NovelToon NovelToon
ISTRI KU

ISTRI KU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:128.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ceritaku

Adakalanya semua yang buruk belum tentu terjadi atas ke inginan hati seseorang. Terkadang suatu hal dapat merubah seseorang menjadi lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Lihat lah seseorang dari sisi lain yang bukan dari sisi pendapat mu saja, namun cobalah utk melihat dari sisi mereka berdiri, maka kamu akan melihat sesuatu hal yang berbeda.

Jangan lupa like, comment, Vote.

Terimakasih readers setia ku❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Tepat jam 11 malam jeri tiba di apartemennya. Mengikuti segala keinginan Sela membuatnya selalu pulang larut malam. Derap langkah kaki menggemah mengitari apartemen.

Jeri melangkah cepat menuju ruang makan, ia benar-benar lapar saat ini. Jeri menghidupkan lampu, astaga ia mendapati Clara yang tertidur dengan kepalanya menempel diatas lipatan tangannya diatas meja.

"Ck., " Ujung bibir Jeri terangkat, hatinya sedikit merasa tergelitik. Berbagai masakan kesukaannya telah terhidang diatas meja yang Clara tutupi menggunakan tudung kaca. Sehingga terlihat begitu menggiurkan dimata Jeri.

"Apa dia menunggu ku? " gumam jeri dalam hati.

Jeri menarik kursi yang biasa ia duduki, menghadap pada posisi Clara.

membuka tudung kaca secara perlahan, agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Mata Jeri berbinar mencicipi sedikit sayur bening yang sangat disukainya, rasanya begitu pas seperti masakan mamanya.

"Hm.., Lumayan" Gumam Jeri mengambil lebih banyak lauk pauk. Kemudian memakannya dengan lahap. Tanpa Jeri Sadari semua hidangan yang Clara buat ludes olehnya sendiri.

Wajah polos Clara terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Jeri termenung, mengingat kejadian sore ini di mall. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.

Dengkuran teratur Clara menyadarkan Jeri dari lamunannya.

"Kalau begini caranya, gue bakal gendut" Gumam jeri sembari mengelus perutnya yang telah terisi penuh. Perlahan jeri bangkit, mendekati Clara yang masih terlihat Damai. Di tatapnya lekat wajah polos itu,

...Andai itu lo, gue bersumpah gak akan pernah ninggalin lo. Andai lo gak melakukannya, hidup gue akan merasa sangat bahagia....

Sangat berhati-hati Jeri mengangkat tubuh ramping Clara kedalam gendongannya.

Deg!

Jeri membeku, Clara tiba-tiba mengalungkan lengannya pada leher jenjang Jeri. Kaku, jeri melirik wajah Clara yang terbenam di ceruk lehernya, sedikit membuat Jeri merinding ketika merasakan deru nafas teratur Clara menerpa leher jenjangnya.

Jeri melanjutkan langkahnya perlahan menaiki tangga. Membuka perlahan pintu kamar Clara menggunakan satu tangan yang berada di kaki Clara. membaringkan tubuh Clara dengan sangat hati hati.

Kemudian Jeri menyelimuti tubuh Clara dengan selimut, menatap wajah damai Clara lekat. Perlahan, sedikit demi sedikit wajah jeri mendekat pada wajah Clara.

Cup~

Sebuah kecupan mendarat pada dahi Clara.

"Nice dream" Bisik Jeri.

"Eh" Tersadar akan apa yang dilakukannya, Jeri kembali menegakkan tubuhnya.

Meraba bibir yang baru saja mengecup dahi istri nya. Jeri tak merencanakan itu, niatnya hanya memindahkan Clara ke kamarnya.

"Apa yang barusan gue lakukan? " jeri menepuk nepuk bibirnya pelan.

Clara yang terbaring diatas tempat tidurnya semakin terlihat pulas. Wajah polosnya memancarkan kedamaian.

Cepat-cepat Jeri keluar dari kamar Clara, memasuki kamarnya,Kemudian membanting tubuhnya diatas ranjang.

Gelisah, mereng kiri mereng kanan. Jeri tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya terus memikirkan soal kecupan yang ia berikan pada Clara.

"Aduhhh, kenapa sih susah banget buat tidur" Erang Jeri frustasi. Mendudukkan tubuhnya dipinggir ranjang. Jeri mengacak acak rambutnya kesal.

"Munkin karena gue belum mandi" Jeri pun bergegas memasuki kamar mandi, kemudian melaksanakan acara mandinya dengan hikmat.

Setelah selesai mandi Jeri kembali menaiki ranjangnya. terlentang, menatap langit-langit kamarnya. Masih sama, Bayangan wajah damai Clara tercetak jelas di matanya.

Jeri memejamkan matanya berharap bayangan wajah Clara menghilang. Bukannya menghilang, bayangan wajah Clara malah makin tercetak jelas.

