NovelToon NovelToon
Kehendak Atau Pilihan

Kehendak Atau Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Elga Rista

#Terkadang yang kita anggap obat ternyata adalah luka terhebat#

Novel ini menceritakan seorang laki laki yang bernama Raka Pratama. Raka pernah berpacaran dengan seseorang 5 tahun. Tetapi Ia menjalin hubungan dengan perempuan yang Pondasi hidup nya berbeda. Sehingga Membuat kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Dan akhirnya, Ia memilih menyerah.

Luka di hati Raka yang masih basah tersebut , Ia malah bertemu dengan perempuan yang sedang patah hati. mengapa begitu? Rara baru saja mendapatkan kabar bahwa kekasihnya itu dijodohkan dengan perempuan lain. Padahal mereka berdua sudah memikirkan untuk lanjut kejenjang lebih serius.

Dua orang yang sudah patah, bertemu dalam keadaan rapuh. Tanpa sadar mereka saling menjadi sandaran. Bagaimana mereka mengatasi perbedaan dan tekanan dari orang sekitar? Apakah mereka bisa saling menyembuhkan atau justru saling melukai atau bahkan orang yang mereka temui adalah " Jodoh Orang lain "?

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Ikutin terus yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elga Rista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ribut Kecil di dalam mobil

Ia ingin mengambil ponsel itu, tapi tangannya tak bergerak.

Otaknya berputar antara takut, marah, dan tak percaya.

Apakah semua pesan itu… dari Nayla?

Suara langkah Nayla semakin dekat.

Rara menelan ludah, tubuhnya menegang, dan sebelum sempat berpikir lebih jauh

Rara memilih diam.

Diam yang menekan dada seperti beban batu.

Setelah Nayla kembali dari toilet, semuanya terasa seperti semula , seperti tidak ada apa apa.

Mereka kembali bercanda kecil tentang film yang baru saja ditonton, tentang pemeran utama yang menurut Nayla “terlalu ganteng untuk jadi orang tersakiti.”

Rara tersenyum, pura-pura tertawa, bahkan sempat menyuap sesendok nasi goreng dan memuji rasanya.

Padahal, di dalam kepalanya, suara lain terus berbisik:

“Kenapa pesan itu masuk ke ponsel Nayla?”

Ia ingin bertanya. Ingin menatap mata sahabatnya dan menuntut penjelasan.

Tapi lidahnya kelu, dan hati menolak mempercayai yang baru saja dilihat.

Mungkin ini salah paham, pikirnya.

Segala kemungkinan ia karang, hanya agar tidak perlu menerima yang paling menyakitkan bahwa mungkin, pengirim pesan misterius itu adalah orang yang setiap hari memeluknya saat ia jatuh.

Malam itu mereka tetap makan seperti biasa.

Rara bahkan sempat tertawa kecil ketika Nayla menirukan gaya salah satu pemeran film. Tapi tawa itu hambar seperti kopi yang kehilangan rasa manisnya.

Ketika mereka berjalan menuju parkiran, Rara melihat pantulan wajah mereka di jendela mobil. Dua perempuan yang tampak bahagia, padahal salah satunya sedang belajar menutupi luka.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Rara berdoa semoga ia salah.

Semoga semua yang ia lihat hanyalah kebetulan.

 

Pagi datang dengan pelan. Jam dinding menunjukkan baru pukul 05.45

Langit sedikit mendung, udara terasa lembap.

Raka berdiri di depan cermin kamarnya, merapikan kemeja putih dan dasinya. Raka memang jika berangkat ke kantor sangat pagi pagi sekali untuk menghindari macet. karena memang jarak rumah ke kantor Raka sangat jauh. Di wajahnya masih tersisa kelelahan dari semalam pertemuan dengan Kristiana yang belum sempat ia selesaikan, dan kalimat yang gagal keluar dari mulutnya.

Ia baru saja selesai mandi ketika ponselnya berdering.

Nama Kristiana muncul di layar.

“Raka, kamu udah siap kerja?”

“Baru mau sarapan. Kenapa?”

“Kamu bisa jemput aku? Hari ini ada pemotretan buat produk baru.”

Nada suaranya manja, tapi juga terdengar sedikit tegang.

Raka menatap cermin lagi, menarik napas pelan.

“Aku jemput, ya. Sekalian anter kamu ke lokasi.”

“Thank you, sayang,” jawab Kristiana sebelum menutup telepon.

Setelah ponsel diletakkan, Raka duduk di tepi ranjang.

Ia tidak tahu apakah “sayang” itu masih terasa sama seperti dulu.

Terlalu banyak jarak, terlalu banyak pertanyaan yang belum ia jawab.

Namun seperti biasa, ia memilih diam dan menjalani pagi itu seolah semuanya baik-baik saja.

Di meja makan, aroma roti panggang dan telur mata sapi memenuhi ruang.

Bunda sudah duduk, menatap Raka dengan senyum lembut. Ayah sibuk membaca koran di sisi lain meja.

“Pagi, Bun, Yah,” sapa Raka sambil menarik kursi.

“Pagi, Nak. Mau ke kantor?” tanya Bundanya lembut.

Raka mengangguk. “Iya, tapi sebelumnya mau anter Kristiana dulu. Dia ada pemotretan.”

Ayah menurunkan korannya, menatap anaknya sejenak.

“Baik. Tapi jangan lupa, Raka, hal yang belum selesai itu lebih berat daripada yang kamu kira.”

Raka hanya tersenyum tipis. Ia tahu maksud ayahnya.

Namun sebelum sempat menjawab, suara lain memecah suasana.

“Assalamu’alaikum!”

"waalaikumsalam," jawab pemilik rumah

Reyhan masuk begitu saja, membawa aroma parfum dan tawa khasnya.

“Wah, lagi sarapan keluarga nih. Gue numpang ya.”

Bunda tertawa kecil. “Reyhan, kamu selalu datang pas makanan baru matang.”

Raka melirik sahabatnya. “Emang duit lo abis, Han? Sampe numpang makan ke rumah orang?”

Reyhan pura-pura tersinggung. “Hei, ini bukan numpang, ini silaturahmi sambil nguji rasa masakan Bunda lo.”

“Alasan aja!” balas Raka dengan senyum yang akhirnya benar-benar tulus.

Suasana meja makan jadi hangat.

Reyhan memang selalu punya cara untuk membuat pagi yang berat terasa ringan.

Setelah sarapan, Raka mengambil kunci mobil.

Reyhan mengikuti dari belakang.

“Lo kemana, bro?” tanya Raka.

“Ngikut lo. Gue males ke tempat kerjaan pagi-pagi banget. Anggep aja gue bodyguard lo,” jawab Reyhan santai sambil mengenakan jaket.

Raka tertawa pelan. “Ya udah. Tapi gue mau jemput Kristiana dulu, lo gak apa-apa?”

“Boleh. Gue kan udah lama ngga ketemu sama cewek yang bikin lo kelimpungan akhir-akhir ini.” Dan memang benar mereka sudah mengenal satu sama lain.

Mobil meluncur pelan melewati jalanan basah sisa hujan semalam.

Raka duduk di kursi pengemudi, fokus menatap jalan. Kristiana di kursi penumpang depan, menatap ke luar jendela sambil memainkan rambutnya. Reyhan duduk di belakang, sibuk dengan ponselnya.

Suasana di dalam mobil terasa aneh tidak ada yang bicara.

Hanya suara musik lembut dari radio yang terdengar samar.

Sesekali, Kristiana melirik Raka.

Wajahnya tenang, tapi matanya menyimpan banyak tanya.

“Raka,” katanya pelan.

“Hm?”

“Kamu belum siap, ya?”

Raka menoleh sebentar. “Siap apanya?”

Kristiana menatapnya lebih lama, lalu berkata dengan nada setengah bercanda tapi matanya serius, “Ngelamar aku.”

Reyhan yang duduk di belakang langsung menegakkan tubuh. Ia berpura-pura fokus ke layar ponsel, tapi sebenarnya mendengarkan penuh.

Udara di dalam mobil berubah.

Musik dari radio terasa menjauh.

Raka menelan ludah. “Kristiana…”

Nada suaranya rendah.

“Aku gak mau bahas ini di mobil.” Karena Raka mikir didalam mobil itu tidak hanya mereka berdua tetapi ada orang lain. Walaupun itu sahabat nya tetapi Raka merasa tidak enak karena memang itu hanya urusan mereka berdua.

“Tapi kapan lagi?” potong Kristiana. “Kita gak pernah punya waktu buat ngomong serius. Kamu selalu bilang nanti, nanti, nanti. Aku capek, Raka.”

Reyhan menunduk, berpura-pura mengetik sesuatu. Ia tahu Kristiana keras kepala, dan kalau sudah begini, yang terbaik adalah diam.

Raka meremas setirnya kuat-kuat.

“Aku gak mau asal janji, Kris. Aku butuh waktu.”

“Waktu buat apa? Buat mikirin keyakinan kita?” suara Kristiana meninggi. “Kita udah cukup lama pacaran, Raka. Aku capek harus terus nunggu kamu berani.”

Reyhan memejamkan mata.

Ia tahu, kata-kata itu seperti menekan luka lama yang belum sembuh.

Raka menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan diri.

“Ini bukan soal berani atau enggak. Ini soal keyakinan, Kris. Soal apa yang bisa aku pertanggung jawabkan, bukan cuma di dunia.”

Kristiana mendengus pelan, menatap ke luar jendela.

“Selalu keyakinan, keyakinan, keyakinan. Aku cuma pengen tau, aku ini tempat kamu bersandar atau tembok penghalang buat kamu?”

Raka tidak langsung menjawab.

Ia menatap lurus ke depan, matanya mulai berkaca.

Dalam hatinya, ada ribuan kata yang ingin ia ucapkan tentang cinta, tentang batas, tentang ketakutan kehilangan Tuhan sekaligus kehilangan orang yang ia cintai.

Tapi semuanya tertahan di tenggorokan.

Kristiana menatapnya lagi.

“Raka… kamu tuh mau aku di hidup kamu atau enggak?”

Raka menarik napas panjang.

Tangannya yang menggenggam setir bergetar sedikit.

Lalu, dengan nada yang tidak lagi bisa ia tahan, ia berkata,

“Aku sayang sama kamu, Kris… tapi jangan paksa aku buat melawan keyakinanku.”

Sunyi.

Tak ada suara setelah itu.

Hanya deru mesin mobil dan detak jantung yang beradu dengan hujan di luar jendela.

Kristiana memalingkan wajah, menatap ke arah luar dengan mata basah.

Reyhan menatap punggung sahabatnya dari belakang, menahan napas.

Ia tahu, kalimat itu adalah jurang.

Sekali terucap, tak bisa ditarik kembali.

Raka tetap fokus menyetir.

Tangannya masih di setir, tapi jiwanya seperti melayang entah ke mana.

Reyhan menatap keluar jendela, pura-pura tak mendengar apa pun, padahal di dadanya ikut terasa perih.

Ia tahu, hubungan seperti ini tak mudah. Ia tahu juga, Raka tak mungkin bahagia kalau terus menekan dirinya sendiri.

Namun ia juga tahu, cinta tidak pernah sederhana.

Dan tepat ketika mobil berhenti di lampu merah, tak ada satu pun dari mereka yang bersuara.

Kristiana menunduk, menggenggam tangannya sendiri.

Raka menatap lampu lalu lintas tanpa benar-benar melihat.

Reyhan memejamkan mata, mencoba menenangkan pikirannya.

Lalu, lampu hijau menyala.

Mobil kembali melaju.

Tanpa ada kata, tanpa ada permintaan maaf, tanpa ada janji baru.

Hanya hening.

Dan hening itu menjadi jawaban yang paling menyakitkan dari semuanya.

(BERSAMBUNG...)

 

Dan bagaimana dengan Rara akankah ia berani mengungkap siapa sebenarnya pengirim pesan itu?

Ikuti kisahnya di bab selanjutnya ✨

Jangan lupa beri komentar, saran, dan like

Karena dukungan kalian merupakan semangat untuk author membuat cerita. Terima Kasih sudah membacanya❤️

1
Cut Anggraini
Mau dijodohin palingan ituu🤭
Elga Rista Septina: Hehe jadi penasaran yaa? 🤭 Sabar dulu ya kak, nanti semuanya bakal terjawab pelan-pelan di bab selanjutnya. Doain aja semoga author bisa terus rajin update biar teka-tekinya cepat terungkap. Makasih banyak ya kakak-kakak sudah baca, ikut nebak-nebak, dan selalu meramaikan kolom komentar. Semangat terus nemenin cerita ini sampai selesai yaa! 🤍✨
total 3 replies
Elga Rista Septina
MasyaAllah, terima kasih banyak ya kakak kakak🤍🥹 Senang sekali kalau cerita ini bukan cuma menghibur, tapi juga bisa menyampaikan pelajaran dan membuat kita sama-sama belajar dari setiap babnya. Semoga setiap pesan yang ada di dalam cerita bisa bermanfaat untuk kita semua yaa. Terima kasih sudah membaca, mendukung, dan meluangkan waktu untuk berkomentar. Semoga kakak-kakak selalu betah menemani perjalanan cerita ini sampai akhir. 🤍🌷
Vania M.
Setuju sih ka, soalnya aku juga baru baca novel ini kan tapi aku ngebut bacanya. Dan novel ini setiap bab nya ada pelajaran yang bisa kita ambil. Dan pasti ada kalimat kalimat yang menyadarkan kita👍🙏
Andita f.: Nah iyaa. Aku juga baru ka Vania. Tapi emang iya sih setiap bab nya ada pelajaran banget yang bisa kita ambil
total 1 replies
Andita f.
Novelmu banyak pelajaran thor👍the best
Anggraheni. 000
gas polllll🙏👍
RAINA DWI
lanjut thor💪
alisyha
lanjuttttttttt👍🙏
Elga Rista Septina
Hehe iya kak 🤭 memang sengaja aku buat beberapa bagian jadi teka-teki biar pembaca ikut penasaran dan menebak-nebak jalan ceritanya. Semoga kakak tetap menikmati ceritanya yaa 🤍✨ Terima kasih sudah baca dan ikut menemani perjalanan Rara & Raka 🥰
Elga Rista Septina
Makasih ya kak sudah memberikan pendapatnya 🤍
Maaf kalau menurut kakak alurnya terasa terlalu berliku. Aku memang mencoba membuat cerita dengan beberapa konflik dan kejutan supaya perjalanan para tokohnya lebih terasa ✨

Tapi aku tetap menerima kritik dan sarannya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku 🤍
Cut Anggraini
lanjuttttt 🙏😍
Anggraheni. 000
Mantap👍
Anggraheni. 000
The best
Vania M.
terusin kaaaa😍
Cut Anggraini
gassssss😄🤭
Andita f.
lanjut🙏
Andita f.
lanjut thor😄💪👍
Melinda Alvina
lanjut kak💪
Cut Anggraini
Akhirnya update lagi🤣👍
Cut Anggraini
lanjut kaaa🙏
Andita ndut
lanjut kaaaa💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!