NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Mantan

Terpaksa Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Salah sambung hingga berakhir pacaran. Sepasang kekasih yang sudah siap menikah harus kandas karena sebuah kecelakaan.

Restu terlepas, seorang anak harus berbakti pada orangtuanya dengan menikahi wanita pilihan mereka.

Bertemu kembali dengan status berbeda, dengan harapan ingin kembali dengan cinta lama.


"Aku tidak ingin menikahi bekas orang!" kalimat penegasan keluar dari bibir seorang mantan.

Strategi meraih mantan tercinta hingga berujung pada sebuah pernikahan.

Perjuangan mendapatkan cinta kembali dari sang mantan hingga air mata menjadi saksi bisu.

Inilah kisah Terpaksa Menikahi Mantan yang penuh dengan tawa dan air mata.

Lanjutan novel ini 👉🏻 Sang Penakluk Playboy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Raka

Setelah shalat subuh, Raka membaringkan tubuhnya di atas kasur, ternyata ia kembali terlelap karena ia sangat lelah dengan kerjaannya di kantor kemarin yang mengharuskannya lembur.

Pagi-pagi Alex, Andre, dan Tommy sudah tiba di rumah Raka. Mereka sengaja join dengan orangtua Raka untuk memberi kejutan ulang tahun pada Raka.

Semuanya telah mereka siapkan dengan semaksimal mungkin. Mereka sengaja tidak memberi kejutan pada malam hari karena mereka ingin membuat seolah-olah Raka tidak memperdulikannya.

Tommy merogoh sakunya dan mengambil ponselnya.

Drrrtttt...drrrrtt...

Tidur nyenyak Raka menjadi terganggu dengan suara ponselnya, ia membuka sedikit matanya dan meraba-raba nakas untuk mengambil ponselnya.

"Hmm.. Halo" ucap Raka dengan suara seraknya.

"Raka! Melisa kecelakaan" ucap Tommy dibuat dengan nada sepanik mungkin.

"Apa? Melisa kecelakaan?" pekik Raka syok sembari bangun.

"Dia sekarang dimana?" tanya Raka buru-buru bangun dan mengambil jaketnya.

"Ini sekarang lagi gue bawa dia ke rumah sakit" sahut Tommy seperti aktor sedang berakting.

"Sekarang lo share loc gue segera kesana" Raka mengakhiri panggilannya dan ia mengambil kunci mobilnya kemudian ia beranjak pergi. Ia sama sekali tidak memikirkan penampilannya saat ini, karena yang terpenting untuk saat ini adalah keselamatan Melisa.

Raka keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangan dengan sangat cepat, seakan ia sedang berlari pada tangga, tujuannya ia berharap bisa sampai ke rumah sakit secepat mungkin.

Tommy tiba-tiba muncul di depan Raka, dan membuat Raka terkejut dan kikuk.

"Lo kok disini? Melisa mana?" tanya Raka penasaran.

"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday happy birthday happy birthday to you" Talita datang dengan sebuah kue di tangannyanya.

"Jadi ini rencana kalian semua?" Raka kembali bernafas lega.

"Iya dong" ucap Tommy tersenyum sumringah.

"Kejutan!!!" Mereka semua keluar dari persembunyian.

"Ya Allah! Thank you banget" ucap Raka tersenyum bahagia dengan kejutan mereka semua, ia pikir cuma Tommy dan Talita saja, ternyata yang lainnya juga ikut memberinya kejutan.

"Sama-sama sayang" ucap Talita tersenyum bahagia.

Raka dan keluarganya juga bersama dengan teman-temannya ikut menikmati kejutan ulang tahun yang diberikan mereka semua.

Semua dari mereka tersenyum bahagia atas bertambahnya usia Raka. Kali ini ia benar-benar sudah menginjak 25 tahun.

Saat pesta ukang tahun kecil-kecilannya berlangsung dengan penuh kebahagiaan, ia jadi teringat dengan Melisa yang hari ulang tahunnya itu sama dengannya. Ia pun merogoh ponsel dan menghubungi Melisa.

Berkali-kali ia hubungin tapi sama sekali tidak dijawab oleh Melisa. Raka menjadi bingung dan bertanya-tanya.

"Kemana dia? Apa dia marah?" batin Raka sembari melirik jam di tangannya.

Talita melihat Raka seperti orang kebingungan, ia pun berjalan menghampirinya.

"Kamu kenapa kayak orang kebingungan begitu?" tanya Talita sembari duduk di samping Raka.

"Pacar aku, Mom. Dihubungi berkali-kali tetap aja gak diangkat juga" keluh Raka berusaha menghubungi Melisa kembali.

"Ini hari ulang tahun kamu, nak. Bisa gak jangan terlalu memikirkan pacarmu itu!" titah Talita merasa kesal dengan Raka.

"Masalahnya dia juga ulang tahun hari ini, Mom. Dan aku belum sempat ngucapin selamat ulang tahun buat dia" jelas Raka memberi pengertian.

"Kamu terlalu menjunjung tinggi dia, sehingga hanya hal seperti ini saja kamu harus mengemis padanya" ketus Talita kesal.

"Dia memang patut aku junjung tinggi, karena dia berbeda dengan wanita yang pernah aku pacari, Mom. Kalau mommy kenal sama dia, pasti Mommy akan segera menyuruh aku menikahi dia" jelas Raka dengan santai dan penuh percaya diri.

"Terserah kamu deh" sahut Talita masih kesal dengan anaknya itu. Karena bagi Talita, Raka sama sekali tidak becus dalam menilai wanita.

Raka kembali ke kamarnya, karena ia harus segera membersihkan tubuhnya juga ia harus mengganti stylenya.

Setelah mengganti stylenya ia pun turun kembali dan menyapa mereka semua.

"Dad! Mom! Dan semuanya! Aku pamit dulu ya" ucap Raka menatap mereka semua dengan serius.

"Kamu mau kemana?" tanya Gunawan penasaran.

"Ada urusan sama teman, dad" ucap Raka menatap Gunawan.

"Teman apa pacar?" Tommy menyeringai.

"Teman hidup" sahut Raka dengan spontan.

"Ya sudah aku pamit ya. Assalamualaikum" ucap Raka beranjak pergi.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah" jawab mereka semua.

Raka dengan buru-buru hendak pergi menemui Melisa.

Di perjalanan ke asrama, ia teringat kalau ia belum membelikan sesuatu kepada Melisa. Akhirnya ia pun singgah di toko perhiasan.

"Pagi Mas, ada yang bisa saya bantu" ucap Penjual dengan lembut.

"Mbak saya ingin carikan cincin berlian yang bagus dan unik untuk kekasih saya" pinta Raka dengan serius.

Penjual berlian langsung mengambil berlian dalam berangkasnya dan menyerahkan pada Raka.

"Mas ini cincin berlian baru saja masuk ke toko kami, ini baru saja sampai dan Mas lihat! Kami belum sempat memajangkannya disini karena ini memang khusus dan kualitasnya tinggi" jelas penjual berlian.

"Ini sangat bagus, dan sangat cocok untuk dia" lirih Raka saat melihat cincin berlian yang begitu cantik.

"Berapa size jari kekasih Mas?" tanya Penjual berlian.

"Itu saya yang bingung Mbak" sahut Raka spontan.

"Mas coba aja pakaikan di jari kelingking Mas. Biasanya kalau kita berjodoh dengannya size jari manis dia sama dengan jari kelingking kita Mas" sahut penjual berlian dengan senyum manisnya.

"Emang iya mbak?" tanya Raka penasaran.

"Mas coba aja. Nanti kalau gak muat, Mas bisa bawa kembali berlian itu dengan kekasih Mas" sahut Penjual berlian dengan serius.

Raka mengambil cincin berlian itu dan memakai ke jari kelingkingnya dan langsung pas di jarinya. Ia tersenyum bahagia dan melepaskan kembali cincin dari jarinya itu.

"Mbak! Saya ambil yang ini aja" ucap Raka menyerahkan cincin pada penjual berlian.

"Baik Mas, silakan ikut saya untuk melakukan pembayarannya" titah Penjual berlian dengan lembut.

Raka menganggukkan kepalanya dan mengikuti penjual berlian.

Setelah membeli cincin, ia juga melihat seorang penjual bunga, ia pun menghampirinya dan untuk membeli buket bunga mawar merah untuk Melisa, ia juga menyelipkan surat cinta di dalam bunga, agar Melisa selalu mengingatnya.

Semuanya telah selesai dibeli, Raka pun dengan senyuman bahagia mengemudikan mobilnya kembali dan menuju ke asrama Melisa.

Sesampainya di asrama, Raka kembali menghubungi Melisa, tapi sama sekali tidak di jawab. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui penjaga asrama.

"Assalamualaikum bu"

"Wa'alaikumussalam warahmatullah, nak cari siapa ya?" tanya Ibu asrama penasaran.

"Saya ingin mencari adik saya, bu. Namanya Melisa, dari tadi saya hubungin tidak dijawab juga, padahal saya jauh-jauh datang dari Bandung hanya untuk merayakan ulang tahun adik saya hari ini, bu" jelas Raka berbohong dengan wajah melas.

"Baik, kamu tunggu disini dulu, biar saya panggil Melisa" sahut Ibu asrama dengan penuh pengertian.

"Baik. Terima kasih bu ya" ucap Raka menganggukkan kepalanya.

"Iya sama-sama" Ibu asrama langsung pergi ke kamar Melisa.

Raka hanya tersenyum sumringah saat kebohongannya berhasil.

Ibu asrama kini tiba di kamar Melisa, ia tidak segan-segan untuk mengetuk pintu kamarnya.

Tok..tok..tok..

"Siapa yang ketuk pintu pagi-pagi?" lenguh Melisa sembari membuka matanya.

Tok..tok..tok..

"Lisa! Bukain pintu sana gi" titah Bella dengan nada seraknya itu.

Melisa mengucek matanya kemudian ia berjalan untuk membukakan pintu.

Klek..

"Ibu asrama, ada apa?" tanya Melisa dengan lembut.

"Kakak kamu sedang menunggumu di depan, cepat kamu temui dia!" sahut Ibu asrama dengan serius.

"Apa? Kakak saya disini?" pekik Melisa tersenyum bahagia.

"Ada apa Lisa?" tanya Laura membuka matanya.

"Kakak aku datang kesini dan sekarang sedang menunggu aku di luar" ucap Melisa tersenyum bahagia.

"Apa? Kak Reno di luar?" pekik Siska tersentak kaget.

"Iya" Melisa menganggukkan kepalanya.

"Aku harus segera siap-siap dan bertemu dengannya" ucap Siska langsung pergi ke kamar mandi.

"Ya sudah! Melisa cepat kamu temui kakak mu! Jangan biarkan dia kelamaan menunggumu" titah Ibu asrama.

"Baik Bu. Sekali lagi terima kasih banyak" ucap Melisa tersenyum bahagia.

"Iya sama-sama" ucap Ibu asrama beranjak pergi.

Melisa kembali ke kamar untuk mengambil sweeter dan hijabnya kemudian ia pergi menemui kakaknya.

Melisa tersenyum bahagia saat melihat lelaki yang disangka kakaknya itu sedang berdiri membelakanginya.

"Kakak" Melisa dengan spontan memeluk Raka dari belakang yang di sangka kakaknya itu.

Raka tersentak kaget dan jantungnya semakin berdetak tidak karuan saat Melisa memeluk tubuhnya.

"Kakak aku senang banget kakak kesini" ucap Melisa mengeratkan pelukannya.

"Sayang, ini aku" ucap Raka dengan lembut.

"Mas Irsyad?" lirih Melisa saat mendengar suara Raka.

"Iya ini aku" sahut Raka kembali.

"Astagfirullah" Melisa tersentak kaget dan langsung melepaskan pelukannya.

"Mas! Kenapa bohongi aku? Aku kan jadi peluk lelaki yang bukan muhrim aku" protes Melisa kesal.

"Happy birthday sayang" Raka memberikan buket bunga mawar merah.

Melisa tersentak kaget dan ia tersenyum bahagia, jika ia tadinya benar-benar kesal tapi kesalnya menjadi sirna saat Raka memberi kejutan untuknya.

"Thank you Mas" ucap Melisa sembari mengambil dan juga mencium bunganya.

Raka merogoh saku jaketnya dan mengambil kotak perhiasan.

Ia pun berlutut di depan Melisa sembari membuat kotak perhiasan di tangannya.

Siska, Laura dan Bella buru-buru datang menghampiri Melisa dan kakaknya itu, namun langkah mereka terhenti saat melihat lelaki itu bukan kakaknya Melisa.

"Sayang maafkan aku terlambat mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Dan tolong terima cincin ini sebagai tanda maaf aku" ucap Raka dengan penuh cinta.

"Aku memaafkan Mas" Melisa mengambil cincinnya dan memakaikannya sendiri di jari manisnya.

Raka buru-buru bangun dan melihat cincin di tangan Melisa.

"Muat sayang?" tanya Raka menatap Melisa dengan serius.

"Iya. Ini pas banget di jari aku" ucap Melisa memperlihatkan cincin di jarinya.

"Alhamdulillah. Aku pikir tadi gak muat loh, soalnya itu cincin aku tes di jari kelingking aku" jelas Raka dengan serius.

"Masa sih Mas?" Melisa mengernyit keningnya.

"Iya, kata penjual cincin disuruh pakai di kelingking aku dan dia juga bilang kalau cincinnya pas di kamu berarti kita jodoh" jelas Raka dengan polos.

"Hahaha.. Itu tuhayul, jangan percaya yang begituan, tapi masih banyak loh untuk kejutannya" ucap Melisa tersenyum bahagia.

"Ciumnya mana?" Raka menggoda Melisa.

"Cukup dengan dosa yang tadi jangan tambah lagi" sahut Melisa memanyunkan bibirnya.

"Mau di peluk lagi" Raka membuka tangannya lebar-lebar.

"Jangan macam-macam!" Melisa mundur satu langkah dari Raka.

"Hahaha gak lah" sahut Raka cengengesan.

Siska dan kedua seniornya hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua sejoli itu. Mereka hendak menyapa namun tidak jadi dan malah membiarkan mereka berdua. Akhirnya Siska dan kedua seniornya itu kembali ke kamarnya. Kemudian melanjutkan tidurnya kembali.

"Oh ya Mas! Mas tunggu dulu disini, aku harus mandi dan siap-siap. Setelah itu baru kita pergi rayain ulang tahun kita" titah Melisa dengan lembut.

"Sayang walaupun gak mandi tetap cantik kok" sahut Raka menggoda Melisa.

"Pokonya mas tunggu aku disini" titah Melisa. Ia buru-buru pergi ke kamarnya. Ia tidak ingin berlama-lama di dengan Raka dengan penampilannya itu, karena Raka pasti semakin menggodanya.

Melisa kembali ke kamarnya, ia meletakkan bunga di atas nakas kemudian ia mengambil handuk dan segera mandi.

Beberapa saat kemudian ia sudah siap dengan style feminimnya, ia mengambil tas dan ponselnya kemudian ia beranjak pergi menemui Raka.

"Mas! Aku sudah siap" ucap Melisa berdiri di depan Raka.

"Cantik banget sih?" ucap Raka menatap Melisa.

"Oh ya aku punya sesuatu ni untuk Mas" Melisa merogoh sakunya dan menyerahkan sebuah kado kecil untuk Raka.

"Apa ini?" tanya Raka bingung saat memegang kado dari Melisa.

"Buka dong" titah Melisa tersenyum bahagia.

"Isinya gak aneh-anehkan?" tanya Raka mencurigai.

"Enggak, coba deh Mas bukain kadonya!" titah Melisa dengan lembut.

Raka merobek sampul kadonya, dan ia tersenyum saat melihat kotak jam. Ia pun juga membukanya dan ia semakin tersenyum bahagia saat melihat jam tangan mahal dan sesuai dengan seleranya.

"Sayang pintar sekali dalam memilih jam tangan ini. Dan ini cocok sekali dengan selera aku" ucap Raka.

"Sayang pegang ini dulu" Raka menyerahkan kembali kotak jam tangan kepada Melisa.

Kemudian ia membuka jam tangannya dan memakai jam tangan yang diberikan Melisa kepada.

"Bagus banget. Terima kasih sayang untuk oleh-olehnya" ucap Raka sembari terus melirik jam di tangannya itu.

"Sama-sama Mas" jawab Melisa tersenyum sumringah.

