NovelToon NovelToon
Abraham Dan Asyila

Abraham Dan Asyila

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: muliyana setia reza

Selamat Membaca 💖

Asyila seorang gadis cantik, periang dan sederhana. Ia terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan. Diusianya yang sangat muda yaitu 18 tahun, dirinya harus menikah dengan seorang pria yang usianya jauh diatasnya.

Ayah Asyila yaitu Herwan hanya bekerja sebagai buruh tani sementara Ibu Asyila yaitu Arumi hanya bekerja sebagai tukang masak. Hidupnya berubah saat orang tuanya meminta Asyila menikahi seorang pria yang sudah dijodohkan olehnya saat usia Asyila menginjak 2 tahun, Sementara Asyila tidak tahu siapa pria itu.

Akankah hubungan mereka bisa berjalan baik dan saling jatuh cinta?

Abraham seorang pria yang sangat mencintai Asyila sedari Asyila kecil bahkan rela melakukan apapun agar Asyila dapat menerimanya sebagai suami Asyila.

Apakah perjuangan Abraham berakhir dengan saling bahagia?

Ikuti terus kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

“Kamu yakin kerja dengan keadaan seperti ini?” Ema memastikan keinginan Asyila untuk berkerja.

“Yakin dong! lagipula kepalaku sudah membaik.”

Ema menghela nafasnya, ia hanya tidak ingin Asyila kenapa-kenapa.

“Aku berangkat dulu, Assalamualaikum,” Ucap Asyila keluar rumah.

“Kamu hati-hati Asyila cepat pulang. Waalaikumsalam!” teriak Ema.

Kamu wanita yang hebat Asyila, semoga suamimu memperlakukan dirimu dengan sangat baik.

“Semoga tidak hujan, mana tidak bawa payung.” Asyila berjalan menelusuri jalan setapak demi setapak menuju butik tempat kerja.

Seperti biasa Abraham selalu mengikuti istrinya sampai butik. Bahkan menunggu dan mengikuti istrinya pulang dengan selamat.

Aku salut sama kamu istriku, selain cantik dan pintar kamu juga pekerja keras.

kau jaga selalu hatimu

saat jauh dariku

tunggu aku kembali

ku mencintaimu selalu

menyayangimu Sampai akhir

menutup mata (Dering ponsel Abraham)

“Assalamualaikum, ada apa Nek?” tanya Abraham pada sang nenek.

“Waalaikumsalam, kamu dimana Abraham?”

“Lagi di depan butik nek.”

“Bagaimana keadaan cucu menantu nenek apakah sudah membaik?”

“Sepertinya mulai membaik Nek soalnya Asyila hari ini bekerja.”

“Ya sudah, kamu lanjutkan lagi. Jaga istrimu dengan baik. Assalamu'alaikum.”

“Iya Nek pasti, wa'alaikumsalam.”

Abraham menyimpan ponselnya, ia lalu menyandarkan kepala di kursi mobil dan melihat setiap detail yang dilakukan istrinya.

Semangat istriku! kamu wanita kuat.

“Tuan muda! sepertinya akan turun hujan.”

“Lalu...”

“Apa kita tetap disini?”

“Ya, kamu tidak lihat jika Asyila masih bekerja,” ucap Abraham dengan tatapan tajam.

“Maaf tuan muda, saya salah.”

“Karena kamu telah mengetahui kesalahanmu maka sebaiknya diam!”

“Baik tuan muda.”

Eko tak dapat menahan kantuknya, ia akhirnya tertidur dengan setir mobil sebagai penahan tidurnya agar tak terjatuh.

Asyila melayani pelanggan dengan sangat baik.

Senyumnya tak pernah luntur di bibirnya membuat pelanggan nyaman belanja di butik.

“Neng saya ambil baju yang ini!” Tunjuk pelanggan pada sebuah baju yang menarik minatnya.

“Mau ibu coba dulu atau langsung dibungkus?” tanya Asyila ramah.

“Dibungkus saja neng keburu hujan.”

“Baik ibu, tunggu sebentar!”

Asyila menyerahkan belanjaan pelanggan, dan mengambil stok baju yang sama.

Itulah sehari-hari yang dilakukan Asyila.

Ayo Asyila semangat, kamu tidak boleh mengeluh.

jangan membuat Ayah dan Ibu dirumah menjadi sedih.

