Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Menunggu
"Itu..." Sita merasa sangat bersalah.
"Kita malu sama lo, Ran. Kita juga gak sengaja ketemu sama Oscar dan Giselle waktu itu," ungkap Maya. "Kita akuin kita emang sama-sama lagi ada masalah. Gue berantem sama Martin, Sita berantem sama Dion. Terus gak sengaja ketemu sama Vino dan Ernest. Gak tahu gimana kita minum bareng dan mereka ngajakin kita 'happy-happy'. Tahunya mereka, geng Fanta Black itu, bikin acara aneh. Mereka semua dateng bukan sama pasangan aslinya, termasuk Oscar. Kita juga kaget banget, Ran. Kita sempet marahin dia, kita labrak dia. Beneran!"
"Iya, Ran. Beneran, kita sempet omelin si Oscar waktu itu," Sita mengiyakan. "Dia bilang dia cuma lagi main-main aja. Dia minta buat gak ngomong sama lo. Dia bilang dia bakal sesegera mungkin beresin hubungan dia sama Giselle. Tapi ternyata seudah lama, dia belum mutusin Giselle juga. Dia bilang Giselle anak dari yang punya perusahaan tempat dia kerja. Kalau dia mutusin Giselle, gimana lo sama Sienna? Akhirnya kita gak bisa apa-apa. Maafin kita ya, Ran."
Kirana sudah sangat ingin menimpali penjelasan mereka yang bagi Kirana sangat tidak masuk akal. Namun Kirana lebih memilih untuk tidak memperpanjang semuanya. Semua sudah berakhir sekarang. Lagi pula, Kirana kembali membuka cerita yang sudah usai ini karena kedua mantan sahabatnya itu yang memaksa, bukan karena ia ingin.
Semua sudah berakhir. Sekarang ia sudah memiliki pemilik hati yang bahkan bisa membuatnya tak lagi membenci Giselle, tak lagi memikirkan Oscar yang telah mengkhianati janji suci pernikahan mereka.
Hyunjin.
Pria itu belum membalas pesan Kirana, dan ia begitu merindukannya sekarang.
"Gue pangling banget sama lo, Ran. Lo cantik banget sekarang," ucap Sita hati-hati.
Kirana yang tengah melamun karena teringat pada Hyunjin tiba-tiba tersadar.
"Iya lo beneran berubah. Kenapa gak dari dulu coba, Ran. Gue jamin Oscar gak akan selingkuh," celetuk Maya.
"Bener, Ran. Sekarang lo malah lebih cantik dari Giselle. Oscar pasti nyesel udah cerai dari lo. Lo harus kehilangan suami karena kekurangan lo. Kalau lo dari dulu kayak gini, dijamin Oscar gak akan betah di luar rumah lama-lama. Bawaannya pasti pengen pulang terus."
"Lo perawatan segimananya sih, Ran? Rambut lo bagus banget sekarang. Badan lo juga, kulit lo. Apa jangan-jangan lo oplas ya?"
Mendengar ucapan itu, Kirana tersinggung. Nyatanya kedua sahabatnya itu tidak benar-benar menyesal. Mereka masih saja menjadi sahabat dengan mulut yang tak pernah bisa memfilter sesuatu yang baik dan buruk untuk diucapkan.
"Udah selesai, 'kan? Gue udah luapin apa yang gue rasain. Keputusan gue tetep sama, gue gak mau pertemanan kita balik lagi kayak dulu. Lo tahu kenapa? Karena itulah kalian. Bukan tentang Oscar aja, tapi omongan dan sikap kalian yang toxic. Silahkan kalian pergi."
Kirana bangkit dan meninggalkan keduanya.
"Ya udah sih," ujar Maya agak berteriak. Kirana pun menghentikan langkahnya. "Udah, Ta, kita gak usah mohon-mohon lagi sama cewek arogan itu. Orang kita mau minta maaf juga, malah begitu sikapnya."
"May..." tegur Sita.
"Apaan, biarin aja. Dia pantes dapetin semua ini. Kehilangan suami dan sahabat. Karena dia emang gak tahu terima kasih."
Kirana membuang amarahnya melalui hembusan nafasnya dan kemudian pergi meninggalkan keduanya. Ia tak paham mengapa dulu ia bisa bersahabat selama itu dengan kedua perempuan itu. Terutama dengan Maya, yang baru Kirana sadari sekarang, ternyata Maya memang sangat menyebalkan.
Ia tiba di kantornya dan duduk di kursi kerjanya. Kirana mengeluarkan ponsel, namun belum ada balasan dari Hyunjin.
"Kemana dia..."
Kirana menjadi resah. Karena sekarang ia sudah menjadi kekasih dari idol itu, rasa memiliki Hyunjin mulai tumbuh di hatinya. Ia resah saat tak mendapatkan kabar dari pria itu. Berbeda dengan sebelumnya. Kirana tak tahu apa ini hal yang benar, menerima seorang idola dari jutaan wanita yang hidup di negara yang berbeda, untuk menjadi kekasihnya. Apa ia akan bahagia?
Sore hari, Kirana pulang. Ia mendapati apartemennya kosong. Sienna memang mengabari bahwa Oscar menjemputnya untuk menginap di rumah sang ayah. Jadilahh ia seorang diri di apartemen itu.
Kirana pun ingin hari itu segera berakhir. Setelah mandi, ia pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Kantuk baru saja hinggap di kedua matanya saat tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Kedua mata yang sudah terpejam itu sontak membuka dan tangannya secepat kilat menyambar ponsel yang ia taruh di nakas.
Kirana terlonjak bahagia. Sebuah panggilan video masuk, segera Kirana mengusap tanda hijau di layar ponselnya.
"Kiran, hai."
"Hyunjin...hai."