NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Garuda

Legenda Pendekar Garuda

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Time Travel / Kebangkitan pecundang / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 4.9
Nama Author: AL Divo Febriansyah

Silahkan promo asal jangan SPAM
Sesama Author saling membantu ya Kak

Langit telah memilihku untuk mengemban tugas menghentikan turunnya utusan iblis dan menghabisi mereka semuanya, namun aku gagal.

Di saat semua sudah terasa sirna dan hancur, rupanya langit masih memberi kesempatan kedua untuknya.

Aku kembali saat berusia 10 tahun berkat pola prasasti aneh yang mengurung diriku saat jatuh dan hancur...

Di kehidupan keduaku kali ini, akan tuntaskan kehendak langit - Widura.


Terinsipirasi dari Novel Talles Of Demon, Pedang Naga Api (Karya Ricky Wicaksono), Pendekar Dewa Matahari (A. Lubis).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL Divo Febriansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 15. Permintaan Pria Mitra

Raden Surya Fatih yang tidak siap menerima serangan balik dari Widura hanya bisa terus bergerak mundur beberapa langkah sambil terus menghindari pukulan dan tendangan yang di lepaskan oleh Widura.

Widura saat ini menggunakan pola serangan Harimau Tunggal menerkam mangsa, salah satu jurus favorit Widura saat bertarung jarak dekat.

Jurus Harimau Tunggal menerkam mangsa sangat efektif dan memiliki daya hancur yang besar jika sudah di sertai tenaga dalam yang besar pula.

Widura nampak begitu menikmati setiap pukulan dan tendangan yang di lesatkannya. Meskipun begitu Widura tidak menyertakan tenaga dalamnya saat menyerang. Widura murni mengandalkan kekuatan fisiknya.

Beberapa menit kemudian Raden Surya Fatih terpundur cukup jauh karena tendangan cobra dari Widura tidak sempat untuk dia hindari.

"Dia benar-benar hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja, tanpa menggunakan tenaga dalam sedikitpun..." Raden Surya Fatih kembali berdiri tegap sambil menggenggam erat pedang di tangan kanannya.

Raden Surya Fatih kembali mengambil sikap kuda-kuda tarung dan bergerak maju dan kembali menghujani Widura dengan serangan pedang.

"Tarian Pedang Batara Kalla" Raden Surya Fatih menriaki jurusnya dan melesat menyerang Widura. Jurus ini mampu membuat Raden Surya Fatih mendominasi pertarungan. Sementara Widura hanya terus mengindari setiap serangan pedang. Widura nampak berkelok-kelok ke kiri dan ke kanan menghindari serangan hujan pedang, tidak jarang Widura menundukan kepala untuk menghindari serangan dari Raden Surya Fatih.

Widura memang tidak lagi menangkis serangan pedang dengan pergelangan tangannya, karena akan berisiko tangannya akan terluka.

Beberapa menit berlalu dan keduanya sudah bertukar serangan lebih dari seratus jurus. Namun nampaknya kali ini Widura kembali berhasil menekan Raden Surya Fatih untuk berada dalam posisi bertahan total.

Widura kembali menggunakan jurus serangan Harimau Tunggal menerkam mangsa. Jurus itu kali ini masih berhasil mendesak Raden Surya Fatih, bahkan jika di gunakan berkali-kalipun tetap jua akan berhasil mendesak Raden Surya Fatih.

Semenit kemudian Raden Surya Fatih kembali terpental cukup jauh akibat tendangan cobra yang kembali mendarat telak di bagian dadanya.

Raden Surya Fatih kembali berdiri dengan susah payah. Ia menyeka darah yang keluar dari cepat bibirnya.

"Kekuatannya hanya seorang pendekar taruna, tapi mengapa setiap serangannya begitu kuat?!"

Semua orang yang melihat pertarungan itu benar-benar di buat begitu terkejut. Mereka benar-benar tidak menduga jika Widura memiliki kekuatan sebesar itu.

"Apa aku tidak salah lihat? Bagaimana sampah itu dapat menjadi begitu kuat...?"

"Aku benar-benar masih sulit percaya melihat sampah itu menjadi begitu kuat seperti saat ini..."

"Sekarang kenapa si sampah itu terlihat begitu tampan dan menggoda..."

Begitu banyak orang-orang yang menuju kebolehan Widura. Tidak jarang juga ada yang masih mencela Widura dengan sebutan sampah.

Di waktu yang sama, Argadana nampak begitu terkejut saat mendapati Widura memiliki kekuatan untuk mengalahkan Raden Surya Fatih yang memiliki kekuatan pendekar raja.

"Bagaimana bocah itu memiliki kekuatan dan jurus bertarung yang begitu hebat, seingatku tidak ada yang pernah mendidiknya, apa mungkin Anas diam-diam mengajarinya," guman Argadana di dalam hatinya. Dia masih sulit percaya dengan kekuatan yang di miliki Widura saat ini. Bagaimana bisa di memiliki kekuatan setara dengan pendekar raja, sementara dia lahir dengan kristal Merah Darah.

Memikirkan hal itu membuat kepala Argadana menjadi sakit. Bagi Argadana kekuatan dari Widura benar-benar di luar akal sehatnya. Dengan kekuatannya saat ini, Widura pantas di sebut jenius dari keluarga Lentera.

***

Pria Mitra yang melihat Raden Surya Fatih mengalami kekalahan telak dari lawannya benar-benar di buat begitu terkejut dan terkagum-kagum dengan lawannya.

Saat mendapati Raden Surya Fatih kembali terpental kedua kalinya, Pria Mitra memilih meloncat memasuki lapangan pertarungan.

"Maaf mengganggu!!," ucap Pria Mitra yang sudah berdiri di hadapan Raden Surya Fatih, "Aku ingin menguji kekuatanmu, izinkan aku menjadi lawanmu selanjutnya," lanjut Pria Mitra.

"Kau tenang saja, aku hanya akan menggunakan 20% tenaga dalamku," seru Pria Mitra yang melihat wajah keraguan dari Widura.

"Baiklah, aku tidak memiliki keberanian menolaknya paman Panglima," Widura mulai kembali memasang kuda-kuda harimau tunggal.

Pria Mitra yang begitu penasaran dengan kekuatan dari Widura langsung mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu.

Widura yang mendapati lawannya sangat tangguh langsung ikut maju dan menyerang dengan jurus Harimau Tunggal menerkam mangsa.

Pria Mitra cukup terkesima dengan jurus yang di gunakan oleh Widura. Ia sedikit sulit percaya, Widura dapat mengimbangi dirinya, meskipun ia jamua menggunakan 20% kekuatannya.

Lima menit kemudian keduanya sudah bertukar puluhan serangan. Nampaknya kekuatan mereka cukup berimbang. Belum ada satu pukulanpun yang berhasil Widura lesatkan ke tubuh Pria Mitra dan begitu pula dengan Pria Mitra.

"Pemuda yang menarik," ucap Pria Mitra.

Pria Mitra lantas melemparkan sebilah pedang kepada Widura, "Bertarunglah dengan pedang itu, aku ingin melihat sebatasana kemampuan mu anak muda,"

"Baik la paman," Widura langsung menangkap pedang itu dan bergerak cepat menyerang Pria Mitra.

Pria Mitra dengan cukup sigap menarik pedangnya dan menyambut serangan Widura. Pria Mitra kembali di buat terkesima dengan permainan pedang Widura yang begitu lincah man gesit. Widura menggunakan jurus pedang milik keluarga Lentera, yaitu Tarian Pedang Angsa Mabuk.

Tidak ada yang menduga jika Pria Mitra terdesak oleh serangan Widura, meskipun hanya beberapa menit saja, sebelum Pria Mitra bakik menekan Widura.

"Pedang Besi Penghancur" teriak Pria Mitra sambil mengayunkan pedangnya.

"Pedang pemusnah jiwa level I: Angin peremuk jiwa" Widura langsung mengambil langkah mundur dan ikut mengayunkan

Pertemuan dua jurus itu menghasilkan suara benturan yang dahsyat nan besar. Widura terpundur jauh, sementara Pria Mitra masih berdiri dengan tegap di posisinya semula.

Semua mata yang menyaksikan hal itu benar-benar di buat terkejut. Mereka semua jelas masih sulit percaya jika Widura sudah menjadi sedemikian kuat. Mulai saat ini tidak akan ada lagi orang yang berani menyebut dirinya sampah.

"Kau benar-benar berbakat anak muda," puji Pria Mitra yang berjalan menuju Widura, di belakangnya ada Raden Surya Fatih.

"Rai, kau benar-benar berbakat untuk menjadi pendekar hebat di masa depan, aku merasa dinda Sukma Ayu mendapatkan tunangan yang hebat..." puji Raden Surya Fatih.

"Raka terlalu berlebihan memuji diriku," seru Widura.

"Haha kau benar-benar rendah diri... Aku berharap setelah ini kita akan bertemu lagi, akan ku bawa kau bertemu dengan guruku," ucap Pria Mitra.

Mereka bertiga lalu berjalan meninggalkan lapangan pertarungan, sebelumnya Widura dan Raden Surya Fatih memberi hormat kepada Abbas.

Sementara itu semua orang yang sedang yanh menyaksikan hal itu masih tidak bergerak dari posisi mereka. Mereka masih di buat terpukau dengan pertarungan yang baru saja mereka saksikan.

Mereka masih sulit menggambarkan situasi yang baru saja mereka saksikan barusan.

1
Taufan Sule Muskita
Jiaaahhhh katro gitu 😂😂
Yanto Ibon
sudah mau tamat episodenya, sepertinya susah kebaca alur ceritanya
Yanto Ibon
ada ke ANEHAN lagi ni thor. ..
kamu di bab sebelumnya mengatakan bahwa ki joko budoyo MAHA TAHU atas segala yang terjadi.

gantinama aja thor. .. jadi JOKOBODO wkwkwk
Yanto Ibon
next author harus lebih baik lagi dlm merangkai kata dan cerita
Yanto Ibon
author lagi lagi bikin cerita jd aneh /Facepalm/
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
nheriiiiiiiiiiiiiiiii perangnya benar benar ngeriiiiiiiiiiiiiiii
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
ah kasihan sukma ayu, perjuangannya seakan sia sia
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
ingat pesan sesepuh jangan jadi iblis widura
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
sehat sukses selalu tho
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
terlalu banyak ilmu dan musuh
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
mana ciung wanaranya
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
hi ngeri jurusnya goyangan malam pertama
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
hore panjul hebat
Sih Winarti
you
HeriSupriyatno 99
Luar biasa
zayick
pendekar ko sedikit sediki kaget sedikit sedikit kaget knpa gk mati saja
zayick
pendekar lemah jk bertarung trnyata banyak omongnya. menyedihkan
zayick
lemah sangat lemah. pendekar langit lawan pendekar bumi tenaga dalam langsung habis. tidak layak disebut pendekar. pulang aja nyusu lagi sama emak

sungguh menyedihkan
Windy Veriyanti
RIP Argadana
Windy Veriyanti
kalah terus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!