NovelToon NovelToon
Menikah Muda

Menikah Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:25M
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

Menikah muda tidak selalu berakhir dengan tragis, meskipun banyak yang berjalan tak manis. Semua itu hanya tentang bagaimana kita menyikapi dan mempertahankannya.
Jadi, tidak perlu takut untuk menikah muda, karena tidak semua pernikahan berakhir dengan kegagalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Terbongkar

“Hallo bebeb Pandu, Mel-Mel, Lun-Lun, yayang Lele, Setan Dimas.” Sapa Lyra saat dirinya dan Devi tiba di kantin dengan piring nasi goreng di tangan masing-masing. Lyra duduk di sebelah Leo setelah menggeser tubuh Dimas untuk menjauh, disusul Devi. Dimas hanya bisa pasrah duduk di pinggiran kursi, meski dalam hati ia merutuk kesal.

“Lele gak makan?” tanya Lyra saat tidak mendapati apa pun di hadapan Leo.

Laki-laki itu menggeleng. “Nunggu lo.”

“Mau di suapin apa makan sendiri?”

“Lebih enak di suapin deh kayaknya,” ucap Leo tersenyum manis. Lyra membalas senyum laki-laki itu, kemudian menyuapkan sendok berisi nasi goreng ke mulut Leo.

“Greget gue lihat kalian, sweet banget tahu! Kenapa gak jadian aja sih?” Lyra tersenyum mendengar ucapan Luna yang duduk di depannya, terhalang meja.

“Haha, gak bisa lah, Lun, gue 'kan udah nikah, udah punya suami. Masa kudu jadian sama si Lele. Mau di kemanain nanti laki gue?” jawab Lyra dengan ringan.

Devi melirik sekilas ke arah Lyra yang duduk di sampingnya,kemudian melirik ke arah Pandu yang berada tepat di depannya. Laki-laki itu menunduk, dan ada senyum kecil yang terbit dari bibirnya.

“Segitunya banget lo, Ra sama laki lo. Belum tentu juga dia ngehargain perasaan lo. Apa lagi mikir seperti yang lo ucapin barusan!”

Perkataan yang Devi keluarkan barusan mengalihkan tatapan Lyra yang tengah menyuapi Leo. Menatap tajam sahabatnya itu sebagai peringatan. Devi hanya cuek saja dan melanjutkan makannya.

Pandu yang mendengar merasa tersindir, atau mungkin ucapan yang Devi keluarkan memang di tujukan untuknya. Ia merasa bersalah, karena bagaimana pun yang di ucapkan Devi memang benar. Sekilas Pandu melirik Devi, dan wanita itu mendelik sinis. Pandu semakin yakin bahwa yang di ucapkan perempuan itu barusan memang di tujukan untuknya, mengingat bahwa Devi tahu bahwa dirinya-lah suami dari sahabat dekatnya itu.

“Suami lo baik kan, Ra?” tanya Leo. Luna, Amel dan Dimas menatap Lyra penasaran menunggu jawaban.

“Dia baik kok, perhatian, sayang juga sama gue. Gak mungkin lah orang tua gue nikahin gue sama cowok yang gak baik. Kalian tahu sendiri Daddy gue protektifnya kayak gimana,” ucap Lyra tersenyum manis, sekilas menatap Pandu yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit Lyra artikan. Leo dan yang lainnya menghela napas lega.

“Terus aja belain.” Cibir Devi bergumam kecil dan semoga hanya Lyra yang dapat mendengar.

“Syukur deh kalau gitu, tapi kalau sampai laki lo macam-macam jangan segan cerita sama gue. Asal lo tahu, gue siap nunggu janda lo.” Jitakan mendatar di kening Leo, bukan hanya satu tapi empat sekaligus. Leo meringis dan bibirnya maju beberapa centi.

“Sembarangan aja lo ngomong! Sampai kapan pun gue gak akan cerai sama Lyra!”

Semua mata tertuju pada asal suara. Lyra mendadak panik, dan yang lainnya menatap penuh tanda tanya pada Pandu, kecuali Devi yang diam-diam tersenyum penuh kemenangan.

“Maksud lo?” tanya Amel bingung. Pandu sendiri baru sadar dan langsung menatap satu per satu yang sedang menatapnya dengan menuntut penjelasan. Pandu menghela napasnya berat.

“Jangan bilang kalau …?”

“Iya, gue yang nikah sama Lyra.” Kepalang basah, Pandu lebih memilih mandi sekalian. Toh mengelak pun sudah tidak mungkin, malah akan menimbulkan masalah baru dan semakin rumit, karena lambat laun juga semua akan terbongkar.

