Seorang CEO bernama Ani berenkarnasi ke dunia novel yang pernah dia baca, karena kecelakaan yang di alaminya, membuat Ani berenkarnasi menjadi wanita sampah yang bernama Lie.
Hukum rimba berlaku di dunia ini, di mana yang kuatlah yang akan bertahan hidup. Bukan hanya lemah tapi Lie bukan anak kandung keluarga Yuan, lalu siapa ayah Lie?Teka teki kehidupan baru Ani membuat Ani harus menemukan titik terang. Siapa ayah Lie sebenarnya? Mampukah Ani menemukan titik terang dari teka teki kehidupan Lie yang rumit? Mampukah Ani bertahan dengan dunia yang kejam ini sebagai Lie?
Jangan lupa dukung author terus ya.....
Terima kasih untuk pembaca setia...😘
Semoga bisa up terus......
Jika tidak setiap hari, 3 hari baru bisa up ya tolong maklumin saya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yolanda94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Kami pun makan terlebih dahulu sebelum berangkat pergi menuju ibu kota. Selesai kami makan hasil buruan pagi ini segera kami pergi menuju ibu kota.
"Ayo kita pergi," ujar ku.
"Ayo," jawab mereka yang sudah melilit di leherku.
************
Di Pintu Gerbang Kerajaan Roan
"Manusia, lihat kereta kuda itu, " ujar ular putih.
Aku melihat kereta kuda itu yang memiliki lambang kerajaan, sungguh menarik.
Kereta kuda melewati kami yang lagi berjalan menuju pintu gerbang.
Tak....Tak..... Kereta kuda berjalan memiliki lambang Kerajaan Black.
"Siapa di dalam?" prajurit gerbang itu berteriak.
Srek... Jendela kereta terbuka.
"Pangeran" prajurit itu menunduk 90 derajat.
"Buka pintu gerbang !" teriaknya.
Kereta kuda itu masuk melewati prajurit.
"Manusia, bisa kah kita memiliki itu?" ujar ular putih.
"Tentu saja aku akan memiliki itu saat aku kaya," jawab ku.
Tak...Tak.... Kereta kuda melewati ku yang berjalan, aku melihat lambang kereta tersebut seketika aku terdiam.
"Manusia Lie, ada apa?"
"Manusia?"
Aku tidak menghirau kan para ular yang memanggil ku yang ku perduli kan sekarang adalah kereta kuda itu yang memiliki lambang dari tempat ku tinggal, itu lambang keluarga ku yang mengusir ku.
"Manusia, apa kamu masih hidup?"
Hidup? pertanyaan konyol apa yang di lontarkan ular putih ini pada ku, tentu saja aku masih hidup, apa istana mengadakan acara?.
Kereta kuda tersebut masuk, segera aku mempercepat langkah ku.
"7 keping emas," ujar prajurit tersebut pada ku.
7 keping? Huh, pemerasan untuk kantong ku jika lama berada di sini, aku memberikan uang 5 keping emas kepada prajurit tersebut.
"Apa ada acara?" tanya ku pada prajurit.
"Iya, nanti malam adalah acara kedewasaan putri mahkota, dia akan memberikan sabun kepada bangsawan yang datang ke acaranya."
"Sabun?" tanya ku.
"Iya, sabun produk mahal yang hanya di jual oleh penjual misterius," jawab prajurit bangga.
"Aku mengerti."
Segera aku masuk ke dalam menuju pasar untuk membeli bekal makanan.
"Manusia, apa kamu berniat menginap di sini?"
"Tidak, kita akan tetap pergi ke kerajaan angsa," jawab ku.
"Aku mengerti."
Segera aku membeli bahan makanan, minuman, dan pakaian setelah puas belanja aku segera menuju pintu gerbang yang menuju ke Kerajaan Angsa.
"7 keping emas," ujar prajurit penjaga gerbang.
"Harga ini sangat mahal," ujar ku.
"Hari ini adalah hari kedewasaan putri mahkota, semua harga naik," jawab prajurit.
Pantas saja harga makanan, minuman dan pakaian naik 20% dari harga biasanya.
"Aku mengerti."
Aku memberikan uang 7 keping emas pada prajurit penjaga gerbang.
"Buka gerbang !" teriak prajurit.
Krek...... Pintu gerbang pun terbuka.
Segera aku keluar dari Kerajaan Roan menuju ke kerajaan angsa. Aku berjalan sendirian menyusuri hutan lebat.
Wush...... Angin kencang menyambut ku saat aku melewati hutan tersebut.
