NovelToon NovelToon
GAIRAH ISTRI SIMPANAN

GAIRAH ISTRI SIMPANAN

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Harem / Pelakor / Tamat
Popularitas:471.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: Neng Syantik

Menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga orang lain. Tentu bukanlah hal yang di inginkan oleh wanita baik-baik, bukan?

Tapi bagaimana? Jika semua itu sudah bagian dari takdir seseorang? Seperti takdir dari gadis cantik yang bernama Farida Pasha (23 tahun) pelayan di salah satu hotel bintang lima di kota besar itu.

Karena tragedi satu malam yang merenggut kehormatan nya, membuat ia terpaksa menikah dengan Aditia Putra Aditama (32 tahun) pria yang sudah memiliki istri.

Akankah Farida bahagia menjadi istri simpanan? Atau ia akan berakhir menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 BALAS 2

Pagi harinya, pemilik raga Aditia dan Farida sudah sama-sama terbangun.

"Kamu yakin, gak mau ikut mas ke kantor aja? Ninggalin kamu di rumah, mas takut dan juga gak tega," kata Aditia sembari mengusap-usap rambut istrinya yang kepalanya bersandar di dadanya.

"Yakin, mas. Ida gak akan kenapa-kenapa, lagi pula Ida jamin kalau Mbak Karina gak akan senekat itu." Farida meyakinkan suaminya itu, agar suaminya itu mau meninggalkan dirinya di rumah bersama Karina saja.

"Bener ya?" tegas Aditia dan Farida mengangguk. "Ponsel mas, kamu yang bawa kalau gitu. Biar nanti kalau ada apa-apa kamu tinggal hubungi nomer Adam," kata Aditia sembari meraih ponselnya yang ada di samping ranjang.

"Ida kan punya ponsel sendiri," kata Farida sembari meraih ponsel nya yang sudah buluk dan juga ponsel SM J2 yang pemakaiannya terbatas itu.

"Ini ponsel udah waktunya pensiun," ucap Aditia sembari mengambil ponsel yang ada di tangan istrinya dan mengganti nya dengan ponsel merk apel yang sudah di gigit sedikit alias apel yang tidak utuh lagi. "Sekarang pakai yang ini, password nya tanggal lahir kamu. Dan mas jamin, Karina gak akan bisa ambil."

"Tapi, kalau Mbak Karina ngotot karena ini ponsel mas, gimana? Ida kasih ya!" terang Farida.

"Kalau dia ngotot, ya udah kasih aja," kata Aditia. "Emm.. Mas mandi sebentar, ya. Atau kamu mau mandi bareng mas?" tawar Aditia sembari memindahkan kepala istrinya ke atas bantal.

"Mas aja yang mandi, Ida dingin masih ngantuk juga," ucap Farida dengan manja.

Aditia tersenyum, pria itu pun turun dari atas ranjang dan menutupi tubuh istrinya yang hanya mengenakan pakaian dalam dengan selimut tebal.

Masalah Farida yang hanya tidur dengan pakaian dalam? Bukan berarti mereka habis bertukar kepuasaan. Akan tetapi, Farida yang hamil muda selalu saja merasa gerah dan tidak dapat tidur dengan mengenakan pakaian utuh. Jadi, wanita itu menanggalkan gaun tidurnya dan hanya memakai pakaian dalaman saja.

Setelah selesai membersihkan diri dan bersiap, akhirnya Aditia pun pamit kepada istrinya. "Sayang, mas mau berangkat sekarang. Jangan lupa sarapan, dan vitamin nya di minum," kata Aditia kepada Farida.

"Iya, tapi kiss dulu," pinta Farida dengan manja dan menujuk arah leher jenjang dan putihnya.

"Duh, tadi malam mas ajakin main gak mau. Sekarang malah mancing pagi-pagi," ucap Aditia. "Jangan salahin mas ya!"

Yang tadinya Farida hanya iseng minta di beri tanda di area lehernya untuk membuat Karina resah. Ehhh! Malah berakhir menjadi sarapan suaminya, bukan hanya lehernya saja yang di beri tanda akan tetapi bagian dada bahkan bagian bawah nya juga di beri tanda cinta oleh Aditia.