"Kita pergi kemana ni?" tanya Melisa menatap Raka dengan serius.

"Hari ini kita akan berkencan berdua dan kita nikmati hari ini tanpa ada satupun yang boleh mengganggu kita" sahut Raka penuh semangat.

"Ok. Tapi ingat! Antar aku balik kesini sebelum malam" ucap Melisa tersenyum sumringah.

"Ok. Aku Ingat" sahut Raka tersenyum bahagia.

"Ayo kita pergi" ucap Melisa. Raka menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi.

Merekapun kini pergi kencan berdua untuk merayakan ulang tahun mereka yang kebetulan tanggal dan bulannya sama, hanya tahun kelahiran mereka yang berbeda.

Raka dan Melisa menikmati hari jadi mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Mereka hanya berharap di hari ulang tahun mereka, mereka bisa terus bersama sekarang, besok dan selamanya.

1
Kembarr Kembaarr
itu bkn takdir. karna sejatinya masalah itu dibuat oleh raka dn ortunya. sementang2 orang kaya . mrk tdk memiliki perasa'an.
Kembarr Kembaarr
gak usah menurut kita pr komentator.. yg jelas ada nggak di dunia nyata seorang ibu. dn seorng wanita yg punya sifat sprt TALITA. wanita durjana . seorang ibu tak berhati nurani.... ? . aku berharap gak ada lg cerita yg model nya begini
Kembarr Kembaarr
ha ha ha 1thn bukannya melisa koma 4 bln yaa. ini anak tumbuh dr pohon jati x . bkn anak melisa
Kembarr Kembaarr
Talita Anjing .raka srigala dn gunawan babi. nyesel bene2 baca cerita ini
Kembarr Kembaarr
di novel ini pernikahan seolah bukan sesuatu yg di anggap suci. pernikahan hanya sebuah mainan. kpn ingin menikah lg ya... nikah tanpa memikirkan sakitnya yg di hianati.
Kembarr Kembaarr
itu si talita coba gunawan di suruh nikah lg kira2 boleh tidak. dasar talita ibu ber hati iblis .Ajing bener ortu si raka .si raka jg kelewat goblog. bikin emosi saja
Alina Bams
b saja
Kembarr Kembaarr
baca nya lompat jauh karna sangat jijik dngn penghianat tp sok gak punya salah bkannya menjelas apa yg terjd di masa lalu tp mlh seenak jidat raka sendiri
Kembarr Kembaarr
anak kuliahan tp goblog nya kelewat yaa si melisa ini
Kembarr Kembaarr
keturunan dr kedua orang tua yg menjijik kn.
eeeehh..... keturunannya jg sangat menjijik kan. pura2 polos padahal memang berhianat dngn menikah dngn wanita lain
Kembarr Kembaarr
kedua orang tua raka ini sangat2 menjijik kan
Kembarr Kembaarr
gak suka dngn ke2 orang tua raka. pa lg mamy nya
Daryati Idar
lanjut thor
Airiany Kwok
apa nama lapak nya pake koin gak baca kalau iya malas baca bagus disini aja bacanya
Airiany Kwok
gimana bisa kunci mobil pun ikut diletakkan di atas narkas, sedangkan pak anto disuruh pulang jadi pak anto pulang naik apa jalan kaki.
Utin Adha Edha
Gak pingin lanjut baca ini, nyesek sebagai istri, raka juga kenapa jadi bimbang, duit elo banyak, sewa aja dokter selain marisa
Kembarr Kembaarr: raka mengulangi hal yg sama. kegoblokanya. keegoannya. di tambah kedua ortu tak berhati lengkap sudah penderita'an melisa. karna kebiadaban m mertua dn suami tak punya pinsip
total 1 replies
Utin Adha Edha
Ceritanya kok gini, jadi ortu egois banget, marisa dgn sukarela menjaga keponakannya, di hati minta jantung 😬
Utin Adha Edha
Yah….jodoh kk reno siapa donk, gak rela klo kk reno meninggal
Utin Adha Edha
Salah sendiri melisa kenapa juga jd istri egois tidak memberi hak suaminya
Utin Adha Edha
Tega amat sih melisa sama suaminya, dosa lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!