Tugas shift sore lebih berat dari shift pagi yang sebelumnya diambil oleh Asyila.

Jika shift pagi bekerja dengan santai lain halnya jika shift sore, ada banyak pelanggan yang belanja sampai menjelang malam.

“Kamu istirahat dulu Asyila! dari tadi kamu yang paling aktif,” ucap Fitri teman kerja Asyila.

“Tidak usah, sebentar lagi kan butik tutup.”

“Baiklah Asyila aku tinggal ke belakang dulu.”

“Iya Fitri.”

2 Jam kemudian.

Para pegawai butik dengan sigap menata rapi pakaian yang terlihat berantakan.

waktu mereka untuk bekerja telah habis. Kebetulan hujan deras malam itu mengguyur kota Bandung yang awalnya ramai orang lalu lalang kini sepi melompong.

“Asyila kami pulang duluan,” teriak mereka dengan memakai mobil lewat aplikasi online.

“Iya kalian hati-hati.”

Bagaimana ini yang lain sudah pulang, aku masih diam disini menunggu hujan reda.

mana uangku tertinggal dikamar bahkan paket data ku habis.

Kamu sabar ya Asyila!

Asyila duduk berjongkok sambil memeluk lututnya, hujan turun semakin deras membuat tubuhnya kedinginan.

Ditambah malam yang gelap gulita karena mati lampu.

Abraham turun dengan membawa payung menghampiri Asyila yang terlihat sangat kedinginan.

“Asyila! ikut bersamaku. Aku akan mengantarkan kamu pulang.” Abraham bicara dengan nada lembut bahkan dengan tatapan yang seolah berbicara untuk selalu melindungi Asyila.

Asyila mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang menghampiri dirinya karena malam itu sangatlah gelap akibat dari mati lampu.

Samar-samar terlihat seorang pria yang dikenal oleh Asyila.

“Paman!” Asyila terkejut mengapa Abraham bisa sampai ke butik.

“Ini Paman Abraham? Paman sedang apa kesini?” Asyila masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Ayo masuk ke mobil, tidak baik diluar dengan kondisi kamu seperti ini!” Abraham menyentuh tangan Asyila dan menuntun Asyila masuk ke mobil.

Eko dengan cepat keluar dan membuka pintu mobil untuk majikannya.

Asyila menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seperti orang bingung.

“Kamu jangan takut, aku tidak ada maksud apapun,” ucap Abraham menenangkan sang istri.

Asyila menggigil menahan dingin yang dirasakannya, Abraham dengan cepat mengambil jaket bulu miliknya untuk menghangatkan tubuh Asyila.

“Matikan AC!” Perintah Abraham pada Eko.

“Pakailah ini, agar tidak masuk angin.” Abraham menutup tubuh Asyila dengan jaket bulu.

“Terima kasih Paman,” Sahut Asyila.

“Kita pergi ke kedai makanan terdekat!” Perintah Abraham.

“Baik tuan muda.”

“Kok ke kedai makanan paman? arah pulang saya lewat sana.” Tunjuk Asyila.

“Kita mampir makan dulu untuk menghangatkan badan kamu Asyila,” balas Abraham.

Asyila menatap ke arah Abraham, berpikir kenapa semuanya terjadi seperti kebetulan.

hatinya selalu bertanya-tanya kenapa bisa Abraham datang menghampirinya.

“Kenapa menatapku seperti itu? apa soal tadi?” tanya Abraham.

“Tadi aku kebetulan lewat daerah situ, dan tak sengaja melihat kamu sedang duduk kedinginan. Sebagai seorang dosen yang mengenal anak didiknya apa salah jika memberi bantuan?” tanya Abraham.

“Terima kasih Paman atas bantuannya,” ucap Asyila sambil mengangguk.

“Kamu tidak perlu berterima kasih kepada aku Asyila, ini adalah kewajiban dan tanggung jawabku terhadap kamu.”

Lagi-lagi dia bicara seperti itu, apakah tugas dosen harus sebesar itu terhadap anak didiknya. Entahlah hanya dia dan Allah yang tahu.

Sampailah mereka di kedai makanan yang dituju.

“Kita duduk disitu!” ajak Abraham.