"Akhhhh, mau loh apa sih!! " Desahh Jeri menelungkupkan tubuhnya, kemudian membenamkan wajahnya pada bantal.

...****...

Matahari pagi menyilaukan mata seorang insan yang masih tertidur pulas, mencoba untuk lari dari cahaya sang mentari Clara menutup tubuhnya menggunakan selimut.

1

2

3

Pada hitungan ke tiga, Clara kembali membuka Selimut yang menelan seluruh tubuhnya. Clara melihat ke sekeliling kamarnya.

...Gue kan tadi memasak didapur.....

...kemudian duduk, dan......

...Tidur?????...

Clara mengerut, memikirkan siapa yang telah memindahkan dirinya ke dalam kamar.

...jangan jangan????...

Mata Clara membulat membayangkan siapa yang memindahkannya.

"Gak mungkin" sanggah Clara menggelengkan kepalanya cepat.

Tanpa sengaja Clara menatap Jam yang terparkir indah diatas meja belajar nya. Matanya semakin membulat ketika melihat jarum jam menunjuk angka 9.

"What?? Gue belum masak!! " Clara buru buru turun dari ranjang, kemudian berlari keluar dari kamarnya, menuruni tangga dan memasuki dapur. Langkah kakinya menelan kemudian terhenti ketika melihat Jeri duduk di meja makan.

Clara berjalan perlahan, mengatur wajah kagetnya menjadi datar.

Clara meraih gelas kemudian menuangkan air dari teko yang berada diatas meja makan, Kemudian meneguknya habis.

Clara melirik, Jeri yang menatap kosong ke depan menarik perhatian Clara. Rasa kepo yang tak pernah bisa dikendalikan oleh nya berkobar-kobar.

Jeri yang masi mengenakan pakaian tidur, duduk diam tanpa melakukan apapun. tatapan kosong dengan lingkaran hitam menghiasi kedua belah mata Jeri.

Clara mengerut, mengingat hari ini hari apa, mengapa Jeri masih berada dirumah padahal sudah jam 9 pagi.

"Gue laper, buruan masak" perintah Jeri membuka suara tanpa menoleh pada Clara, ia benar benar kesal sekarang. Hanya karna bayangan Clara Jeri tak bisa memejamkan matanya barang sedetik pun.

Jeri melirik sekilas pada Clara yang mulai berkutat dengan bahan bahan masakannya. Sejujurnya Jeri terpesona dengan penampilan Clara yang alami. Rambut diikat asal, wajah tanpa make up menambah kesan cantik yang natural. Bayangan kecupan kembali terngiang dibenak Jeri ketika mata nya tak sengaja menatap dahi Clara yang mulai di aliri keringat.

Itu baru dahi lo jer🤣🤣 dah uring-uringan dibuatnya. apalagi kalo dah yang lain. au ahhhh author gak mau bayangin😆

30 puluh menit Clara bergelut dengan rempah rempah, akhirnya 2 piring nasi goreng mendarat di meja makan. Jeri yang sedari tadi setia duduk dimeja makan terlihat bersemangat. Perut yang sedari tadi keroncongan kini mendapatkan asupan gizi.

Bagaikan makan di tengah kuburan, Jeri maupun Clara tidak ada yang mau membuka suara. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring menghiasi suasana sarapan pagi mereka.

Jeri melahap suapan terakhir dengan semangat. Masakan Clara sudah menjadi favorit baginya.

Jeri menatap Clara yang tengah fokus dengan makanannya.

"Untuk yang kemarin, dia adalah... -".Sesendok nasi goreng terhenti diudara, Clara menatap Jeri " Gue tahu" potong Clara, kemudian melahap nasi goreng yang sempat mengapung diudara. Clara berdiri mengangkat Piri kotornya kemudian mulai mencucinya.

Wajah Clara terlihat biasa saja, seolah tak terjadi apapun. Berbeda dengan wanita lain ketika melihat pacar nya tengah bersama wanita lain, dan ini di Clara suaminya bersama wanita lain.

Jeri terus memperhatikan setiap pergerakan Clara. Sibuk membersihkan piring kotor, Clara terlihat begitu anggun dan dewasa.

Selesai mencuci semuanya, Clara meletakkan pada tempat semula peralatan yang sudah bersih.

Berjalan dengan wajah datar melewati jeri yang masih menatap Kearahnya. Clara menghentikan langkahnya tepat disamping jeri.

"Lo tenang ajah, gue gak akan ganggu hubungan lo, Kita hanya status yang berbeda. namun semuanya tetap lah sama" Ucap Clara dingin tanpa menoleh, kemudian melanjutkan langkahnya. Derap langkah kaki Clara menjauh dari area dapur menggemah di telinga Jeri.

