NovelToon NovelToon
Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:187.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vio~~

[A•2•.]
Slow Update
Kisah ini dimulai ketika Lin Lin, seorang permaisuri dari zaman kuno, yang dulunya berasal dari dunia modern tiba-tiba saja mendapatkan berita yang mengejutkan. Kehidupannya di zaman kuno itu ternyata hanyalah sebuah permainannya dari para dewa.

Karena rasa bersalah mereka, para dewa akhirnya memutuskan memberikan Lin Lin sebuah hadiah. Lin Lin dapat hidup kembali di dunia modern, namun menggunakan identitas yang lain.

Lin Lin disana memutuskan untuk mencari jodoh yang telah ditakdirkan oleh langit kepada dirinya, Xie Jun Hao, yang di dunia modern sekarang menjadi seorang CEO yang sangat dingin.

Bagaimana Lin Lin akan membuat hati pria itu luluh? Simak kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vio~~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Melamun

Setelah selesai makan, Lin Lin segera saja pergi ke kamar mandi dengan cepat sambil membawa pakaian nya.

Bahkan disaat Xie Jun Hao bersiap untuk menyuruh para pelayan untuk membantu Lin Lin untuk mandi, Lin Lin langsung saja menolak dengan alasan bahwa jika dibantu oleh pelayan maka mandi nya akan lama.

Maka dari itu, para pelayan yang telah tiba di kamar itu untuk membantu Lin Lin mandi dengan berat hati harus diusir kembali oleh Xie Jun Hao.

Sedangkan Xie Yu Ra segera saja pergi dari kamar ayah dan ibu nya untuk menemui kakek dan nenek nya.

Xie Yu Ra tidak peduli dengan ayah nya yang ditinggal sendirian. Terserah ayahnya saja ingin melakukan apa sembari menunggu Lin Lin selesai mandi.

Lin Lin mandi hanya sekitar sepuluh menit. Entah apa yang dilakukan oleh Lin Lin untuk membersihkan diri sampai secepat itu.

Intinya setelah sepuluh menit di dalam kamar mandi, Lin Lin keluar dengan wajah segarnya. Tidak ada lagi wajah mengantuk di wajah Lin Lin.

Xie Jun Hao bahkan sampai kaget ketika melihat Lin Lin keluar dari kamar mandi dengan cepat. Biasanya para wanita sampai menghabiskan setengah jam untuk mandi saja.

Tetapi melihat betapa cepatnya Lin Lin mandi, Xie Jun Hao jelas langsung mengerti bahwa Lin Lin sangat ingin pergi menemui kedua orang tua nya dengan cepat dan sesegera mungkin.

"Lin Lin, kau masih harus berdandan," ucap Xie Jun Hao mengingatkan Lin Lin ketika Lin Lin langsung berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa.

Bahkan Lin Lin belum memakai perhiasan kepala yang seharusnya digunakan oleh seorang permaisuri hanya karena dia terburu-buru ingin menemui orang tua nya.

Jujur saja, Lin Lin takut bahwa waktu nya akan segera tiba. Bahkan Lin Lin takut dia tidak sempat untuk menemui orang tua nya. Bukannya terlalu panik atau terlalu cemas, Lin Lin hanya tidak ingin kehilangan satu detik pun untuk melihat wajah orang-orang yang dia sayangi.

Satu detik bagi seseorang yang tahu bahwa dia akan segera meninggal adalah sesuatu yang sangat berharga. Bahkan nol koma sekian detik saja sudah sangat berharga bagi seseorang yang tahu bahwa dirinya akan segera meninggal.

"Maafkan aku, Jun Hao. Aku melupakan hal itu karena ingin cepat-cepat menemui orang tua ku," ucap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat menyesal.

Lin Lin tahu dan sangat sadar bahwa dirinya belakangan ini terlihat terburu-buru dan bahkan terlihat ceroboh.

Tetapi hal itu menurut Lin Lin sendiri adalah hal yang wajar. Seseorang pasti akan bertindak impulsif ketika dia mereka mendapatkan kabar yang buruk atau hal-hal yang tidak dia inginkan.

Makanya Lin Lin bersikap seperti itu sejak kemarin.

Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan Lin Lin. Kemudian Xie Jun Hao membawa Lin Lin untuk duduk di kursi di depan meja rias yang ada di kamar itu kemudian mendudukkan Lin Lin dengan perlahan.

"Lin Lin, kau duduk terlebih dahulu. Biarkan aku membantu mu untuk merapikan rambut mu," ucap Xie Jun Hao segera saja memilih hiasan rambut untuk Lin Lin.

Xie Jun Hao mengambil sisir di atas meja kemudian menyisir rambut Lin Lin dengan perlahan.

Lin Lin menatap dirinya yang pucat dari kaca di hadapan nya. Melihat wajah nya yang pucat, Lin Lin semakin merasa sedih karena teringat bahwa dia akan segera meninggalkan orang-orang yang dia sayangi.

Xie Jun Hao menatap dari kaca untuk melihat raut wajah Lin Lin yang merasa sedih. Xie Jun Hao menghela nafas pelan.

Bohong jika Xie Jun Hao tidak merasa sedih. Bohong jika Xie Jun Hao tidak merasa takut dan cemas. Bohong jika Xie Jun Hao akan dengan ikhlas membiarkan Lin Lin pergi.

Tentu saja Xie Jun Hao merasa takut, Xie Jun Hao bahkan pernah merenung disaat Lin Lin pingsan.

