NovelToon NovelToon
THE CHEF STORY

THE CHEF STORY

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:826.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Bagaimana jika jiwa seorang Chef dari dunia moderen abad 25 yang cantik, kaya-raya, berstatus lajang, serta menguasai banyak tehnik beladiri, terbangun ditubuh seorang gadis diera dinasti kuno 3000 tahu lalu.

Liu Liyan, gadis cantik yang amat dimanja oleh ayah & kedua kakak lelakinya. Kadang suka berbuat sesuka hati, keras kepala & juga urakan.

Tapi setelah menikah, ia harus menjani hidup miskin bersama suaminya yang tampan tapi cacat.

Belum lagi ia harus dihadapkan dengan banyaknya konflik keluarga dari pihak suaminya.

Beruntung ibu mertua & adik ipar amat baik serta begitu menyayanginya, mendukung juga mempercayai.

Apakah ia bisa menggunakan keterampilannya didunia modern, untuk membantu keluarga suami juga keluarga kandungnya sendiri..?

Bagaimana lika-liku kehidupannya didunia yang serba kuno tanpa internet & listrik..?

Mari ikuti kisah Chef Claudia diera dinasti Song & menjadi Liu Liyan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Kerjasama Baru

Lima hari berlalu, akhirnya semua pesanan paviliun Jiao Tong rampung juga.

Semua tebu dan umbi bit putih sudah diubah menjadi gula.

Kini Xiao Yong dan keempat orang lainnya kembali berkelana mencari tebu dan bit putih.

Jiang Yulin mengirimkan lima gerobak untuk mengangkut semua pesanannya.

Liu Liyan dan Xiao Yue datang dengan membawa sample saus, kerupuk baik mentah dan matang.

"Apa kau membawa barang bagus lagi..?" tanya Jiang Yulin begitu Liu Liyan dan Xiao Yue memasuki ruang kerjanya.

"Ck, setidaknya biarkan kamu duduk dulu tuan muda." Liu Liyan memutar bola matanya.

Jiang Yulin terbahak, menutup mulutnya dengan kipas lipat yang selalu ia bawa kemana-mana.

Begitu duduk, Liu Liyan langsung mengeluarkan produk baru yang mau ditawarkan.

"Saus dauban, saus panggangan, krupuk ikan dan udang." jelas Liu Liyan.

"Kalau ini gula rendah kalori atau lemak, sangat cocok untuk orang -orang yang dipantang mengkonsumsi gula berlebih sebab memiliki penyakit tertentu dan tidak mau gemuk."

"Wow, kau ini keren sekali nyonya...!" puji takjub Jiang Yulin.

"Ada berapa banyak gula rendah lemak ini..?"

"Dua ratus lima puluh jin, harganya sama saja."

"Kalau kedua saus ini apa fungsinya..?"

"Saus dauban untuk masakan berkuah atau tumisan. Saus panggangan jelas untuk olesan semua jenis makanan yang dibakar atau dipanggang."

"Ini kenapa keras..?" tanya Jiang Yulin memencet kerupuk gadung yang dibungkus kertas minyak.

"Itu masih mentah, ini yang sudah matang."

Jiang Yulin mengambil 1 lembar kerupuk udang.

Kriuk

Suara nyaring memecah keheningan ruangan bernuasa maskulin dengan aroma cendana yang lembut menenangkan.

Jiang Yulin manggut-manggut puas "gurih, renyah dan rasanya juga unik." kata Yulin berbinar.

Tuan Lu ikut mencicipi, kemudian memberi komentar serupa.

"Kerupuk ini akan lebih bagus dipasarkan dalam kondisi mentah, karena itu bisa awet sampai lima tahun asal disimpan ditempat yang kering."

"Harganya..?"

"Lima wen per jin."

Liu Liyan juga menjelaskan, jika dijual dalam keadaan matang akan cepat melempem.

Harus ada tempat khusus yang kedap udara kalau ingin menyimpannya dalam keadaan matang.

Lagi pula jika ingin dipasarkan secara meluas, menjual dalam keadaan mentah tidak beresiko. Selain itu juga menghemat biaya produksi.

Berbeda kalau matang. Selain mudah remuk, melempem dan sudah pasti cepat berbau tengik.

"Kau tahu bagaimana tempat yang bagus untuk menyimpan kerupuk matang..?"

Liu Liyan mengangguk.

