Raina adalah seorang istri yang sholikha, baik hati, dan selalu patuh terhadap suami.
Tidak hanya itu saja dia adalah sosok wanita yang lemah lembut.
Pernikahan nya dengan Nurman Hadiwinata awalnya berjalan dengan hangat dan penuh kebahagiaan walaupun sudah 5 tahun mereka belum memiliki seorang anak.
Namun kebahagiaan itu hancur saat ibu mertua Raina yang bernama Miranda datang mengusik kehidupan mereka.
Akankah Raina mampu menghadapi semua dilema kehidupan dengan ikhlas ataukah dia akan berhenti sampai disitu saja
yuk ikuti kisahnya
dan jangan lupa kasih dukungan
like
komentar
favoritkan
vote ya
dukungan kalian sangat berarti buat author
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uma shidqiyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Raina dan Nurman kini sudah berada didalam hotel yang telah mereka reservasi sebelumnya.
Mereka segera membersihkan diri secara bergantian.
Karena capek habis perjalanan jauh dan ditambah lagi capek batinnya akhirnya Raina tertidur sebelum suaminya selesai mandi.
Ya seharian ini banyak menguras emosi dan juga hampir membuat Raina terkena mental oleh kata-kata mertuanya.
Raina berharap sebelum dia tertidur tadi, semoga esok semua akan baik-baik saja.
Nurman yang keluar dari kamar mandi melihat sang istri sudah tertidur dengan nyenyaknya.
Dia pandangi istrinya dan dibelainya wajah cantik itu.
Dia singkirkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya itu.
"Kamu benar-benar istri idaman sayang, tidak hanya hatimu yang baik tetapi kamu begitu sabar dan mampu membuat aku tenang disaat aku tidak baik-baik saja.
Ketulusanmu semakin membuat aku jatuh cinta terus dan menerus.
Tetapi kenapa mama begitu tega menyakitimu sayang padahal tak pernah sedikitpun kamu melawan mama" monolog Nurman dalam hati.
Dan tak terasa disudut mata Nurman mengeluarkan air mata.
Dengan cepat Nurman menghapus air mata itu karena dia tidak ingin terlihat oleh sang istri.
Tak sadar akhirnya Nurman pun ikut tertidur dan memasuki alam mimpi.
Pagi itu setelah sholat berjamaah dengan sang istri dia segera menghubungi Nicko untuk mencarikan sebuah mansion yang jauh dari tempat tinggalnya karena Nurman tidak mau Raina mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Nurman menuju balkon dan berbicara dengan Nicko melalui sambungan teleponnya.
Raina yang sedang membuatkan teh hangat suaminya itu hanya memandangnya melalui dapur.
"Mas semoga kamu selalu bahagia, biarlah pengorbananku yang tidak seberapa ini asalkan kamu memiliki keturunan.
Aku hanya ingin melihat kamu dan mama kembali rukun dan bahagia.
Mungkin dengan kamu menikahi Febi, kamu akan bahagia dan membahagiakan mama" kata Raina dalam lamunannya.
"Aku akan berusaha ikhlas mas, aku tahu banyak hikmah dari setiap apa yang aku alami.
Aku hanya bisa berdoa dan berpasrah diri sama Allah SWT.
Aku yakin suatu saat kebahagiaan akan menghampiriku" lirih Raina sampai dia tidak menyadari setetes air mata sudah memenuhi sudut matanya.
Segera Raina menghapusnya agar tidak terlihat oleh Nurman suaminya.
Raina tidak mau suaminya melihat kesedihannya.
Sebisa mungkin Raina selalu berusaha tersenyum walau hatinya sebenarnya hancur.
Raina menyusul suaminya yang saat itu berada dibalkon. Diletakkannya teh hangat diatas meja.
"Mas diminum dahulu teh nya mumpung masih hangat" kata Raina sedikit mengejutkan suaminya saat itu.
"Iya sayang" kata Nurman yang mampu menetralkan rasa terkejutnya itu.
Nurman duduk sambil meminum teh hangat yang disajikan istrinya.
"Terima kasih sayang, kamu memang yang terbaik" kata Nurman tersenyum dan kemudian mengecup kening istrinya.
"Sayang untuk sementara kamu tinggalah disini sampai Nicko mendapatkan rumah buatmu.
Tetapi tidak mengapa kan apabila rumah itu jauh dari kota sini" kata Nurman.
"Tidak apa-apa mas, aku paham kenapa mas melakukan itu" kata Raina yang tahu maksud dari suaminya.
"Hari ini aku akan mampir kerumah dan mengambil sedikit berkas untuk aku bawa ke kantor" kata Nurman selanjutnya.
"Berangkatlah mas, aku akan selalu mendoakan yang terbaim buat kamu.
Oh ya mas nanti aku akan kerumah aisyah apa boleh" kata Raina.
"Pergilah sayang, asal nanti kamu harus sudah ada disini sebelum aku tiba" jawab Nurman.
"Apa mau aku antar sayang" tanya Nurman lagi
"Tidak usah mas, aku akan naik grab saja nanti" jawab Raina.
