" Gue suka sama lo, gamau tau jawaban lo apa. Mulai sekarang lo pacar gue.".
" G.. Ga.. Ga bisa! Apa apansih lo, gue ga mau.. Gue ga suka sama lo!"
" Suka ga suka, mau ga mau.. Pokoknya lo milik gue Pamela irshadi yantoro. Ga ada penolakan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketahuan.
POV AUTHOR
.
YGUNIV School sedang melangsungkan upacara pagi di tengah lapangan
Juan sebagai pemimpin upacara menampilkan taringnya layaknya prajurit, seperti papa nya yg seorang letjen kopassus di markas TNI saat ini. Ya.. Meskipun terlihat nakal dan berandal, tidak di pungkiri bahwa aura Juan sangat kharismatik sampai bisa menghipnotis para siswi yg turut upacara
" Whoahh ... " Gumam fani di belakang barisan mela dan yona
" Kenapa mereka?" Tanya Erika menoleh.
Yona pun bersenandung menjawab.. " Terpesonaaa mereka terpesona..."
Yona dan erika lanjut tertawa lirih. Sedangka Asya mulai mendengus kesal, saat mengetahui seluruh teman sekolahnya yg sedang terpesona dengan Juan.
" Berandal kok disukain!" Gerutunya membuat asya dan yona menaikkan kedua alisnya.
Disaat yang lain heboh melihat ketegasan dari seorang juan, ada Pamela hanya diam saja sejak tadi, tak ada respon lebih karena yg ia rasakan cuma panas dan ingin udahan.
Sementara itu~
Di tengah-tengah pidato kepsek SMK Ygunif school itu, kedua mata Juan mencari keberadaan kekasih hatinya yang berada di barisan kelas 11 IPA 3, tepatnya di tengah persis depan kepsek yang sedang berdiri.
Setelah mendapat keberadaan Pamela, Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna, hingga ia tak kuat untuk terus tersenyum dan terpaksa pura-pura menunduk demi menghilangkan kecurigaan teman sekolahnya.
Senyum yang membuatnya salting kala mengingat semalam ia berhasil mengajaknya kencan, sangat mendebarkan, gemas dan pengen nyium menjadi satu saat berhadapan langsung dengan gadis menye itu.
Ya.. Juan kembali mengangkat wajah untuk melihat kekasihnya lagi, senyumnya ia tahan, bahagia sekali meskipun si pamela cuek jutek judes pada dirinya.
But.. Its a good start.!
.
.
Jam istirahat seperti biasa, Juan dan temen kelasnya langsung cuss ke kantin. Namun berebda dari bulan sebelumnya, bulan ini dia hampir selalu menunggu kehadiran seseorang. Teman-temannya pun sudah membeli makanan, sedangkan ia hanya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin untuk memastikan kekasihnya itu datang.
Setelah lama menunggu, cowok bertubuh gagah itu mulai merasa bosan karena tak kunjung melihat kedatangan pamela.
" Kemana tuh bocah? Belum dateng juga." Gerutunya membuathery menoleh.
Hary pun berdehem menyikut juan. " Abis kemana lo semalem?" Tanyanya.
" Main, kenapa?" Tanya juan sinis.
Hary pun tergelak. " Semalem gue liat lo dalem mobil bareng Pamela."
Juan berdecih. " Ya emang, kita kencan semalem."
" Yakin ga ngapa ngapain?" Goda hary membuat juan mendengusnya.
" Emang menurut lo mau ngapain, bego'?!" Ketus juan.
" Ya nggak, takutnya lo apa apain dia. Secara lo kan.. Jagonya vacum." Cibir hary.
Juan pun tergelak menahan tawa di tengah keramaian kantin. " Diem lo babi, gue ga senakal itu buat ngerusak anak orang."
" Bulshit wan.. Noh, si ansel nangis mulu gegara lo cuekin"
" Ya bodoamat... Gue gasuka cewe sasimo. Gue liat sendiri dia mau diajak jalan sama martin, diajak maen sama si arnault juga.
Dahlah buat apa gue baikin dia? Salah sendiri kan." Papar juan sembari menyesap es mocktailnya.
Sedangkan hary mengangguk paham sebelum akhirnya melanjutkan scroll ponselnya, begitupun juga si Juan, ia kembali menghubungi cewek yang sudah membuatnya menunggu lama.
Usai mendapat chat dari cowok yang benar-benar mela hindari itu. Membuat Pamela menggedikkan bahunya.
Sebenarnya pamela tidak takut, karena saat ini dia bersama asya cs sedang berada di rooftop atap gedung sekolah selama istirahat berlangsung. Namun sial! Rencananya bakalan gagal saat asya mengajaknya turun
" Mau bel nih, yok cabut dulu biar ga buru buru masuk kelas." ajak asya.
'Mampus! Kenapa harus balik sekarang? Nanti kalo ketemu Juan gimana?' Ucap dalam batin pamela.
Erika dan yona jalan duluan, sedangkan asya kini menggandeng Pamela buat turun bersama.
Mereka berempat asyik becanda ria sambil menuruni anak tangga. Namun langkah mereka berhenti ketika melihat Juan cs yang sedang berdiri dan bercanda tepat di depan tangga. Lagaknya mereka bertiga sedang menunggu seseorang.
" Ngapain berdiri disitu? Minggir lo pada!" Perintah asya ketus.
Melihat juan langsung menoleh dan menautkan tatapan padanya, pamela langsung membuang muka, menghindari tatapan cowok berambut gelombang itu dan berjalan cepat melewatinya.
