NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Status: tamat
Genre:Romantis / Berondong / Cintamanis / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:471k
Nilai: 4.7
Nama Author: Melisa

Ini novel keduaku, sekuel dari aku bukan pembawa sial


Gilang, seorang pemuda masih duduk di bangku SMA menyukai seorang janda beranak tiga.


Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertama kali mereka bertemu iwaktu yang tidak tepat.


Mampukah Gilang, meluluhkan hati seorang janda yang baru berpisah dengan suaminya? Mampukah ia meluluhkan tiga orang satpam janda itu??


Ataukah Gilang akan mundur??


Inilah kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tamu

Mereka yang sedang asik makan sambil bersenda gurau dikejutkan dengan suara pintu diketuk dari luar.

Tok, tok, tok.

''Assalamualaikum Lis...'' mereka saling pandang. Ira bangkit dan membuka sambil menjawab salam.

''Waalaikum salam...''

''Mamak mu ada??'' tanyanya

''Ada Opung, ayo masuk.''

''Terimakasih anak manis..'' Ia melangkah masuk dan terkejut melihat mereka sedang makan bersama-sama.

''Eh, eh lagi makan rupanya.. ku pikir Alisa mau pulang kampung makanya aku kemari untuk memastikan maaf ya..'' katanya tak enak hati.

''Eh Opung ada apa ya ada masalah kah??'' tanya Alisa.

''Tidak.. aku pikir kau itu mau pulang kampung karena kulihat ada mobil rental diluar makanya datang kemari untuk memastikan saja..'' sahut nya dengan logat batak.

Gilang yang mendengar kalau mobilnya adalah mobil rental menjadi Cengo. Lana yang melihat pun terkikik geli.

Lain lagi dengan Ira dan Pak supir, mereka menahan tawanya. Alisa diam saja ia hanya tersenyum tipis melihat Gilang.

''Ohh ya tidaklah Opung saya sedang kedatangan tamu. Nih, orangnya sedang makan! Mari Opung makan bersama kita?''

''Tidak usah lah Lis.. kalau begitu aku balik dulu ya tidak enak mengganggu kalian sedang makan..''

''Tak apa Opung masih banyak kok, tak baik menolak rejeki.''

Ia memandang pemuda yang masih sangat muda dan juga pria paruh baya, ia heran siapa tamu Alisa ini sebenarnya? Seperti orang kaya saja? Pikirnya.

''Mari Opung dimakan !''

Opung terkejut saat Alisa mengajaknya makan. Bukan karena apa sih, Alisa tau kalau Opung penasaran dengan dua tamunya ini.

''Wesss.. Ayam kentaki ini banyak pula kau beli maulah Opung kalau begitu, bagilah Opung Satu box aja ya Lis untuk cucu Opung dirumah bolehkan Lana?''

Lana yang mendengarnya pun jadi melongo. Belum lagi Gilang, ia Memandang Opung dengan mulut menganga. Ira yang melihat mereka berdua mengulum senyum.

Bagaimana tidak,Gilang dan Lana bertingkah seperti itu. Tamunya ini sungguh aneh! Diajak makan eh malah minta. Kalau mintanya sepotong sih oke. Lah ini? Satu box euuy..

Lana lama terdiam dengan mulut penuh makanan akhirnya menjawab pertanyaan nenek tua itu.

''i-Iya Pung boleh kok, tapi nggak satu box ya.. Abang aja baru makan sepotong Opung malah minta sebox, disini yang punya siapa? Kan Abang Pung? Jadi Opung cukup menikmati saja dan pulang nanti akan dibungkus oleh Mak Abang, oke??'' sahut Lana.

Opung yang mendengar pun menjadi malu sendiri.

''Abang! Nggak sopan bicara seperti itu kepada orang tua! ayo minta maaf!'' tegur Alisa .

"Maaf Pung, Abang sengaja bilang gitu karena Abang pun baru sekarang bisa makan ayam KFC. Lah Opung? Saban hari Abang lihat makan ayam kentaki. Tuh, didepan warung nya Kak Mila.'' ucap Lana seperti tak merasa bersalah sedikitpun.

Alisa melototkan matanya kepada Lana.

Sedangkan Gilang, ia hampir saja menyemburkan makanannya saat Lana mengatakan itu kepada tamunya.