“Lo gak bercanda kan, Pan?” kini Leo yang bertanya.

Pandu menggeng. “Lyra emang istri gue!” aku Pandu pada akhirnya.

“Terus, gu-- gue … gue?”

“Sorry, Mel gue udah gak jujur dari awal. Soal perasaan gue sama lo itu memang benar, gue suka sama lo udah sejak lama, sejak pertama kali gue lihat lo, tapi kenyataan gue udah nikah itu gak bisa di elakkan.” Jujur Pandu, menatap Amel dengan perasaan bersalah.

“Diam-diam brengsek juga ternyata lo, Pan!” sinis Leo yang hendak berdiri dan melayangkan tinjuan ke arah Pandu, tapi gagal karena Lyra dengan cepat menarik dan memeluknya. Amel sudah berlari dengan air mata berderai, sementara yang lain hanya menonton, meskipun sebenarnya mereka juga kesal pada Pandu.

“Kejar Amel, Pan! Lo harus jelasin sama dia," titah Lyra yang tengah menahan Leo agar tidak menghajar Pandu.

“Tapi, Ra…"

“Pandu! Lo yang mulai, dan lo yang harus beresin!” sentak Lyra tegas. Pandu akhirnya bangkit dan berlari menuju arah ke mana perginya Amel yang masih menjadi kekasihnya.

“Kenapa selama ini lo diam aja, hah!” bentak Leo mengusap wajahnya kasar, beruntung keadaan kantin tidak terlalu ramai jadi, mereka tidak terlalu menjadi tontonan, walau ada beberapa orang yang sempat menoleh penasaran, beruntung juga karena mereka duduk di paling belakang ruangan jadi, obrolan mereka tidak terlalu terdengar oleh yang lainnya.

“Maaf, Le.”

“Lo tahu mereka jadian?”

Lyra mengangguk. “Gue yang izinin.”

“Bego!!"

“Jangan marah sama Pandu, Le. Ini salah gue, karena udah ngikat dia. Pernikahan ini gue yang sepenuhnya menyetujui, Pandu gak sama sekali. Lo tahu sendiri gue udah lama suka sama dia jadi, waktu tahu dia orangnya gue senang banget, sampai gue gak sadar untuk tanya pendapatnya. Dia udah ngaku bahwa dia suka sama Amel, dan gue emang ngeras bersalah karena gara-gara gue, dia jadi terikat sama perempuan yang sama sekali gak dia cintai. Makanya gue bebasin dia, izinin dia buat jadian sama Amel. Jangan marah sama Pandu, Le, gue mohon!” tatapan memelas yang Lyra berikan membuat Leo akhirnya mengangguk dengan berat hati.

“Tapi lo harus janji kalau dia macam-macam sama lo, langsung bilang sama gue!” ancam Leo galak.

“Siap bos!”

“Gak kebayang gue kalau bokap lo tahu hal ini,” Luna menggeleng-gelengkan kepala.

“Udah pasti tuh Si Pandu mati. Jangankan tahu anaknya di sakitin sama cowok yang jadi suaminya. Lyra kesenggol dikit sama Dimas aja pas waktu itu, Si Dimas hampir aja masuk rumah sakit kena tonjok.” Devi tertawa mengingat hal itu. Begitu pun Luna, Dimas dan Leo termasuk Lyra sendiri.

“Princess! Astaga kamu gak apa-apa kan sayang? Mana yang sakit? Teman kamu itu ... Astaga Princessnya Daddy!”

Tawa semuanya meledak mendengar Dimas yang meniru Leon saat sekitar lima bulan lalu main ke rumah Lyra, dan Dimas tidak sengaja menabrak punggung Lyra sampai perempuan itu terjatuh ke sofa, karena tidak seimbang. Ke sofa loh jatuhnya, buka ke lantai. Dan kepanikan yang menjurus ke arah lebaynya Leon sampai semua orang mengucap istigfar.

Di sisi lain, Pandu mengejar Amel yang entah berlari ke mana. Di susul ke kelas tidak ada, perpustakaan, atap sekolah pun tetap tidak ada. Pandu hendak menyerah dan memutuskan untuk kembali ke kelas, karena bel masuk sebentar lagi akan berbunyi. Namun saat melewati UKS, Pandu penasaran dan memutuskan masuk. Mengintip satu persatu tirai biru dan sampai pada tirai ketiga akhirnya Pandu menghela napas lega. Perempuan yang di carinya ada di sana, duduk sambil menangis.

“Mel?”

