Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 13 - Wobin Seorang Idol
Aku melihat di leher nana juga sudah di kasih nama dengan Wobin, tapi namanya masih nana kenapa dia bisa tau apa karena aku kemarin hampir dicelakai orang karena memberi makan nana sampai malam jadi Wobin mengambil kucing ini untuk dibawa pulang agar aku tidak keluar rumah nya lagi
"Thankyou" kataku sambil senyum sumringah ke wobin
Wobin mengangguk dan memberikan ponselnya kepadaku sebelumnya dia sudah menulis sesuatu di ponselnya
“Kamu boleh merawat nana di rumah ini”
Aku tidak percaya Wobin memperbolehkan aku memelihara nana di rumahnya, beberapa menit kemudian suho datang
"Ternyata di sini" kata suho
Wobin hanya melihat Suho dengan wajah tidak mengerti dan berbicara seperti biasa bersama Suho
"Hi" kata suho
"Hi, ketemu lagi, sedang mencari Wobin ya" kataku
"Iya dia ada syuting hari ini" kata suho
Pantas saja hari ini pakaian Wobin sangat bagus, termasuk sangat cepat karna beberapa menit pergi kembali lagi sudah menggunakan pakaian sangat rapi
"Aku mencarinya aku yakin Wobin ada di sini ternyata benar, itu bukannya nana?" tanya suho
"Iya ini nana kok kamu tau" kataku
"Kemarin malam Wobin membawa nana ke kantor manajemen kita, tapi tidak sebersih ini" kata suho
"Sebenernya ini kucing yang aku temuin di jalan, terus sekarang Wobin bolehin aku rawat nana di sini" kataku
"Jadi Wobin membawa nana untukmu?" kata suho
"Iya aku kemarin pulang malam karena memberi nana makan" kataku
"Lebih baik kamu merawatnya di rumah saja Hannah di luar sangat berbahaya untukmu apalagi kamu seorang wanita" kata suho
"Iya kataku
Aku melihat Wobin masih memainkan ponselnya aku tidak tau sebenarnya dia sedang apa karena wajahnya seperti sedang berpikir
"Yasudah aku pergi ya aku gak lama kok di sini cuma jemput Wobin" kata suho
"Oke" kataku
"Ini minumnya tuan suho" sahut susi yang sudah memegang cangkir teh
"Minum saja" jawab suho
Suho dan Wobin pergi meninggalkan aku, susi dan nana
"Jadi ini nana kucingnya mba Hannah" kata susi, aku gak yakin ini kucingku tapi aku anggap nana sudah seperti kucingku, meskipun Wobin yang sudah merawat nana kayaknya nana lebih baik sama Wobin daripada sama aku
"Iya sus, ini nana lucu kan" kataku
"Lucu matanya bagus mba kata susi
"Iya sus tadinya badannya kurus banget pas awal aku temuin" kataku
"Oh iya mba hannah saya tidurnya di mana ya" kata susi
Aku lupa kalau susi belum punya kamar
"Gimana kalau tidur sama aku aja soalnya ini bukan rumahku aku gak bisa kasih kamu kamar sus" kataku
"Gpp mba hannah saya mau, justru saya senang kalau ada temennya satu kamar" kata susi
"Yaudah yuk itu kamarku" kataku
Aku menunjukkan kamarku pada susi
"Bagus juga ya kamar rumahnya tuan Wobin" kata susi
"Iya rumah ini setiap ruangannya bagus" kataku
"Aku tinggal ya aku mau ngasih makan nana dulu" kataku
"Iya mba hannah" kata susi
Aku memberikan makan untuk nana di taman sambil menikmati udara segar, setelah memberi makan nana, aku ke kamar memastikan susi apakah sudah selesai memasukkan bajunya, aku ingin membantunya kalau bajunya banyak ternyata di kamar kosong sepertinya susi sudah memasukkan bajunya ke lemari aku mencari susi yang sedang melihat foto besar Wobin dia memandang foto Wobin sangat lama
"Sus ngapain?" kataku
"Sedang melihat foto tuan Wobin dia tampan sekali mba" kata susi
Aku tau Wobin memang tampan tapi apakah harus dilihat selama itu
"Iya dia memang tampan Taylor juga cantik" kataku
"Memangnya nona Taylor siapanya tuan Wobin mba hannah" kata susi
"Kakak" kataku
"Saya pikir istrinya habisnya mereka serasi" kata susi melihat foto wobin dan taylor
Aku dulu mikirnya juga Taylor pacarnya Wobin karena gak tau
"Tuan Wobin kayak idol korea banget mba hannah, saya langsung ngefans sama tuan Wobin, waktu pertama kali liat tuan Wobin di pencarian pelayan saya pikir dia juga artis" kata susi
"Kata suho Wobin memang artis sus penyanyi sama model aku gak tau model apa atau lagunya kayak apa" kataku
"Benaran mba jadi tuan Wobin memang artis tapi saya kok gak tau ya apa karena gak pernah liat tv atau berita selama di tempat pencarian pelayan, sebentar saya cari dahulu berita tuan Wobin" kata susi
Susi langsung membuka ponselnya dan mengetik nama Wobin
"Wah bener mba hannah tuan Wobin artis" kata susi, wajah susi berubah seperti fans fanatik Wobin kayak fansnya waktu di bandara, susi senyum senyum melihat foto foto Wobin sampai tidak kedip
"Mau liat gak mba hannah" kata susi
"Boleh" kataku
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan