Niya Nahardita (16) seorang Gadis yang cantik nan ceria. selain kece badai, ia juga adalah sosok yang memiliki karakter unik yang berbeda,tergantung di mana tempat ia berada, Niya adalah sosok yang tomboi, namun ia bisa jadi Feminim,Girlie, ,elegant, bahkan bisa menjadi sangat sexy dan hot jika itu di butuhkan..., Niya sangat Modis dan Fashionable, hingga walau ia terkesan tomboi, ia tetap sangat piawai memakai highheels..., bonus nya lagi Niya bahkan sangat jago berkelahi lho gaes
gambaran di cover menunjukkan rangkaian bermacam-macam bunga adalah menunjukkan isi dari novel yang mengandung bermacam-macam tema di dalam nya. Author yang suka melambangkan bunga di tiap novel sampe gak tau mau ngasih bunga apaan buat novel satu ini....
Niya Nahardita memiliki seorang Tunangan yang tampan dan seumuran dengan nya Yoga Anggara (16) namun karena terlalu menyukai wanita cantik nan feminim, Yoga tidak tertarik pada sosok Niya yang di lihat nya begitu tomboi..sebalik nya Niya malah merasa sudah jatuh cinta sejak awal pada sosok Yoga.. syedih keun????
Lalu di sisi lain Niya malah terlibat dengan seorang pria dewasa yang adalah Sahabat dari Om nya sendiri...
nama Pria dewasa itu adalah Andari Pramestyo(22)
penasaran dengan kisah nya ???
yuk baca Novel Author yang ke tiga yang berjudul "SENSASI"
semoga suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡ LIA Lestari ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SENSASI 15
"ternyata mereka siswi di sekolah mu ya,Kak...?" tanya Zen zen ramah seraya menatap seragam pelajar Wahagiru yang dipakai Safitri dan Niya
"ya..." jawab Andari singkat seraya menampilkan senyuman menawan nya, Niya dan Safitri mengangguk ramah,begitu juga dengan Maharani.
"ayo,kita cari tempat duduk disana. jangan ganggu mereka" ajak Andari pada Zen zen.
kedua pasangan cantik dan tampan itu pun segera melangkah meninggalkan ketiga gadis Remaja yang juga tak kalah kece tersebut. Andari dan Zen zen memilih tempat duduk di dekat jajaran pot bunga.
Niya,Safitri dan Maharani kembali melanjutkan obrolan nya seraya menikmati ice coffee milik mereka.
Beberapa saat kemudian nampak Yoga, William dan tiga teman dari team sepak bola mereka yang populer muncul di pintu masuk Coffee shop tersebut dan nampak melangkah masuk ke dalam. semua nya sangat tampan. melihat ada nya William, Niya yang teringat akan ponsel nya buru-buru bangkit menghampiri William...Niya bahkan hampir melupakan ada nya Yoga di antara gerombolan tersebut, padahal Yoga adalah sosok yang harus di hindari nya saat ini. saat sudah hampir menuju ke arah William, tatapan Niya baru bersibobrok dengan Yoga yang berada di samping salah satu teman Yoga, yaitu Irwan. spontan Niya akan balik arah tapi tiba-tiba ia bertabrakan dengan Dillon si kiper ganteng team sepak bola Wahagiru. Niya yang imut saat tiba-tiba beradu bobot tubuh dengan dada lebar milik Dillon tentu saja hampir terjungkal ke belakang, namun Dillon buru-buru menangkap tubuh Niya,hingga sekarang posisi mereka sangat sweet sekali, mirip seperti dua orang yang sedang berdansa,pasangan putri dan pangeran di negeri dongeng. semua mata tertuju pada Niya dan Dillon...,termasuk mata Andari dan Zen zen yang ada di ujung ruangan tentu nya. sepersekian detik mereka berada di posisi tersebut, Niya menatap Dillon dengan mata indah nya yang melotot kaget, dan Dillon menatap Niya dengan terpesona... "cantik sekali..." lirih Dillon dengan suara berat nya yang menggoda, mengagumi pahatan wajah Niya yang sempurna yang berada tepat di bawah nya saat ini. detik berikut nya Niya cepat-cepat berdiri melepas kan diri nya dari Dillon dan detik berikut nya lagi mereka sudah kembali ke posisi normal.