Wanita itu teringat kaleng kerupuk yang lazim ada diIndonesia. Sepertinya itu bisa dibuat dizaman ini dengan bahan perunggu atau tembaga.

"Biar aku yang membuat wadahnya, kau berikan gambarnya saja dan produksi secara masal kerupuk ini." titah Jiang Yulin.

"Aku butuh tempat juga pekerja kalau mau diproduksi secara masal."

Jiang Yulin mengangguk "oke, akan aku siapkan."

"Untuk kedua saus ini bagaimana..?"

Jiang Yulin membuka tutup saus dauban. Warnanya merah cerah, aromanya juga harum dengan sedikit campuran wangi alkohol.

Dahi Jiang Yulin mengernyit, memandang penuh selidik Liu Liyan dan Xiao Yue.

Liu Liyan menghela nafas "boleh aku meminjam dapur sebentar untuk memasak beberapa hidangan..?"

"Boleh..!"

Jiang Yulin memberi isyarat pada paman Lu, yang langsung mengangguk, membawa Liu Liyan kedapur.

Tiga puluh menit berlalu, Liu Liyan dan Xiao Yue kembali membawa nampan.

Untuk saus pagangan, Dua wnaita berbeda generasi itu memasak iga sapi panggang madu dan ikan bakar.

Mapo tofu, Tumis daging asparagus, sup daging babi merah dan sup ikan putih. Masakan yang menggunakan saus dauban.

Begitu pintu ruangan dibuka. Aroma harum pedas, gurih, manis, langsung menyeruak memenuhi udara.

Jiang Yulin sempat tercenung sejenak, lalu berdiri melongok tidak sabaran untuk melihat semua hidangan yang tampak asing dimatanya.

Tuan Lu dengan liur nyaris menetes berkata "aromanya sedap sekali."

"Warnanya juga cantik, sangat menggugah selera." timpal Yulin.

"Silahkan dicoba tuan muda, tuan Lu...!"

"Ck, tidak perlu sekaku itu. Panggil saja Yulin."

Liu Liyan kembali duduk "mana bisa begitu, tidak sopan."

Jiang Yulin mendengus, mengambil sumpit mencapit sepotong tahu.

Mata kedua pria berbeda usia itu berbinar, menyerukan kata lezat berulang kali.

Satu suapan, satu kata lezat, enak dan luar biasa.

"Yan niang, berapa harga untuk kedua saus ini..?"

"Seratus wen.!" jawab tegas Liu Liyan.

Jiang Yulin terkesiap, sebelum akhirnya mendengus sengit. "kau ini perhitungan sekali, botol sekecil itu seratus wen. Yang benar saja..?"

"Satu porsi hidangan cukup tambahkan satu sendok kecil saja. Sedangkan saus panggangan ukurannya lebih besar, bisa untuk lima belas hidangan." sahut Liu Liyan tidak kalah sengit.

"Yang lebih penting lagi, kedua saus ini bisa bertahan dalam segala kondisi cuaca selama lima tahun."

"Benarkah..?"

Liu Liyan mengangguk "kalau mau aku berikan sepuluh resep masakan yang tidak ada dikekaisaran mana pun secara cuma-cuma."

Jiang Yulin melirik tuan Lu dengan ekor matanya.

Pemuda itu berminat, tapi dia iblis pecinta uang. Jelas ingin mendapat keuntungan jauh lebih besar dari yang ditawarkan.

"Kedua saus ini cuma aku dan adikku yang bisa membuat. Kalau tuan Jiang tidak mau, aku bisa menawarkannya kerestoran lain." gertak Liu Liyan.

"Baik seratus wen dan seperti susu kedelai juga gula, aku mau kalian memasok kedua saus ini secara eksklusif kepaviliun Jiao Tong, jangan menjualnya ketempat lain."

"Tidak bisa...!"

Urat alis Jiang Yulin langsung menegang, menatap nyalang Liu Liyan.

"Dimasa depan kami berencana membuka restoran hotpot dengan menggunakan saus dauban ini."

"Apa itu hotpot..?" tanya Yulin.

"Sama dengan resep yang akan aku berikan kepadamu, hotpot ini hasil kreasiku dan tidak ada dimana pun."

"Kalau begitu kita sekalian saja bekerjasama..? kau resep dan aku menyediakan tempat, dana juga jaminan keamanan."

"50-50, aku baru mau."

"Ck, 70----

"50-50, kalau tidak mau ya sudah." sela Liu Liyan tegas.

