NovelToon NovelToon
Kerinduan Cinta Mafia Muda

Kerinduan Cinta Mafia Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:185k
Nilai: 4.9
Nama Author: kiia sari

"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.

Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.

Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 14

*

Setelah makan malam bersama Rasyi dan ibunya. Damian pamit pulang pada ibu Sila. yg diantar oleh Rasyi hingga depan rumah.

"Gua balik ya" ucap Damian

"iya, lo hati-hati ya"

Damian langsung masuk mobil dan melajukan kan mobil jya menuju rumah.

Dalam perjalanan terlihat jelas raut wajah bahagia Damian. banyak hal yg terbayang dikepalanya saat makan malam bersama Rasyi dan ibunya.

Rasyi yg sudah masuk berniat masuk ke kamar. namun langkahnya terhenti saat ingat kalau besok Rasyi mulai akan bekerja.

"Ibu" panggil Rasyi

"iya" masuk sayang" ucap ibu yg sedang duduk di tepi ranjang

"ibu belum tidur??

"ibu belum mengantuk." sambung ibu yg membelai lembut kepala Rasyi.

"Ohh" ucapnya dengan merebahkan kepala nya di pangkuan ibu.

"Kamu darimana sayang, ibu kembali dari pasar kamu sudah tidak ada dirumah??

"Rasyi ada panggilan kerja bu"

"ohh ya, dimana??

"di kantor tuan Kanza bu" ucap nya pelan

"Maafkan ibu yg tidak bisa bekerja lagi" ucap ibu lirih

"ibu"panggil Rasyi yg lalu duduk menghadap ibu nya. "ibu tenang saja biarkan Rasyi yg membantu ibu sekarang"

"Tapi kamu kan harus kuliah nak"

"Rasyi tahu bu"

"bagaimana kamu akan kuliah sambil bekerja??"

ibu yg mulai khawatir tentang masa depan Rasyi kalau harus sampai berhenti kuliah.

"Rasyi sudah minta izin ke tuan Kanza bu, kalau Rasyi akan tetap belajar sambil bekerja. lagian bu, tuan Edo sudah menjelaskan kerja Rasyi akan di mulai sebelum dan sesudah jam kuliah Rasyi" jelas Rasyi panjang lebar.

"Benarkah" ibu mulai sedih melihat Rasyi

"benar bu, jadi Rasyi mohon ibu jangan terlalu khawatir"

lirih Rasyi dengan memegang wajah ibunya.

"Kalau begitu ibu istirahat lah," ucap Rasyi yg mulai bangkit dari ranjang ibu nya.

"Kamu berangkat jam berapa besok??

"mungkin subuh bu, karena Rasyi harus menyiapkan sarapan untuk tuan Kanza"

"subuh" ucap ibu mengulang ucapan Rasyi.

"iya bu"

"lalu kamu akan naik apa kesana nak"

"Rasyi akan naik angkutan umum bu"

Tampak kesedihan di mata ibu. namun Rasyi terus berusaha tersenyum. agar ibu tidak terlalu khawatir padanya.

"Ayo bu' ini sudah malam ibu tidur saja ya Rasyi akan kembali ke kamar"

ucap Rasyi dengan memberikan selimut ke ibu nya.

Namun saat Rasyi berbalik dan melangkah keluar kamar ibu memanggil nya kembali.

"Apa ibu mencari pekerjaan saja besok untuk membantu kamu" ucap ibu

"Rasyi akan minta tolong ke ibu saat Rasyi benar-benar tidak mampu bu, tapi untuk sekarang kesehatan ibu lebih penting dari apa pun".

Setelah mengatakan apa yg ingin di katakan nya Rasyi langsung keluar dari kamar ibunya tanpa mendengar jawaban ibu nya. dengan menutup pintu pelan Rasyi berlalu masuk ke dalam kamar nya.

Di dalam kamar Rasyi yg menangis sejadi-jadi nya. yg sudah di tahan nya sedari tadi karna tidak ingin ibu melihat kesedihannya, Rasyi berusaha untuk tidak menangis di depan ibunya.

"Rasyi akan selalu semangat demi ibu, jadi Rasyi mohon ibu harus baik-baik saja sampai Rasyi sukses bu" kita akan hidup lebih baik dari ini bu. tapi untuk sekarang biarkan Rasyi selesaikan hutang Rasyi dulu"

Dalam kesedihannya Rasyi trus berucap pelan. menyemangati dirinya. setelah merasa lebih baik Rasyi melangkah ke ranjang nya. untuk merebah kan tubuh nya mengingat besok dirinya harus bangun pagi untuk memulai aktifitas baru nya,

"Semangat Rasyi. ini demi ibu" ucapnya sebelum benar-benar memejam kan mata nya.

