Pernikahan di atas penderitaan terjadi karena perjodohan yang sangat tidak kamu inginkan, namun karena kedua orang tua hanya bisa menerima takdir.
Perjodohan tidak selalu dalam masalah, terkadang salah satu di antara kedua pasangan memiliki perasaan dan simpati yang tidak bisa ia katakan, yang mana bisa membuat dirinya merasa dibakar api cemburu saat melihat pasangannya bertemu dengan teman yang tidak sejenis.
Rasa cemburu membuat seseorang melakukan hal yang tidak di inginkan pasangannya, walaupun dirinya sendiri tidak menginginkannya, namun karena api cemburu yang membakar akal sehatnya membuatnya melakukan hal yang harusnya ia tidak lakukan.
Wanita mana yang tidak sakit hati apabila anak di kandungannya tidak di akui oleh ayahnya sendiri.
"Dia bukan anakku, dia anak lelaki simpanan mu itu,!" teriaknya marah didepan ibu mertuanya.
Kecelakaan terjadi begitu saja karena kelalaian diri sendiri, koma selama beberapa tahun. hingga pada saat sadar semuanya seakan berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebam di wajah
Keheningan kembali terjadi, Yudha kembali menatap wajah Satya yang masih lebam, ia masih belum sepenuhnya yakin dengan alasan yang di jelaskan oleh Satya. Yudha memilih untuk kembali bertanya tentang hal ini sampai titik terang ia dapat.
“Tuan, wajah mu sebenarnya kenapa? Itu tidak mungkin dipukul,” ucap Yudha menatap penuh penasaran.
“Aku sudah mengatakan jika ini jatuh, dan terbentur di sudut meja, apa aku harus mengulanginya berkali-kali sialan? Ucap Satya kesal menatap Yudha.
“Itu tidak masuk akal, lihatlah wajahmu itu, aku sudah tau raut wajah mau jika berbohong, kita sudah sangat lama mengenal, dan aku lebih tau dirimu,” ucap Yudha.
“Aku tidak akan mengatakan pada siapapun, jadi katakanlah apa yang terjadi,” ucap Yudha.
“Kenapa kamu sangat ingin mengetahui kehidupan ku,?” ucap Satya kesal.
“Tidak, aku hanya penasaran, dan jika tidak mengatakan hal sejujurnya kamu tidak akan tenang, karena aku akan selalu menanyakan hal ini,” ucap Yudha.
“Aku di tonjok oleh istriku, apa kamu puasssss...!” ucap kesal Satya membuat Yudha sedikit terkejut dan juga ingin tertawa berbahak-bahak.
“Jangan tanya apapun lagi, dan sekarang lupakan ucapanku itu,” ucap Satya menatap tajam Yudha.
“Tidak, aku tidak akan membahas hal itu, aku kagum karena Tuan muda dari keluarga Dewacakra mengakui wanita yang sering dia sebut bodoh itu sebagai istrinya,” ucap Yudha.
“Tidak, sejak kapan aku mengakuinya,?” ucap Satya mengelak.
“Kamu bahkan lupa dengan ucapan mu sendiri, kamu baru saja mengatakan istriku, istriku istriku,” ucap Yudha.
“Hentikan omong kosong mu itu,” ucap Satya dan pergi dari sana.
Singkat cerita kini 5 bulan telah berlalu begitu saja, Satya semakin merasa terhibur dengan istrinya yang selalu ia jahili, bahkan dirinya rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk bisa pulang lebih awal bertemu sang istri.
Satya keluar ruangan dengan pelan pelan, dia sedikit melirik ke arah Yudha yang sibuk dengan dokumennya, dia melangkah dengan sangat pelan tidak ingin terdengar oleh Yudha.
“Mau kemana,?” tanya Yudha langsung meletakkan dokumennya.
“Cari makan,” saut Yudha.
“Ini baru jam 2 siang, barusan kamu sudah makan,” ucap Yudha.
“Kenapa kamu mengaturku, semauku ingin kemana dan pulang kapan saja, ini perusahaan ku,” ucap Satya melangkah pergi.
“Apa bisa kamu sebagai Bos bisa menjadi contoh bagi karyawan lainnya,?” ucap Yudha kesal.
“Kamu sudah seminggu ini pulang sangat awal, bahkan kamu hanya datang duduk senyum senyum sendiri didalam ruangan, apa kamu pikir aku tidak melihat kelakuanmu itu? Dokumen di mejamu sudah sangat menumpuk, hari ini tidak ada kata pulang, kerjakan semuanya sampai selesai,” lanjut Yudha.
“Aku akan mengerjakannya besok, diam lah jika gajimu ingin ku naikkan,” ucap Satya dan melangkah pergi.
Satya dengan hati bahagia pulang ke rumah, tengah perjalanan dia tak sengaja melihat sosok yang tidak asing baginya sedang berbelanja dengan seseorang, Satya memberhentikan mobilnya dan terus memantau mereka.
Matanya memerah, suasana hatinya sangat buruk, dia memukul setirnya dengan keras melihat perempuan tersebut. Satya mengambil ponselnya dan menelfon seseorang di hpnya.
“Halo, kenapa kau menelfon ku,?” ucap wanita tersebut dengan ketus.
“Kau dimana,?” tanya Satya juga ketus.
“Bukan urusanmu,” ucap perempuan tersebut.
“KAMU DIMANAAA...!” teriak Satya sangat marah.
“Kenapa kamu berteriak seperti itu? Apa urusanmu dengan ku, kamu gak perlu tau aku dimana,” ucap perempuan tersebut nampak kesal.
“Jangan membuatku emosi!” Ucap Satya dingin.
“Aku di rumah, aku tidak mungkin kemana mana,” ucap Keisya langsung mematikan ponselnya.
Satya memutar mobilnya dengan wajah merah sangat marah, dirinya seperti kebakaran dibohongi oleh perempuan itu.
Satya masuk kedalam perusahaan, Yudha yang melihatnya mengerutkan keningnya bingung.
“Kenapa kau kembali,?” tanya Yudha namun tidak di sahuti oleh Satya, hanya berjalan lurus tanpa menoleh ke manapun.
“Kucing garong itu kenapa lagi sih,?” ucap Yudha bingung.