Jiang Yulin menghela nafas pasrah "iya, oke tuan putri..! 50-50."

Senyum pongah langsung Liu Liyan terbitkan.

Sedangkan Xiao Yue menatap bangga pada kakak iparnya, sungguh sangat pintar dalam bernegosiasi.

Manager Lu langsung membuat kontraknya, sedangkan Liu Liyan menggambar kaleng kerupuk.

"Untuk gula bagaimana..?"

"Siapkan tempat, pekerja, peralatan dan lahan pertanian."

"Lahan pertanian, untuk apa..?"

"Untuk menanam tebu dan umbi bit putih, bahan utama pembuatan gula. Semakin luas lahan akan semakin bagus."

Jiang Yulin mengangguk "tiga puluh hektare cukup...?"

"Cukup, kalau sudah berjalan pasti akan banyak petani yang ikut menanam tebu dan umbi bit putih."

"Baik, akan aku siapkan secepatnya."

Kontrak kerjasama untuk dua saus pun disepakati. Jiang Yulin memesan 1000pics dari masing-masing prodak.

Sedangkan kerupuk mentah akan dikirim kapan saja jika ada stok banyak dan langsung dibayar cash dengan harga lima wen.

Untuk saus yang ada sekarang langsung Jiang Yulin ambil.

200 toples dauban dan 200 botol saus panggangan.

30 Jin 2 macam kerupuk juga Jiang Yulin borong.

1.100 tahil perak, pembayaran untuk gula dan susu.

25.000 wen untuk gula rendah kalori.

40.000 wen untuk dua saus.

1500 wen untuk kerupuk.

Total yang didapat hari ini sebanyak 1.180 tahil perak.

Angka yang membuat Liu Liyan dan Xiao Yue meringis.

Liu Liyan meminta pembayaran menggunakan uang kertas.

Jiang Yulin menyerahkan pecahan uang kertas nilai terbesar yaitu seratus tahil perak.

Alis Liu Liyan berkedut, mata Xiao Yue berkilau hijau, melihat tumpukan uang kertas diatas meja.

Seumur hidup, ini kali pertama mereka memiliki uang sebanyak itu.

"Oya, kenapa donat buatanmu ada dikedai teh Dayan..?"

"Kedai itu milik ayahku, sekarang mereka yang meproduksinya."

"Jadi itu keluargamu..? apa kacang madu juga resep darimu..?"

"Iya...!"

Jiang Yulin bersorak, ia kembali bisa menambah pundi-pundi rupiah dari kacang madu yang kini mulai tenar dikota Luoyang.

Karena urusan sudah selesai Liu Liyan dan Yue pun pamit. Tujuan mereka selanjutnya adalah berbelanja.

1
Randra Dewi
lah ky gitu dibandingkan anak pejabat manja g bs apa2, g mau kotor, mikirnya cm dikasih duit byk. hidup hedon ya bum8 sama langit lah
Atik Kiswati
mksh buat ceritnya thor.....🙏
Datu Zahra
seneng kalo cerita soal kekaisaran kuno tapi keluarganya harmonis, rnggaka da selir²n
Datu Zahra
aku rontok rambut malah karena kurang uang 🤣
Datu Zahra
sampai disini ceritanya tetap seru, enggak datar ngebosenin, keren 😍
Datu Zahra
kak autor, kau ini chef ya..? kek'y tahu banget makanan 😍
Datu Zahra
sejahat²y mereka, untungnya saling menyayangi. Xiao Muli berbakti sama ibunya, bibi Mei juga melindungi putrinya.
Datu Zahra
candu banget, udah baca ulang masih tetap enggak ngerasa bosen 👍
Rumi Yati
Terima kasih thor,
Datu Zahra
🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
mewek aku, Liyan terbaik 😍
Datu Zahra
mantap Yun 😍
Datu Zahra
nongol juga itu parasit 😡
Datu Zahra
kayanya perlu dicoba ini bikin saus kaviar
Datu Zahra
selamat empat sekawan, kalian keren 😍
Datu Zahra
mantap Liyan 🥳🥳🥳
Datu Zahra
Liyan, kalau pusing ngehabisin duitnya, bagi aja ke aku ya 🤑
Datu Zahra
mampus 🤣🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
dapet juga warisan penindasan 🤣🤣🤣
Datu Zahra
gas poll, semangat 🥳🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!