Karya ini ikut Even ya kakak semua, do'akan yang terbaik.
Pengkhianatan dalam keluarga telah membuat Atta kehilangan orang tuanya dan juga kesehatan nya. Kelumpuhan nya semakin hari bukan lah semakin membaik, tapi malah semakin memburuk. Sehingga Arumi datang dan membuat pengkhianatan itu terungkap, seorang pengasuh yang menjadi pengasuh kesayangan di kediaman Atta Humais. Banyak para pelayan yang iri, Namun... Arumi abai, Karena Atta. Atta menjadi kan nya ratu di istananya dan menjadi wanita satu-satunya yang bertahta dalam hatinya. Mampukah Arumi menyembuhkan Atta yang ternyata di racuni oleh Tante nya sendiri? Dan mampukah Arumi dan Atta bertahan dengan kasih sayang yang beda kasta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Hanya Pion
Demi misinya, Atta tanpa sadari tekan menyakiti hati Arumi. Setuju bertunangan dengan Callista adalah hal yang menyakitkan.
'Kenapa hatiku sakit begini,?' bathin Arumi saat sudah berada di dalam mobil menuju ke perusahaan.
"Kenapa,?'' tanya Atta seraya menyentuh tangan Arumi, Sontak Arumi terkejut dan langsung melihat kearah Atata yang ada di sampinnya.
" Tidak apa-apa, aku hanya tidak suka kalau tuan bertunangan dengan Nona Callista, '' jawab Arumi
Atta tersenyum mendengar kejujuran Arumi, inilah yang Atta suka, Atta mengambil jangan Arumi dan menggenggam nya.
"Kau tahu, ini adalah bagian dari rencana kita, Aku tidak akan pernah tergoda pada Callista, Kita sudah hampir dekat dengan tujuan kita, Kau yang paling beejasa dalam. kehidupan ku ini, Arumi. Tidak mungkin aku akan mengecewakanmu, '' ucap Atta seraya menyentuh pipi Arumi dengan jari jempol nya.
Pandangan mereka saling bertemu satu sama lain, Hingga suara pesan masuk membuat mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan.
"Bentar, " ucap Arumi seraya mengambil ponselnya, Namun... langsung Atta mengambil alih ponsel Arumi dan membaca pesan yang masuk.
[ Teman kakak gak ada, Alamat tempat kau bekerja dimana? biar kakak kesana sekarang,] pesan itu di baca oleh Atta.
''Ini dari kakakmu, ?'' tanya Atta yang merasakan kenal dengn profil di nomor itu
''Iya, kan namanya udah tertulis Kakak, Tuan,'' ucap Arumi
[ Datanglan ke alamat Jl, Xx No xx, Tapi jangan sekarang, Aku masih ada di luar, sekitar jam 4 kami akan tiba di rumah ] pesan itu Atta yang membalasnya, Namun kakaknya Arumi sangat hafal dengan alamat itu.
Beberapa saat kemudian, Mereka sudah sampai di perusahaan.
...----------------...
''Selamat datang tuan, Atta Humais, " ucap para petinggi petugas saat Atta memasuki sebuah ruangan.
Mereka smua duduk setelah tangan Atta terangkat, Arumi dengan setia berada di belakang nya.
''Paman, bacakan!" pinta Atta pada Paman Ridwan.
"Baiklah, Selaku pengacara dari Almarhumah istri tuan Humais, Saya ingin membacakan harta warisan tuan Atta.
"Dengan ini saya mengatakan jika harta saya sebelumnya yang mana Humais telah memberikansegaal asetnya pada sang istri, bukanlah begitu Tuan,?" tanya pengacara Mamanya Atta pada Pengacara nya Papa nya Atta
"Benar Tuan," jawab gugup pengacara Papa nya.
"Setelah itu.. Nyonya Humais telah menuliskan jika seluruh hartanya akan ia serahkan pada Putra satu-satunya, yaitu tuan Atta Humais, selama ini seperti yang kita ketahui tuan Atta mengalami kecelakaan dan membuatnya lumpuh. Tapi saat ini beliau sudah bisa melakukan aktivitasnya jadi ... mulai hari ini perusahaan akan dipimpin kembali oleh Tuan Atta Humais, " ucap pengacara Mamanya Atta sekaligus pengacara perusahaan nya. Semua petinggi perusaan bertepuk tangan kecuali tantenya dan pengacara Papanya. wajah mereka berubah pias dan penuh kekesalan. Namun mereka masih memiliki satu rencana yaitu menikahkan Atta dan Callista.
"Atta, sekarang kau sudah menjadi pemimpin, maka sudah saatnya kau melakukan wasiat dari ayahmu, bertunangan dengan Callista, '' ucap Tante nya Atta yaitu Maya.
" Terserah kalian, Baiklah! kalian semua boleh pergi keruangan kalian masing-masing dan terimakasih atas waktunya, " ucap Atta
"Selamat kembali ke perusahaan, Tuan, " ucap mereka semua.
Waktu seolah berlalu dengan cepat, tanpa Atta ketahui Tante sudah menyiapkan pertunangan di kediaman nya. Saat Atta pulang dari perusahaan nya, Ia sudah di suguhkan dengan rumah yang dihias dengan sebegitu rupa.
"Apa-apaan ini, '' ucap Atta
" Sayang, malam ini adalah malam pertunangan mu dengan Callista, kau hanya tinggal menikmati nya saja, biar kami yang melakukan nya, Callista juga sudah bersiap, Orang tuamu pasti senang dan bahagia jika melihat ini, '' ucap Tante Maya.
