Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPUTUSAN APPA
..."Ternyata kehidupan yang kau jalani semakin bertambah menyakitkan.. tapi aku bisa apa ? " ...
...Alex...
.......
.......
.......
-Perusahaan Pusat Williams Group-
Semua orang yang berada di ruangan itu membungkukkan tubuhnya memberi hormat saat pemilik perusahaan Williams group datang.
"Selamat datang, Ketua." Ujar Direktur kang memberi hormat, ia sedikit membungkukkan kepalanya.
"Maaf mengganggu waktu kalian semua." Ujar sang Ketua yang tak lain adalah Robert Williams Appa dari Kai dan Sean Williams. Ia tersenyum ramah kepada seluruh karyawan yang kini hadir menyambutnya.
"Dia adalah putra pertamaku. Mungkin dari kalian ada yang sudah mengenalnya atau belum pernah melihatnya, karena ia memang menetap di Londen Inggris beberapa tahun yang lalu." Ujar Tuan Robert menatap Kai yang duduk di sebelahnya dengan penuh bangga.
"Ini mungkin terlalu tiba-tiba. Tapi jujur saja, usiaku terus bertambah. Maka dari itu aku ingin mengundurkan diri untuk pensiun dan akan menyerahkan kepada anak sulung ku."
"Senang bertemu kalian, Aku Kai Williams." Ucap nya memperkenalkan diri, tak lupa ia juga membungkukkan tubuhnya memberi hormat. "Mohon bantuannya." Sambungnya lagi.
Semua yang berada diruangan itu menatap Kai kagum, selain masih muda ia juga terlihat sangat tampan dan sopan. Banyak orang-orang berbisik-bisik mengangumi ketampanannya.
Ketua pasti bangga dia terlihat tampan dan gagah..
Mirip seperti Ketua, sangat tampan...
Semua orang berbisik-bisik menyeruakan pendapat mereka...
"Aku juga akan memberi tahu kalian, bahwa perusahaan cabang yang berada di Gangnam akan di ambil alih oleh Sean, anak bungsuku." Ujar Tuan Robert.
Sean yang mendengar itu sedikit terkejut, sebab Appa nya tak pernah membicarakan ini sebelumnya. lagi pula kenapa harus di Gangnam? bagaimana dengan pekerjaan Crystal? Pikirnya tiba-tiba langsung teringat dengan gadis itu.
"Aku harap, kalian bisa membimbing putra bungsuku." Tutur Tuan Robert tersenyum. "Ia memang sedikit susah di atur, tapi yakinlah dia seorang pekerja keras dan tampan sepertiku."
Celetukan Tuan Robert membuat semua orang di dalam ruangan tertawa.
"Untuk hari ini, kalian bisa pulang lebih awal nikmatilah waktu dengan keluarga kalian. Sebaiknya jangan bersenang-senang diluar dan melupakan keluarga kalian di rumah karena aku izinkan kalian untuk pulang lebih awal." Ujar Tuan Robert dengan nadanya yang tegas tapi tetap berkarisma.
Semua orang berterimakasih kepada Tuan Robert, mereka semua merasa senang mendengar penuturan sang Ketua. Lalu mereka berhamburan keluar dari ruangan itu.
Tuan Robert membuka Map yang diserahkan oleh asistennya. "Sean, maafkan Appa karena tidak memberitahu hal ini sebelumnya." Ujar Tuan Robert menjawab ekspresi wajah anak bungsu itu yang terus menatapnya. "Appa sengaja menugaskan mu di sana, agar kau bisa belajar untuk mengembangkan perusahaan ini adalah keputusan yang sudah Appa pertimbangkan dengan seksama jadi Appa harap tidak ada bantahan kedepannya." Jelas Appa nya pada Sean.
Sean mengepalkan tangannya geram. "Appa, aku harus membicarakan hal ini kepada Crystal terlebih dahulu. Dia memiliki banyak pekerjaan di Seoul, jadi akan tak mungkin jika tiba-tiba kami harus pindah."
"Aku sudah menyiapkan Penthouse untuk kalian tinggali, Appa juga sudah menyiapkan pekerjaan untuk Crystal. Jadi jangan khawatir nak, Appa sudah mempersiapkan semuanya untuk kalian." Jelas Tuan Robert.
Mendengar itu, Sean tak bisa berkata apa-apa karena ia tahu jika Appa nya sudah merencanakan maka tidak ada penolakan.
"Dan untukmu Kai, aku harap kau tidak akan mengecewakan Appa mu ini." todong Tuan Robert.
"Baik Appa." Jawab Kai dengan patuh. "Terimakasih sudah mempercayaiku."
"Baiklah, Appa akan kembali ke rumah. Hari ini kalian beristirahat lah juga, Sean kau juga luangkan banyak waktu dengan Istri mu jangan terlalu memporsir pekerjaan."
