NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 - Awal/Akhir

Pernikahan, entah ini awal kebuah kebahagiaan, atau justru akhir kebebasan. Dengan balutan kebaya putih dan hiasan sederhana sesuai tema yang Syakil tentukan, kini wanita cantik yang sempat disia-siakan sang mantan itu tengah duduk si sisi Syakil sebagai pengantin wanitanya.

Secepat itu, dua minggu lalu Syakil melamarnya tanpa memberikan pertanyaan apakah Amara menerima atau tidak, siap ataupun tidak dan sejak awal pertemuan, pria itu sudah mendominasi hubungan.

Pertemuan keluarga sudah membuat nyali Amara ciut, kini di hari pernikahannya lebih gila lagi. Kaki Amara bahkan lemas, lebih sintingnya lagi bosnya bahkan duduk di antara tamu undangan. Jelas saja hal itu terjadi lantaran Ibra mengenalnya cukup baik, ternyata dunia memang benar-benar sempit.

"Ananda Syakil apakah sudah siap?"

"Siap!"

Syakil menjawab mantap, pria itu sama sekali tidak ada gugup-gugupnya. Pernikahan mereka cukup tertutup, memang tidak begitu ramai namun bukan juga pernikahan yang disembunyikan.

Selama proses pengikatan janji suci itu, Amara hanya terdiam. Dadanya kian berpacu sangat cepat, entah dia tegang sendiri atau memang pernikahan akan begini.

Syakil yang mengcapkan kalimat qabul, tapi justru Amara yang menahan napas. Khawatir sekali jika pria itu melakukan kesalahan yang kerap terjadi pada teman-temannya.

"Bagaimana saksi?"

"SAH!!"

Mikhail jadi salah satu saksi, dan percayalah suara pria itu paling mendominasi. Setelah ditunda bertahun-tahun, akhirnya tugasnya menjadi saksi kini benar-benar terlewati.

"Ra."

Pertama kali menatap mata Syakil dengan statusnya sudah resmi sebagai suami istri, Amara memerah kala pria itu mengecup keningnya beberapa saat, begitu dalam bahkan Mikhail sampai menarik pundak adiknya lantaran terlalu lama.

"Ck, mengganggu saja," omel Syakil tak terima lantaran tingkah Mikhail menjadi bahan tertawaan para tamu yang menyaksikannya.

"Teruskan nanti malam, kita masih harus berdoa, Syakil."

Terlalu banyak air mata haru berbalut tawa saat ini, Amara bingung juga kenapa banyak sekali yang menangis. Tidak hanya mata Syakil yang berkaca-kaca, tapi Kanaya dan Zia di belakangnya bahkan terisak, padahal ini adalah hari bahagia, bukankah seharusnya mereka bahagia? Sungguh, Amara tak habis pikir kini.

.

.

.

Syakil pernah berkata, dia introvert sehingga pernikahannya akan sedikit rahasia dan akan sederhana. Dalam pikiran Amara, mungkin pria itu hanya akan menikahinya di rumah bahkan mungkin menikah di kantor urusan agama. Akan tetapi, definisi sederhana bagi Syakil berbeda, di mata Amara tidak ada yang sederhana saat ini.

Sedikit rahasia, mungkin yang dia maksud tidak ada media yang meliput dan yang datang hanya orang-orang penting saja. Pernikahan di hotel bintang lima dengan konsep sesederhana apapun bagi Amara tetap saja tidak sederhana.

"Kamu kenapa, Ra? Capek? Pegel ya?"

"Hm, sedikit," tutur Amara menjawab pelan, dia juga bingung sebenarnya yang lelah itu batinnya atau fisiknya.

Bagaimana tidak, di hari pernikahannya Amara hanya memiliki Eva seorang. Meski wanita itu sedikit menyebalkan, akan tetapi hari ini dia butuhkan kehadirannya.

"Sabar ya, sebentar lagi selesai ... tahan dulu, istrinya Syakil." Syakil mengelus pundak hingga pinggang Amara, dia paham istrinya mungkin saja pegal lantaran duduk di singgasana keabadian itu sudah berjam-jam, padahal sudah Syakil katakan tidak perlu pakai pelaminan karena khawatir akan terjadi hal begini.

"Udah-udah, nggak capek lagi."

Amara menahan tangan Syakil yang mulai beralih bukan lagi di punggung melainkan sudah sedikit turun. Ya, meski memang sudah sah tapi kan malu juga dilihat keluarga besarnya, pikir Amara.

Keluarga besar Syakil sangatlah baik dan begitu menerimanya senagai menantu. Bahkan Kanaya berterima kasih berkali-kali pada Syakil karena sudah mampu menjaga diri wanitanya, entah sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu hingga mertuanya begitu, pikir Amara.

