Karena suatu tragedi buruk membuat Hara Ayunda Nugraha seorang gadis yatim piatu harus kehilangan kesuciannya. Hara tak tahu siapakah pria yang telah menodainya itu karena malam sudah gelap.
Albert Hito Radjasa cucu tunggal dari keluarga Radjasa dengan terpaksa harus menikahi Hara gadis yang telah ternodai itu karena keinginan dari kakeknya William Hito Radjasa.
Albert atau yang akrab disapa Al itu merasa tak sudi jika harus menikahi Hara karena ia merasa harus bertanggung jawab pada gadis yang tanpa sengaja telah ia nodai, Albert tak ingat siapakah gadis itu. Hingga suatu kebenaran telah terungkap bahwa Hara lah ternyata gadis yang telah ia nodai.
Namun sayang, semua kebenarannya seolah tiada berguna karena Hara telah lebih dulu pergi dengan membawa serta kedua malaikat kecil yang ada di rahimnya.
Akankah Albert bisa menemukan istri dan juga anak-anaknya?.
❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba Dilamar
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Hari libur kampus telah berlalu, pagi ini para mahasiswa dan mahasiswi itu telah berada di kampus mereka. Namun sepertinya pagi ini akan kembali ada tontonan seru.
Keramaian di halaman hingga lorong kampus kembali terjadi. Adanya sosok yang selalu diharapkan kedatangannya khususnya oleh para mahasiswi kembali datang di pagi ini.
pagi hari dengan cahaya mentari yang cerah semua pelajar yang ada di kampus ternama ini sedang menunggu kedatangan tuan mereka. Baru kemarin mereka yang mendengar kabar jika cucu dari pemilik kampus akan kembali berkunjung, dan sekarang di waktu yang masih pagi mereka berbondong-bondong ingin lagi melihat sang tuan yang memiliki ketampanan di atas rata-rata itu.
Dengan penuh wibawa Albert melangkah dengan pasti. Tak ada alasan apapun mengapa Albert datang ke kampus milik kakeknya, jika tujuannya memang untuk membahas sesuatu maka sudah pasti penanggung jawab kampus akan diberitahu.
Rektor dan para dosen serta pengurus kampus tak mengerti mengapa tuan Albert datang ke kampus jika tak ada sesuatu yang akan dibahas.
" Waah... tuan Albert... " sontak beberapa mahasiswi sampai teriak kegirangan karena bisa melihat Albert dari jarak dekat.
Bertubuh tinggi, gagah, dan tampan membuat Albert memang selalu jadi pusat perhatian.
Albert tak ingin berdekatan dengan rektor serta dosen-dosen bayarannya. Albert datang ke kampus ini karena ingin secara langsung bertemu dengan gadis yang kakeknya maksud.
Dan di sela-sela langkahnya Albert mencoba mencari keberadaan gadis itu, hingga Albert jadi menghentikan langkahnya. Albert sudah melihat di mana posisi gadis yang kakeknya maksud.
" Tuan Albert, ya ampun kenapa tuan tampan sekali?. " seorang mahasiswi yang berdiri tak terlalu jauh dari posisi Albert mencoba ingin menyentuhnya.
Keadaan di lorong kampus sungguh sangat ramai, mereka begitu sangat antusias dalam menyambut kedatangan Albert.
Di tengah ramainya lorong kampus, Hara yang berdiri bersama Siska, Santi dan juga Ita melihat keberadaan Albert.
Ini adalah kali pertama bagi Hara melihat wajah dari cucu pemilik kampus ini. Jadi dia tuan Albert, benar-benar sangat tampan. Hara hanya terdiam setelah melihat bagaimana wajah tuan Albert yang sesungguhnya. Pantas saja banyak wanita yang tergila-gila pada tuan Albert, itu semua karena tuan Albert adalah pria yang sangat tampan.
" Coba lihat itu, sepertinya tuan Albert melihat ke arah kita. " ujar Santi karena itulah yang Santi lihat.
" Iya aku juga merasa begitu. " sahut Siska.