"Baiklah kalau begitu kamu berhati-hatilah" jawab Nurman.
Nurman tampak sudah memakai baju yang rapi dan terlihat semakin maskulin.
"Sayang aku berangkat dulu ya, kamu hati-hati nanti kalau ke rumah aisyah" kata Nurman berpamitan.
Sebenarnya Nurman enggan untuk bertemu mamanya tetapi karena dia sudah berjanji pada Raina untuk menurut sama mamanya dan meminta maaf pada mamanya.
Dengan langkah gontai Nurman memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya ke arah rumahnya.
Sepeninggal Nurman, Raina mulai mengganti bajunya dengan baju yang rapi dan sopan.
Dia oleskan lipstik warna nude tipis2 dibibirnya. Tak pernah Raina memakai make up tebal karena baginya tampil senatural mungkin itu yang sangat baik.
Setelah rapi dia pun mulai meninggalkan hotel dan menuju mobil yang telah dia pesan sebelum berangkat melalui aplikasi.
"Maaf lama menunggu" kata Raina kepada sopir mobil itu.
"Tidak apa-apa bu" kata sopir itu sopan.
Hanya dengan waktu 1jam Raina sudah sampai dirumah Aisyah.
"Assalamualaikum" ucap salam Raina sambil mengetuk pintu tiga kali.
"Wa'alaikumsalam" jawab pemilik rumah yang ternyata adalah Aisyah sendiri.
"Ra tumben kesini pagi-pagi" kata temannya terkejut karena yang datang adalah sahabatnya.
"Iya Syah aku bosan di hotel sendiri" jawab Raina.
Aisyah mengajak Raina duduk dan kembali mereka mengobrol.
"Kamu tinggal dihotel?
Bukannya kamu mempuyai rumah Ra kenapa mesti dihotel" tanya Aisyah yang mencoba mereka-reka ada apa gerangan yang terjadi dengan sahabatnya itu.
"Ceritanya panjang Syah, aku gak tahu harus bagaimana" cerita Raina.
"Kamu yang sabar ya, Allah memberikan ujian karena Allah tahu kamu mampu menghadapinya Ra.
Pasrahkan semuanya pasa Allah ya Ra" kata Aisyah yang mencoba memberikan kekuatan kepada Raina.
"Terima kasih ya Syah kamu dah menjadi teman terbaik ku disaat apapun" kata Raina tulus.
"Sama-sama Ra" jawab Aisyah.
"Apa suami kamu kerja syah" tanya Raina.
"Ada Ra kebetulan mas Fadil lagi tidak ada kerjaan jadi dia ingin dirumah menghabiskan waktu bersama Reyhan dan Qiyyana" jawab Aisyah.
"Eh ada tamu toh, sudah lama Ra" sapa Fadil saat memasuki ruang tamunya.
"Baru saja kok bang" kata Raina.
Reyhan yang melihat ada Raina disana dia menjulurkan tangannya minta untuk digendong.
"Aduh anak ganteng dan sholih mau digendong.
Sini sama tante" kata Raina yang menyadari kemauan Reyhan.
Dipangkunya Reyhan dengan penuh sayang Raina membelai Reyhan seperti anaknya sendiri.
"Bang Fadil sebenarnya aku punya niatan mau membuat perusahaan sendiri yaitu perusahaan tas dan sepatu.
Apa bang Fadil mau membantu aku" tanya Raina mengutarakan maksud dan tujuannya datang kemari.
"Boleh Ra, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu" tanya Fadil.
Raina akhirnya menceritakan semua rencananya membuat perusahaan sendiri tetapi yang akan menjalankan adalah Fadil.
Raina tidak mau siapapun mengetahuinya.
termasuk suaminya sendiri.
"Apa tidak sebaiknya kamu bicara dulu sama Nurman Ra" kata Fadil.
"Tidak bang, aku nggak mau mama dan mas Nurman mengetahui ini.
Biarlah ini akan menjadi rahasia kita" kata Raina.
"Untuk desain-desainnya aku akan mengirimkannya pada abang nanti.
Biar mas Nurman tahu aku hanya bantu mendesain tanpa tahu aku pemilik sebenarnya.
Alhamdulillah dari hasil aku menulis dan menjual beberapa desainku cukuplah untuk membuka perusahaan sendiri walau berskala kecil dulu" kata Raina.
"Baiklah kalau itu menjadi keinginnanmu Ra" jawab Fadil.
"Semoga ini menjadi awal yang baik buat kita bersama ya Ra" kata Aisyah yang saat itu berada disana dan mendengarkan semua pembicaraan suaminya dengan Raina sahabatnya.
"Aamiin" jawab mereka semua serempak.
Mereka pun melanjutkan mengobrol obrolan seputar apa saja yang dibutuhkan dalam membuat perusahaan.
Mereka benar-benar membuat rencana sematang mungkin baru nanti selanjutnya merealisasikannya.
semangat terus updatenya kak
gdeg sm mmhnya nurmn .. bner" ichh mrtua kek gtu mit amit .. jgn smpe lh ... ckup d dunia novel aj hee