Rio, seorang reinkarnasi dari bumi menjelajahi dunia kultivasi. Di masa lalunya ia dikhianati oleh kekasihnya dan diintimidasi karena miskin. Setelah reinkarnasinya, ia tidak menyangka mengaktifkan Sistem Dao Surgawi tertinggi. Usut punya usut dirinya adalah seorang Heavenly Dao di kehidupan lampau nya. Setelah mendapatkan tubuh baru dan Sistem Tak Tertandingi, ia masih memiliki masalah di kehidupan barunya.
"Tidak ada yang bisa mengatur diriku! Bahkan jika Dewa turun sekalipun!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NUR_ANIME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Benua Iblis.
Seperti dengan namanya, Benua iblis adalah tempat tinggalnya Ras iblis. Terdapat banyak klan di benua iblis dan masih memiliki sejarah misteri yang panjang di antara semua tempat di benua iblis.
Sudah 1000 Tahun berlalu mengingat peristiwa berdarah konflik antara Ras manusia dan Ras iblis. Beberapa di antaranya karena perseteruan wilayah dan Martabat diantara kedua Ras.
Kejadian itu masih membekas hingga kini, dan masih terdapat konflik kecil secara tidak langsung.
Di hutan terlarang yang membentang panjang jalur diantara pembatas kedua wilayah, masih banyak beberapa Ras manusia yang bersekutu dengan para iblis.
Demi mencapai keabadian dan mencari teknik yang di gunakan oleh Ras iblis, beberapa manusia bahkan menjalin kontrak untuk memenuhi keinginannya.
Dan di sini tepatnya di sebuah gurun yang hanya berjarak 3 Mil jauhnya dari tempat hutan terlarang, terdapat banyak pasukan iblis yang sedang berkemah di tempat itu.
Di sebuah tenda yang di luarnya di jaga ketat oleh 2 orang iblis harimau, tempat dimana kediaman salah satu jendral dari Raja iblis Harimau Pan, Jendral iblis yang berada langsung di bawah komando Raja iblis, Wang Cai.
"Apa mereka semua sudah memasuki hutan terlarang?" Tanya Wang Cai kepada salah satu penasihatnya, Yi zang.
Wang Cai duduk di sebuah kursi sambil menatap ke arah selembar kertas yang berisi peta dunia manusia.
"Ya, mereka baru saja memasuki hutan. Seharusnya tidak lama lagi pasukan yang di pimpin oleh komandan Gustav akan sampai di benua Daxian." Balas Yi Zang sambil memegang sebuah buku di lengannya.
Terdapat juga beberapa orang penting di sekitar Wang Cai, mereka semua sangat berpengaruh di kerajaan iblis yang di pimpin oleh Raja iblis Pan.
"Awasi mereka! terus laporkan setiap gerak-gerik yang di lakukan Ras manusia lemah itu kepadaku!" Pintah Wang Cai kepada semua orang yang berada di ruangan ini.
"Baik!" Ucap semua orang yang berada di dalam ruangan.
Wang Cai berdiri dari kursinya. "Baiklah, semuanya bubar! Kuharap kalian membawa kabar bagus untukku setelah aku bangun." Ucap Wang Cai, lalu ia mulai berjalan menuju luar tenda. Namun ada seseorang yang memasuki tenda itu dan berhadapan langsung dengannya.
"Lapor! Jendral. Sesuatu telah terjadi. Kita kehilangan kontak dengan pasukan yang berada di hutan terlarang!" Ucap salah satu pasukan. Ia adalah seorang pengintai elit yang ditugaskan untuk memberi informasi ke komandan Gustav.
"Apa?!" kejut Wang Cai. Semua orang yang berada di ruangan itu sama terkejut dengannya.
"Kenapa itu bisa terjadi? Bukankah Energi mematikan Dewa naga itu sudah tidak ada? Bagaimana mungkin mereka semua menghilang?" Tanya Wang Cai. Setahunya pasukan yang di pimpin oleh komandan Gustav setidaknya berada di ranah Nascent Seoul, bagaimana mungkin mereka semua kalah dari ras manusia lemah itu?
"Jendral, tenanglah! Ada kemungkinan pihak musuh sudah mengetahui jika pasukan iblis akan menyerang ke wilayah mereka. Sepertinya mereka telah bersiap-siap untuk kedatangan pasukan iblis." Ucap Yi Zang. namun perkataannya itu di di tepis oleh tim pengintai.
"Sepertinya tidak, tim pengintai kehilangan kontak setelah pasukan yang di pimpin komandan Gustav memasuki hutan terlarang."
Mendengar perkataan itu wajah Wang Cai membeku lesu. Sementara Yi Zang mendekat ke arah Wang Cai sambil mengemukakan pendapatnya. "Sepertinya masih ada banyak misteri dari hutan terlarang. Jendral, apa yang harus kita lakukan untuk kedepannya?" Tanya Yi Zang.
Wang Cai berbalik arah dan berjalan lalu duduk kembali di kursinya. "Ya, kau benar Yi zang. Pantau terus pergerakan dari dalam hutan dan laporkan jika terjadi sesuatu kepadaku!" Pintah Wang Cai. Sebagai Respon anggota tim pengintai itu mendungkuk "Baik!" Lalu ia menghilang dari pandangan mata semua orang.
Di Suatu Tempat di Benua Iblis.
Seorang wanita sedang berdiri di sebuah jendela dan menatap ke arah hutan terlarang. Walaupun Ratusan Ribu MiL jauhnya dari hutan terlarang, ia bisa merasakan jika kekuatan yang mengerikan dari dalam hutan sudah menghilang.
Sambil mengambil nafas panjangnya, ia kembali berjalan ke arah sebuah kursi yang tidak jauh dari tempatnya berada. Melihat ke arah dokumen yang menumpuk di atas meja di depannya, di lihat sekilas juga ia bisa mengetahui beban dipikirannya. Semenjak hutan terlarang tidak lagi memancarkan aura mematikannya, pergerakan pasukan dari beberapa raja iblis mulai bergerak menuju ke arah hutan itu.
"Haahhh~ Para orang bodoh itu selalu saja membuatku kerepotan." Wanita itu menghela nafas karena pekerjaannya bertambah. Sementara di sisi lain seorang wanita mulai memasuki ruangan itu dan mendekat ke arah tempat wanita itu berada.
"Permisi.... Nona Lutia, ada beberapa dokumen tambahan dari raja iblis Pan." Wanita itu menaruh dokumen itu di meja. Lutia menatap dokumen itu lalu beralih menatap wanita itu.
"Lytia, bukankah sudah kubilang kau tidak perlu bersikap formal jika berduan denganku." Ucap Lutia dengan menyandarkan kepalanya ke meja karena rasa lelahnya.
"Tidak, Nona Lutia. Anda harus membedakan antara pekerjaan dan waktu di rumah. Bukankah jika bawahan melihat kondisimu seperti ini, akan berdampak dengan reputasimu?" Balas Lytia sambil mendorong kacamatanya.
"Masa bodo dengan mereka. Aku hanya ingin segera pensiun dan menikah. Memiliki anak dan hidup dengan bahagia. Tapi di dunia ini apakah ada pria yang layak untuk kujadikan suamiku? Tentu saja tidak." Keluh Lutia sambil menyenderkan kepalanya ke meja lalu berguling guling bertingkah seperti anak kecil.
"Mulai lagi. Daripada terus mengeluh seperti itu, lebih baik anda menandatangani dokumen ini." Lytia mengambil dokumen dari atas meja lalu memberikannya ke Lutia.
Melihat dokumen itu Lutia sedikit berekspresi kesal dengan isi di di dalam dokumen itu.
"Raja iblis harimau bodoh itu menggerakan pasukannya tanpa persiapan. Hahh~ Kenapa selalu aku yang terkena masalah jika orang lain yang melakukan kesalahan."