Dres....... Tiba-tiba hujan turun, segera aku lari mencari tempat untuk berteduh.
"Manusia lie, kita berteduh di sini saja, hujan tidak akan reda, " ujar penguasa ular.
"Iya."
Untung saja pohon ini besar jadi aku bisa berlindung di dahannya, aku mengerti kenapa hutan ini di sebut hutan cuaca karena cuacanya berubah-ubah dengan cepat padahal tadi sangat panas.
Beberapa Jam Kemudian
"Manusia, hujannya berhenti, " ujar ular putih.
"Iya."
Bergegas aku melanjutkan perjalanan ku beruntung hari belum gelap sehingga aku masih bisa melanjutkan perjalanan yang tertunda karena hujan lebat.
Zedeeerr.......
"Petir? " ujar ku kaget.
"Manusia lie, hari akan hujan, segera cari tempat berlindung, hari sudah mulai gelap".
"Aku mengerti penguasa."
Aku berlari mencari pohon yang besar untuk berlindung dari hujan karena tidak mungkin di sini ada gua, pikir ku.
"Manusia, di sana ada gua," ujar ular putih.
Aku melihat gua yang di beritahu oleh ular putih, segera aku menuju gua tersebut sebelum hujan turun membasahi ku.
Zedeeer....... Tik....Tik..... Dreeees.....
Hujan sangat lebat di luar, untung saja aku sudah ada di gua ini jadi aman, aku menghidupkan api unggun di dalam gua untung saja ada kayu yang ku simpan di cincin dimensi dan mengeluarkan makanan yang di buru tadi pagi.
"Manusia Lie, aku akan melihat di dalam gua ini," ujar penguasa ular.
"Tentu."
Para ular meninggal kan ku sendirian di depan api unggun, aku tertidur di depannya karena aku merasa sangat mengantuk.
"Manusia," teriak ular putih.
"Iya," aku membuka mata ku dan melihat para ular yang sudah duduk di depan ku.
"Ada tanaman bunga cantik," ujar ular putih.
"Benar kah?"
"Iya, ayo ikuti aku."
"Tentu."
Aku mengikuti instruksi ular putih untuk melihat bunga cantik yang di bilang ular, ada bekas darah di sini, ular putih berbicara menjelaskan pada ku.
"Ini darah dari hewan beast, ayah berkelahi dengan beast yang ada di gua."
"Hewan apa itu?"
"Laba-laba."
Laba-laba sangat terkenal akan jaringnya yang kuat andai saja aku dapat jaringnya pasti bisa aku jual karena harga jaringnya di harga 10 keping emas.
"Ini dia, manusia," ujar nya.
"Bu... Bunga ini," aku tercengang melihat bunga yang ada di depan ku.
"Ada apa manusia?"
"Ini adalah bunga paling langkah, ini obat paling mujarab akan di hargai 2000 keping emas untuk satu bunga utuh, karena bunga ini sangat langkah, susah untuk menemukannya," ujar ku.
"Bener kah manusia? Kita akan kaya," teriak ular putih.
"Tentu saja, bunga di depan ada sekitar 50 bunga, ini sangat menarik, aku akan mengganti cincin dimensi ku agar bisa muat lebih banyak lagi."
"Tentu manusia."
Segera aku mengambil bunga tersebut dan jaring laba-laba yang ada di bunga tersebut, jaring ini akan aku jual di ibu kota. Aku akan membeli cincin dimensi yang kualitasnya lebih bagus dari yang ku punya. Hari ini adalah keberuntungan ku bahkan aku dapat mayat laba-laba yang mati akibat racun ular, aku akan membuat tubuh laba-laba ini sebagai obat dan menjualnya saat sampai di ibu kota. Setelah bunga ku ambil semua, jaring yang di tinggal kan oleh laba-laba aku ambil dan mayat laba-laba juga aku masukkan ke dalam cincin dimensi, kami segera kembali ke perapian.
"Ayo kita kembali," ajak ku.
"Iya."
Ular putih melilit pada leher ku, kami menuju keperapian tempat di mana ular penguasa menunggu kami.
"Sudah selesai?" tanya ular penguasa pada kami yang baru datang.
"Sudah."
Segera aku duduk di depan api, ular putih segera turun dari ku dan duduk di sebelah ku. kami menyantap makanan yang telah matang dan juga roti yang ku beli saat di ibu kota.
**************
To be continued...
kl boleh saran.. nulisnya yg ikhlas jd berkah. InsyaAlloh akan dimudahkan segalanya.
roh naga main numpang tubuh lie
lanjut semangat