NovelToon NovelToon
Perfect Wedding

Perfect Wedding

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:182.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheselsa

18+

Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.

Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.

Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.

Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏

Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Dua pasang mata indah dari wanita yang berumur kurang lebih sama saling beradu. Keduanya memang tak muda lagi, namun gurat-gurat kecantikan masih sukar untuk ditutupi kedua wanita tersebut. Dua orang wanita yang berumur lebih dari 50 tahun tersebut saling mengedarkan pandangannya, api permusuhan yang dulu bergelora kini mulai bangkit dari padamnya.

"Hei apa yang kamu lakukan di rumah aku Linda?" Selidik salah satu dari mereka dengan mimik congaknya.

Sambil berkacak pinggang, wanita yang disapa Linda pun tak mau kalah. Ia membulatkan matanya sambil menunjuk ke arah rumah tersebut untuk memastikannya.

"Aku ingin menemui calon menantuku, menurut sumber yang kudapat dia tinggal di sini!" Linda tak mau kalah dari Amy. Dia sengaja ingin memanas-manasi teman dekatnya dahulu. Linda yakin bila Amy melihat Somi, ia pasti akan iri padanya karena bisa menemukan calon menantu idaman.

"Kamu jangan mengada-ada, ini rumahku!" Ami menggertak Linda dengan sinis, untuk membuktikan bahwa ini rumahnya ia membuka pagar rumah yang masih terkunci dengan anak kunci yang ia bawa. Dan pagar pun terbuka, hal itu menandakan bahwa Amy memang pemilik yang sesungguhnya.

Linda menatap tajam ke arah punggung Amy, lalu wanita yang mengenakan dress hijau tosca tersebut menyusul Amy untuk masuk ke rumah mantan sahabat dulu. Ia ingin memastikan kebenarannya dengan mata kepalanya sendiri. Apa benar ini rumah Amy ataukah rumah Somalia, gadis yang dikenalkan oleh Gandhi ketika ia dirawat di rumah sakit.

Amy mencebik kesal pada Linda, ia sungguh tak suka Linda mengusik kehidupannya. Api permusuhan yang terjadi tempo dulu masih bersarang di dadanya kini mulai keluar kembali. Semakin Linda masuk rumahnya, hatinya terasa sakit.

"Sayang ...." sapa kedua wanita setengah abad lebih secara bersamaan. Keduanya tercekat melihat keadaan Somi ketika gadis itu membukakan pintu untuk mamanya. Dengan pergelangan kaki masih dibebat, Somi menatap kedua wanita yang sedang berseteru tersebut.

Somalia terlihat heran, darimana keduanya saling kenal? Bukankah ini pertama kalinya keduanya bertemu? Tapi terdengar keduanya saling berbicara layaknya dua orang yang lama tidak bertemu. Somi semakin bingung dengan hal ini. Mama serta mamanya Gandhi saling berdebat di hadapannya, sepertinya pertikaian sengit diantara kedua mama itu makin tajam layaknya belati yang baru saja diasah.

Karena tak ingin berlanjut lebih jauh lagi, Somi segera menghubungi pacar imitasinya agar membawa pulang sang mama. Ia tak ingin kediamannya menjadi sasaran empuk drama permusuhan dua wanita yang sedang berseteru.

Wajah Somi terlihat lusuh karena Gandhi tak kunjung mengangkat telepon darinya. Pagi tadi dia mengatakan akan ada sidang penting, mungkinkah Somi menelpon pria itu di waktu yang tak tepat.

"Ah ..." Somi mendesah pelan karena kecerobohannya telah mengganggu waktu Gandhi. Mau tak mau ia harus menangani masalah ini sendiri, ia tak ingin menyulitkan Gandhi pada masalah sepele ini.

*

Seorang pria sedang mendengarkan hasil putusan sidang dari kasus yang ia tangani, wajahnya terlihat tertekan. Bukan karena khawatir kasus yang ia tangani kalah, ada hal lain yang membuat Gandhi tak tenang. Berkali-kali ia menatap penunjuk masa di tangan kirinya, sesekali Gandhi menatap benda pipih yang tergeletak di atas meja persidangan.

Sebuah nama yang akhirnya membuat konsentrasinya terpecah secara tiba-tiba, nama Somalia, nama itu mampu mengacak-acak pikiran Gandhi.

Karena sudah tak tahan dengan gejolak antara logika dan batinnya, Gandhi mantap menghubungi Somi meski ia masih berada dalam ruang sidang. Gandhi sedikit menekan earphone yang masih berada di lubang telinga kanannya. Tanpa mengulur waktu, Pria tampan itu menghubungi Somi. Cidera Somi lah yang membuat Gandhi melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

"Ada apa?" tegur Gandhi dengan suara pelan. Ia takut menganggu jalannya sidang.

"Apa aku mengganggu kamu? Mamamu ada di rumahku dan saat ini mamamu sedang bertengkar dengan mamaku!" jelas Somi pelan juga. Ia tak ingin menambah masalah untuknya dan Gandhi.