Asyila lalu mengikuti arah yang ditunjuk oleh Abraham, sementara Eko duduk jauh dari meja majikannya.

“Kenapa sopir paman duduk disana?” Tanya Asyila heran.

“Eko ingin makan disana,” jelas Abraham.

“Mas!!” Panggil Abraham dengan menjentikkan jarinya.

“Mau pesan apa Pak?”

“Saya pesan soto nasi campur telor asin 2 dan teh hangat. 1 lagi mas jangan pakai tauge,” ucap Abraham.

Kenapa sepertinya dia tahu kesukaanku dan tidak kesukaanku.

Apakah lagi-lagi ini kebetulan?

“Kenapa paman tidak bertanya keinginan saya?”

Astaga, aku sampai lupa bahwa dia belum tahu siapa aku.

“Tunggu aku panggil mer––”

“Tidak usah paman, makanan yang paman pesan sudah tepat. Saya tadi hanya bercanda,” ucap Asyila.

Pesanan mereka telah sampai, Asyila semangat menikmati soto nasi kesukaannya.

Sementara Abraham memperhatikan Asyila yang tengah makan.

“Paman tidak makan?”

“Aku makan kok,” sahut Abraham dan langsung menikmati soto.

Asyila telah menyelesaikan makanannya tanpa ia sadari ada nasi yang masih menempel di sudut bibirnya.

Abraham dengan spontan mengambil nasi disudut bibir Asyila.

Deg..deg..

“Apa yang sedang paman lakukan?” tanya Asyila sambil menyentuh bibirnya.

“Ada ini.” Abraham lalu memperlihatkan apa yang diambilnya di sudut bibir Asyila.

“Saya kira apa, kan paman tinggal bilang saja ke saya.”

“Maaf, refleks Asyila.”

“Paman ini sudah malam, kasihan Ema menunggu di rumah sendirian,” ucap Asyila dengan senyum manis.

“Ayo kalau begitu!”

Abraham mengangguk kecil kearah Eko mengisyaratkan untuk segera meninggalkan kedai makanan.

Eko dengan cepat pergi ke kasir untuk membayar tagihan.

Kemudian ia berlari menuju luar ke arah mobil.

“Silahkan masuk tuan muda dan nona Asyila!”

Nona Asyila sejak kapan aku menjadi Majikannya.

“Ayo masuk!” ajak Abraham. Asyila pun masuk.

“Jalan!” Perintah Abraham dingin.

Ada apa dengannya kenapa bicara sedingin itu.

“Apakah kepalamu masih sakit Asyila?” tanya Abraham lembut.

“Sudah membaik Paman,” ucal Asyila malu-malu.

“Syukurlah.”

Jangan terlalu perhatian terhadapku paman, kamu bisa membuat aku salah paham.

“Boleh saya tidur sebentar paman? saya sedikit mengantuk.”

“Tidurlah saat tiba di depan rumah akan aku bangunkan.”

“Terima kasih Paman,” ucap Asyila sambil mengangguk.

Asyila memiringkan kepalanya ke arah kanan menghadap luar, tidak butuh waktu lama akhirnya ia benar-benar tertidur.

Cepat sekali kamu tertidur istriku, hahhhh..

melihatnya tertidur seperti itu ingin rasanya aku memeluk Asyila.

tidak haram kan memeluk istri sendiri meski sang istri belum mengetahui Suaminya?

Asyila mengubah posisi tidurnya yang kini menghadap tepat ke arah Abraham.

Lama-lama posisi Asyila malah mendekat ke arah bahu Abraham.

Abraham tak ingin menolak kesempatan itu dengan cepat ia mencium pucuk ubun-ubun Asyila.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mencium seorang wanita yang tak lain adalah istriku sendiri.

Aku mencintaimu Asyila.

Eko melihat tingkah laku Abraham yang mencuri-curi kesempatan untuk mencium kepala Asyila.

Ia pun menangis terharu melihat adegan itu.

Tuan muda sangat mencintai nona Asyila, semoga mereka bersatu untuk selamanya.

Beberapa menit kemudian.

Asyila menggerakkan tubuhnya, ia terperanjat melihat Abraham begitu dekat tubuhnya.

Oh tidak, untunglah dia tertidur. semoga Paman tidak melihat kelakuanku yang membuat harga diriku turun.

