Senavia arneta, seorang gadis berusia 16 tahun yang duduk di bangku kelas 1 di salah satu sekolah favorit di kota S.
Gadis yang memendam cinta diam-diam hingga beberapa tahun kemudian cinta sepihaknya membawanya pada takdir perjodohan dengan cinta pertamanya.
TIDAK ADA ALASAN UNTUK KU MENCINTAIMU SEDALAM INI. "SENAVIA ARNETA"
Erick raditya, pemuda tampan yang di kagumi para hawa. Dia ramah dan pintar juga seorang ketua OSIS.
Seorang pria yang dicintai secara diam-diam, namun akhirnya dia pun jatuh cinta pada gadis yang mencintainya diam-diam.
Akankah cinta membawa mereka pada kebahagiaan? atau hanya saling menyakiti?
CINTAMU TELAH MENGUBAH BENCIKU.
"ERICK RADITYA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN KEMBALI
Udah lama ya kita ga ketemu...ucap wahyu menatap lurus seolah menerawang beberapa rahun silam. terlihat kesedihan dimatanya. saat setelah sena meminta putus darinya, wahyu begitu kacau. bahkan ia hampir celaka karena kehancuran hatinya. dia meraung raung berteriak berharap itu akan sedikit mengurangi sesak di dadanya. sedahsyat itu pengaruh sena untuk dirinya. ia rela berjauhan dengan orang tuanya meninggalkan sejuta kenangan dan luka hanya untuk berharap bisa melupakan sena. namun nihil, bahkan sampai saat ini pun dadanya masih berdetak kencang ketika bertemu sena. rasa cinta itu sudah terlalu dalam untuk sena hingga ia sendiripun tak bisa menjangkaunya untuk sekedar menghentikan cintanya.
sena hanya tersenyum canggung...
sena berharap teman temannya segera tiba. agar suasana ini tak berlangsung lama.
tak jauh dari mereka erick berjalan hendak mengajak wahyu masuk. karena matkul pertama akan segera dimulai..
bro...sapa erick menepuk bahu wahyu..
keduanya menoleh,,mereka bertiga mematung seolah waktu sejenak berhenti.
secepat ini mereka bertemu lagi..batin wahyu sendu
sena bahkan tidak bicara sedikitpun, kaget, rindu, cinta dan benci menjadi satu.
erick terpaku melihat sena..dia, dia sena kah? sena yang dulu pernah ia olok olok dan acuhkan? kenapa dia berbeda batinnya.
ekheemm...wahyu berdehem..yang membuat keduanya tersadar dari gemuruh pikiran di hatinya masing masing.
sorry elo....
belum sempat erick melanjutkan pertanyaannya sena pamit lebih dulu. ia tak mau memupuk kembali rasa cinta yang sudah mati matian ia tekan. bahkan cinta itu masih ada, getaran itu masih untuk hati yang sama.
maaf aku permisi...tanpa menunggu jawaban dari keduanya sena berlari menghindar.
vika, siska dan riri menyusul sena dan bu fatma ke dalam kampus setelah sebelumnya bertukar kabar di handphone nya.
sena menunggu teman temannya di taman kampus sembari menunggu bu fatma mengurus pendaftarannya. tanpa ia sadari tak jauh dari sana wahyu berdiri menatap rindu pada sena.
kenapa ga lo samperin aja yu..ucap ridwan
gue ga bisa...wahyu tersenyum miris,.
lo cinta kan sama dia?
wahyu tak menjawabnya..tatapannya tak teralih dari sena.
ck.....lo pengecut yu..
gue emang pengecut, gue takut dia malah pergi dari gue. gue tau bukan gue yang dia cinta.
maksud lo?
gue cabut ya...pamit wahyu tanpa mau menjawab rasa penasaran ridwan.
issshhh ga jelas tuh anak. gumamnya
⚘⚘⚘⚘⚘
singkatnya....
hari ini hari pertama sena kuliah, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu saat sena masuk sekolah dengan semangatnya. namun kali ini ia begitu enggan, mengingat pertemuannya dengan wahyu dan erick. orang yang sangat ingin ia hindari.
loh nak...ko lesu?? kamu sakit? tanya ayah
sena gapapa yah, cuma males aja..cengirnya
jangan gitu dong sayang, kamu harus semangat..ucap ibu membelai bahu sena...
iya bu....jawabnya
sena berjalan di lorong kampus mencari letak kelasnya. tak sedikit orang yang mengajaknya ngobrol untuk sekedar kenalan. bagaimana tidak, penampilannya begitu memukau,,dia memakai celana panjang dipadukan dengan outer panjangnya sampai ke lutut, tak lupa juga pashmina senada dengan bajunya. simple namun memberi kesan anggun padanya
dalam keseriusannya mencari letak kelasnya sena berpapasan dengan orang yang sangat ia hindari namun sekaligus ia rindukan. bahkan mata mereka saling bertemu tatap. erick....
sena memalingkan wajahnya, memutuskan untuk bersikap seolah olah tak mengenalnya. sena berjalan melewati erick. dia berhenti dan menoleh melihat ke arah lengannya yang di genggam erick,,
kenapa lo ngehindarin gue??
maaf....permisi, tolong lepasin..
ciihhhh jual mahal..
deg...
lagi lagi seperti ini..sena menepis tangan erick dari lengannya. dia berlalu tanpa menjawab ucapan erick..
kenapa harus kaya gini sih...batinnya, bahkan setelah buruknya perlakuannya padaku aku masih mencintainya..
disisi lain..erick mengutuk kata kata pedasnya yang nyelonong gitu aja....
hay hay... jangan lupa like ya....
biar pembacanya ga mabok sistah... 😄
mampir ya kak Thor...
percaya sama ular