Hara hanya bisa diam, Hara jadi merasa malu. Tuan Albert yang tampan itu sebenarnya melihat ke arah mana, mengapa tuan Albert seperti memperhatikan dirinya.
Albert yang berdiri diantara kerumunan mahasiswi jadi melanjutkan langkahnya. Tubuhnya yang tinggi membuat Albert bisa dengan mudah menuju titik di mana gadis itu berdiri.
Dengan langkahnya yang penuh wibawa Albert berjalan untuk menuju Hara. Dan sepanjang Albert melangkah tidaklah lepas dari pandangan semua mahasiswi.
Deg...
Hara jadi tertegun, Hara hanya terdiam, entah mengapa tuan Albert seperti berjalan menuju ke arahnya.
Hampir semua pasang mata tertuju pada Albert. Sebenarnya ingin ke mana tuan Albert, mengapa ia berjalan seperti menuju pada seseorang.
Hingga dengan perlahan namun pasti, Albert pun akhirnya berhenti tepat di depan Hara.
" Ya ampun tuan Albert. " Siska kegirangan tak menyangka jika dapat melihat tuan Albert sampai sedekat ini.
Bukan hanya Siska saja, Santi, Ita dan juga Hara dibuat tak percaya dengan sosok tuan Albert.
Hara terdiam, tubuhnya seolah membeku karena diperhatikan sangat dekat oleh tuan Albert. Sungguh, tuan Albert begitu sangat tampan jika dilihat dari jarak dekat seperti ini. Selama hidupnya Hara tak pernah melihat pria setampan ini, kecuali tuan Albert. Bagi Hara tuan Albert adalah pria tertampan yang pernah dirinya lihat.
" Kamu Hara kan?, aku Albert. " ujar Albert lalu pria tinggi itu mengulurkan tangannya untuk bisa bersalaman dengan Hara.
Hara terdiam, kedua bola mata indahnya menatap tak percaya pada tuan Albert. Tuan Albert ingin berkenalan dengannya.
" Wah... " semua orang yang menyaksikan hal ini begitu sangat tak percaya.
Tuan Albert yang terlihat seperti ingin menemui seseorang ternyata Hara lah orang yang ia ingin temui.
" Kamu tidak mendengarku?. " ujar Albert karena Hara masih terlihat diam saja.
" I-iya tuan, saya Hara. " reflek Hara lalu gadis muda itupun menerima jabatan tangan dari Albert.
Hara tak mengerti hal ini, untuk pertama kalinya dirinya melihat tuan Albert, dan tuannya ini terlihat ingin mengenalnya.
Semua orang dibuat melongo, bahkan Siska, Santi dan juga Ita tak percaya jika tuan Albert rela datang menembus kerumunan orang hanya karena ingin bertemu dan berkenalan dengan Hara.
Tak cukup sampai di sana, Albert yang memang notabenenya adalah tipe yang tak banyak bicara, langsung meraih sesuatu dari saku jasnya.
Albert datang ke kampus ini tanpa didampingi oleh asisten pribadinya.
Sebuah kotak kecil yang berwarna putih telah berhasil Albert keluarkan. Semua orang melihat itu termasuk Hara. Kotak ini, mengapa penampilan kotaknya terlihat sangat cantik.
Hingga akhirnya Albert membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan isinya pada Hara.
" Aku datang ke sini karena ingin menemuimu. " Albert menatap dalam pada Hara.
Mendadak semua orang di lorong kampus ini jadi terdiam. Pandangan mereka tertuju pada benda yang sama, yaitu sebuah cincin cantik yang Albert perlihatkan pada Hara.
Dug dug... dug dug... dug dug...
Jantung Hara berdetak sangat kencang, apa maksudnya ini, mengapa tuan Albert memperlihatkan sebuah cincin padanya.
Dengan masih memperlihatkan cincin cantiknya Albert memperhatikan dalam-dalam kedua bola mata Hara.
Dalam pandangan Albert, Hara memiliki bola mata yang sangat indah, bahkan matanya menunjukkan betapa polosnya ia.
" Menikahlah denganku Hara, aku ingin kamu menjadi istriku. " ucap Albert tegas hingga di dengar oleh semua orang.