Tinggallah Jeri yang termenung sendiri. Termenung merasakan hati nya entah mengapa terasa sakit mendengar ucapan Clara.

Lo bersikap seolah lo biasa saja, atau lo benar benar biasa saja. Jika ya, maka gue tak akan merubahnya. Gue tak akan ganggu hidup lo.

Jeri mengusap mukanya kasar, ia bingung menghadapi takdir yang membolak balikkan hidupnya. Pusing dengan jalan hidupnya yang begitu rumit.

Cinta pertama, seseorang yang pernah menjadi salah satu wanita yang ia kagumi selain mamanya. Namun wanita itu jugalah yang membuat kebencian menghinggapi hatinya.

Ketika mengetahui Clara lupa ingatan, perlahan rasa benci Jeri mulai memudar. Melihat Clara tak lagi anti bagi nya.

Flashback on

Gadis remaja dengan perlahan mengikuti laki-laki remaja yang 4 tahun lebih tua darinya. Gadis kecil itu bersembunyi dibalik tembok ketika laki-laki yang ia ikuti menoleh kebelakang.

"Keluarlah!! " teriak laki-laki itu dengan lantang. Takut takut Clara keluar dari persembunyian nya.

Jeri menatap Clara dengan sorot mata penuh kebencian. "Kenapa kamu menatap ku begitu? " Clara mulai terisak.

"Aku tak mau dekat dengan gadis licik seperti mu!! "

"Aku tidak melakukan apapun" bantah Clara, air mata telah mengaliri pipinya. Hati yang telah diselimuti kebencian membuat Jeri tak merasa iba dengan Clara.

"Kamu hampir membunuh ku, hanya karna sebuah kontes!! " Jeri meninggalkan Clara, menatap punggung Jeri yang semakin menjauh dan menghilang pada tikungan komplek.

Clara luruh ke tanah, lutut nya tak sanggup untuk menompang tubuh mungilnya. Tangis yang sedari tadi ditahannya, kini pecah melantuni sekeliling jalan komplek perumahan tak jauh dari rumah nya.

Flashback off

...**TBC...

wahhh akhir nya update juga. Makasih yah readers yang selalu suport aku. semakin hari aku semakin giat belajar menulis dan menyesuaikan cerita agar enak untuk dibaca. guys, bantu aku yah, mari saling membantu. komen lah yang mampu membangun, jangan lupa juga Vite dan tinggalin jejak agar aku bisa mampir ke lapak kalian.

aku sayang kalian😘😘😘vote+like+komen**.

1
Memed Adrianto
cerita nya ga jelas. udah ga usah nulis lgi ga cocok jdi penulis verita
jojo@2510
maaf kak sampai sini aja baca nya, soalnya ini penindasan ke karakter utama dan kebahagiaan ke tokoh antagonis.
ini yg dinamakan klo semua org baik akan cepat mati dan org jahat klo tiba2 baik bisa bahagia tanpa ada karma
Alanna Th
ok, g pa" thor, biar beda dg novel" umumnya yg pmrn utamanya 'dhrskn' bahagia oleh pr readersnya. tq author sdh mnghibur aq yg sll galau krn blm prnh dcintai seutuhnya 👍 💔🤣🤣👋👋
Alanna Th
aq sih maklum clara gk mau nrima jeri; kecewa n dkhianati br kali" oleh org yg sama memang berat. aq jg pingin buang dia, tp dianya gk mau brubah 💔💔💔😜
Alanna Th
biarkn aja, jngn mskkn k hati, nanti mrk dsantet on line sm readers 🤫😘😍🤣
Alanna Th
blm nikah sdh sadiz . . hiiiy zerem 😱😵😫😠💔
Evi
itu lah cinta tak ada yg tau akhirnya bagai mana yg pasti aq ingin seperti jeri yg setia sampaik akhir hayatnya
Nenk Jelita
seru slhmdllh
Erna Riyanto
hahh....telat....jadi ikut geregetan.....
Erna Riyanto
kok jadi ikut kesel sih sm si jeri.....udh baik" sm Ara...tiba" plng bw sela...keselll
Bakulgeblek
tukang php ni othor... 😤😤😤
awas luw ya... 👊👊👊
Bakulgeblek
keren bet... habis luw jatohin perasaan nitijen dg mematikan clara, eh bisa2nya ngebawa naek dg menghadirkan jihan...
👍👍👍
Bakulgeblek
terpikat susunan kata di awal2 cerita...
kiki
sela udh kek mafia
kiki
laki tuh bakal sadar kalo udh ada surat cerai
Rosananda
keren kak 🌹
Rosananda
langsung aku fav lho kak.
follback ya kak.
Eva Santi Lubis
pertama lanjut thor semangat
💜LAVENDER💜
SAD ENDING 😥
Leni Latifah
Tetap semangat Kak, jangan putus asa 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!