NovelToon NovelToon
DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Laras Kinanti pergi mengadu nasib ke Ibukota, untuk mencari keberadaan suaminya yang menghilang tanpa kabar.

Pencarian Laras berujung luka, karena suami yang ia cari itu menikah dengan Nadine Chandra, yang tak lain adalah putri majikannya.

Sanggupkah Laras bertahan dengan status sebagai pelayan madunya?

Mampukah dia menghadapi kekejaman suaminya sendiri?

Adakah kebahagiaan untuk Laras?


Karya ini kolaborasi dua Author Kece
Nazwatalita dan Jannah Zein.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15 BERTAHAN DEMI RUBY

"Gugurkan bayi itu, Laras! Galang masih terlalu muda untuk menjadi seorang ayah." Laras menatap tak percaya mendengar ucapan ibu mertuanya.

"Tidak! Aku tidak akan membuang darah dagingku sendiri, karena aku yakin suatu saat Mas Galang pasti akan kembali. Lagipula apa hak Mama menyuruhku menggugurkan anak ini? Bukankah anak ini adalah cucu Mama?" Laras tak habis pikir dengan mertuanya yang begitu tega menyuruh dia menyingkirkan cucunya sendiri.

'Aku harus kuat dan bertahan demi anak ini!'

****

Beberapa bulan kemudian, Laras melahirkan seorang bayi perempuan. Ruby Aulia Pratama, putri yang lahir tanpa kehadiran seorang ayah di sampingnya.

Ruby putrinya tumbuh menjadi putri kecil yang cantik. Sesekali mulut cadelnya menanyakan di mana ayahnya. Laras hanya tersenyum. Dia selalu bilang kalau ayahnya sedang bekerja di kota dan belum sempat pulang.

Lima tahun dia menunggu dan itu bukan waktu sebentar. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kota. Bukan sekedar untuk mencari keberadaan Galang, tetapi untuk menyambung hidupnya. Dia tidak mungkin terus-menerus mengandalkan ibunya yang sudah tua. Dia harus bekerja demi menyambung hidup dan masa depan Ruby putrinya.

"Ah ....!" Laras merintih pilu.

Dia berusaha mengibaskan pikiran tentang masa lalunya dan Galang yang tiba-tiba saja memenuhi otaknya. Perempuan itu bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi. Hari masih pagi dan dia harus siap sedia untuk melayani Nalendra menjadi asisten pribadinya.

Nalendra sudah memberinya list tentang tugas-tugas yang harus dilakukannya. Dia yang hanya sekolah rendahan, tidak pernah menikmati bangku perguruan tinggi, sebenarnya belum terlalu mengerti.

Namun, Laras berusaha menjalani pekerjaan ini dengan baik, demi Ruby, putrinya.

Terbayang kembali wajah gadis kecil itu. Wajah mungil nan cantik dan polos di sela-sela guyuran air yang membasahi tubuhnya.

Laras tak ingin lagi menangis hari ini. Dia harus kuat demi putrinya, satu hal yang membuat dia bertahan, meski jelas-jelas suaminya sudah menikah dengan wanita lain.

*****

"Tugas-tugas kamu di antaranya adalah time management, mengatur pertemuan bisnis, rapat, menyusun agenda pertemuan, mempersiapkan perjalanan dinas ...." Nalendra sengaja menjeda kalimat demi memberi kesempatan kepada Laras untuk bisa memahami apa yang sudah dia sampaikan.

Laras mendengarkan pemaparan Nalendra dengan malas. Belum apa-apa dia sudah pusing sendiri. Cara Nalendra menjelaskan terlalu formal, meskipun terlihat jelas laki-laki itu berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin.

"Nanti kamu juga yang membuat naskah pidato, sambutan, bahan presentasi, mengurus surat-menyurat, mengorganisir event, jamuan makan, peresmian-peresmian hingga menjalin komunikasi dengan humas dan keprotokolan," sambungnya.

"Istilah kasarnya, kamulah yang mengendalikan seluruh kegiatanku di kantor."

Pagi ini raut muka laki-laki itu terlihat cukup tenang, meski terlihat dingin dan cuek. Akhir-akhir ini, Nalendra memang terlihat berbeda. Tidak lagi menyebalkan seperti biasanya.

Saat ini mereka tengah dalam perjalanan ke kantor, mereka berdua duduk berdampingan, sementara sang sopir melirik heran, saat melihat dua orang yang biasanya bertengkar seperti kucing dan anjing itu kini terlihat akrab.

"Baik, Pak. Semoga saya bisa mengerjakan semua tugas yang Bapak berikan." Laras tersenyum manis.

Melihat pria itu bersikap baik, membuat dirinya pun ikut bersikap baik.

"Menjadi asisten rumah tangga atau asisten pribadi sama saja, sama-sama pembantu," ucap Laras dalam hati.

'Hanya saja, penyebutannya berbeda dan tugasnya pun berbeda. Apa pun pekerjaannya, yang penting aku dapat uang untuk membiayai putriku.'