Gadis cantik yang wajahnya terhalang rambut kecoklatan itu tidak bergeming. Pandu duduk di sampingnya, membawa perempuan itu masuk ke dalam pelukannya.

“Gue minta maaf,”

“Kenapa lo jahat banget sih, Pan? Kenapa lo baru bilang sekarang di saat gue udah mulai menyimpan perasaan sama lo? Gue udah terlanjur sayang dan nyaman sama lo, Pandu!” teriak Amel sambil tangan kecilnya sibuk memukul-mukul dada bidang Pandu.

“Maaf, ini juga karena salah gue yang gak jujur dari awal sama Lyra tentang perasaan gue sama lo," Pandu mengusap kepala Amel, merasa bersalah pada gadis yang baru di pacarinya belun lama ini. “Mau kan maafin gue?” lanjur Pandu lembut. Amel menatap tepat pada mata laki-laki yang mendekapnya.

“Terus hubungan kita?”

“Maaf kita harus mengakhirinya.” Ucapan Pandu sontak membuat air mata Amel kembali mengalir.

“Kita bahkan baru memulai,” lirih Amel.

“Mumpung kita baru memulai, setidaknya tidak terlalu sulit untuk lo kembali melenyapkan perasaan yang mulai tumbuh untuk gue.”

“Kalau gue gak bisa?”

“Gue yakin lo bisa.”

Setelah mengantar Amel ke kelasnya, Pandu kini berjalan dengan santai menuju kelasnya sendiri untuk mengambil tasnya, karena bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Tepat di depan pintu kelas IPS B, pandu melihat Lyra, Devi dan Luna berada di dalam sana, tengah mengobrol dan sesekali tertawa.

Pandu berjalan menghampiri ke lima orang tersebut dan duduk di bangkunya, memasukan buku-buku yang semula ia simpan di laci meja ke dalam tas gendong hitamnya. Lyra membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan sang suami.

“Gimana, Amel?” tanya Lyra yang ketara penasaran juga khawatir, yang lain juga tak kalah penasaran meski pun dalam hati masih merasa kesal, terutama Leo.

“Sempat nangis, tapi sekarang udah baikan, kok. Dia cuma butuh waktu.” Kata Pandu tersenyum kecil. Lyra menghela napas lega.

“Makanya gak usah jadi berengsek!" delik Leo. "Udah tahu punya istri, masih aja pengen yang lain! Gak bersyukur banget.” Cibir Leo kemudian berlalu pergi.

1
aurora
cepet banget maafinnya
Prima Yanari
keren and lucu
Nty🍎
Luar biasa
Nty🍎
Gak ada rasa bersalah pasti buat loh Amel, klo pun ada lo gak bakalan ngulangin kesalahan ko. Biarpun lo secinta itu sama Pandu, seharusnya lo tau posisi lo dan Lyra itu sahabat. Apapun Alasannya, lo kesepian, orang tua lo nuntut ini itu, lo gak punya siapa² dan hanya pandu yang lo percaya dll, tetap larusnya lo gak boleh ngambil punya orang secara sadar!!!!
Nty🍎
kasian Lyra udah kasi kesempatan kedua untuk Pandu tapi malah kembali kecewa (kecewanya sampai siniii😭). Plisss Lyra kali ini harus Tegas sama Pandu dan juga apa salahnya sih kasi kabar dulu, masa iya 3 hari sama sekali gak ada perasaan bersalah gak ngabarin istrinya. Emang gak penting si Lyra di mata Pandu!!
Nty🍎
jijik banget pandu, sumpahhhh bikin ilfeel!!!
Nty🍎
kan bisa bicara yang baik² dan lebih menghargai lyra sebagai istrimu Panduuuuu
Nty🍎
Pandu labil dan terkesan egois, masih sempat cium istrinya setelah dia chatan sama Amel. Agak nyesek sih bacanyaa🥹
Cacaca
Luar biasa
Rani Aida
fatimah
luar biasa
Andi Putra
Biasa
Andi Putra
Kecewa
Ema Sham
good 👍👍👍
Dewi Nurmalasari
ciihh menang banyak pandu
Pratiwi Ningrum
mantullll lily . terusinnn hukuman mu biar tahu rasa tuh lakik lo 😈😈😈
Pratiwi Ningrum
jadi keinget kn masa" SMA apalagi anak ips behhh istimewa bingitzzz .😅😅😅😅
@ ank ips jga😎
Pratiwi Ningrum
bagusss
Pratiwi Ningrum
baca kembali novel ini . rasanya ttp nyesek lht lily tpi gua respect sama sikap lily👍 , semangat princess nya dady leon 💪🥲
namgoomin
pokoknya udah bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!