Namun, begitu geng asya sudah berlalu beberapa meter, si jewo menyeru memanggil geng slay girl itu.
" Woy tunggu!" Seru jewo, membuat keempat gadis famous itu berhenti. Mereka pun menoleh untuk mengetahui atas dasar apa jewo memanggil.
Jewo, hary dan Juan langsung berjalan ke arah mereka. Hary dan jewo terlihat tengil saat melihat keempat ciwi itu menurut untuk berhenti, sedangkan juan masih tak teralihkan dari menatap gadis yang mulai membuatnya gila.
" Apa?!" Ketus sang ketua saat geng juan sudah berada di depannya.
Pamela yang sengaja tak menatap juan, kini tak sengaja menangkap tatapan Juan yg terlihat sedang mencibirnya.
Senyum tengil seakan dirinya menang telah menemukan mela membuat mela menghela kesal. Dengan cepat ia kembali mengalihkan pandangan ke lain arah.
Oke back to pertanyaan asya. Jewo pun menjawabnya.
" Juan mau minta maaf sama lo sya, soal balapan minggu kemaren" Ucapan jewo sontak membuat kening Juan menyatu.
" Lah? Ngapain? Gue ga salah.. Ngapain minta maaf bego'!" Ketus juan tak terima.
" Lo bego'! Ngapain tiba-tiba dateng ngalangin jalan gue!?" Ucap asya menyela.
Juan pun bersendekap. " Lo salah lawan ya njing. Lawan lo itu main curang!"
" Terus apa peduli lo?! Yang balapan gue ya anjing!"
" Karena lo bego' banget! Ngerusak tradisi balapan!"
" Tradisi balapan apasih cok!"
Haduuuh.. Mereka berdua kembali saling beradu mulut dengan lumayan keras, hingga membuat semuanya menepuk jidat.
" Hmmm mulai." Gumam yona yang sudah hafal dengan tingkah bestie nya itu.
Namun tidak dengan mela, Gadis bermata sayu itu bertepuk tangan dengan anggunly saat melihat pertikaian keduanya.
" Ngapain tepuk tangan njir?" Tanya jewo, begitupun yang lain yang merebut perhatiannya.
" Huuff... Kalian keliatan cocok banget, minimal pacaran lah." Ucap Erika menggoda, namun si pamela langsung tercekat diam usai mendengarnya.
Tanpa disadari fakta yang ada, Jewo pun ikut setuju, begitupun dengan yona.
" Bener tuh, kita sebagai temen capek tau." Ucap mereka mengeluarkan uneg uneg nya.
Juan menggeleng kesal melihat ucapan menjijikkan dari mulut temannya itu. Ia tak menyadari jika kekasihnya mulai merengut bahkan nampak tak peduli dengan mengalihkan wajahnya.
Hanya hary yang sadar, sejak menyadari ucapan erika tadi, tatapannya langsung tertuju paada kekasih juan itu, wajahnya terlihat mengalihkan pandangan seakan dia merasa bosan berada disana.
" Lo gapapa mel?" Tanya hary mencoba memastikannya.
Sedangkan mela sendiri terus mengalihkan pandangan karena tak menyadari panggilan hary, lantas dengan cepat yona menyikut untuk menyadarkan mela.
" Mela, di tanyain Hary tuh" Ucap yona.
Pamela pun langsung menoleh dengan sedikit kaget. " Eh.. Iya, kenapa?" Tanyanya.
" Lo gapapa? Kayak badmood gitu?" Tanya si hary.
Melihat temannya itu menanyakan keadaan pada kekasihnya, juan menatap tak terima. Ada satu perasaan yang membuatnya terbakar.
" GAUSAH SOK CARE LO.." Ucapnya yang begitu ketus pada hary.
Melihat juan ketus, pamela pun tersenyum dan melemparkannya langsung pada hary.
" Gapapa Har, thanks ya." Ucap Mela yang semakin membuat hati juan terbakar.
" Gausah centil lo." Peringat Juan kesal.
Pamela pun menarik nafas dalamnya. " Apa peduli lo?" Balasnya tenang dengan sedikit ketegasan.
Tingkah keduanya yang saling beradu tatap seakan menyimpan sesuatu. Dan ya! Jewo baru menyadari itu, menyadari jika mela dan juan sudah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih.
" Har, gue baru inget! Jangan ganggu milik Juan. Lo ga ngeri di rujak sama dia ntar?" Ucap jewo menyikut hary.
Hary pun berdecih sambari terkekeh kecil, ia sudah sadar sejak awal, hanya saja sengaja bertanya agar juan panas. wkwkw..
Dan itu tidak baik untuk mela, Jantung gadis bermata sayu itu sudah merinding disko saat ketiga bestie nya itu bertanya-tanya ucapan jewo pasal 'milik juan?' tadi.
" Maksud lo apa milik Juan? Barang?" Tanya yona mengernyit.
Jewo langsung kicep, ia tak berani menjawab, sedangkan juan mulai mengambil alih pertanyaan yona.
" Nanti kalian bakal tau sendiri. Untuk sekarang ga boleh ada cowok lain yg berani nyentuh milik Gue." Ucapnya menautkan tatapannya pada mela.
Tak lupa pula ia menampilkan senyum smirk khas nya pada pamela, kakinya pun mulai melangkah mendekat ke arah gadis cantiknya itu.
Aksinya itu benar-benar membuat mela panik.