Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Amanda Benar-benar Kembali
Maya juga mengingat bagaimana dia bertemu dengan seseorang wanita yang tidak asing Restaurant.
"Apa jangan-jangan wanita yang mau melihat juga adalah Amanda yang sebenarnya yang memang secara fisik tidak mudah untuk dikenal tetapi merasa tidak asing dan pernah bertemu," sahut Maya yang juga merasa penasaran.
Maudy mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan kemudian memperlihatkan pada layar ponsel tersebut yang ternyata memiliki foto Amanda yang melakukan pemotretan.
"Apa wanita ini yang kalian lihat?" tanya Maudy.
"Benar, ini wanita yang aku temui waktu itu," sahut Sisil.
"Mama juga pernah bertemu dengan wanita ini di saat Mama sedang arisan bersama teman-teman Mama," sahut Maya.
"Siapa yang kalian maksud sebenarnya? Mengapa tiba-tiba membicarakan Amanda?" perhatian mereka terfokus pada suara tersebut yang tak lain adalah Reno yang mendengarkan pembicaraan orang-orang yang ada di ruang tamu tersebut dengan suasana penuh dengan ketegangan.
"Sayang....." Sisil kemudian langsung menghampiri suaminya.
"Apa kamu juga pernah bertemu dengan wanita ini?" tanya Sisil.
Reno memperhatikan foto tersebut dengan mengerutkan dahi.
"Tidak, aku tidak pernah bertemu sama sekali dengannya, siapa dia?" tanya Reno.
"Dia adalah Amanda mantan istri kamu, wanita obesitas yang kita anggap sudah mati ternyata masih hidup dan Maudy bisa meyakini bahwa wanita itu memang aman dan karena sudah menekankan bahwa dia adalah Amanda," jawab Maya.
Reno kaget dengan mata terbelalak dan kembali melihat foto tersebut, Reno jelas bisa melihat perbedaan mantan istrinya dengan wanita yang saat ini dia lihat sangat berbeda 180 derajat.
Amanda saat ini begitu cantik dengan memiliki tubuh profesional seperti model, langsing dan bahkan berat badannya telah berkurang begitu banyak dan belum lagi wajahnya semakin cantik.
"Tidak mungkin dia kembali dan tidak mungkin ini adalah dia?"Reno masih tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat.
"Aku tidak mungkin salah, sejak awal aku bertemu dengan wanita itu, aku sudah mulai mencurigainya dan pada akhirnya aku menebuk-nebak siapa dia dan dia mengakui bahwa dia memang Amanda!" sahut Maudy menekankan kepada semua orang.
"Benar!" ketegangan itu teralihkan ketika mendengar suara yang tidak asing membuat mereka semua melihat ke arah pintu.
Semua semakin terkejut ketika sosok wanita yang baru saja mereka bicarakan sudah berdiri dengan sangat anggun dan cantik tampak elegan dengan memberikan senyum mahalnya kepada orang-orang yang saat ini penuh dengan kecemasan.
"Pantas saja, langkahku sangat enteng sekali menginjakkan kaki di rumahku dan ternyata keluargaku sedang membicarakanku, apa kalian semua benar-benar merindukanku," ucapnya dengan begitu santai.
Langkah Amanda berjalan begitu anggun menghampiri orang-orang yang masih schok dengan kehadirannya dan mata mereka fokus pada wajah Amanda ingin membuktikan apakah benar itu adalah Amanda atau tidak.
Amanda tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan menyingkirkan rambutnya yang di gerbang dan memperlihatkan tanda di belakang lehernya.
Kemudian kembali membalikkan tubuh dan melihat ekspresi keempat orang tersebut semakin kaget.
"Benar, saya adalah Amanda putri dari almarhum Suseno dan ibu Maharani," ucap Amanda semakin memperjelas bahwa dirinya memang adalah Amanda.
Amanda tiba-tiba saja duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya dan terlihat begitu anggun melihat wajah satu persatu orang tersebut masih tidak percaya dengan kehadirannya.