"Ahh.. Mas, Ida tadi cuman minta kiss loh," lirih Farida.

"Salah sendiri," balas Aditia sembari bermain di area bawah istrinya itu.

"Mas, jangan di situ. Ouchh.." Farida menahan kepala suaminya yang berada di bawah sana.

Setelah puas melakukan oral pada istrinya, barulah Aditia melangsungkan permainan panas di pagi hari itu.

Lagi-lagi, Ja lang yang bodoh itu sengaja menguping d*sahan Farida yang ada di dalam kamar itu.

"Mas Adi.." Karina yang menguping, mengigit bibirnya sendiri. Sepertinya wanita itu begitu menginginkan sentuhan.

"Akhh.." Suara serak Aditia menjadi tanda berakhirnya permainan itu. "Makasih sayang." Aditia mengecup pipi istrinya dengan lembut.

"Mas bikin Ida capek," ucap Farida dengan pelan.

"Maafin mas ya, nanti sepulang dari kantor. Mas janji bakal pijitin sampe capek nya hilang," kata Aditia. Pria itu pun mengulang kembali membersihkan dirinya ke kamar mandi, setelah itu barulah dirinya kembali bersiap.

"Keterlaluan kamu mas, semua sentuhan kamu itu cuman buat Arin. Bukan buat perempuan kampung kayak dia," guman Karina yang masih setia berdiri di depan pintu kamar Aditia dan Farida dengan segala kebodohannya yang malah membuat dirinya semakin terbakar.

Adam yang datang dengan sepiring sarapan untuk Farida, segera mengusir Karina dari tempat itu. "Tolong minggir, saya ingin memberikan sarapan untuk Nona Farida!"

"Siapa sih, Dam? Kok perempuan itu kalian perlakukan dengan begitu istimewa?" tanya Karina.

"Yang pastinya, dia adalah Berlian untuk Tuan Aditia. Berlian yang akan menggantikan baru krikil yang selama ini membuat ketidak nyamanan mata!" cetuk Adam.

"ADAM!" geram Karina. Karena tersinggung dan kesal dengan perkataan Adam, Karina pun memilih pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah Karina pergi, Adam tersenyum tipis, pria itu pun mengetuk pintu kamar majikannya.

Tok.. Tok.. Tok..

"Tuan, Nona!" panggil Adam.

"Masuk, Dam. Gak di kunci!" sahut Aditia dari dalam, pria itu sudah selesai beberes dan juga membersihkan kekacauan yang ia buat dan lakukan pada istrinya.

Adam pun masuk ke dalam kamar itu. "Maaf, Tuan. Ini sarapan untuk Nona Farida." Dengan begitu perhatiannya, tanpa diminta dan tanpa di perintah Adam menyiapkan sarapan untuk majikannya yang tengah mengandung.

Sungguh, setiap melihat Farida ia teringat akan mendiang istrinya. Tubuh yang kecil dan tinggi, serta rambut yang lebat dan netra nya yang berwana kecokelatan. Andai saja istrinya itu masih hidup, ia pasti tidak akan merantau dan meninggalkan tanah kelahirannya.

"Terimakasih, Dam. Kau sungguh pengertian," kata Aditia. Pria itu melihat raut mata Adam setiap kali manatap Farida, terlihat jelas raut kesedihan disana.

"Sama-sama, Tuan. Kalau begitu, saya tunggu Tuan di mobil saja!" Adam segera keluar dari kamar itu, ia takut Aditia akan salah mengartikan.

"Kasihan Adam," guman Aditia tapi masih terdengar oleh istrinya yang berada di balik selimut tebal nya.

"Kasihan kenapa, mas?" tanya Farida sembari menyembulkan kepalanya.

"Istrinya meninggal saat melahirkan putrinya 10 tahun yang lalu," kata Aditia.

"Hah? Mas Adam duda?" Farida yang terkejut segera bangkit dan duduk di atas ranjang itu.

"Iya, anak nya perempuan. Nanti deh kapan-kapan kita pinta dia buat jemput ibu dan anak nya," kata Aditia kepada Farida.

"Kasihan Mas Adam, dia pasti begitu sayang sama istrinya. Buktinya sampe sekarang dia gak kawin lagi." guman Farida.