"Hei, bukan kah ini Niya dari kelas sebelah. tunangan loe itu kan?" Kata Irwan seraya menyenggol Yoga yang berada di samping nya. Mendengar itu Yoga hanya menaikkan alis mengiyakan pertanyaan Irwan dengan malas "yah...kemauan keluarga,bukan mau nya gue" tukas Yoga pedas. William sampai melirik dengan berang mendengar kalimat Yoga yang sangat tidak enak di dengar, suka atau tidak suka tidak perlu kan dia koar di hadapan orang lain, jika tidak suka bukan kah sebaik nya katakan pada pihak keluarga besar orangtua nya. itu lah yang sering William tekankan berkali-kali.,namun Yoga berkali-kali pula tetap begitu dan selalu saja Yoga tetap ingin menjadi sok baik di hadapan keluarga besar masing-masing. Niya yang mendengar penuturan Yoga juga merasa malu sekali,ingin rasa nya Niya kabur saat ini juga,tapi belum sempat Niya mengambil langkah untuk kabur, William sudah mencekal tangan Niya "loe ikut kita saja" titah William pada Niya.
"waw sangat asik,kalau begitu ada yang sangat cantik dong di antara kita" respon Dillon senang.
Yoga hanya diam, ia hanya berfikir dalam hati, mengapa semua orang selalu bilang kalau Niya cantik,sedangkan bagi nya malah biasa saja ? yah Niya memang Good looking lah...Yoga akui itu, namun semua itu tertutupi oleh sikap kelaki-lakian nya yang terlalu kental dan juga pecicilan..., dan gue...tidak suka !!! itu lah yang ada dalam hati Yoga.
"gue sih oke..." kata Andra menimpali,,karena ternyata Andra juga berteman dengan Niya, dan sudah tau betapa asik nya cewek cantik dan tomboi ini. Yoga hanya menggedikkan bahu tanda ia pasrah dan ikut saja kemauan teman-teman nya. Niya Awal nya berontak berusaha melepas cekalan William,tapi akhir nya ia pun pasrah. ya kali Niya mau pake bela diri sama abang angkat nya sendiri, dan buat keributan di Coffee Shop, di tambah ada pak Andari sang kepala sekolah lagi, so...mau tak mau Niya harus jaga sikap.
Safitri dan Maharani hanya bengong saat melihat Niya di bawa oleh Willam ke bagian depan Coffe Shop duduk di luar di area luar Coffee Shop yang juga
tersedia banyak kursi dan meja untuk para pengunjung apabila mereka bersama kelompok yang ramai atau khusus keluarga besar. para team sepak bola yang kece itu pun mulai mengambil tempat duduk masing-masing di area teras luar Coffee Shop tersebut.
dinding Coffe shop sebagian nya adalah terbuat dari kaca jadi dari tempat Andari berada, pria itu bisa melihat keberadaan Niya dan para siswa dari team sepak bola sekolah nya itu.
"ini ponsel loe" kata William saat ia sudah duduk di samping Niya dengan posisi yang mepet seperti sepasang kekasih. Niya menerima dan mulai mengecek ponsel nya, William pun mepet pada Niya seraya ikut-ikutan melihat Ke layar ponsel Niya, sedang kedua tangan besar nya meme-luk tubuh mungil Niya dengan sangat protektif. jika orang tidak tau maka mengira kedua nya adalah pasangan kekasih. tapi banyak yang sudah tau dengan sttus Niya dan William. mereka berdua memang terikat satu sama lain seperti bocah kembar.
Andari juga sudah tau, Dheo pernah menceritakan tentang Niya keponakan kesayangan nya itu, entah lah Dheo pun merasa begitu enjoy mengatakan segala sesuatu tentang Niya pada sosok Andari Pramestyo yang merupakan sahabat dekat nya tersebut.
"enak ya jadi loe punya pacar yang cantik-cantik, tapi di sisi lain loe juga punya tunangan secara resmi, cantik banget lagi" kata Irwan pada Yoga. Yoga hanya tersenyum samar, karena bagi irwan memang asik dan merupakan anugerah punya tunangan seperti Niya tapi bagi Yoga itu adalah suatu Musibah !!!
"eh,Ga...gue boleh minta nomor kontak tunangan loe gak" goda Dillon
"minta aja sama orang nya" jawab Yoga santai
"Wih,serius..? loe gak marah Ga?" Dillon kaget dan takjub
"gak lah, ngapain gue marah..gue juga belum tentukan jadi suami nya" kata Yoga dengan tetap Woles tanpa beban.
"loe beneran gak cemburu, Ga?" tanya Irwan heran menimpali obrolan Yoga dan Dillon
"Gak lah, biasa aja" jawab Yoga lagi. Niya tentu saja mendengar dengan jelas kata-kata Yoga. William juga dan Andra tentu nya. tapi Niya berusaha terus bersikap biasa seolah ia tak mendengar apa-apa.
