Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil tes
Setelah semuanya tenang, Tiara dan lainnya pun fokus pada diri mereka masing-masing. Terlihat Nilam yang bermain ponselnya, sementara Lila yang sibuk dengan make up-nya. Hanya Tiara yang sibuk mempelajari sistem yang ada di perusahaan ini.
"Permisi, Nona, kalian semua dipanggil oleh kepala HRD ke ruangannya," ucap salah seorang karyawan pada mereka dengan sopan.
"Ah, sudah waktunya melakukan tes, ya? Baiklah, kami akan ke sana."
Mereka pun segera pergi ke ruangan kepala HRD untuk bertemu dengannya. Namun, ketika mereka masuk ke ruangan itu, ternyata kepala HRD sedang keluar sehingga mereka diminta untuk menunggu sebentar.
Di ruangan itu, mereka sedikit mengobrol mengenai pemilik perusahaan ini.
"Aku dengar, Tuan Dean ini anak dari konglomerat asal Australia. Dia juga sangat baik, tapi sayang, dia sudah punya istri. Mana istrinya cantik, lagi," ucap Lila membuka pembicaraan.
"Iya, aku juga pernah melihat fotonya. Ini, kan?" Nilam menunjukkan sebuah foto yang berada di salah satu akun sosial media. Seorang wanita yang masih sangat cantik dan muda.
"Wah, cantik sekali. Ini Resya itu, kan? Ya, meskipun statusnya sebelum menikah dengan Tuan Dean adalah janda, tapi dia masih terlihat seperti anak ABG walaupun sudah menikah dua kali dan punya anak."
"Menikah dua kali? Maksudnya?" tanya Tiara yang baru tahu jika Resya pernah menikah sebelum bersama dengan Dean.
"Iya, dulu dia menikah dengan Ziko Atmajaya. Mantan kekasih kakaknya. Entahlah, ada gosip yang beredar bahwa dia merebut kekasih kakaknya tepat di hari pernikahannya. Makanya seperti pengantin yang ditukar. Entah karma atau apa, Ziko menikah lagi dengan wanita lain dan bercerai dengan Resya. Tapi, setelah itu dia masuk penjara karena kasus penculikan saat Resya akan menikah dengan Tuan Dean. Sungguh tragis sekali, ya. Dia juga pernah kabur dari penjara dan bermaksud menculik kakaknya Resya." Nilam menjabarkan panjang lebar seakan tahu cerita sebenarnya. Ya, meskipun pada kenyataannya memang itulah yang terjadi.
"Tapi sekarang mereka terlihat sangat bahagia, aku bahkan memimpin couple goals seperti mereka. Yang laki-laki bule tampan, dan yang perempuan cantik sekali seperti boneka." Lila tersenyum kecil sambil membayangkan bagaimana biduk rumah tangganya nanti jika memiliki suami blasteran seperti Dean.
"Sudah, mengkhayalnya nanti saja. Siapa tahu, setelah menjadi sekretaris Tuan Dean, kita akan berkesempatan mendapatkan suami bule. Mungkin saja dia punya adik lagi, hahaha." Nilam mengingatkannya.
"Iya, walaupun bukan adiknya, dia juga tidak apa-apa. Jadi istri keempat aku juga mau."
"Husss, sembarangan. Tuan Dean itu bukan tipe orang yang mau terbuka, apalagi pada bawahannya. Dia saja sikapnya sangat tegas dan agak dingin."
"Heheh, bercanda." Lila terkekeh meskipun dalam hatinya, dia memang mendambakan suami seperti Dean.
Tiba-tiba, masuklah sang kepala HRD. Seketika obrolan Mereka pun terhenti dan fokus pada sang kepala HRD yang sudah duduk di tempatnya.
"Baiklah, sekarang saya ingin tanya kalian satu persatu. Dimulai dari Nilam. Bagaimana pendapatmu tentang hubungan karyawan dilihat dari jabatan dari yang terendah hingga tertinggi."
"Menurut saya, hubungan antar karyawan harus dijaga dengan baik. Sikap saling menghargai adalah yang terpenting. Tidak peduli dengan jabatannya, mau itu rendah atau tinggi, tetap saja, mereka tidak boleh diperlakukan semena-mena atau diagung-agungkan."
"Bagus," ujar sang kepala HRD.
"Lila, bagaimana pendapatmu dengan karyawan dengan jabatan tinggi yang bersikap semena-mena dengan karyawan dengan jabatan rendah."
Lila sedikit tertegun. Mengapa kepala HRD menanyakan hal yang jelas telah mereka lakukan tadi?
"Kita tidak boleh memperlakukan karyawan yang jabatannya jauh di bawah kita semena-mena. Bagaimana pun juga, mereka juga manusia sama seperti kita. Memang ada batasan, namun itu tak boleh membuat rasa kemanusiaan hilang."
"Bagus. Sekarang Tiara. Selamat, kau diterima di perusahaan ini dan lulus tes."
"Hah?" Tiara tertegun mendengar ucapan sang kepala HRD. "Bagaimana, Pak? Saya diterima?" tanyanya bingung.
"Ya, kau diterima di perusahaan ini karena lulus tes."
"Apa? Kenapa dia, Pak? Bahkan Bapak belum bertanya apa-apa padanya. Bagaimana mungkin dia bisa lolos?" ucap Nilam yang tak terima dengan keputusan ini.
"Iya, jelas-jelas jawaban kami sangat bagus."
"Iya, saya tahu, jawaban kalian sangat bagus. Tapi sikap kalian telah membuktikan bahwa kalian tidak pantas berada di perusahaan ini. Cleaning service yang mengepel dan office boy yang menumpahkan teh adalah bagian dari tes. Dari kalian bertiga, hanya Tiara yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia tidak membeda-bedakan karyawan yang jabatannya rendah. Tidak seperti kalian yang memperlakukannya seolah kalian membayarnya puluhan juta setiap bulan. Kalau saya jadi kalian, saya sudah pasti malu masuk ke perusahaan ini dengan sikap arogan seperti itu."
Mendengar penjelasan dari kepala HRD, Nilam dan Lila pun bergegas pergi dari tempat itu dengan raut wajah masam. Tak disangka ternyata tes sudah dilakukan sejak mereka datang.
"Tiara, selamat, ya, kau diterima di perusahaan ini. Selama beberapa hari ini, Anne akan membimbingmu dan memberikan semua yang kau butuhkan." Kepala HRD memberi selamat pada Tiara. Berkat kebaikan Tiara, akhirnya dia diterima di perusahaan ini.
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg