readers tersayang😙
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa