NovelToon NovelToon
Misteri Dapur Miranti

Misteri Dapur Miranti

Status: tamat
Genre:Thriller / Horor / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 5
Nama Author: PENARI SENJA

Miranti, seorang pengusaha restoran yang sedang berada di puncak kejayaan. Meskipun cara yang ditempuh untuk mencapai kesuksesan itu harus melalui berbagai ritual ilmu hitam, Miranti tetap bahagia dan menikmati kekayaan dan kejayaannya.
Awalnya semua berjalan lancar. Hingga akhirnya, di luar dugaan telah terjadi kesalahan dalam pelaksanaan ritual, hingga keadaan menjadi tak terkendali.
Perjanjian yang awalnya hanya akan mengorbankan anggota keluarganya saja, kini merembet pada orang lain. Korban pun berjatuhan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENARI SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Pak Cik itu siapa?" tanya Amanda.

"Dia adiknya Bu Mirna, kak. Dia suka ke sini...." Rangga berkisah.

"Sering?" potong Amanda cepat.

"Engga tahu juga," jawab Rangga. "Tapi kadang tiba-tiba aja ada sini," tambah Rangga.

"Dia tadi ngeliatin kakak dengan tatapan yang aneh gitu." Amanda mengadukan kejadian menjijikkan yang baru saja dialaminya kepada Rangga.

"Iya, aku lihat kok," aku Rangga.

"Oh, jadi kamu lihat juga? Menurut kamu, itu aneh ga? Apa perasaan kakak aja?" Amanda meminta pendapat Rangga.

"Memang aneh kak. Makanya kuajak kakak pergi dari sana." Rangga mulai mengutarakan alasannya kenapa sampai mengajak Amanda pergi dari tempat itu.

"Owh," desis Amanda. Dia baru sadar ternyata Rangga sedang berusaha menyelamatkan dirinya. Seikat rasa terima kasih yang teramat sangat terucap dalam hatinya untuk laki-laki muda yang sudah dianggap sebagai adik.

Amanda merasa tersanjung mendapatkan perhatian dan kebaikan dari Rangga. Seketika hati Amanda merasa yakin, bahwa Rangga bisa dijadikan sebagai tempat untuk menceritakan semua beban yang sedang memenuhi kepalanya saat ini.

Amanda butuh teman yang bisa dipercaya untuk membagi semua kebingungan yang menderanya. Harus orang yang paham dengan cerita seperti ini, karena jika tidak, dirinya bisa dianggap gila oleh orang nantinya. Karena, cerita ini seperti tidak masuk akal dan hubungannya dengan makhluk tak kasat mata.

"Oiya, kok dia ngeliatinnya gitu banget, ya?" Amanda kembali mengulang pertanyaan.

"Hati-hati kak, dia orang...." Rangga tidak melanjutkan, takut mengganggu pikiran Amanda.

"Orang apa?" desak Amanda.

Rangga tersenyum tipis.

"Apa?" Amanda terus memaksa.

"Kayaknya dia ada ilmu gitu, kak," lanjut Rangga hati-hati dan sangat pelan.

Amanda mengerutkan kening. "Maksud kamu, pandai dalam urusan magic gitu?" Amanda ikut berbisik.

Rangga mengangguk. "Ya."

"Kamu tahu dari mana?" Amanda masih kurang yakin.

Sesaat Rangga mengedarkan pandangan ke sekeliling, takut jika ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.

"Kurang aman bicara di sini. Aku boleh ke rumah kakak ga ntar malam? Ada yang ingin kubahas. Penting," ujar Rangga semakin membingungkan Amanda.

☕☕☕

Pak Cik meneliti setiap sudut ruangan di rumah Miranti. Ternyata, kepergian Miranti dan Mirna ke rumah Pak Cik siang tadi adalah untuk membahas soal kejadian malam di mana Fatur mengamuk.

Pak Cik menaburkan bubuk, yang entah bubuk apa, di setiap sudut ruangan dan beberapa tempat. Termasuk di kamar Putri.

"Bagaimana?" tanya Mirna gelisah.

"Aku merasakan, ada sebuah energi yang membuat mereka terbangun. Jadi, mantra yang sudah kutanam tidak bisa lagi mengurung ruh mereka. Energi itu malah membuat mereka menjadi kuat dan berani melawan kita," ungkap Pak Cik gelisah. Wajahnya tampak tegang seperti memendam kecemasan.

"Energi macam apa?" tanya Mirna dengan dada berdebar.

"Sepertinya ada seseorang yang punya energi lain di sini," ujar Pak Cik dengan nada khawatir.

"Pak Cik, aku tidak ingin kehilangan semua yang kubangun dengan susah payah. Aku sudah berkorban banyak untuk membangun usaha ini. Anakku, suamiku, bahkan diriku sendiri." Miranti mengungkapkan ketidak relaannya jika kehidupannya diganggu.

Pak Cik dan Mirna menatap Miranti yang didera kekalutan.

Pak Cik menarik napas dalam sambil terus berpikir keras. Orang itu seperti merasa buntu saat ini.

"Oiya, bagaimana penjelasan dari polisi?" tanya Mirna lagi.

"Polisi tidak menemukan tanda-tanda kalau gadis itu dibunuh oleh seorang," terang Pak Cik.

Mirna tertegun. "Lantas?" burunya. Dia ingin segera tahu jawaban dari Pak Cik.

"Aku juga merasa itu bukan akibat manusia." Jawaban Pak Cik membuat jantung Miranti dan Mirna nyaris berhenti. Terasa aliran panas mengaliri tubuh Mirna dan Miranti.

"Maksud Pak Cik, gadis itu bunuh diri atau terjatuh?" Miranti terus memburu Pak Cik dengan pertanyaan demi pertanyaan. Kegelisahan benar-benar menyerangnya.

"Tapi kalau terjatuh, rasanya tidak mungkin. Pagarnya cukup tinggi, dan tidak ada yang rusak." Mirna memotong ucapan Miranti.

Pak Cik menggeleng. Dari sorot matanya, tampak dia tengah berpikir keras.

"Sepertinya, ini ulah makhluk lain," ujar Pak Cik.

"Hah?" Miranti dan Mirna serentak kaget.

Mata Miranti terbelalak, mulutnya terbuka lebar. Nyaris tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Siapa?" Miranti berteriak marah, berharap akan segera mendapatkan jawaban. "Dan...kenapa di malam itu Fatur juga mengamuk seperti kerasukan?" lanjutnya.

"Sepertinya kedua peristiwa ini saling berkaitan," timpal Pak Cik.

"Apakah...itu ulah mereka?" tanya Mirna terbata.

"Bisa jadi," jawab Pak Cik lemah.

Miranti terpana, tidak bisa berucap apa pun. Pikirannya berkecamuk.

"Lalu apa tindakan kita sekarang?" desak Mirna penuh harap.

Miranti dan Mirna menatap lekat ke wajah Pak Cik, menunggu jawaban yang bisa menenangkan hati mereka.

Pak Cik kembali menarik napas. "Aku akan bersemedi dulu untuk mencari jalan keluarnya."

"Tapi aku khawatir, Pak Cik! Bagaimana kalau terjadi lagi hal-hal aneh di sini! Bahkan lebih parah dari ini! Aku takut nanti polisi atau warga malah curiga, dan menyelidiki semuanya!" Miranti histeris. Pengusaha itu mulai tidak mampu mengendalikan diri. Dadanya naik turun menahan gejolak.

Mirna memeluk Miranti, berusaha menenangkan, meskipun sebenarnya dia tidak kalah panik dari anaknya.