"Ni..kapan nih kita War lagi" kata Andra mencairkan suasana seraya menggeser bangku nya mendekat ke samping Niya, yah selain berteman baik Andra dan Niya juga memang sering Nge game bareng vio online. Andra mulai membuka ponsel nya menunjukkan tampilan layar di hadapan muka Niya. Niya merespon cepat dan mengambil ponsel dari tangan Andra.
"tar malem aja gimana? loe undang gue lagi deh" Usul Niya seraya mengotak atik ponsel Andra.
"oke..bener ya..jam sepuluh keatas, soal nya gue masih ada tugas.tapi loe jangan molor ya" Andra balik usul.
"iya deh...gue juga malam ini kalo masih jam delapan sampe sembilanan masih ada kerjaan" kata Niya seraya mengingat ingat kalau malam ini ia punya jadwal performance sebagai pole dance di Yesterd Club seperti biasa.
"Eh, man..Gue ke toilet dulu ya..." kata Yoga kemudian dan segera bangkit dari kursi nya...
"Ga, barengan...gue juga mau ke toilet" kata William ikut bangkit.
Yoga dan William pun melangkah bersamaan menuju toilet. meninggal kan Andra dan Niya yang sedang sibuk seru melihat tampilan di layar ponsel Andra. dan juga irwan dan Dillon yang sedang berbincang ringan tentang pertandingan sepak bola mereka yang baru usai tadi.
di Toilet...
Ternyata sama hal nya dengan Yoga, William juga tidak betul-betul kebelet. kedua nya hanya mencuci tangan dan membasuh sedikit wajah masing-masing di Wastafel. Yoga hanya malas saja berlama-lama dengan teman-teman nya yang asik membahasa Niya, sedangkan William hanya mengikuti Yoga saja karena ia ingin mencari kesempatan untuk berbicara pada Yoga.
"Ga...sory kalo gue ikut campur. tapi loe kan gak suka Niya, apa gak sebaik nya loe ngomong jujur sama keluarga loe.,kalau begini terus, yang kasihan Niya" kata William membuka dialog antara nya dan Yoga
"Gue gak bisa Will..gue gak mau kedua orangtua gue kecewa, biarlah semua nya mengalir. kalau Niya gak sanggup lagi, dia bisa mundur dan memutus kan sendiri hubungan ini. inti nya gue gak mau jelek di mata kedua belah pihak keluarga. pokok nya gue gak mau kalau gue yang terkesan mengakhiri perjanjian kedua belah pihak keluarga besar ini" Yoga memaparkan dengan santai
"gak bisa gitu dong, Ga. kalo memang loe gak bisa mengakhiri nya plis bersikap baiklah pada Niya, dia itu tunangan loe sendiri, buka hati loe barang sedikit saja" ujar William perlahan.
"gue gak bisa" tukas Yoga cepat
"lama-lama akan bisa, Ga" sahut William
Yoga menghela nafas nya dengan berat
"Will,kalo memang loe peduli banget sama Niya, kenapa gak loe saja yang usul ke keluarga besar buat nikahin Niya ? bahkan loe saja hanya bisa menganggap nya sebatas teman tapi mesra kan?" Yoga mulai berkata sembarangan, mungkin otak nya cekak saking gak suka nya di paksa buat berlaku baik sama Niya, hingga Yoga melupakan kalau William dan Niya adalah saudara satu ibu Susu. apa otak anak ini lagi terbentur tembok hingga berkoar demikian? William menarik sebelah kerah Yoga. namun Yoga tak gentar, hingga sekarang kedua nya saling bertatapan dengan penuh emosi.
"Ga ! loe sadar gak apa yang loe bicarakan ! Niya itu adik gue ga ! gue datang omongin semua ini sama loe sekarang sebagai seorang kakak bagi Niya. gue cuma gak mau adek gue terluka lebih parah lagi gara-gara loe" kata William emosi namun masih dengan intonasi yang rendah.
Yoga diam,walau dalam keadaan emosi, ia sadar perkataan nya barusan salah dan menyulut emosi seorang William. Yoga menyingkirkan tangan William dari kerah baju nya. william mendengus kesal
"oke Ga,lakukan sesuka loe, gue akan pastikan...loe bakal nyesel sama keputusan loe saat ini" kata William
"Maaf will, gue gak akan nyesel" seringai Yoga tajam
"Fine...,kita lihat saja nanti" sahut William seraya melangkah meninggalkan toilet mendahului Yoga.