Demi melunasi hutang sang ayah, Rani rela dinikahi pria yang tidak di kenalnya. Mahardika Permana, pria yang di panggil Mahar itu meminta Rani menjadi istri keduanya, untuk melunasi hutang ayah Rani kepadanya.
Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka? Dan mampukah Rani bertahan dengan rumah tangganya?
Yuk lanjut simak kisahnya di sini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KB
Usai melakukan kegiatan panas selama beberapa kali, mereka tertidur. Namun, tak berselang lama, Mahar bangun dan sadar bahwa Rani sedang sendiri di dalam kamarnya. Dia segera bangkit dan keluar dari kamar Saskia untuk menuju kembali ke kamar Rani.
Saskia yang mendengar pergerakan Mahar berusaha untuk menahannya.
"Mau kemana?" tanya Saskia sambil menarik lengan Mahar.
"Mau ke kamar Rani." jawab Mahar dengan jujur.
"Kenapa secepat itu? Aku masih kangen sama kamu." Saskia mencoba merayu Mahar.
"Saskia, aku harap kamu mengerti. Rani sedang hamil muda dan harus di jagain, lagian kan aku sudah memberimu nafkah batin malam ini." Mahar menolak dengan halus.
Merasa kesal dengan jawaban suaminya, Saskia melepas lengan Mahar dengan kasar. Wajahnya nampak begitu kesal, tapi hal itu tidak merubah keputusan Mahar untuk tetap keluar dari kamar Saskia.
"Kurang aj*ar ! Dia coba coba bermain denganku! geram Saskia setelah Mahar keluar dari kamarnya.
Ceklek,
Pintu kamar Rani kembali terbuka. Mahar masuk ke dalamnya dan dia dapati Rani tengah tertidur pulas. Dia mengecup kening Dara lalu membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Malam malam Rani kini penuh kehangatan dekapan dari sang suami.
Semakin hari Saskia semakin merasa kesal melihat perhatian Mahar yang berlebihan kepada Rani, hingga waktu kebersamaannya dengan Mahar menjadi berkurang.
Kehamilan Rani sudah memasuki usia dua bulan, Mahar selalu memberi asupan gizi yang sangat mencukupi kepada Rani agar calon bayi yang ada di rahim istri mudanya terjaga kesehatannya. Pada bulan kedua kehamilan Rani itu, Saskia mengalami telat masa menstruasi. Hatinya sedikit berbunga karena ada harapan dia akan hamil.
Namun ketika harapan itu mulai terukir di benak Saskia, ternyata tamu bulanan nya datang. Saskia merasa kecewa, tapi dia tidak mau berputus asa. Dia berencana akan ke Dokter spesialis kandungan untuk melakukan program kehamilan tanpa sepengetahuan Mahar.
Saskia merealisasikan niatnya dan pergi ke sebuah klinik Dokter Spesialis kandungan, dan setelah mendapat pemeriksaan khusus, dia mendapati satu penyataan buruk dari sang Dokter.
"Maaf nyonya. Sepertinya rahim anda bermasalah, jadi anda akan sulit mendapat keturunan."
"Apa? Tidak mungkin Dok. Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Saskia.
"Banyak faktor penyebabnya. Maaf, apa anda seorang peminum atau perokok?" Dokter itu mencoba menggali informasi.
"Tidak Dok." Jawab Saskia jujur.
"Apa anda pernah melakukan program KB sebelumnya? Kerena salah satu pemicunya adalah penggunaan pil atau pun suntik KB."
Jawaban Dokter itu tentu tidak bisa di bantah oleh Saskia karena dia memang meminum pil kontrasepsi selama setahun tanpa sepengetahuan Mahar.
"Tapi Dok? Banyak orang yang meminum pil kontrasepsi tapi tidak mengalami masalah?" Saskia belum bisa percaya akan alasan itu.
"Iya, karena hormon setiap orang berbeda. Dan tubuh anda termasuk kering, apalagi anda meminum pil kontrasepsi sebelum memiliki anak."
Penjelasan dari sang Dokter membuat Saskia lemas. Harapannya sirna, kalaupun dia akan berpisah dengan Mahar lalu menikah lagi, maka dia akan tetap sulit untuk memiliki seorang anak. Saskia sungguh menyesali perbuatannya.
"Apa tidak ada cara untuk menyuburkan Dok?"
Pria berseragam putih itu tersenyum, lalu dia berkata.
"Cara sih ada. Tapi tetap butuh waktu yang tidak singkat."
Saskia menghembuskan nafas kasar, dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya tidak akan pernah bisa hamil.
Usai di beri obat dan vitamin, Saskia melangkah kan kaki dengan bermalas malasan untuk pulang. Selama di perjalanan, dia masih saja meratapi nasib sialnya.
"Dasar Bodoh! Aku memang Bodoh!"
Jagan lama lama yaa readers mu oleng ntar kalau kelamaan mah
takutnya ada karma dan dia jatuh miskin..kan malu tuuh kalau ketemu mantan suami n madunya
jgn kelamaan thoor