*

Pukul lima Rasyi sudah bangun untuk siap-siap kerja. saat keluar dari kamar Rasyi melihat lampu dapur menyala Rasyi pun melangkahkan kaki nya ke dapur.

"Ibu"

"sayang, kamu sudah bangun??

"pagi bu" ucap nya sambil memeluk ibunya dari belakang.

"Kenapa ibu bangun?? tanya Rasyi

"ibu tau kamu akan berangkat pagi jadi ibu bangun untuk menyiapkan sarapan untuk kamu,"

"Makasih bu" sambil mencium pipi ibu nya Rasyi pun duduk di meja makan.

Sambil menunggu makanan siap. Rasyi memainkan ponsel nya. ternyata banyak chat dan juga beberapa panggilan yg dia abaikan.

"Rani nelpon" ucap nya pelan menatap ponsel

"siapa yg menelpon sayang?? tanya ibu sambil menata sarapan di hadapan Rasyi.

"Tidak ada bu, hanya Rani yg menelpon tapi tidak terangkat"

jelas Rasyi yg memulai sarapannya.

"Ya udah kamu makan ntar bisa telat"

"iya bu"

Setelah sarapan Rasyi mengambil hodie nya. dan langsung pamit dengan ibu. setelah pamit Rasyi langsung berjalan menuju halte bis. Rasyi sengaja berangkat pagi sekali karena saat membaca berkas tentang pekerjaannya tertulis bahwa tuan Kanza tidak suka orang yg terlambat,

Dengan semngat yg penuh Rasyi naik bis menuju apartemen Kanza. tapi saat sudah sampai di unit Kanza Rasyi baru ingat bahwa Rasyi tidak memiliki cardlook akses pintu apartemen Kanza.

"Bagaimana ini?? ucapnya bingung yg menggaruk kepalanya yg tidak gatal,

"apa aku telpon saja tuan Edo?" Rasyi pun menggunakan ponselnya untuk memanggil Edo. namun hingga berapa kali Edo belom juga mengangkat telpon nya.

Rasyi yg tidak menyerah terus menelpon Edo. sampai terdengar suara parau dari sebrang sana.

"Halo"

"halo tuan Edo"

"ada apa nona, kenapa menelpon saya pagi sekali"

"begini tuan, saya sudah berada didepan apartemen tuan Kanza. tapi saya tidak tau pin pintunya" jelas Rasyi

"Baiklah nona akan saya kirim kan password nya pada anda"

setelah nerima pesan yg berisi password apartemen Kanza. Rasyi langsung mengetik lalu masuk.

Melihat sekitar yg masih gelap. Rasyi yakin bahwa pemilik apartemen ini masih tertidur. Rasyi pun melanjutkan ke dapur mencari sesuatu apa yg bisa dia buat sarapan untuk Kanza.

Membuka kulkas ternyata kosong hanya terdapat beberapa minuman soda yg ada dikulkas.

"Apa yg harus aku buat untuk sarapan?? ucap Rasyi sambil melihat keliling dapur mana tau ada yg bisa di masak nya.

Namun Rasyi hanya melihat telur. yg ada di meja

"mungkin aku buat kan omelet saja"

Rasyi pun langsung melakukan kegiatan nya di hati pertama nya dengan semangat.

Setelah menyiapkan sarapan untuk Kanza. Rasyi bersih-bersih sebentar tapi saat mendengar pintu terbuka Rasyi melihat dari arah suara yg ternyata Kanza yg sudah siap dengan pakaian kerja nya.

Dengan melihat arlojinya Rasyi mengangguk pelan.

"ternyata benar dia tipikal orang yg tepat waktu"

ucap Rasyi pelan.

"Selamat pagi tuan" sapa nya dengan memberi coklat panas untuk Kanza.

Tapi Kanza yg membalas nya dengan tatapan. Rasyi tidak terlalu memikirkan nya. karna Edo sudah menjelaskan bahwa Kanza akan jarang sekali menjawab sapaan seseorang.

"Percuma wajah tampan. tapi tidak tahu bahasa manusia"

bisik nya dalam hati dengan memajukan bibirnya.

Setelah sarapan Kanza yg akan melangkah keluar. tapi ditahan Rasyi.