Hanya saja, ada satu hal yang membuat Amara lebih bingung lagi. Yaitu, sewaktu mereka menyebutkan nama wanita lain di hadapannya, bukan hanya satu tapi hampir setiap yang bertemu dengannya akan mengatakan hal sama.

Seolah pernah mengenal, namun demi Tuhan bagi Amara mereka adalah orang asing yang bahkan dalam mimpi pun belum sempat bertemu.

"Syakil, boleh aku bertanya satu hal?" Amara semakin resah dengan hal yang dia hadapi hari ini, dunianya semakjn tidak jelas dan Amara merasa seolah kehilangan potongan kehidupannya.

"Apa?" tanya Syakil menatap lekat wajah cantik sang istri, nampaknya wanita ini akan banyak pertanyaan dan Syakil harus siap-siap memberikan jawabannya.

"Ganeta siapa?"

Syakil mengalihkan pandangannya, pria itu menghela napas kasar. Nampaknya Amara benar-benar terganggu dengan ucapan keluarganya yang terus saja membahas kekasihnya di masa lalu.

"Maaf aku tanya, soalnya banyak yang salah panggil namaku ... apa kamu kenal dia?"

"Belum saatnya kamu tau, sekarang jangan pikirkan itu."

Syakil akan jelaskan, tapi nanti. Jika sekarang dia utarakan, ketakutan akan kehilangan wanita di hadapannya ini muncul begitu saja. Tidak ada yang salah dengan dirinya, pria itu hanya tersenyum kala Amara kembali meminta maaf karena pertanyaan ini dirasa sedikit sulit untuk dijawab.

Tbc

Assalamualaikum❣️

Mungkin ada beberapa pertanyaan, kenapa upnya nggak sengeggas Ibra dan juga Mikhail, atau yang lainnya. Sebelumnya aku mohon maaf, akhir-akhir ini memang kesehatanku nggak sebaik itu, dan ini juga alasan kenapa aku hapus Istri Tak Tersentuh. Yang sakit punggung sampai pinggang itu adalah aku, bukan Amara saja🤗

Thor kenapa langsung nikah : Biar bebas, kita pakai alur cepat karena kehidupan Amara dan Syakil yang sesungguhnya itu dimulai setelah ini. Melepaskan diri dari tema MBA

1
Gintania nia
selalu bagus sampai titik terakhir
apajalah
👍👍🍂🍂🍃🍃🍁🍁👍
apajalah
😊🍂🍃🍁🍂🍃🍁😊👍👍👍
apajalah
👍🍁🍁🍃🍂🍁🍃🍂🍂😊
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waahh beneran Tamat, Ceritanya TOP Markotop pokoknya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagi tegang²nya nunggu Amara mau lahiran malah ambyyaaarr sama kelakuan Mikhail.. ampuunn, ga hilang² kocaknya Khail.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dasar Syakil air masuk kamar malah ngawur... saking stresnya ngadepin bumil ya yang moodnya gampang berubah².🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kocak Syakil asisten merangkap jadi ipar dari mantan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
somplakkk Syakil pengen di bejek sama Zia kalau dia denger.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunnn ternyata Wanita yang ikut Mikhail Kendrick toohh.... di kirain wanita beneran ... biar apa siihh pake nyamar segala.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh Amara nasibnya nanti gimana baru juga bahagia malah ada badai lagi..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mungkin Ibra mikirnyabAmara bekas wanita malam kah.... jangan² Eva berulah ngomong ke Ibra yang aneh² tentang Amara karna jatah uangnya berkurang.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mending lepaskan saja Ganeta lah Syakil, mau di apain juga terserah orang sama ortunya sendiri.... mending cukup fokus dengan rumah tangga mu dari pada yar kamu yang nyesel kalau ada apa² dengan Amara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
.ikhail bukannya ngademin biar Syakil tenang malah tambah ngacawin... sebagai kakak harusnya bisa lihat situasi dan kondisi laahh... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
balas Ra peluk siapa kekk... peluk Mikhail juga ga apa² buat bikin Syakil cemburu tapi ijin dulu sama Zia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bagus Syakil kamu sudah ambil tindakan tepat dengan membawa Amarabdenganmu ke RS bertemu Ganeta tapi jangan sampe kamu lupakan Amara saat kamu bertemu dwngan masa lalu mu meskipun Ganeta ingin kembali padamu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
apa pun ga apa² Ra, akundukung buat kamu kalau Syakil beneran slengki potong saja si Juno'nya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kakak ipar idaman.👍🤭
tapi kalau deket seneng banget jahilin adik iparnyabsampe ketar ketir. 😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pelan² saja Ra, selami perasaanmu sama Syakil...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mamah Kanaya saking Euporia'nya sampe ga nyadar lompat² di kasur... untung ga ambruk.😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!