"Butuh perjuangan yang cukup lama untuk berada di tahap ini, saya melewati beberapa hal, harus menyembuhkan mental yang berantakan, mencoba untuk menahan diri dalam makanan-makanan yang tidak harusnya dimakan dan sampai akhirnya bisa seperti ini dan kata-kata obesitas itu tidak perlu diucapkan lagi kepada saya," ucap Amanda.
"Kamu Amanda atau siapapun dan apapun yang terjadi kepada kamu, berubah tidaknya penampilan dan wajah kamu, itu sama sekali tidak menjadi pengaruh apapun dan kamu jangan percaya diri bahwa kami harus panik ketika melihat kedatangan kamu," sahut Maya masih berusaha untuk tenang.
"Jadi, kalian biasa saja ketika aku datang kembali ke Jakarta dan menginjakkan kaki di rumah ini?" tanya Amanda.
"Amanda, rumah ini bukan rumah kamu lagi, mungkin penampilan kamu bisa berubah tetapi kenyataan di saat pertama kali kamu meninggalkan rumah ini tidak akan berubah dengan surat yang sudah kamu tanda tangani akibat perceraian di antara kita!" tegas Reno menekankan kepada Amanda yang membuat Amanda menanggapi dengan tersenyum dan kemudian langsung berdiri.
"Ya, aku tidak akan mengingat bagaimana semua milikku telah menjadi milik orang lain karena dirampas dengan cara yang sangat licik, aku juga tidak mengingat bagaimana aku mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari orang-orang seperti kalian, meski adanya tanda tangan dalam surat seluruh aset milikku menjadi milik kalian, tetapi hal yang perlu kalian tekankan adalah apapun yang menjadi milikku tidak akan pernah menjadi milik kalian dan kalian tidak akan pernah mendapatkan apa yang bukan menjadi milik kalian meski sudah berusaha mati-matian," ucap Amanda tersenyum memberikan isyarat kepada orang-orang tersebut.
"Ya, aku kembali ke Jakarta juga bukan untuk tinggal di rumah ini, jadi jangan terlalu khawatir, aku bukan tipe wanita yang terlalu buru-buru, karena melakukan secara perlahan lebih enak daripada harus buru-buru,"ucap Amanda dengan tersenyum miring.
"Apa maksud kamu sebenarnya? Apa kamu kembali ke Jakarta ingin membalas dendam kepada kita semua?" tanya Maudy.
"Kak Maudy ternyata selama ini dipenuhi dengan ketakutan, ketika mendzolimi seseorang dan maka balasannya adalah hal yang sama, jadikan pemikiran itu menjadi ketakutan dan tidak akan pernah tenang sampai kapanpun," ucap Amanda.
"Amanda, meski kamu sudah merubah penampilan kamu jauh lebih menarik daripada sebelumnya, tetapi kamu jangan berpikiran bahwa saya akan membiarkan Kamu merusak semua yang telah saya usahakan selama ini," sahut Maya.
"Mama juga jangan terlalu takut seperti itu, kita santai-santai saja melakukannya, secara pelan-pelan saja dan jangan terburu-buru, saya juga tidak ingin melakukan apapun dan hanya ingin berada di Jakarta saja, tetapi meski saya juga mengharapkan satu hal," sahut Amanda menjeda kalimatnya dan melihat ekspresi satu persatu orang yang ada di sana.
"Entah mengapa saya ingin sekali menghancurkan kalian semua, saya ingin kalian saling menyakiti satu sama lain, saling menghancurkan," ucap Amanda tersenyum penuh rencana.
"Kau bermimpi saja bisa melakukan semua itu, jangan kau pikir dengan kembalinya dirimu ke rumah ini dan bisa kembali mengambil Reno dariku," sahut Sisil penuh dengan penangkaran.
"Sayang sekali Sisil, Reno bukan lagi menjadi tipeku, tetapi aku justru tertarik pada seseorang yang dimiliki orang lain," ucap Amanda dengan matanya tertuju kepada Maudy yang membuat Maudy mengerutkan dahi seperti ada maksud dari kata-kata itu.
Bersambung ....