''Arumi, bawa aku ke kamar, '' ucap Atta, hang mana langsung di bawa oleh Arumi.
''Keluarkan nanti jam 7 malam, " ucap Maya sekenanya.
...----------------...
Banyak tamu yang datang, Namun Atta masih terlihat begitu emosi.
Sekarang kau dan Callista sudah resmi bertunangan, '' ucap Maya dan Herman begitu juga dengan yang lainnya.
''Berarti sudah ya, Arumi... bawa aku ke kamar''ucap Atta setelah memakai kan Callista cincin. Sebagai tanda mereka sudah bertunangan.
"Atta, acaranya belum selesai, " cegah Maya
"Itu bukan acara ku, ini acara kalian. Aku dari awal tidak menginginkan pertunangan ini, tapi kalian yang memaksa, " ucap Atta dingin namun masih terdengar jelas Oleh beberapa telinga. Tentu mereka langsung bergossip tentang Maya dan Herman, serta acara yang tidak diinginkan oleh pihak laki-laki.
Saat Maya ingin membalas ucapan Atta, Herman melerai nya.
''Biarkan dia, yang penting semua orang tahu, jika Callista adalah tunangan nya Atta, '' bisik Herman pada Maya.
''Papa, lalu bagaimana dengan Callista, Callista malu pa, Bjsa-bisanya Atta meninggal kan Callista disini, " rengek Callista tanpa Callista dan yang lainnya tahu, Arumi sudah memasang alat penyadap di tubuh Callista, Maya dan juga Herman, tepat saat Atta dan Callista bertukar cincin.
Sedangkan Rendra tan habis pikir, jika adiknya bekerja sebagai lengaauh sahabatnya.
[ Kakak tidak jadi menemui mu, Kakaknakan kembali besok atau lusa, ] pesan itu baru saja Arumi baca
[ Kok gitu, kak. Emangnya apa yang terjadi? ] tanya Arumi
[ Kakak ada pekerjaan, jadi lain kali aja ya] pesna itupun menjadi akhir pembicaraan antara Arumi dan Kakak nya. Setelah itu ... Arumi melihat kearah Atta yang termenung.
''Apa yang Tuan pikirkan, ?'' tanya Arumi
''Kamu, '' jawab Atta seraha menatap kearah Arumi
''Aku kenapa?'' tanya Arumi
''Lupakan, Kau yakin.... kita makan menemukan bukti itu, ?'' hanya Atta
''menurut film yang aku lihat dan Novel hanb aku baca, cara ini adalah cara yang jitu, Tuan, '' ucap Arumi
''Film, Novel, jadi... ''
Arumi cengegesan menatap kearah Atta, membuat Atta merasakan gemas melihat senyuman ituitu, Atta pun mencubit lembut kedua pipi Arumi dengan gemas.
''Aku selalu percaya sama kamu, kau kepercayaanku dan juga kekuatanku saat ini, '' ucap Atta.
Malam makin larut, Disaat Arumi belum bisa tertidur, ia memikirkan banyak cara agar semua bisa terungkap. Entah kenapa Arumi ingin sekali hubungan pertunangan antara Atta dan Callista segera berlalu.
'Istirahat lah Arumi, Kau jangan berharap banyak, Atta bukanlah sosok yang bisa kau gapai, ' bathin Arumi.
Pagi menyambut dengan begitu indah. Arumi dan Atta sudah saling membagi tugas untuk mengambil hasi rekaman, semoga ada hasil dari usaha semalam bathin Arumi.
Atat yang mendekati Callista dan mengambil alat sadap sedangkan Arumi. mengambil di bagian Nyonya Maya. Meskipun banyak rintangan saat mencari keberapa alat sadap itu, Karena punya Callista terjatuh tepat di samping ranjang nya, sedangkan punya Tante Maya masih utuh berada di gelang lebar yang semalam Ia pakai, sedangkan milik Herman berada di jasnya.
Arumi dan Atta membawa hasil rekamannya itu ke kamar nya, dan menghubungi pengacara nya, Karena dari hasil semua rekaman itu, Mareka hanya menyebutkan nama seseorang berulang kali.
''Paman akan mencari tahu orang itu dengan segera, kalian tetaplah bersikap seperti biasa.'' ucap pamannya Ridwan
Arumi dan Atta menghela nafasnya dalam-dalam.
''Aku tidak bisa, '' ucap Atta menatap Arumi
''Tuan harus bisa, Karena kita hanya punya cara ini, '' ucap Arumi dengan tanpa semangat
''Apa itu harus, ?'' tabya Atta
''harus tuan, '' jawab Arumi
''Hanya sebentar lagi, Tante Maya tidak akan bisa mengelak lagi, Bukti kuat itu ada pada tante Maya dan pengakuannya, dan hanya Callista Satu-satunya yang bisa membuat tante Maya mengaku, '' ucap Arumi
''Hufff, baiklah.... ''
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Atta mulai rutin datang ke perusahaan, di depan umum, Atta selalu bersikap dingin pada Callista, tapi saat berdua, Atta berusaha memainkan perannya.
''Apakah kau sudah puas belanjanya, ?'' tanya Atta pada Callista
''Puas banget sayang, makasihh banyak, '' ucap Callista seraya hendak mencium Atta, namun.... Atta menolaknya dengan alasan di depan umum
Aku mendukung mu...
Tonjok saja Callista...👊🏻👊🏻👊🏻