Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Susi jatuh sakit
★★★
“Nak aku tau kamu sedih dan marah, kau pantas marah pada bapakmu, sebelum itu bacalah surat yang bapakmu titip padaku jauh-jauh hari yang lalu!” papa Dion menyodorkan surat yang di titipkan oleh pak Bowo.
“Terimakasih pa!” kata Susi menerima surat yang papa Dion sodorkan.
“Sama-sama, kamu jangan larut bersedih nak, kan kamu sudah ada papa dan mama yang akan melindungi mu! Maafkanlah bapakmu itu agar beliau tenang di akhirat,” kata papa Dion sambil menepuk bahu Susi, lalu ia meninggalkan gadis yang enggan bangun dari posisi duduknya itu.
“Yul, dia meninggalkan ku dengan kejamnya! Lihat sekarang ia malah dengan teganya meninggalkan ku selembar surat seperti ini, tapi aku kok ketar ketir ya Yul mau buka suratnya, aku takut isinya hutang piutang si bapak yang belum lunas, di tinggalkan untukku," Kata Susi pada Yuli kambing kesayangannya.
Si Yuli menjitak lengan Susi sambil mendengarkan sang tuan yang tengah berkeluh-kesah, “Coba kita lihat apa yang di tulis bapak tua itu untukku,” Susi membuka lipatan kertas itu.
“Haihhh tulisannya macem ceker ayam!” keluh Susi.
...★Isi surat pak Bowo★...
...Hai putriku, apakah pantas bapakmu ini masih memanggilmu putri?......
...Jika kamu sudah menerima kertas usang ini berarti bapak sudah menyusul ibumu......
...Maafkan bapak yang selama ini egois kepadamu nak......
...Dosa bapak padamu begitu banyak......
...Hingga bapak malu pada diri ini......
...Janganlah merasa bersalah atas kematian bapak yang selama ini bapak inginkan....
...Taukah kamu bapak sudah mendambakan hari ini, semenjak ibumu pergi meninggalkan ku selamanya....
...Maafkan bapak yang sudah minum kemenyan rebus, racun tikus, sampek Sianida oplosan Sampek mencari dukun santet untuk menyantet bapak sendiri dan gantung diri, bapak tak sanggup hidup tanpa ibumu dan rasa bersalah kepadamu karena menelantarkan kamu putriku....
...Jadi jangan larut dalam kesedihan nak, tuhan telah membebaskan jiwa bapak yang selama ini merasa berdosa dan berdosa padamu sepanjang hidup....
...Bapak berpesan jadilah wanita yang terbaik, jadilah ibu yang terbaik untuk anakmu kelak jangan seperti bapak karena Tuhan itu tidak tidur. Ia mengambil nyawa bapak sebelum mendapatkan pengampunan dari mu putriku yang manis....
...Asal kau tau. Kau lentera di hidup bapak yang tak tergantikan justru bapak yang menjadi angin selalu meniup apimu hingga memadamkan sinarmu yang indah....
...Jadilah istri yang baik, karena bapak sudah memastikan kau akan hidup baik setelah kepergian bapak, keluarga barumu adalah orang-orang baik, bapak yakin kau akan bahagia hidup di antara orang biak sayang....
...Selamat tinggal, seluruh harta dan para kambing adalah milik mu. Oh ia bapak tidak meninggalkan hutang kok. Kamu tenang saja Susi. (Susi mengelus dadanya lega karena bapaknya tak punya hutang)....
...Awas main togel lagi bapak akan cari si mbah garmo di alam sana agar ia tutup memberi nomer togel pada para pasiennya. Bapak perhatikan kamu dari kuburan....
...Pertanda Bowo Susilo Sujono Diningrat Budiono....
Huaaaahhh.... Tangissss... Susi pecah hingga papa Dion dan Star terjungkal akibat kaget.
“Dia banyak dosa Yul padaku!” Susi menangis sesugukan.
“Dia bapak yang buruk! Menelantarkan aku sedari Bayi!"
“Dia hanya memikirkan bisnis dan bisnis hingga melupakan seorang gadis yang selalu mengintipnya siang dan malam!”
“Aku tak mau sekolah agar dia perhatian padaku, Yul. Malah si bapak bilang ‘Sukur kamu tak sekolah, gak usah buang-buang duit, karena perempuan itu hanya ujung-ujungnya di dapur.’ Jujur aku ingin mengutuk bapakku tapi sayang dia yang aku punya satu satunya.”
“Dia tiada tak mengizinkan diri ini melihatnya terakhir kali. Dia egois kan Yul!”
Embekkk... Kambing itu berbunyi.
“Kamu yang kambing aja tau benar dan salah!” kata Susi.
“Dia egois Yul, kekanakan, pergi ketemu ibu tanpa mengajakku, dasar orang tua pelit, ku kira menjadi berandalan mencuri kambing-kambingnya ia akan menjadi ayah yang baik untukku malam menjualku ke orang kota.”
“Apakah dia tidak tau, jika yang ku inginkan hanyalah Bapak ku yang mencintai putrinya. menganggapku berharga dan mendidikku menjadi putri lemah lembut berbudi luhur bukan berandal kampung begini,” Susi menangis seperti anak kecil.
Gadis itu bangun lalu sigap berlari ke arah makam bapak dan ibunya tanpa menggunakan Google Maps karena ia sudah hafal letaknya.
Gedebuk...
“Waduh!” papa Dion dan Star serempak.
“Sana bantu istrimu, jatuh tuh!” perintah papa Dion. Kaki Susi kesandung batu besar hingga tubuh gadis itu terjatuh.
“Ogah, bisa bangun sendiri kok itu anak,” kata Star. Jika kalian mengira si Star akan simpati dan love love sama si Susi jawabannya salah sebab si Star orangnya mah tuan tega jika menyangkut si Susi.
“Haih, kau itu gak suka banget sama istrimu. Papa doakan ketika kau bucin istrimu sudah kepincut cowok lain!" Kata papa Dion.
“Haih jika itu terjadi Star yang akan ngawinin mereka. Susi itu bukan tipe aku," kata Star menjawab papanya, ‘Meski rasanya sangat menggit dan gurih’ lanjut Star dalam hati, (Cieee mas Star anu... Kir kir ....)
★★★★
“Star mana istrimu?” tanya mama Divya pagi-pagi.
“Dia masih tidur kali ma, semalam kan Star tidur di ruang tamu. Karena di kunciin dari dalam," kata si Star.
Mama Divya dan papa Dion menginap di penginapan terdekat sebab kamar di rumah itu tak memadai.
“Cepat kau makan sarapan mu mama akan membujuk Susi keluar, dari kemarin dia itu pasti tidak makan karena merasa kehilangan bapaknya.” wanita itu menaiki tangga menuju ke lantai dua dimana kamar sang menantu berada.
Tok... Tok... Tok... Pintu di ketuk.
“Sayang bangun nak!” panggil mama Divya.
Sedangkan di dalam kamar, Susi tengah tidur meringkuk dengan tubuh menggigil. Mungkin karena begadang semalaman memikirkan nasibnya yang malang.
Bagiamana tidak galau. Kemarin adalah hari paling menyakitkan bagi Susi, hilang kepera.wanan dengan cara mengerikan dan di lengkapi dengan kematian bapaknya.
Perutnya sangat sakit, keringat dingin membasahi tubuhnya padahal hari masih pagi.
Tok... Tok... Tok... Ketukan pintu menganggu gadis yang sakit.
“Gimana ma?” suara seorang pria yang paling Susi benci terdengar di luar kamar.
“Ambil linggis Star. Mama takut Susi nekat di dalam,” kata wanita itu khawatir.
Tak lama kemudian.
Brakkk... Brakk... Brakkk... Pintu kamar Susi di congkel menggunakan linggis dan rajang yang Star temukan di dapur.
Gedebuk... Pintu akhirnya roboh.
Ceklek lampu kamar di hidupkan...
“Nak, kau kenapa?" Tanya mama Divya khawatir melihat wajah Susi pucat.
“Sakit!” rintih Susi.
Wanita paruh baya itu adalah seorang dokter, ia memeriksa tubuh Susi yang tengah demam.
“Perutku sakit ma, kema lu an ku sakit!”
“Coba mama periksa ya!”
Susi pasrah di periksa oleh ibu mertuanya.
“Kenapa bengkak begini?”
Susi bercerita jika dirinya di anuin oleh Star, ibu Star itu syok. tega-teganya sang putra melakukan hal seperti ini kepada istrinya. di lihat dari robekan sangat terlihat jelas jika ini pendobrakan paksa sarang menyamuk istrinya.
“Aku akan mengerjai pria ke parat itu."
nyonya divya keluar dari kamar Susi, ketika dia keluar anak dan suaminya sudah menyambut nyonya divya.
“Gimana Susi dek?”
plakkk .. sebuah tamparan menggema.
“Ma kenapa kau tampar star?”
“Dia sakit di anunya Star. mama bisa pastikan bahwa Susi mengalami gejala tetanus di alat ke la min nya." ujar nyonya divya bohong.
“Apakah benar milikku sudah karatan?” gumam star linglung.
TBC....