NovelToon NovelToon
Selir Berdarah Dingin

Selir Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:369.1k
Nilai: 5
Nama Author: ima maulida

"aku akan pastikan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri pangeran Donghae"

sarang mengatakannya dengan menggertakkan giginya


"kau yang telah membunuh ayahku,,, hanya karena dia tidak mengizinkanmu menjadikan aku selir"

"dengan mudahnya kau mengambil nyawa ayahku, kau tunggu saja aku akan membalas semua perbuatan mu"
sarang berbicara di depan cermin perunggu

*
pangeran sangat menginginkan sarang untuk menjadi selirnya karena dia sudah menyukai sarang di pertemuan pertama mereka

pangeran menemui sarang di ruangan nya
tapi sarang tetap tidak mau melunak pada pangeran,

"meskipun aku tidak bisa memiliki hatimu tapi aku ku lah yang memiliki hidupmu,,, hidup atau mati aku lah yang menentukannya,,, karena sekarang kau sudah berada di istana ku maka jadilah baik, jadilah selirku tanpa membuat masalah, kau akan bahagia jika menerima keputusan ini"
pangeran Donghae mencoba membujuk sarang

"kau yang telah membunuh ayahku, apa kau pikir aku akan mau menjadi selir mu pangeran brengsek"
bantah sarang dengan keras

"aku tidak peduli perkataanmu yang penting aku sudah memilikimu di sisiku" ucap pangeran lalu mengunci sarang di kamarnya

***
1 bulan kemudian,sarang sudah bosan di kurung di ruangan ini,sarang merencanakan sesuatu untuk membuatnya bisa keluar dari ruangan yang sepi ini...
dia berpura-pura luluh dengan cinta pangeran Donghae,sehingga pangeran menobatkan nya menjadi selir tingkat 1


ini lah awal dari rencana yang akan di lakukan sarang untuk membalas kan dendam atas kematian ayahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ima maulida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

belajar beladiri

"pengawal won tunggu.."

won berhenti dan membalikkan badannya menghadap pada sarang

"ada apa nona?"

"apa kau bisa membantuku?"

"membantu apa?"

"ajari aku beladiri memanah dan juga berkuda"

"kenapa harus saya?"

"karena kalau itu kamu, Putri tidak akan berani melarangnya kan? aku mohon....tolong ajari aku" sarang mengatupkan kedua tangannya di dada sambil memasang wajah melas

"baiklah akan saya pikirkan dulu! saya permisi , karena banyak tugas yang harus saya kerjakan"

"silahkan...."

pengawal won pergi melakukan tugasnya...

sedangkan sarang sedang menunggu pelayan dari Putri untuk mengembalikan sketsa gambarnya

sesaat kemudian pelayan itu pun datang dengan membawa sketsa milik sarang

ternyata Putri bingung harus memilih yang mana karena semua sketsa yang dimiliki sarang disukainya

"Nona ada pesan dari tuan putri katanya pertandingannya akan diadakan satu bulan lagi tepat di hari ulang tahun tuan putri" ucap dayang putri

"baiklah" jawab sarang sambil lalu masuk ke kediaman selir han

sesampainya di dalam sarang menceritakan tantangan dari Putri kepada kakaknya

sang kakak terkejut dengan tantangan Putri karena 3 pertandingan itu adalah keahlian Putri

tapi sarang meyakinkan sang kakak dan berjanji akan memenangkan pertandingan ini

*

malam hari di kediaman selir Han

"Kak aku ingin membuatkan baju untuk hadiah ulang tahun Putri,,, menurut Kakak bagaimana?" tanya sarang sembari membolak-balikkan sketsa gambarnya

"bagus juga... memang nya kamu mau membuatkan yang mana??"

"coba lihat kalau menurut kakak yang paling cocok untuk Putri yang mana?" memberikan sketsa gambarnya pada selir Han

"kalau menurut Kakak diantara dua ini,,, Putri paling suka yang seperti ini!"

"kalau begitu kita akan buatkan dua baju itu, satu dari aku dan satu lagi dari kakak"

"memangnya kamu yakin bisa menyelesaikan 2 baju itu sekaligus, bukannya kamu juga harus berlatih"

"siang aku akan membuatkan baju lalu malamnya aku akan coba berlatih"

"jangan terlalu dipaksa...kalau memang tidak mampu tidak usah diteruskan"

"iya Kak kalau aku capek aku akan istirahat,,,,tapi kalau aku sudah tidak mampu aku akan berhenti".

"janji ya harus berhenti jika kamu sudah tidak mampu?"

"iya Kakak aku janji..."

"janji apa?" sahut raja yang tiba-tiba masuk ke kediaman selir Han

"yang mulia raja,,,salam yang mulia" selir dan sarang kompak menyapa raja sambil berlutut

"bangunlah..."

"kalau begitu saya permisi keluar dulu" sarang membungkukkan badan lalu keluar dari kamar menuju taman depan kediaman sambil membawa buku sketsa dan alat tulisnya

melihat sarang yang duduk di taman won menghampirinya

"apa yang sedang Nona gambar?" tanya won yang berdiri di samping sarang

"gambar sketsa baju?" sarang mendongakkan kepala sebentar lalu melanjutkan menggambar

"baju buat siapa memangnya"

"buat ulang tahun tuan putri,,, oh ya pengawal won bagaimana dengan permintaan ku tadi, apa kau bisa membantuku?"

