NovelToon NovelToon
After Death

After Death

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:764.5k
Nilai: 5
Nama Author: Banin SN

After Death mengisahkan tentang konflik yang melibatkan 3 dunia. Pram si tokoh utama yang baru menginjak usia 17 tahun, ruh dan jasadnya dipisah oleh Jin Hitam dari negeri Shaman.


Ruh itu hendak dimusnahkan karena membahayakan kekuasaan Bemius dari kerajaan Anathemus. Berkat pertolongan Pusaka yang belum diketahui pemiliknya, Ruh Pram memasuki alam akhirat / Negeri Cato dan mendapat jatah usia 100 tahun di sana.


Sayang sekali pada akhirnya keberadaan Pram diketahui oleh Bemius. Pram pun mulai mempelajari asalusul dirinya dan mengapa ruhnya diburu banyak Jin Hitam.


Petualangan pun dimulai....

*** Mohon kritik dan saran untuk Novel ini ya Kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banin SN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Jimat Pemberian Gelandangan

 Prameswari bergegas menuju taman dan

ingin segera bertemu Dante. Ia takut diterkam makhluk halus lain. Ia takut

kakinya mendadak diseret setan yang merangkak di tanah. Ia takut dirinya dibawa

terbang oleh setan yang bisa terbang. Ia berlari dengan dipenuhi rasa takut.

            “Hai, Pram, mengapa Kau terengah-engah?”

            “Aku melihat hantu.”

            “Haha… Itu merupakan bagian dari wujud kesialanmu Kau tahu. Lain kali, berusahalah untuk tidak takut pada mereka.

Mereka itu hanya halusinasi yang diciptakan untuk memunculkan rasa takut dan trauma bagi manusia yang penuh kesialan sepertimu.”

            “Tidak, Dante. Itu bukan halusinasi. Itu nyata dan dia ingin menculikku.”

            “Ya… Ya… Anggap saja itu nyata. Tapi besok-besok usahakan tak setegang hari ini ya jika kau bertemu mereka lagi. Lagi pula Setan tak bisa masuk ke negeri ini, tenanglah…”

            Pram diam mematung, menggerayangi saku celananya yang berisi jimat pemberian gelandangan tadi. Jimat itu masih ada, bahkan di badan Pram masih menempel beberapa helai bulu Genderuwo. Ia bergidik dan lekas membersihkan tubuhnya dari bulu-bulu itu. Artinya, ia tak sedang berhalusinasi. Tapi Dante kukuh pada pendapatnya bahwa setan tidak bisa masuk ke negeri Cato.

            “Dante, apakah Kau tahu apa itu

Lucid Dream?”

            “Hem… Ya, aku pernah mendengarnya. Itu semacam kau merasa terjaga di alam mimpi. Atau sejenis, kau sadar saat kau sedang bermimpi, sadar bahwa itu hanya mimpi.”

            “Oh… Ya… Aku ingat sekarang. Aku sering mengalaminya waktu di Bumi. Kukira aku depresi karena selalu bermimpi

diburu oleh berbagai makhluk mengerikan, lalu, sebelum aku benar-benar diterkam

oleh makhluk-makhluk itu, ada suara yang meneriakiku, menyuruhku untuk mencubit

lengan, atau membenturkan kepalaku ke mana saja, atau menggigit lidah, agar aku

terbangun dari mimpi. Suara itu berkata bahwa aku akan selamat jika aku segera

bangun. Anehnya, suara itu adalah suaraku sendiri. Aku seperti ada dua.”

            “Ceritamu panjang sekali. Aku mengantuk mendengarnya.” Pram menguap sambil pandangannya lurus ke depan.

            “Dante, bolehkah Kau tidur di kamarku di Camp Pasca Kematian? Sepertinya aku merasa tak enak badan.”

            Dante nampak berpikir sejenak.

            “Well, sebenarnya boleh-boleh saja karena aku petugas. Tapi

sepertinya malam ini aku harus menyelesaikan banyak laporan. Ya, aku memang cuti lumayan lama, tapi ternyata aku dibebani dengan laporan yang menggunung. Aneh memang, awalnya aku menerima banyak data manusia-manusia yang akan segera mati, tapi belakangan data itu berubah.”

            Mendengar hal tersebut Prameswari merasa sedikit kecewa. Ia

takut membayangkan ada setan bersembunyi di kolong tempat tidurnya, ia takut akan dibekap genderuwo lagi. Ia takut ada kuntilanak mengintainya dari sudut

ruangan. Ia juga takut ada pocong yang dengan tiba-tiba rebahan di sampingnya

saat ia tidur.

            “Kalau begitu, apakah aku boleh menginap semalam saja di tempatmu?” Prameswari memohon setengah merengek. Dia terbiasa menjadi gadis

yang tegas dan tegar, tapi malam ini ia benar-benar masih trauma dengan

penangkapannya oleh Genderuwo yang tangannya bisa lentur memanjang dan

berbulu-bulu itu.

            “Maaf, Pram, tapi sepertinya aku akan sangat sibuk. Aku takut mengganggu istirahatmu. Ayolah, Kau tak biasanya manja begini. Kenapa? Takut ada setan lagi? Sudah kubilang tak ada setan di sini, tenanglah.”

            Beraneka rengekan Prameswari tak mempan untuk membuat Dante menemaninya. Prameswari pun pulang ke Camp Pasca Kematian dengan hati

berdebar-debar.

1
kay
bang saya baru bikin novel coba abang baca baru belajar nulis novel soal nya
nowhere🌱
permulaan yg cukup mencengangkan, Kak ><✊✨ apalagi pake sudut pandang pertama
Rum Rigel
seruu, keren banget konsep ceritanya kak! gaya bahasanya juga enak dibaca
Rum Rigel
kalau langsung di scroll gitu agak singkat ya. tapi jujur deg degan banget bacanya huhuu setiap paragraf dibaca pelan, kayak takut ada yang menanti
Lalalalalisa
huaaaaa
faisa
apa cm aq yg baru nemu nich novel d thn 2022 ?
ketinggalan banget aq...
Sooyaaa__
o
Sooyaaa__
p
Jendeuki💚
😍😍
Jendeuki💚
😍
Jendeuki💚
😍😍😍
Anonim
sadisssss
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😄😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!