Flashback

Hari itu adalah hari dimana Lin Lin sedang pingsan. Xie Jun Hao melamun sendirian di atas singgasana nya. Bahkan disaat sang kasim memanggil nama nya, Xie Jun Hao sama sekali tidak menyahuti.

Yang dilakukan Xie Jun Hao di kala itu hanyalah sibuk melamun. Xie Jun Hao melamun tentang kemungkinan bagaimana jika Lin Lin akan pergi meninggalkan mereka?

Tidak, bukannya Xie Jun Hao berpikiran buruk bahwa Lin Lin akan meninggal. Tetapi setiap firasat yang pernah muncul di dalam hati nya pastilah selalu menjadi sebuah kenyataan.

Makanya Xie Jun Hao merasa sangat takut. Xie Jun Hao melamun terus menerus. Sedangkan sang kasim yang tidak dihiraukan hanya bisa menghela nafas nya. Sang kasim tahu bahwa sang kaisar sedang merasa gelisah.

Tetapi si kasim tidak ingin menjadi seseorang yang terlalu penasaran. Si kasim mengerti arti dari rasa penasaran dapat membuat dirimu terbunuh. Maka dari itu, si kasim memilih untuk diam saja dan tidak membuka mulut nya untum bersuara.

Kembali kepada Xie Jun Hao yang masih saja belum selesai melamun, tiba-tiba saja Xie Jun Hao merasakan bahwa dirinya terpanggil oleh seseorang. Kali ini bukan si kasim yang memanggilnya karena Xie Jun Hao dapat mendengar panggilan tersebut dengan jelas di tengah dirinya melamun.

"Yang mulia kaisar, Xie Jun Hao," panggil suara itu.

Xie Jun Hao mengenal suara itu. Bahkan jika Lin Lin mendengar panggilan itu maka Lin Lin pasti akan langsung mengenal siapa yang memanggil Xie Jun Hao.

"Kau? Apakah kau adalah tuan rubah? Mengapa kau bisa melakukan telepati dengan ku?" tanya Xie Jun Hao dengan rasa terkejut.

Xie Jun Hao merasa sangat terkejut. Pasalnya tak banyak yang bisa melakukan telepati dengan dirinya. Apalagi telepati itu dilakukan pada saat dirinya sedang melamun.

Pada umumnya, ketika Xie Jun Hao sedang melamun, Xie Jun Hao mematikan akses agar tidak ada satupun yang bisa mengganggu dirinya ketika sedang melamun.

Memang benar bahwa yang melakukan telepati dengan Xie Jun Hao saat ini adalah tuan rubah. Tetapi itu setengah benar dan setengah salah. Yang saat ini melakukan telepati dengan Xie Jun Hao memang tubuhnya tuan rubah, tetapi jiwa nya adalah naga air yang bersemayam di dalam tubuh tuan rubah.

Makanya Xie Jun Hao bisa mendapatkan telepati seperti itu oleh tuan rubah secara tiba-tiba. Xie Jun Hao sendiri masih belum menyadari bahwa yang melakukan telepati dengan dirinya bukanlah tuan rubah, melainkan naga air.

"Kau salah, yang mulia kaisar. Aku adalah naga air. Mungkinkah yang mulia kaisar telah melupakan hamba?" tanya naga air.

...****************...

1
Bunda Fariz
Luar biasa
Nanik Lestari
Selalu suka, Alur ceritanya bagus dan emosinya juga dapet. Penggambaran karakternya pas, tidak berlebihan. Semoga ceritanya lanjut sampai tamat.
Dhea Gorys
kenapa lama tidak up tor
Dhea Gorys
aku selalu menunggu up mu thor,,,
semangat...
Kaisar Tampan
teman-teman bantu dukung karyaku juga ia. simpanan brondong tampan.
terima kasih kak aku udah mampirni
Lhya Amryhen Rahma Nurul
lanjut thor udh serius bacanya😇🙏
🍂QUEEN ❄️
aku memiliki firasat kalo pas Lin Lin di masa depan Jun Hao bakal jadi ceonya
azka aldric Pratama
msh nyimak
Murtinah
di tunggu updatenya.
terong matang
eh eh eh lagi enak baca malah gak ad next nya,,,,😒

lamjut donk thorrr,,, meronta ronta ne pikiran eykee
terong matang
sedih banget😖😖
terong matang
gw fokus baca aja,,,,

thoernya jgn mudah putus asa ok,,, ambil positif nya aje,,, dan terus berkarya🥰 semangat 💪
Dukoh City
lama banget gak pernah up thor
Evsant
up dong kk penasaran cetitanya
Evsant
kelanjutanyan mana kk baru sampai up 75.
ditunggu segera ya kk penasaran ceritanya.
Kei Xia
keadaan bayi yg ga normal saat lahir ga nangis pertanda ada kelainan atau ada masalah pada si bayi lain kali search duly thor biar sedikit masuk akal
Vivi Lily
lanjutannya mana ya .
WildaNyaaa Imut
lnjuttt thorrr
@⒋ⷨ͢⚤L♡Marieaty♡
😅 aku baru engeh pas baca bagian eps ini, kayaknya aku kurang konsen deh maaf ya thorrrr aku kura ceritanya lain eh ternyata, semangat thorrr 😘😘 aku mendukungmu
Rosa Samangun
lanky Thor,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!