Setelah mengatakan hal itu, Tuan Williams beserta Sekertaris nya pergi meninggalkan kedua insan yang masih diam di tempat mereka.
"Kau tak pergi?" Tanya Kai yang masih melihat Sean terdiam.
"Hmm, aku akan pergi." Ujar Sean beranjak dari duduknya, meninggalkan Hyung nya.
...************...
"Sulli-ssi..." panggilnya memastikan. "Ouh ternyata itu benar kau." Ucap Alex tersenyum. Ia segera menghampiri Sulli yang tengah menatapnya terkejut, mungkin. Meski begitu ia tetap acuh dan tanpa basa-basi ia langsung duduk di samping Sulli.
"Ouh Astaga, kebetulan kau ada di sini. Aku sangat lapar dan aku tak ada teman untuk menemaniku makan malam." Ujarnya santai dengan tersenyum narsis ke arah Sulli.
"Ckk, sebaiknya kau pergi. Aku tengah ada janji dengan seseorang." Ujar Sulli kesal.
"Memangnya kau mau bertemu dengan siapa.?" Tanya Alex dengan raut wajah penasaran.
Bukannya menjawab Sulli malah menatap kedua mata Alex curiga. "Ada apa denganmu? kenapa kau begitu ingin tahu dengan urusanku." Ujar Sulli bertambah kesal.
"Yakkk! Kenapa kau marah? Aku kan hanya sekedar bertanya." Timpal Alex tak suka.
"Terserah!" Sahut Sulli datar.
"Astaga, padahal aku ke sini ingin mengisi perutku yang kosong. Tapi kenapa aku mendapatkan situasi yang seperti ini." Gumam Alex kesal sendiri.
Sulli yang tak suka dengan perkataan Alex langsung berdiri hendak beranjak untuk pergi. .
"Maaf aku terlambat." Ujar seseorang di belakangnya.
Namun hal itu wanita itu urungkan saat mendengar suara yang sangat dia kenal, dengan wajah yang kembali cerah dia membalikkan tubuhnya. Sulli menatap pria itu dengan kerinduan. Ia segera beringsut memeluk pria itu tanpa ragu, ia mengabaikan Alex yang sedari tadi memperhatikan kegiatan mereka memicingkan matanya tak suka melihat pria itu. Lebih parahnya lagi, ia sungguh terkejut dengan tingkah Sulli yang menempel-nempel kepada pria itu.
"Hey. Apa-apaan kau memeluk suami orang seperti itu." Ujar Alex menatap tak suka keduanya.
Meski Alex memang tak menyukai pria itu tapi tetap saja ia adalah suami sahabatnya. Mana bisa ia membiarkan suaminya di tempel-tempel oleh wanita lain.
"Ckk, diamlah! Aku sudah mengatakan padamu tadi. Aku tengah ada janji dengan seseorang. Orang itu adalah Sean." Kata Sulli acuh.
"Astaga, kenapa hari ini begitu membuatku pusing." Ujar Alex frustasi. Ia menyisir rambutnya kebelakang. Ini menjengkelkan sungguh menjengkelkan.
"Yakk! Sean Williams." Bentaknya. "Aku ingin bertanya padamu." sambung Alex.
Sean menaikkan alisnya, ada apa dengan pria aneh ini. Dia hanya diam saja dan menatap tak suka pria di depannya.
"Kemana Istrimu Crystal? Aku hubungi dia tapi tak aktif. Padahal ia ada jadwal hari ini tapi kenapa tak kembali, ia hanya meminta izin sebentar kepadaku. Kami semua--"
"Aku tak tahu." Sela Sean, jujur saja ia malas mendengar nama wanita itu disebut.
"Oo, Astaga! Padahal aku belum selesai bicara." Alex mencibirkan bibirnya tak suka. Baru kali ini ia melihat wajah sekeras batu seperti dia.
"Sean, aku sudah menunggu mu lama disini. Kau lihat, aku juga di ganggu oleh pria ini sejak tadi." Sulli memotong percakapan antara Alex dan Sean, dia tak suka jika membicarakan terntang Crystal.
"Maafkan aku, tadi ada pertemuan mendadak dengan Appa. Sebaiknya kita pergi, aku ingin berbicara padamu." Ujar Sean membawa Sulli meninggalkan Cafe tersebut.
"Baiklah." Jawab Sulli, mengikuti langkah Sean.
Mereka berdua pergi meninggalkan Alex yang masih merasa kesal. "Ada apa dengan pernikahan mu? Apa kau semenderita ini?" Ucap Alex lirih. Menatap kedua punggung sepasang kekasih yang tengah berjalan pergi itu.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)