"setelah saya memberitahu yang mulia raja beliau mengizinkannya"

"benarkah... lalu kapan kita akan memulainya?"tanya sarang antusias

"sekarang... karena yang mulia raja akan bermalam di sini jadi saya punya waktu luang untuk mengajari nona"

"baiklah Mari kita berlatih,"

"kita pergi ke halaman belakang istana karena di sanalah saya biasanya berlatih dan tidak ada seorangpun yang akan datang"

"baiklah guru. "

"guru???"

"ya... karena kau yang mengajariku berarti kau adalah guruku"

"terserah Nona, ayo kita pergi ke halaman belakang dan mulai berlatih nya"

sesampainya di sana sarang takjub karena dia tidak pernah pergi ke halaman belakang istana

ternyata di sana pemandangan malamnya sangat bagus dan tempatnya juga luas

"guru itu rumah siapa?"sarang menunjuk rumah kecil di sebelah taman belakang

"itu tempatku beristirahat jika yang mulia sedang bermalam dengan ratu atau selirnya"

"oh.... apa aku boleh melihat ke dalam?"

"silakan...."

sarang masuk diikuti oleh won

"wah tempat ini sangat rapi dan bersih,,, guru suka membaca buku ya? banyak sekali bukunya di sini" sarang mengambil satu buku

"saya terkadang membaca buku jika tidak bisa tidur"

"kenapa tidak bisa tidur? bukannya pekerjaan guru itu sangat melelahkan ya? biasanya kalau kita lelah siang hari nya maka malam harinya kita akan cepat tertidur"

"adakalanya saya tidak bisa tidur meskipun telah seharian bekerja"

"kenapa?"

"mungkin sedang memikirkan sesuatu atau sedang punya masalah?"

"oke aku tidak akan bertanya masalah apa, karena itu adalah privasi guru jadi aku tidak akan bertanya"

"apa kita akan mengobrol sampai pagi atau mau berlatih?"

"ya Tuhan aku lupa, aku ingin berlatih kenapa jadi ngobrol di sini"

won keluar meninggalkan sarang, dan mengambil 1 pedang kayu untuk diberikan pada sarang

"ini ambillah untuk berlatih hari ini"

"kenapa pakai pedang kayu guru, kenapa tidak langsung pedang asli nya saja?"

"kalau nona pertama kali berlatih mau pakai pedang asli, maka pasti Nona akan terluka"

"baiklah...."

won mulai melatih sarang dari dasarnya

dari cara memegang pedang, mengayunkan, melalui gerakan-gerakan yang mudah

tidak berapa lama berlatih sarang menyerah

"ah....capek... tangan ku sakit" sarang memegangi tangannya

"apa Nona yakin akan bisa menang dari Tuan Putri kalau Nona seperti ini?"

"tapi guru aku sangat lelah dan tanganku juga sakit"

"kita istirahat dulu"

pengawal won masuk kedalam ruangannya lalu mengambil air dan camilan untuknya dan untuk sarang

"ternyata belajar bela diri itu susah ya?"

"apa Nona mau menyerah?"

"tentu tidak.... aku hanya baru sadar ternyata benar-benar melelahkan"

" kita akan berlatih sedikit lagi, setelah itu kita akan istirahat dan dilanjutkan besok malam"

"baik lah guru"

sarang berlatih lagi,,,,

"aduh.... cukup guru aku sudah tidak kuat lagi"

sarang menjatuhkan pedang kayu nya sambil terduduk di bawah

"baiklah kita akan berhenti sekarang"

"aku akan kembali ke kamar Kakak sekarang"

"untuk apa?"

"aku mau istirahat, aku sangat lelah" sarang mulai berjalan gontai

"Nona, apa anda lupa kalau yang mulia raja sedang bermalam di sana"

"ya Tuhan... kenapa aku bisa lupa? lalu aku harus pergi ke mana? aku ingin membersihkan diri karena aku merasa gerah"

"mandilah di sini..."

sarang melotot kaget.....

1
Dede Mila
baca
semaumu aja
bandit kan biasanya ber kelompok Napa sendirian ini
Purwanto Purwanto
tetap semangat thor
desy meytha sumbayak
bagus ........ ttp semangat
Anggrek violet
ni bintang2nya kaya ga nyambung gitu,,,,aahhh ga seru,,,,ga keliatan hotnya
Anggrek violet
aduuuhhhh malunya si sarang karna salah kaprah,,,,,😂 😂 😁 😊
Anggrek violet
akhirnya sarang mengakui perasaannya pada won,,,,,😂 😂 😂
Anggrek violet
hahahahaaaa salah lihat kam
Anggrek violet
aiihhh kasiannya kau sarang
Anggrek violet
kesempatan maraup duit yg banyak hanya karena won,,,,😂 😂 😁
Anggrek violet
sialan,,,,aku yg senyam senyum sendiri akibat ulah si won tu
Anggrek violet
cium,,,cium,,,,cium dia sarang,,,,
Anggrek violet
aduhhh won kau yg terbaik
Anggrek violet
kangen ya sama si guru yg bucin tu
Anggrek violet
nikah aja sama si won biar bisa keliling dunia sama2
Anggrek violet
aku menangisi Donghae,,,,kasian raja
Anggrek violet
biarkan saja untuk kenang2 raja bila dia mati nanyinya kan masih ada anaknya bersama sarang
Anggrek violet
astaga,,,,apakah raja akan mati,,,,,kasian juga ya
Anggrek violet
ni mah kakak adik saling ipar2an,,,,hahaahahha
Anggrek violet
waaahhh sentimen kau won rupanya😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!