NovelToon NovelToon
Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Arkya

"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.

Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.

Gadis itu bernama Zahira Banafsha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisa-bisanya Memeluk

Sore itu banyak sekali kendaraan berlalu lalang, bersalip-salipan di jalanan. Jam pulang kerja memang waktu yang ditunggu-tunggu bagi mereka agar segera sampai di rumah. Mengistirahatkan badan yang cukup lelah setelah seharian bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan pasangan ini. Si pria begitu santai mengendarai sepeda motornya seperti sedang menikmati momen yang tidak pernah ia rasakan.

"Kak, apa sepeda motorku sudah selesai?" Tanya Zahira dengan suara sedikit keras. Masih dengan jarak aman duduknya.

"Belum, mungkin besok baru bisa diambil." Jawab Adam agak keras juga, menoleh ke samping sebentar.

Namun tiba-tiba Adam mengerem mendadak karena tidak mengetahui bila ada lubang di depannya membuat Zahira meringsek ke depan memeluk tubuh laki-laki berparas tampan itu, Zahira pun dibuat kaget.

"Aduh." Keluh Zahira tanpa sadar kalau kedua tangannya memeluk pinggang Adam.

Adam yang dipeluk Zahira, tubuhnya langsung menegang. Tidak tahu harus bagaimana karena ini pertama kalinya ia disentuh oleh perempuan. Zahira sendiri belum menyadari jika dia masih setia memeluk tubuh atletis itu.

"Eh, m-maaf Kak.. aku nggak sengaja. Tadi kaget aja karena Kakak ngerem mendadak." Ucap Zahira dengan takut lalu melepaskan pelukannya dan kembali duduk normal.

Adam tidak menyahuti ucapan Zahira, setelah gadis itu melepas pelukan di tubuhnya. Adam mulai melajukan motornya lagi.

"Duh.. apa dia marah ya, dasar kamu Zahira.. bisa-bisanya meluk tubuhnya." Rutuk Zahira dalam hati.

Saat sampai di kampung mereka, banyak sekali pasang mata yang melihat Adam dan Zahira berboncengan. Karena baru kali ini mereka melihat kedekatan antara Adam dan Zahira yang begitu mencolok.

"Eh, ibu-ibu itu bukannya Adam dan Zahira ya?" Tanya salah satu ibu-ibu kepada teman sebelahnya. Mereka berkumpul di salah satu rumah warga menemani anak-anak mereka bermain.

"Iya. Bener kamu, itu memang Adam dan Zahira!" Seru ibu-ibu yang memakai daster maroon.

"Apa mungkin mereka pacaran?" Tanya ibu yang berbadan tambun.

"Mungkin, tapi jika mereka pacaran. Mereka serasi kan." Ucap ibu-ibu yang memakai kerudung instan.

"Sangat serasi malah, yang satu cantik dan satunya tampan. Ya, aku do'akan biar mereka tidak lama-lama pacarannya, mengingat umur Zahira sudah pantas memiliki anak. Benar kan ibu-ibu!" Seru ibu-ibu yang memakai daster maroon tadi meminta pendapat pada yang lainnya.

"Iya, betul sekali." Mereka semua mengangguk setuju.

Mereka belum tahu saja jika yang mereka bicarakan tadi adalah calon suami istri. Karena yang tahu hanya keluarga besar mereka saja. Dan tidak perlu di umbar-umbar biar mereka tahu dengan sendirinya nanti.

Adam membelokkan kendaraannya ke gang rumah Zahira. Setelah sampai Zahira langsung turun dari motor Adam. Ibu Zahira yang lagi duduk dengan Bapak di teras depan, terheran melihat keduanya. Kenapa bisa berboncengan.

"Assalamu'alaikum.." Ucap salam Adam dan Zahira bersamaan.

"Wa'alaikumsalam." Jawab kedua orang tua Zahira.

Adam dan Zahira menyalami mereka. "Motor kamu ke mana Nduk.. kenapa dibonceng Nak Adam?" Tanya sang Ibu penasaran kemudian mempersilahkan Adam untuk duduk.

"Mogok Mak." Jawab Zahira.

"Terus Nak Adam.. kok bisa tahu kalo motor kamu mogok?" Kali ini Bapak yang bertanya.

"Tadi kami makan siang berdua Pak. Pas Hira mau balik ke tempat kerja. Eh, motornya nggak mau nyala." Jawab Zahira dengan cengiran kecil.

Bapak geleng-geleng kepala. "Untung ada Nak Adam, jika tidak kami pasti khawatir Nduk. Nanti kamu pulangnya gimana." Ucap Bapak.

"Terima kasih ya Nak Adam sudah antar putri kami pulang." Sahut Ibu Zahira.

"Sama-sama Mak." Balas Adam ramah.

"Kak Adam aku buatkan minum dulu ya." Tawar Zahira sebagai ucapan terima kasihnya.

"Tidak usah, aku harus pulang." Tolak Adam.

"Tidak apa-apa Nak Adam, Nak Adam pasti haus kan." Kata Ibu Zahira.

"Tidak Mak, terima kasih untuk tawarannya. Tapi saya harus pulang." Tolak Adam sekali lagi karena badannya benar-benar sudah gerah, lengket dengan keringat.

"Ya sudah jika tidak mau, Nak Adam juga butuh istirahat." Ucap Ibu Zahira memaklumi.

"Makasih banyak ya Kak tumpangan gratisnya." Ucap Zahira diselingi candaan tak lupa senyuman manis ia sematkan.

Adam mengangguk disertai senyuman tipis.

.

.

.

Bersambung...

1
Shifa Burhan
novel menunjukan bertapa munafiknya wanita
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa


Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya

contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor

dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor

sekian dan Terima kasih
Shifa Burhan
kalau posisi dibalik ada wanita lain yang begitu dan adam malah beraksi kayak Zahira pasti reader2 wanita udah pasti ngamuk semua pada adam, katain adam tidak tegas dan tidak menghargai perasaan istri lah

tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
Astrianingsih
pinisirin
Han Lifa
Luar biasa
Shifa Burhan
pelakor diperlakukan kasar

ini pebinor diperlakukan lembut

ini kehebatan wanita kalau buat novel
Shifa Burhan
kalau pelakor yang berulah
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan

tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah
Arkya: iya ya Mams.
total 1 replies
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
semoga adam dan zahira bahagia...
Rhenii RA
Salad bukan salat
Wulandari Wahyuni
sama suami mksdnya kakk kan?
Arkya: Apa Kak?
total 1 replies
Inara Rizky Haky
sebenarnya adam kenpa si ma zahira
Vany Olla
bgus certanya
Kartinahkaton Love Nowfal
baik
Nafik Yuliyan
😀😀😀😀😀😀😀😀😍😍
Yanny Tjadu Hina
ceritanya keren👍👍
Nafik Yuliyan
so sweet 😍😍
Nafik Yuliyan
gemes deh
Nafik Yuliyan
ahay kak adam 😍😍
Nafik Yuliyan
😍😍😍😍😍😍😍😍
Licha Yati
sempurna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!