"Ulur waktu, setelah aku selesai sidang aku akan datang!"

"Tak perlu, bila kamu sibuk aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri, tenang saja!"

Gandhi memejamkan matanya, ia merasa gagal menyelesaikan masalah yang ia buat sendiri tadi malam. Kalau bukan karena ia telah mengangkat telepon dari mamanya Somi, mungkin hal ini takkan terjadi. Mama Amy pasti berpikir macam-macam pada dirinya.

"Kau ingin aku bawakan apa ketika aku pulang?" pertanyaan dari Gandhi ini membuat Gusti yang saat ini duduk di sebelahnya tersedak saat meminum minumannya. Sepanjang ia bekerja dengan Gandhi, belum pernah ia melihat Gandhi perhatian pada seseorang. Meski itu bukan pacar ataupun saudaranya, membawakan buah tangan adalah hal yang mustahil bagi Gandhi. Apakah Gusti salah dengar?

"Tak perlu, ini semua karena ulahmu! Apa yang kamu katakan pada Fani berimbas pada apa yang dilakukan mamamu di sini, dan apa yang kamu katakan pada mamaku semalam membuat mamaku berpikiran yang bukan-bukan!"

Dengan kesal Somi mematikan sambungan telepon dengan Gandhi, kepalanya serasa ingin meledak karena ulah Gandhi. Gandhi memang sumber kekacauan siang ini. Apalagi beberapa saat lagi Somi harus memimpin rapat untuk mengatur pernikahan kliennya.

"Kamu lihat sendiri Linda, aku tak yakin mereka menjalin hubungan serius!" bisik Amy pada Linda dengan pelan-pelan saat keduanya sengaja mengintip apa yang dilakukan Somalia.

"Tapi Gandhi sendiri yang mengatakan anakmu ini calon istrinya ketika di rumah sakit," sahut Linda dengan wajah di tekuk karena kecewa.

"Aku kira anakmu juga pacar Somi, dia sangat meyakinkan ketika aku meneleponnya tadi malam!" imbuh Amy menenangkan calon besannya.

Entah dirasuki setan apa? Mengapa kedua. wanita yang masih bermusuhan tersebut menjadi akur demi terciptanya sebuah hubungan yang lebih intim lagi antara kedua anak mereka. Kedua wanita tersebut rela menekan ego dan dendam yang dulu pernah membara demi sebuah tujuan akhir yang mereka impikan.

Sambil menunggu Gandhi datang menjemput mamanya, Somi akan memimpin sebuah rapat dadakan. Mengapa disebut dadakan? Lagi-lagu karena kondisi kaki Somi lah yang membuat rapat dadakan ini yang seharusnya diadakan di kantor menjadi diadakan di salah satu aplikasi meeting daring.

Berada di ruang kerja di rumahnya, Somi mulai membuka rapatnya kali ini. Ia akan menunjuk beberapa staff ahli untuk bertanggungjawab pada masing-masing bagian. Salah satunya Fani, Somi menunjuk Fani untuk bertanggungjawab pada design vanue. Ia percaya bahwa Fani mampu mengerjakan tugas dari dirinya.

Namun ketika rapat sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara yang memekakkan telinga seluruh peserta rapat. Suara itu berasal dari sudut bagian kiri rapat.

"Mama! Apa yang mama lakukan di rumah bos Fani?"

*

Terimakasih sudah mengikuti cerita ini.

Selalu dukung karya saya dengan memberi hal yang positif yakni dengan like, komen serta share 🙏

1
Emon
visual cowoy banci
Windarti08
aku biasa baca novel yang udah tamat.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
dina: ya,baru mau baca udah gak semangat deh😑
total 2 replies
Windarti08
kok gak ada part Alex dan Amara ya Thor...
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi
Merry Merr
Kpn upnya jgn lama2 gak sabar menanti
dheselsa: Untuk sementara ke novel on going aja kak, lagi buntu ide. Maaf ya
total 1 replies
Merry Merr
Kpn upnya lg ditunggu
Merry Merr
Blm ada kelanjutan lg ya semangat kutunggu kelanjutannya
Merry Merr
Layak dibaca
Anonim
Dasar pelakor nggak kapok2 juga ya
Tri Widayanti
Mampir
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
wis aq ae sing milih 😂😂😂
Shen月呀: mampir juga kak ke CS ku
total 1 replies
Rhesinta Saipul
up lg..up lg😘😘😘😘
Risfa
sidah pakai hati juga milihnya somiiii 😂😂
dheselsa: Yang pertama atau kedua?🙈
total 1 replies
Isye Olivia
kasihan
Rhesinta Saipul
lanjut kpn nikahnya😪
Risfa
wehh ketinggalan banyak akuu, balek manehhh
Isye Olivia
kasihan gandi
dheselsa: Gpp Kak biar sehat🤩
total 1 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
nah kan mimpi apa semalam kamu gandhi 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆: mas naka iki atik ngejak 2 gandhi 😂😂😂
total 2 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
siap2 aja kena amukan singa betina 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
😂😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
rasain kamu Amara 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!