haiii..kenalin ini Karya aku...
Aku masih Belajar ya kak....
jadi Kalau ada yang salah mohon diingatkan...Jangan Lupa beri masukan kepada Autor ya kak..
Terimakasih
.
.
Novel ini menceritakan tentang kisah Tuan muda dan Nona muda yang dijodohkan..
Mereka menikah karena orang tua,Akan kah mereka menjadi pasangan yang saling mencintai???
bagaimanakah mereka melewati permasalah rumah tangganya.??
ikuti dan jangan Lupa Like dan komen ya kakak...
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Mobil Livia dan Meme sudah sampai di parkiran rumah sakit,,,Selang beberapa menit terlihat juga mobil Ferdi memasuki area parkir rumah sakit tersebut.
Mereka semua segera turun dari mobil,Saat berada di dalam rumah sakit,Kevin dan Ferdi berlali ke arah resepsionis untuk menanyakan ruangan orang tua Livia.
Setelah itu mereka semua pergi ke ruang ICU.
Livia dipapah oleh mama Ferdi dan juga meme.
Mama Ferdi dan Meme berusaha untuk menenangkan Livia.Pasalnya sejak tadi Livia terus saja menangis.Dalam pikiran Livia bertana-tanya bagaimana keadaan orang tuanya.Apakah mereka baik-baik saja
"Sayaaang...kamu tenang yaa...Ayah Bundamu pasti baik-baik saja" Ucap Mama Ferdi.
Livia hanya diam.dia terus saja menenteskan air matanya tanpa henti.Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada ayah bunda,aku harus bagimana??Pikiran Livia.Meme mencoba untuk menenangkan Livia juga.
"Livi ...Ayah bunda pasti baik-baik saja" Ucap Meme sambil menggenggam erat tangan Livia
"Aku sangat takut Me" Ucap Livia
Meme paham betul apa yang di rasakan Livia karena dia juga merasakannya.
Papa Ferdi terus mondar mandir di depan ruang ICU.Memikirkan nasib sahabatnya itu.
Sedangkan Ferdi duduk di depan ruangan ICU tak jauh dari tempat duduk Livia.Dia memandangi Livia terbesit rasa kasihan kepada Livia dengan keadaan kedua orang tuanya.
Suasanya terasa sunyi.Di saat semuanya sedang temenung dalam pikirannya masing-masing.Di saat itulah pintu ruang ICu terbuka.Di sana keluarlah sosok lelaki tampan menggunakan pakaian putih.Iya itu adalah Dokter Dimas.Salah satu sahabat Ferdi yang sedang menangani kedua orang tua Livia.
"Dim..Gimana keadaanya??" Ucap Papa Ferdi
Dokter Dimas masih diam tak mengeluarkan satu katapun,Dimas bingung harus menjelaskan dari mana,Dia hanya bisa memasang muka kekecewaanya.Kemudia Livia berjalan ke arah dokter Dimas.Dia ingin tau bagaimana keadaan Ayah bundanya.
"Dokter...bagaimana keadaan Ayah dan Bunda saya" Ucap Livia dengan muka yang sangat lesu.
"Nona Maafkan saya...Nona ibu anda tidak dapat kami selamatkan.." Ucap Dimas dengan penuh Penyesalan
Dunia terasa runtuh bagi Livia,Seperti tersambar petir.Tubuh Livia terasa tersengat sesuatu yang membuat tubuhnya tak berdaya.
"Apa maksud dokter???Dokter bohong kan dok???itu gak mungkin kan dok?..eheee eheehheee hiks hiks " ucap Livia tidak percaya
Meme seketika langsung memeluk Livia untuk menenangkan Livia.Air mata meme yang sudah berusaha iya bendung kini menetes juga.Semua yang berada disitu serasa tidak percaya bahwa sovia sudah tidak ada lagi di dunia ini.
"Dim...apa yang kamu bicarakan Dim??" Ucap Papa Ferdi tak percaya
"Maafkan kami Om,kami sudah berusaha" Ucap dokter Dimas
"Lalu bagaimana dengan keadaan Andi?" tanya Papa Ferdi
"Tuan Andi masih belum sadarkan diri Om, kita hanya bisa berusaha dan berdoa om,Kita serahkan semua kepada Tuhan" Jawab dokter Dimas
Dokter Dimas mempersilahkan keluarga untuk masuk menemui jenazah Sovia.Livia segera berlari kedalam ruangan.Dia segera memeluk tubuh sang bunda yang terbaring tak bernyawa itu.Semuanya pun mengikuti Livia masuk kedalam ruangan.
"Bunda.....Bundaaa......Jangan Tinggalin Livia bundaa..Hiks hiks hiks...Bunda jangan bercandain Livia bunda...Livi tau ini semua cuma mimpi kan bunda..." Ucap Livia dengan tangisan yang begitu pilu hingga orang yang mendengarnya ikut merasakan betapa kehilangannya Livia saat ini.
Mama Ferdi segera memeluk Livia dengan erat.berusaha menangkan Livia walaupun hati mama Ferdi juga kehilangan karena sovi adalah sahabat terbaiknya.
"Sayang...Kamu yang sabar ya nak...Doain bunda ya nak" Ucap Mama Ferdi
Livia hanya bisa menangis tanpa henti,Rasanya semua seperti mimpi.Meme pun juga sangat kehilangan sosok seorang ibu yang telah merawatnya selama ini.Dia menemukan kasih sayang seorang ibu dari Bunda Livia.Meme tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu selain dari sang Bunda.
Meme memeluk sang bunda dengan erat.Tanpa sadar air matanya menetes dengan derasnya.
"Bunda...bunda yang tenang ya di sana" Lirih Meme
Livia melepaskan pelukan dari Mama Ferdi,kemudian Livi menarik tangan Meme.
"Me..bilang sama aku ini semua hanya mimpi ka,Bunda gak akan pergi ninggalin kita me hiks hiks hiks" Ucap Livia dengan isak tangisnya.
Seketika meme langsung memeluk Livia dengan erat.Dia tidak menjawab satu kata apapun.Ferdi,papa Ferdi dan Kevin juga ikut bersedih atas meninggalnya ibunda Livia.
tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bunda....bundaaa.....hiks hiks hiks" Livia terduduk lemas di lantai.
Meme dengan sigap memeluku Livia dengan eratnya.
#Tbc
obat wik wik wik
🤣🤣🤣🤣🤣🙄🤭