Satu kalimat tegas itu telah membuat dentuman keras di hati Hara. Hara terdiam, dalam seketika tubuhnya jadi membeku karena pernyataan dari Albert. Hara benar-benar mendapatkan sambaran keterkejutan.
" Aku tidak menerima adanya penolakan, kamu harus menerima lamaranku. " singkat Albert.
Dengan tanpa basa basi Albert meraih tangan kiri Hara. Hara yang mendapatkan perlakuan tak terduga seperti ini hanya bisa terdiam, gadis muda itu masih sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Albert memasukkan cincin cantik itu di jari manis Hara. Adanya cincin di jari Hara ini adalah sebagai bukti jika Hara telah resmi menjadi kekasihnya.
" Mulai sekarang kamu adalah tunanganku. " tegas Albert.
Bagaikan menonton sebuah drakor secara live, semua orang jadi melongo dibuatnya. Albert sang tuan besar yang memiliki pengaruh besar telah melamar Hara.
Hara yang tiba-tiba dilamar seperti ini benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. Awalnya Hara terdiam karena masih sangat kaget dan bingung. Namun sekarang Hara jadi merasa bersalah.
Hara tak bisa menolak lamaran dari tuan Albert. Sosok Albert yang besar membuat Hara merasa tak enak hati yang harus menolak lamarannya. Tuan Albert tak tahu jika gadis yang dilamarnya ini sebenarnya sudah tak suci lagi.
" Ingat, mulai hari ini kamu adalah tunanganku, dan besok aku akan berkunjung ke kosmu. " Albert berbicara dengan menatap pada Hara.
Dan usai menyampaikan kalimatnya itu, Albert mulai berbalik badan. Pria yang memiliki tubuh tinggi itu ingin pergi dari kampus ini.
Dengan kembali melewati kerumunan mahasiswa dan mahasiswi, Albert berjalan dengan santai.
" Tuan Albert... " para perempuan meneriaki Albert.
Bukan Albert namanya jika tak digilai oleh banyak wanita.
Keadaan kembali sangat ramai terutama dari kalangan mahasiswi, banyak dari mereka yang merasa tak terima jika Albert menjadikan Hara sebagai kekasihnya. Namun sikap mereka begitu sangat jauh dengan ketiga teman baik Hara. Siska, Santi dan juga Ita merasa sangat senang karena Hara dilamar oleh tuan Albert.
" Hara... " dengan kegirangan Siska, Santi dan juga Ita memeluk Hara dengan sangat erat.
" Akhirnya kamu jadi tunangannya tuan Albert, beruntung sekali kamu Hara. " semakin eratlah Ita yang memeluk Hara.
Ketiga teman baik Hara sangat senang karena Hara telah resmi menjadi tunangannya tuan Albert.
Semua yang terjadi benar-benar di luar dugaan. Hara yang mengalami kejadian ini merasa sangat sedih, bagaimana cara dirinya menjelaskan pada tuan Albert.
Tuan Albert, nama itu sudah terpatri di otak Hara. Dalam keadaan tubuhnya yang masih dipeluk oleh ketiga temannya, Hara mencoba melihat kepergian tuan Albert.
Hara jadi teringat akan sesuatu, dan ini mengingatkannya akan kejadian buruk di malam itu. Bahkan meski tubuh tuan Albert sudah tak terlihat, namun aroma parfumnya masih tercium sangat kuat.
Iya benar aroma parfum, sekarang Hara ingat, aroma parfum tuan Albert sama persis seperti aroma parfum pria yang telah menodainya di malam itu.
" Tidak itu tidak mungkin, pikiranmu sudah kacau Hara. " sepertinya akibat dari lamaran yang tak terduga ini membuat pikiran Hara jadi kacau.
Di dunia ada banyak orang, bisa saja di luar sana ada orang yang memiliki aroma parfum yang sama.
Semuanya benar-benar begitu singkat, Hara tak mendapatkan kesempatan untuk mengajukan penolakan, memangnya siapa yang bisa menolak keinginan tuan Albert.
Bersambung..........
❤❤❤❤❤
Terima kasih. 🙏❤