"Aku tidak ingin kehilangan semua hasil kerja kerasku, ma! Apa lagi kalau sampai ada orang yang berniat membangunkan MEREKA, hanya untuk menggangguku, aku tidak terima! Aku sudah berkorban banyak untuk ini!" Miranti benar-benar meradang. Tubuhnya bergetar karena sudah dikuasai amarah.

"Kamu tenang dulu. Untuk sementara, saya sudah mengikat ruh mereka kembali. Sambil bersemedi, saya akan tetap pantau dari jauh. Mereka tidak akan mengganggu lagi." Pak Cik berusaha meyakinkan.

"Pak Cik, aku sudah berkorban banyak untuk ini! Pak Cik harus membantuku! Jika ini sampai gagal, Pak Cik harus bertanggung jawab! Kerena aku sudah menuruti semua yang Pak Cik perintahkan!" Miranti menunjuk-nunjuk Pak Cik penuh kemarahan. Matanya melototi Pak Cik dengan garang.

Pak Cik tampak ketakutan. "I-iya, kamu tenang saja, aku pasti akan membantu, aku akan...usir mereka dari sini." Pak Cik mulai gelagapan. Tanpa disengaja, kedua bola matanya membesar ketika bicara pada Miranti.

☕☕☕

Malam itu, Rangga datang ke rumah Amanda. Mereka duduk di teras samping rumah Amanda.

Seperti yang sudah dikatakan Rangga tadi siang, dia datang untuk membicarakan sesuatu yang penting.

☕☕☕

1
Mirabel
itu mungkin kuburan mala sama Mayang ?
Wiwit
katanya punya penjaga leluhur koq BS Kya gtu, bingung thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
yah endinge bkn greget korban jiwa sgtu banyak nya, jln sesat y cm sesaat kan y enaknya kasian juga anak miranti yg tersisa mmng shrsnya d msnahkan agar tdk merembet cm scra mnsiawi 2 anak itu betul g brdosa dan keji rasanya kl smpe d bakar hidup2 guna memutus rantai perjanjianniblis
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah ini mllh ancaman besar, lbh parah dr miranti yg hrs ritual dr cr tumbal. serem amat amanda mlh pd terkecoh seolah smua hnya kecelakaan biasa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jangan2 yg dddlm tbh pka cik pndh k amanda ya. kok mkn byk korban pdhl g mnta tumbal mlh lbh ngeri korban sekaligus g satu persatu
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah betul, pdhl sdh d wanti2
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata semua ini penyebabnya arif ku pkr laki2 baik mkne kasian sakit gt eh trnyata, sblme pak cik jg tdk ingin miranti tamak agar tdk berat tumbalnya tp krn ambisi dan terlalu lelah dg keadaan mskn mnjdi pgn kaya se kaya2 nya smpe g mkr konsekwensinya, bsw nya putri d jdkan tumbal tp knpa dg fatur kok sprtnya sayang y
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
hi...jd hoek itu kl tau sup apa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sadis pol, meta malang sekali nasibmu. andai km g blk ke resto
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iyes bkn aduan tnpa amplop tebal mana d proses apalagi berurusan dg lawan yg berduit pasti d tutup dg sendirinya, byk kasus pembunuhan yg kmgknan besar pelaku adlh org pntg hilnag gt aja, pdhl nangkep maling aja ahli kl org kcl yg melakukan
AGhanteng
Flashback ya miin.. Sblm kejadian arif jatuh sakit.
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
baru mulai kerja sdh ada permintaan tolong dari hantu
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
ibunya manda belum tau saja ,
Miranti sukses dgn jalur demit ,
Naomy
kok bisa kelupaan itu serbuk..kerja bodoh namanya itu
Naomy
.katany pintar si amanda..ga tau ny oon juga..tulalit
Isti Anah
Lumayan
Dewi Andarini
Ceritanya bagus. Penasaran dengan kelanjutannya
Dewi Andarini
nyesek bacanya
Dewi Andarini
tegang
Dewi Andarini
Dimas. sudah lewat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!