Ia terbatuk batuk, Pak supir dengan sigap memberi minum ke Gilang. Sharing menepuk-nepuk punggung Gilang.

Ira tak tahan ingin tertawa, ia permisi ke belakang dan pecahlah tertawanya tapi ditahan sambil menutup mulutnya.

Opung merasa dipermalukan oleh Lana. Ia salah tingkah dan hanya bisa menunduk. Alisa dengan segera mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk Opung.

"Maafkan kan Lana ya Pung, maklum ia baru kali ini makan ayam KFC. Jangan diambil hati ya Pung ucapan nya? Mari Pung kita makan.?" Imbihnya tak enak hati.

Opung melihat ayam kentaki pun matanya berbinar senang. Hilang sudah rasa malunya. tak tanggung-tanggung ia nambah makan hingga dua kali.

Mereka semua terdiam. Berbeda dengan Lana, ia sedang mencari ide untuk menegur nenek tua yang suka makan itu.

Lana menopang dagunya memandang Gilang, sedangkan Gilang yang melihatnya memberi kode dengan menggerakkan matanya menunjuk Opung.

Lana mendapatkan ide cemerlang, ia tersenyum manis. Gilang terkekeh melihat tingkah Lana.

"Ehm.. enak ya Pung ayam kentaki nya??" tanya Lana.

Opung hanya menjawab dengan anggukan saja karena mulutnya sedang mengunyah ayam kentaki.

"Enakan mana ayam kentaki punya Abang, atau ayam kentaki sama punyanya Kak Mila.'' Lana tersenyum jahil.

Opung menelan makanannya dengan cepat saat mendengar pertanyaan Lana.

"Punya si Mila tuh tidak enak! daging ayamnya kecil belum lagi tepung nya sedikit kali bumbunya, belum lagi kalau makan disana harus bayar lapak tempat duduk karena kepenuhan, lah ini ayamnya besar dagingnya full bumbunya pas dan tepungnya krispi sekali ini .." Lana terkikik geli mendengar jawaban dari nenek tua itu. Ia jadi tambah semangat lagi mengerjai nenek tua yang suka makan gratis.

"Apa bedanya Pung?? kan sama aja sama sama ayam??" tanya Lana pura pura bodoh.

"Ya jelaslah beda kali, diwarung nya si Mila kan Opung bayar kalau disini kan tidak? tinggal datang, duduk, makan tanpa bayar pula alias gratis tis tis..." Sahut nya tanpa sadar.

Lana yang mendengarnya nya langsung saja menyerang Opung dengan perkataan pedasnya.

"Oohh.. jadi karena itu opung kemari ? karena Ingin makan gratis toh... bukannya untuk melihat Mak abang mau pulang kampung ? berarti Opung memang berniat banget ya datangin kerumah kami karena tau kami sedang makan enak? begitu kah Pung?? karena gratis kan Pung?? seharusnya Opung tuh malu sama tamu Abang.. masa baru datang duduk, makan! langsung minta bawa pulang sebox lagi! apa itu namanya kalau bukan pelit! Udah tua harus rajin sedekah biar banyak pahalanya ketika mati jangan tambah pelit kayak nyai Roro Mendut aja!!" ketus Lana bersidekap tangan didada.

Opung yang mendengar nya terkejut dan terbatuk batuk hingga tersedak. Untung saja Alisa cepat memberikan air, jika tidak nenek itu pastilah koit karena makan ayam kentaki.

'' Dasar nenek nenek udah tua masih saja doyan makan.'' Ketus Lana lagi.

Alisa yang mendengar ucapan Lana jadi terperangah demikian juga dengan Gilang dan Pak sopir.

Mereka melongo melihat Lana berbicara begitu bijaknya seolah dialah yang paling dituakan disana.

Bukan itu saja, Lana berpura pura bodoh setelah mengucapkan hal itu. Ia sibuk makan ayam kentaki nya kembali.

Sedangkan Opung si nenek tua suka makan gratis' jadi bertambah malu. Wajahnya memerah hingga sampai ke telinganya.

"Ehm, ehm.. Opung sudah selesai makan! terimakasih ya Lis sudah menjamu tamu tak diundang ini, maaf jika Opung mengganggu acara makan bersama kalian! sekali lagi Opung mohon maaf ya??" Ucap Opung.

"Lis.. Opung pulang dulu ya sekali lagi terimakasih!''

Ia bangkit dari duduknya dan berjalan kedepan, belum sampai didepan pintu Lana menegur nya kembali.

"Tunggu Pung.." panggil Lana.

"Iya.." sahutnya.

"Ayam KFC nya jadi Opung bawa pulang?? biar Abang bungkusan nih??" imbuh Lana, sengaja menyindir nenek tua itu.

"Eh? Oh nggak usah Lana! Opung sudah kenyang! Tak enak lah sudah dikasi makan, minta bawa pulang lagi! Itu pemerasan namanya,'' sahutnya dengan wajah menahan malu.

"Oohh baguslah kalau sudah sadar! memang begitu seharusnya!" Ketus Lana lagi.

Alisa yang melihatnya pergi berdiri bangkit menuju kedepan pintu. "Maafkan ucapan Lana ya Pung, maklum aja ia kan masih anak anak. Nanti saya tegur, agar tidak berbicara seperti itu lagi." Ucap Alisa tak enak hati.

"Iya tak apa Lis! ya sudah, Opung balik dulu ya? sudah malam ini.."

"Iya Pung hati hati dijalan.."

Alisa melangkah masuk kedalam sebelum Opung beranjak dari rumahnya. Sesaat kemudian terdengar Omelan dari nenek tua itu.

"Aduh.. bukan main itu anak si Alisa, mulutnya pedas bagai cabe rawit level 10. Mak nya baik bener! lah anaknya, galak! Padahal tadi kan rencananya mau bawa pulang satu box? Gara gara anak bon cabe level 10 itu gagal sudah aku makan gratis! Ck! aturannya yang satu box itu bisa untuk sarapan pagi, tapi malah tidak jadi. Alamak.. sial benar hidupku ini! baru kali ini aku menemukan seorang anak mulutnya pedas bagai cabe rawit ! Aduhhh.. sial sekali aku.." Gerutunya dengan sesekali Memandang kearah rumah Alisa takutnya mereka keluar.

Sedangkan didalam rumah Alisa, mereka yang mendengar gerutuan nya menjadi diam. Mereka saling pandang, hingga nenek tua tadi beranjak pergi mereka masih saja diam.

Setelah tamunya benar benar sudah pergi, Gilang yang sudah tak tahan lagi menahan tawanya, tertawa terbahak begitu juga dengan Lana, Ira serta Pak supir mereka tertawa hingga mengeluarkan air mata.

"Buahahhahahah... dia mengomel Bang!''

"Hahahaha.. biarin aja Om! dasar nenek peyot! sukanya makan gratis aja! hahaha..."

"Hahaha.. kamu kok gitu sih Bang ngomongnya? Nggak baik loh.." tegur Ira dengan dirinya yang masih tertawa.

"Hahaha nggak pa pa Kak! sesekali dikasih pelajaran tuh nenek peyot! udah tua juga nggak sadar sadar! asik morotin orang susah aja!''

Pak supir sampai menggeleng melihat kelakuan Lana. Pantas saja Gilang betah dengan keluarga ini, lah anaknya jadi kocak kayak begini. Pikirnya.

"Haha kamu hebat Bang! seumur hidup Om baru kali ini melihat ada anak kecil mengalahkan orang tua! hihi sampai malu sendiri orangnya.."

"Bukan apa Om, udah sering banget lihat tuh nenek morotin orang orang kayak kami ini. Kemarin dirumahnya teman Abang, baru kedatangan tamu eh dianya udah nongol aja! Kayak cenayang, bisa tau kalau mereka sebentar lagi makan enak ! Abang aja yang diajak nggak berani mampir! lah ini Nenek? tanpa diundang datang ketempat orang yang sedang punya hajatan ! banyak Abang denger dari warga sini kalau Opung ini sudah kebiasaan katanya, ada yang menegurnya tapi tak digubris oleh nenek peyot itu. Abang ingin sekali memberikan pelajaran berharga kepada nya agar tidak sesuka hati datang kerumah orang untuk makan, tapi tak punya kesempatan untuk itu dan saat Abang melihatnya datang Abang berfikir inilah waktunya.."

"Bukan maksud Abang tidak sopan terhadap orang tua.. bukan maksud Abang tidak menuruti perintah Mak untuk berlaku sopan kepada nya, hanya saja beliau orangtua yang sedang dalam keadaan salah, kita wajib menegurnya dengan cara yang baik! Adakah yang salah dari ucapan Abang terhadapnya?Apakah Abang salah telah menegurnya agar tidak berlaku seperti tadi lagi bukan hanya pada kita tapi juga pada warga lain?''

''Abang hanya ingin menunjukkan nya jalan yang lurus , bukankah selama ini Mak mengajarkan Abang agar selalu berbuat baik kepada orang walaupun orang itu menyakiti kita? Dan juga jika orang tersebut salah jalan, kita wajib bukan menunjukkan jalan yang benar kepadanya? Apakah Abang salah Om? Apakah Abang keterlaluan Mak? Apakah Abang salah? Abang yang hanya anak kecil ini menegur dan bukan menindasnya dengan perkataan abang yang sedikit kejam telah menyakiti hatinya? Abang hanya bermaksud baik, bukan untuk pamer! lagi pula memang nenek itu orangnya begitu, lihatlah tadi niat banget kan ingin bawa pulang kalau nggak Abang hentikan bisa bisa semua makanan dari Om Gilang akan Mak berikan padanya. Lah Abang mau makan apa besok??''

''Abang hanya bermaksud baik itu saja! tidak lebih! Jika memang perkataan yang Abang katakan tadi salah, Abang siap untuk minta maaf sama Nenek itu. Tapi pada kenyataannya Nenek itu semenjak datang memang bertujuan ingin kerumah kita meminta makanan ini, dengan bilang mobil Om Gilang sebagai rental pula! Cih! alasan saja!'' sewotnya.

Mereka semua terdiam mendengar ucapan Lana yang begitu bijak, Alisa melihat Lana matanya berkaca-kaca ingin menangis.

Sedangkan Gilang, ia tambah takjub dengan bocah kecil yang sudah menyentuh hatinya itu.

''Kamu sebenarnya siapa Nak? Kok bisa sih ngomong sebijak itu?''

💕

Kamu anak siapa sih Bang?

Gemeshhh..

TBC

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Ismu Aji
Luar biasa
Surya Hermawan
lho sy kira sambungan dari kisah pertama si ibra dan indah !!!/Smug//Smug//Smug/
Ika
gatel banget alisa sama brondong serasa cantik sampai anaknya gak dipeduliin.. si alisa terlalu ngedepanin nafsunya
Suyatno Galih
dr bab pertama br komen, aneh aja tragedi di komplek perumahan kendaraan kok ngebut ya thor, emang boleh
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,,👍👍👍👍👍👍👍
Ir Ma
Biasa
Melisa Author: Terima kasih sudah memberikan nilai yang begitu memuaskan. semoga ke depannya lebih baik lagi. Semoga jari Anda mendapatkan pahala karena sudah mau membaca cerita recehan saya!
total 1 replies
Ersa
oh ini to benang merah masalalu gilang Alisha
Ersa
ya Allah 🥹
Ersa
alhamdullillah restu sdh turun...ingat jsnjimu ya mama Dewi siapapun yg jd ibu susu baby ray kamu restui jika dia yg jd ibu sambung juga
Ersa
terharu🥹
Ersa
Kevin
Ersa
gak usah diingat2 nanti shock Kali tahu segaka toko emas, baby shop, hp, supermarket,restoran, bakery semua atas nama Alisha 😀
Ersa
lanjut
Ersa
pasti dijebak dikasih obat pe rang sang
Ersa
kamu kan bisa ceraikan vita sesuai ucapan papa angga yg Penting nikah utk memenuhi sumpah setelah nikah terserah mo cerai atau bgmn
Ersa
Lana mulutnya boncabe...🙈
Ersa
😭😭
Ersa
nanti saat mama Dewi mendaftarkan perniksjsn gilang -vita gak bisa dong krn sdh tercatat sbg Suami Alisha
Ersa
harusnya aku baca novel yg ttg Alisha & Emil dulu ya...🤭
Melisa Author: Tak apa. kan nanti bisa baca lagi? kalua kamu suka?😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!