Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir pekan
" Reva pulang bareng gue yuk." ucap Ardo menghentikan motor nya itu di depan Reva.
" Hehe kk ngak usah deh, nanti Reva jadi ngerepotin." balas Reva tak enak hati.
" Enggak kok kan sekalian pulang bareng." balas Ardo dengan senyum nya yang menghasilkan lesung pipit di pipinya.
Rey dari kejauhan melihat Ardo yang menawarkan tumpangan kepada Reva langsung melajukan mobilnya ke arah mereka.
" Naik!" ucap Rey datar
Mendengar suara Rey menyuruhnya naik ke mobil Rey, membuat Reva terpekik kaget.
" Lo enggak dengar gue bilang naik!" ucap Rey lagi dengan nada dingin nya.
" iya iya gue naik." ucap Reva dan meminta maaf kepada Ardo karena tidak pulang bersama nya, Ardo pun hanya tersenyum dan melambai kan tangan melihat Reva memasuki mobil Rey.
Rey segera melajukan mobil miliknya bahkan tidak melirik ke arah Ardo sedikit pun.
" Lo kenapa lagi sih katanya nyuruh gue nutupin hubungan kita, tapi lo yang nujukin sendiri sama Ardo tadi." ucap Reva di mobil, tak terima dengan perlakuan Rey.
" Cih emang lo pikir kalau Ardo ngantar lo ke rumah kita, dan liat kita tinggal berdua apa enggak membuat dia semakin curiga." balas Rey sambil menatap Reva kesal.
" Oh iya gue lupa masalah itu hehee maaf maaf gue khilaf. " balas Reva sambil tersenyum manis.
" Kk Rey, Reva akhir pekan ini mau pergi jalan sama Ardo ya." ucap Reva lagi.
" Enggak boleh, akhir pekan ini lo temanin gue lari pagi. " ucap Rey dingin.
" Isss kok gitu sih, kan kk Rey bisa lari sendiri emang enggak punya kaki apa untuk lari sendiri." jawab Reva mulai kesal.
" Emang gue ada nyuruh lo ngendong gue? Gue cuman minta temenin doang kali, dan gue enggak suka lo dekat dekat sama Ardo." ucap Rey.
" kenapa kok enggak suka? emang kk Ardo ada masalah sama kk Ardo ya? " tanya Reva.
" masalah itu karena lo " batin Rey.
" pokoknya enggak boleh, dan akhir pekan nanti lo temenin gue titik. " keputusan final Rey.
Reva pun mulai kesal dan mengerucutkan bibir nya mendengar keputusan Rey yang dibuat seenaknya tanpa ada kesepakatan dari dia.
Rey melirik sekilas ke arah Reva yang tidak bersuara lagi dan tersenyum terukir di bibir nya.
" kenapa dia kalau lagi kesal imut banget sih aaaaa sial " batin Rey.
Sesampainya di depan rumah Rey hendak keluar, namun niatnya terhenti saat dia melihat Reva sedang tertidur pulas di samping nya. Dia menatap lekat wajah cantik milik Reva dan tersenyum tulus. Ntah lah ntah sudah berapa kali Rey tersenyum padahal hanya melihat Reva saja, Rey menyingkirkan anak rambut Reva yang menutupi wajah cantiknya Reva, Reva yang merasa terusik akhirnya terbangun.
" Hmm kk kita udah sampai, maaf ya kk Reva ketiduran tadi." gumam Reva sambil mengucek matanya.
Rey pun tak menghiraukan dan beranjak pergi meninggalkan Reva.
" dasar manusia es gue makan juga lo nanti " batin Reva frustasi.
*******
" Hei lo bisa cepat enggak sih " ucap Rey.
Hari ini Rey dan Reva akan lari pagi.
Rey sudah bersiap siap dengan mengenakan kaos putih polos yang melekat sempurna di badan proporsional milik nya itu, dan mengenakan celana pendek serta sepatu sport hitam miliknya.
" isss dia ini keturunan dewa Yunani ya, kok bisa sih dia tampan begitu padahal hanya mengunakan pakaian sederhana. " batin Reva.
" Bentar Reva mau nyiapin sarapan dulu." balas Reva.
" Ckck enggak usah kita makan diluar aja buruan!" balas Rey.
" iya iya bentar " balas Reva.
Tak lama kemudian Reva turun dengan mengunakan kaos abu abu dan celana olahraga panjang yang senada dengan kaos yang digunakan nya, dan memakai sepatu sport miliknya yang berwarna putih serta mengkuncir rambut hitam miliknya.
Mereka pun mulai berjalan ke area taman yang berada tak jauh dari rumah mereka.
"Kita makan dulu sebelum olahraga nanti loh pingsan gue juga yang susah. " ucap Rey.
" *I*ya iya terserah padamu saja tuan Rey " batin Reva.
mereka pun memakan sarapan bubur Yang mereka beli di sekitar taman dan melanjutkan olahraga mereka.
" awww sakit banget" teriak Reva dari belakang Rey, yang membuat Rey spontan menoleh.
" Lo jalan gimana sih? Kok lo bisa jatuh? " ucap Rey sambil memegang kaki Reva.
" Mana gue tau, tanya aja noh sama itu batu kenapa bisa ada di situ, kan gue jadi kesandung " balas Reva.
" Yang salah itu lo b*g* masih aja nyalain batu " balas Rey sambil menyentil pelan kepala Reva, Reva pun hanya mengerucutkan bibir nya kesal.
" Aduh duh sakit." pekik Reva saat Rey berusaha melihat luka yang ada di kaki Reva akibat dia terjatuh tadi.
" Ya udh naik gue gendong " ucap Rey sambil berjongkok membelakangi Reva
Reva pun naik ke punggung Rey,dan Rey membawa Reva ke tempat duduk di sekitar taman.
Taman itu sudah terlihat sepi karena matahari sudah mulai naik sehingga pengunjung yang berolahraga sudah mulai pulang ke tempat nya masing masing.
" Bentar gue mau beli perban untuk merban luka lo." ucap Rey meninggalkan Reva dan pergi membeli perban ke apotik terdekat.
Setelah Rey membelikan perban, dia dengan sigap berjongkok dan membalut luka di kaki Reva. Di matanya tersirat kekhawatiran.
" kenapa lagi dengan gue sih mengapa rasanya hati gue berdebar debar tak karuan gini." batin Reva sambil memegangi dadanya dan melihat Rey yang sedang membalut lukanya.
Saat Rey mendongkak membuat mata mereka saling bertatapan untuk beberapa detik, namun Rey memutus kontak mata tersebut hendak berdiri dan duduk di samping Reva setelah membalut luka yang ada di kaki Reva.
"kk Rey boleh belikan Reva minum ngak, Reva haus. " ucap Reva dengan pandangan memohon.
"Cih kali ini aja, karena kaki lo sakit jadi gue maklumin, tunggu di sini dan jangan ke mana mana. " ucap Rey dan berlalu pergi meninggalkan Reva.
Reva pun tersenyum dan mengalihkan pandangan nya melihat lihat taman yang sudah sepi tersebut sambil sesekali memainkan ponsel nya.
Bruggg
Rey kembali dengan membawa sebotol air mineral dengan langkah cepat dia pergi menemui Reva yang sedang berapa di taman.
Dia agak susah menemukan penjual air mineral sehingga dia harus pergi lumayan jauh. Entah mengapa rasanya hatinya gelisah memikirkan Reva yang berada di taman.
Tugg
Air mineral itu jatuh dari tangan Rey dan menyentuh tanah.
"Reva " ucap Rey lirih.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"