Asyila menoleh ke arah Eko barangkali sang sopir melihatnya tidur di bahu Abraham. Namun, dilihat dari sikap Eko yang biasa saja membuat Asyila lega dan berpikir tidak ada satupun yang tahu kekonyolannya kecuali Allah.

Aku tahu kamu pasti terkejut Asyila, untungnya aku langsung memejamkan mataku saat merasakan tubuhmu bergerak.

Mobil yang dikendarai Eko berhenti tepat di depan rumah kontrakan Asyila dan Ema.

"Sudah sampai nona,” ucap Eko lalu keluar membuka pintu mobil.

Asyila belum juga beranjak dari duduknya, ia memanggil Abraham tanpa menyentuh tubuh pria itu.

“Paman,” panggil Asyila lirih.

“Iya Asyila,” sahut Abraham sambil mengucek mata.

“Saya sudah sampai, terima kasih atas tumpangannya dan jaket ini,” ucap Asyila sambil menyerahkan jaket bulu kepada empunya.

“Sekali lagi terima kasih Paman, saya permisi. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

“Asyila!” Panggil Abraham.

“Iya paman, ada apa?”

“Selamat malam, semoga mimpi indah,” ucap Abraham lalu menutup pintu mobil sambil tersenyum lebar.

Deg... deg...

Mobil itu kini benar-benar telah pergi, Asyila menyentuh dadanya yang lagi-lagi berdetak kencang.

Cukup ya Allah, jangan membuat aku mati muda karena jantungku yang berdetak kencang seperti ini.

“Asyila! kamu dari mana saja?” Ema terlihat khawatir dan lari menghampiri Asyila.

“Dari sana menuju kesini.”

“Kamu tahu tidak? aku dari tadi khawatir ponselmu kenapa tidak bisa dihubungi?”

“Paket data ku habis Ema, maafkan aku telah membuatmu khawatir.”

“Ya sudah ayo masuk, cuaca hari ini dingin habis hujan.”

Dua gadis itu berjalan memasuki rumah, Asyila mandi dengan air hangat.

sementara Ema sibuk membuatkan Asyila teh hangat.

Please Like ❤️ komen👇 Vote🙏

1
Blu Lovfres
🤣🤣🤣
Blu Lovfres
🤣🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
thor ternyata semua karya novel mu sangat bagus 👍👍
say't
tdklah
cz si romi tuh anak mama 🤣
Ari_nurin
betul kamu Ema .. dengerin tuh asyila kata Ema .. klu ga ketemu dan kenal gimana bs cinta .. cinta kan karena biasa. biasa ketemu dan biasa mendapatkan perhatian dr pasangan
Ari_nurin
dosa kamu asyila .. paling tdk mencoba bertemu dan mengenal suami kamu.
sur yati
bgs thor PE 2x ini aku BCA novel mu ini
Dyah Oktina
😅😆😆😆😆dyah.... ada2 aja akalnya..
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
suami idaman pisan... 😍❤️❤️
Dyah Oktina
oooh... aku pikir cuma ada d dunia halu nya author. . yg punya nasib sial terus.. ternyata ada juga d dunia nyata ya... itu k Sri.. reader mu juga thor.. 🤭🙏🏻💪
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂... ya ampun. . pusing juga punya nenek & Ibu super jahil.. ngak kasihan sm anak ,mantu & calon cucu 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
kok.. ibu gitu sih... suka bet ngusilin anak & mantu 🫢
Dyah Oktina
d tiru dong jgn iri doang. .. eh tp kla tipe pasangannya keras hati/kepala susah juga ding.. ✌️✌️🤭
Dyah Oktina
lagian mau ngadepin penculik kok ngak persiapan ....Pakai baru anti peluru kek.. kan dah pernah d tembus peluru... saat menghadapi orang jahat
Dyah Oktina
🧐🧐😳
Dyah Oktina
d ganggu sm ponakan ... ngeselin ya.. 🤭😁😁
Dyah Oktina
😅😅😅😆😁😁😁
Dyah Oktina
jgn d paksa dong thor... dari pd nnt sakit. .. malah ngak bisa nulis... makin lama deh update nya... Sehat terus ya thor...aamiin
Dyah Oktina
Selamat ya... atas kehamilan asyila❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!