.

.

.

Jam menujukan pukul 09:15, yang artinya sudah hampir dua jam Aditia dan Adam pergi meninggalkan rumah itu.

Farida yang puas berbaring di dalam kamar nya, segera memakai gaun tidurnya dan keluar dari kamar tanpa mandi atau pun membersihkan dirinya terlebih dahulu.

Di tangan wanita itu, membawa beberapa bingkai foto yang akan ia jadikan pengganti foto pernikahan suaminya dengan Karina.

"1 2 3!" Farida sudah berhasil mengganti 3 buah foto yang tertempel. "Hehee.. Yang di sini udah kelar, cuman ada tiga. Kita pergi ke ruang tengah!" Farida menuruni anak tangga rumah itu dan pergi menuju ruang tengah.

Karina yang melihat aksi Farida, menjadi emosi. "Perempuan kampung!" pekik Karina.

Farida hanya menatap nya sekilas lalu kembali menjangkau foto yang tertempel di tembok ruang tengah itu.

"JA LANG!" Karina mendekat dan merebut past foto yang ada di tangan Farida.

"Apa sih perempuan LA BING?" Farida berbicara dengan suara lembutnya. Sungguh Karina semakin muak di buatnya.

"Siapa yang suruh kamu menurunkan foto pernikahan aku dan Mas Adi?" geram Karina.

"Gak ada yang suruh, cuman Mas Adi udah bilang. Kalau aku bebas di rumah ini, karena semua ini milik aku!" tegas Farida.

Plak! Karina melayangkan tamparan pada wajah putih Farida.

"PELAKOR si*lan!" maki Karina.

"Istri MURAHAN!" balas Farida.

Plak! Farida pun membalas tamparan Karina.

"Ingat! Kalau gak mau suaminya di goda dan di rebut oleh wanita lain, di jaga dong. Apa lagi Mas Adi itu tampan dan kaya," kata Farida.

"Dan ini! Untuk bunga satu tamparan tadi!"

Plak! Farida kembali menampar pipi sebelah Karina.

"SAYA AKAN TUNJUKAN, SEBERAPA KEJAM NYA SAYA SEBAGAI PELAKOR DI RUMAH INI!" tunjuk Farida sembari mengambil alih past foto yang ada di tangan Karina.

"Ku bunuh kamu!" Karina mencoba untuk menjangkau rambut Farida. Farida yang mendengar drap langkah kaki memasuki rumah itu, sengaja membiarkan perbuatan Karina pada dirinya.

"Tolong.. Tolong.. Ampun, mbak. Rambut Ida sakit!" pekik Farida dengan suara memelas nya.

"KARINA!"

1
Ani Aqsa
sy suka visual Aditiya
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Ita rahmawati
bagus ceritanya dn suka bgt 🤗
Ita rahmawati
tragisnya nasib bara 🥺🥺
Ita rahmawati
iyalah kn byk duit pasti bisa bebas,,tinggal gmna nih nasib bara
Ita rahmawati
hadeuh dam² knp harus sampe bgtu 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
knp si adam terkesan lebay gitu sih perhatiannya ke farida,,ngelebihin suaminya 😏😏
Ita rahmawati
gpp ini mah tulus kok di sygnya mereka
Ita rahmawati
apem udah nasih masih ada yg mau makan bahkan dg tulus tp bkn nya tobat dn bersyukur malah ngelunjak 😏😏🙄🙄
Ita rahmawati
jgn² adtia mendadak melipir krn pengen kencing 🤣
Ita rahmawati
yah namanya geh orang stres dibilangin bukannya sadar malah gk karu²an 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
pake ngadu,,justru itu semua akan jd bomerang buatmu karina karina 😏
Ita rahmawati
kyknya si sya itu adalah farida deh
Ita rahmawati
jgn² farida adeknya bara 🤔
Ita rahmawati
waduh mirip siapa nih maksud bara
Ita rahmawati
bner² pelakor nih si farida 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
farida 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
hamil nih pasti
Ita rahmawati
dendam bgt si farida sm katina 🤭
Ita rahmawati
bener si karina bikin mdlu para wanita sm kelakuannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!