"Tuan Kanza" panggilnya

"ada apa" jawab Kanza tanpa melihat

"setelah saya membersihkan ini saya akan pergi ke kampus"

"lalu apa urusan nya dengan saya" ketus Kanza

"Tidak ada saya hanya memberi tahu anda"

ucap malas Rasyi. Kanza pun ingin melanjutkan langkah nya

"Taapii, tuan"

lagi-lagi ucapan Rasyi menghentikan langkah Kanza.

dengan membuang nafas nya kasar Kanza berbalik menatap Rasyi.

"Sekarang apa lagi" ucap Kanza dengan nada dingin nya yg tanpa ekspresi.

"Saya tidak ada kunci apartemen anda"

ucap Rasyi dengan menunduk tidak berani melihat Kanza karena aura dingin yg disekitar nya.

Lagi-lagi Kanza membuang kasar nafas nya dengan menggosok-gosok kening nya.

"Ini" Kanza dengan frustasi memberikan kartu akses apartemen nya pada Rasyi. dan kali ini dia benar-benar keluar dari unit nya dengan membanting pintu dengan keras.

Rasyi yg terkejut mendengar pintu di banting keras hanya menutup telinganya.

"Kalau begitu setelah beres-beres sebaiknya aku langsung ke kampus" ucap nya dengan langsung menyimpan alat kebersihan di tangan nya.

Sampai di kampus dengan manaiki bis. Rasyi berharap bisa langsung ketemu Rani. tapi karena tidak melihat sosok Rani Rasyi langsung menuju kelas. karena hari ini ada jadwal kuliah pagi.

Selama di kelas Rasyi hanya membaca buku nya dengan mendengarkan headset di telinganya. akibat asik nya melamun Rasyi tidak tahu bahwa sahabat nya sudah ada di belakang nya.

"Door" Rani mengejutkan Rasyi yg duduk sendiri dengan bukunya

"lo ya kebiasaan, kalo jantung gua copot gimana" ketus Rasyi

"ya lagian salah lo sendiri. ngapain ngelamun gua juga dah manggil lo dari tadi" elak Rani dengan wajah manyun nya.

Rasyi hanya tersenyum. karna percuma berdebat dengan Rani pasti tidak akan ada ujung nya.

Tidak lama pun. pelajaran sudah di mulai Rani yg berapa hari ini yg tidak bertemu Rasyi. balas dendam dengan mengganggu nya terus menerus.sampai mendapatkan peringatan beberapa kali oleh dosen.

Setelah selesai belajar Rasyi yg geram daritadi melihat tingkah Rani langsung menjewer nya..

"Ampun..ampuun woii sakit tau" jerit Rani

"lagian lo kenapa sih iseng banget" geram Rasyi

"iyaiya gua minta maaf abis nya gua kangen sama lo tau"

Rasyi yg terharu mendengar Rani langsung melepas tangan dari telinga Rani.

Rani yg masih merasakan sakit di kuping nya hanya menggosok gosok nya perlahan.

"Lo kejem amat sih sekarang" keluh Rani

"mau gua jewer lagi" ucap Rasyi dengan mengangkat tangannya nenakuti Rani.

"Ih apaan sih," Rani langsung menyingkirkan tangan Rasyi

"hahahaha" Rasyi tertawa sambil menarik pipi Rani yg membuat Rani memajukan bibir nya. akibat perlakuan Rasyi

"Yaudah ke kantin yuk?" ajak Rasyi yg tanpa jawaban langsung menyeret Rani menuju kantin. karena ini sudah waktu nya makan siang.

"Lo mau makan apa?? tanya Rasyi

"apa aja" jawab Rani malas

Rasyi pun langsung memesan makan meninggalkan Rani yg sudah duduk di bangku kantin.

Saat makanan sudah datang.mereka pun makan namun saat sedang menikmati makan.ada yg memanggil mereka.

"Damian" ucap mereka barengan

"haii" sapa Damian yg langsung duduk di sebelah Rasyi

"darimana lo?? tanya Rani

"gua baru dateng,"

"emang gak ada kelas?? tanya Rasyi

"ada, tapi entar lagi"

"ohh"

"Wah enak nih" tanpa bertanya milik siapa Damian langsung memakan makanan yg dilihat nya yg membuat Rani memukul tangan Damian.

"Apaan sih lo sakit tau" pekik Damian

"lagian lo. itu kan makanan gua kenpa maen comot aja"

"ya gua kan minta"

"lo gak ada izin Sama gua"

"ya ampun Raani pelit amat sih lo jadi orang"

"biariin" jawab Rani yg makin sewot

"lagian gua makan dikit gak buat lo rugi"

"ya jelas lah gua rugi. ini gua yg beli"

"tapi lo juga harus tau, jarang-jarang lo bisa bagi makanan bareng cowok ganteng kek gua" ucap Damian dengan memainkan alis nya.

"Lo bener-bener ya"

unjuk Rani yg semakin kesal karena ulah Damian.

Namun berbeda dengan Rasyi yg hanya tertawa melihat tingkah sahabat nya.

"Udah-udah apaan sih kalian. gara-gara makanan masak ribut"

namun Rani yg masih kesal membuang wajah nya ke sembarang tempat.

Rasyi hanya menggeleng geleng kan kepalanya.

"kalo gitu gua pulang duluan ya"

"loh kok lo pulang Rass?? tanya Damian yg membuat rani pun ikut menatap Rasyi.

"Sebenernya gua gak pulang. cuma mulai hari ini. setiap abis kelas gua langsung kerja" ucap Rasyi

"Kerja" ucap Rani yg merasa tidak tahu.

"iya Rann, gua udah mulai kerja"

"dimana, kok gua gak tahu"

"di Kanz.corp" potong Damian karena kemarin Damian melihat Rasyi berada disekitar Kanz.corp.

"Beneran Rass?? tanya Rani yg ingin tahu

"iya" dengan senyum Rasyi menjawab nya

"lo yakin harus kerja sama orang kek Kanza??

"emang dia kenapa? ? Damian ikut penasaran

"emang nya lo gak tau gimana seorang Kanza Mahendra"

Damian hanya menggelengkan kepalanya. Damian selama di luar negeri hanya tahu kalau Kanza adalah pembisnis muda yg sukses di bidang perusahaan nya. apa lagi sekarang Kanza merupakan salah satu mitra kerja papa nya. dan selebihnya Damian memang tidak pernah tahu,

Rani yg mendekatkan kepala nya dengan Damian. menceritakan semua yg dia tahu tentang Kanza dari A sampai Z. yg kadang membuat Rasyi tertawa melihat mimik wajah Damian yg seolah tidak percaya namun trus mendengarkan.

Karena merasa teman nya sudah membahas orang yg tidak seharusnya nya mereka bahas. Rasyi pun ambil tindakan dengan menghantukan kepala Rani dan Damian bersamaan hingga membuat keduanya memekik kesakitan.

"Itu akibat nya. kalau terlalu sering menceritakan orang"

ucap Rasyi yg lalu bangkit dari bangku dengan membawa tas nya.meninggalkan Rani dan Damian yg masih sama-sama memeggangi kening mereka.

"Gua pergi dulu ya, bey"

ucap Rasyi yg trus berjalan meninggalkan mereka. sambil melambaikan tangan tanpa menoleh,

"Biarpun dia dingin. tapi dengan bekerja dengan tuan Kanza melihat tuan Kanza setiap hari apa lo gak takut jatuh hati Rass"

ucap rani pelan tapi masih terdengar oleh Damian.

"Haah" lo bilanga apaan tadi?? Damian menyelidiki Rani namun dengan jurus andalan Rani dia bisa kabur dan meninggalkan Damian.

"Hey, Rann gua belum siap bicara"

"heey, balik lo maen kabur-kabur aja " jerit Damian namun tidak membuat Rani kembali. malah membuat nya lari semakin kencang.

"Mau setampan dan sesukses apapun seorang Kanza Mahendra. gua gak akan ngelepas lo Rasyi Syakilla. gua janji akan jadiin lo milik gua" ucap Damian yg penuh penekanan dengan menggenggam tangan nya erat"

happy reading😊

1
MINDEULLE
Hai kak ceritanya bagus.

mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN

terimakasih
Tania Saputri
lanjut thoorrr
Erna Mae
mampir thorr ..
Isam Amoy
di tunggu lanjut cerita nya thour
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
God God God
Isam Amoy
next
Isam Amoy
curi kesempatan kanza pake remas"
Isam Amoy
lanjut lagi
Isam Amoy
next
Isam Amoy
tegang baca nya
Isam Amoy
foto siapa y
Isam Amoy
cepat nikah kan aja thour
Isam Amoy
keren keren
Isam Amoy
next next next lagi baca nya
Isam Amoy
💪💪💪💪💪
Isam Amoy
so sweit
Isam Amoy
lanjutin
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
next next next next next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!