*****

Sore menjelang. Mobil yang di ditumpangi Laras dan Nalendra sudah masuk ke halaman rumah besar itu.

Keduanya keluar dari mobil dari pintu yang berbeda. Nalendra berjalan di depan sementara Laras mengiringi di belakang dengan menenteng tas kerja milik Nalendra. Mereka mulai memasuki rumah.

"Nadine!" teriak Nalendra saat melihat saudari kembarnya itu duduk santai di sofa.

"Ale!" teriak Nadine tak kalah keras.

Nalendra menghampiri saudara kembarnya, kemudian duduk di sisinya.

"Hai, wajahmu terlihat pucat!" Nalendra menatap saudari kembarnya. Dia memperhatikan penampilan Nadine yang hanya mengenakan pakaian santai, dress lengan pendek sebatas lutut.

Sepasang mata Nalendra yang jeli menangkap ada stempel merah yang samar di leher sang adik kembar.

"Gimana bulan madunya? Seru nggak? Wajahmu terlihat pucat. Memangnya kurang tidur, kamu?" Tangannya terulur mengacak rambut saudari kembarnya.

"Rahasia dong!" jawab Nadine singkat. Pipinya merona merah.

"Lah, kok gitu? Ayo dong, cerita sama aku. Secara, kan pengalaman pertama kamu!" sindir saudara kembarnya.

Nalendra selalu mengejek cara berpikir Nadine yang dianggapnya terlalu primitif karena ingin mempertahankan kegadisannya sampai menikah.

Sikap Nadine yang menganggap malam pertama sebagai batas untuk mempertahankan keperawanan seorang perempuan, berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang terbiasa melakukan hal itu kapan pun ia mau.

"Maaf, Tuan. Apa masih ada yang Tuan butuhkan?" Laras masih memegangi tas kerja Nalendra.

"Tidak ada. Kamu boleh istirahat sekarang."

"Baik, Tuan. Terima kasih."

Kedua saudara kembar itu mengangguk. "Terima kasih, Laras," ucap Nadine.

"Iya, Nona. Sekarang saya permisi ke kamar dulu."

Nadine mengangguk. Laras pun segera melenggang pergi dari tempat itu. Perempuan itu menuju ke ruang kerja Nalendra, meletakkan tas kerjanya di sana.

Setelah itu, dia melangkah menuju kamarnya.

Laras buru-buru pergi karena dia tidak ingin mendengar cerita Nadine tentang bulan madunya bersama Galang.

Ah! menyebut nama itu membuat sudut hatinya terasa perih. Lebih baik dia menghindar saja dan berdiam diri di kamarnya.

By: Jannah Zein

Jangan lupa dukung Authornya dengan cara like, komen, dan votenya ya, teman-teman 🙏🙏🙏

Sambil nunggu update, kepoin karya aku yang lain yuk!

1
Gintania nia
bagus donh
Wahyu tampan sempurna
gwa heran yg jadi tokoh utama nya perempuan bloon bin oon dan begok ya lemah banget
Sri Puryani
lawan galang laras ...jgn mau di bodohi galang
Mawar Merah
Kecewa
Witri Yanti
pasti Galang bukan anak kandung Ningsih Thor. mana ada nenek lihat cucu menderita kelaparan .
Mak e Tongblung
cara atau jarak
Jasreena
cium lg dong tuan....😂😂
Jasreena
pake extra kunci slot dong Laras... g kspok2
Jasreena
kalimatnya kebanyakan d ulang2...
Aas Azah
punya suami kyk gitu mah buang aja kelaut😠
Veronica Maria
ceritanya bagus. tdk banyak konflik dan yg terpenting itu lsg tamat. tdk hrs menunggu berbulan2 utk tamat 😄
Veronica Maria
betulll laras. ambil semua harta rusdi yg jdi hakmu dan ruby. itu ganti uang kesusahanmu slm bertahun2 ditinggal galang. bila perlu, penjarakan jg mantan mertuamu itu.
Veronica Maria
dasar emak goblok. yg dipikirin cmn duit dan duit jg kekayaan. maklum deh kalau asal dr kel miskin jg. kalau dan di penjara bareng rusdi baru kapok.
Veronica Maria
penjarain mak lo itu jg om lo itu. mereka yg sdh jahat sama laras jg anakmu ruby. mau2 aja dibodohin sama kel lo bertahun2. kalo lo pinter dan punya duit, ya lo suruh orang dong galang buat selidikin ttg laras. bner atau ngga
Veronica Maria
nah lo galang yg goblok. percaya aja sama ibumu jg kabr2 dr kampungmu slma ini. mlh gak ngakui anak jg. trs nalendra seneng, lo malah sewot. dah ceraiin aja bini lo. bini lo jg berhak bahagia kok
Sukliang
makasih thor
Sukliang
kshan juga galang, karna
yg jahst tu kel nya
Sukliang
turuti aja nyonya
Sukliang
yesssd
Sukliang
mati kutu nyonya terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!