NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Laila akhirnya mengalah. Wanita itu duduk di ruang tamu bergabung dengan Harun dan Malik. Melihat wajah Malik yang begitu penasaran, membuatnya tidak tega untuk mengerjainya, jadi dia pun akhirnya mengatakan apa yang sejujurnya dia lakukan tadi.

"Tadi aku sudah bicara dengan Ainun. Aku juga sudah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalumu, tapi sepertinya dia tidak mau kembali," ujar Laila.

"Maksudmu?"

"Dia bilang usianya sudah tidak muda lagi, bukan saatnya memikirkan masalah cinta. Dia hanya ingin anak dan cucunya bahagia, itu saja. Sebaiknya kamu menyerah saja, Ainun sudah tidak lagi memikirkan tentang kamu."

Sejujurnya Laila tidak tega berkata demikian, tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak mau Malik kecewa meskipun semua itu tidak ada gunanya, setidaknya dia sudah memperingatkan temannya itu. Kalau memang Malik bersikeras untuk terus mengejar Ainun, itu sudah resiko yang harus ditanggung Malik sendiri.

"Tidak. Aku tidak akan menyerah, bahkan jika aku harus memaksa Ainun, aku akan melakukannya. Aku sudah menahan semua ini bertahun-tahu, Laila. Sekarang aku ada kesempatan, mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan ini."

"Tapi Ainun ...."

"Aku akan berusaha. Bagaimana bisa aku tahu jawabannya tanpa berusaha sedikit pun. Mungkin sekarang Ainun menolak kehadiranku, tapi aku yakin suatu hari nanti dia akan menerimaku, bahkan kalau aku harus bersujud di kakinya pun akan aku lakukan."

Laila menatap sang suami untuk meminta bantuan agar menyadarkan temannya itu. Namun, Harun hanya menggelengkan kepala. Pria itu sangat tahu bagaimana keras kepalanya Malik. Walaupun dia berusaha menjelaskan, pria itu dia akan mau mendengarkannya.

"Lalu sekarang rencana kamu apa, Malik?" tanya Harun.

"Sekarang yang ada di kepalaku hanya satu, yaitu mendekati Ainun lewat Alif. Karena itu aku juga butuh bantuan Fajar, tapi sepertinya dia tidak akan setuju. Dia tidak akan mau membantuku."

"Fajar dan Alif sudah lama bermusuhan. Tidak akan mudah baginya untuk berteman dengan cucunya Ainun."

"Itu aku tahu. Aku juga tidak akan memaksanya. Aku akan berusaha untuk meluluhkan hati Alif agar mau menerimaku memasuki kehidupan omanya."

Di balik tembok Fajar mendengarkan semuanya. Tadinya dia ingin turun untuk mengambil air minum. Namun, tanpa sengaja pemuda itu mendengar pembicaraan para orang tua dan akhirnya penasaran juga dan menguping.

Fajar banyak mendengar cerita tentang masa lalu Malik, juga tentang keluarga pria itu yang putus hubungan. Dia tidak menyangka jika orang dari masalalu Malik adalah oma dari musuhnya selama ini. Bukankah itu sangat mengesalkan! Kenapa harus Omanya Alif padahal masih banyak yang lainnya.

Malik sangat baik padanya, tidak mungkin dirinya membiarkan orang yang dipanggilnya opa itu kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya, tapi apakah mungkin dirinya harus berbaikan dengan Alif. Melihat wajahnya saja sudah membuatnya sangat kesal, sekarang harus berbaikan pula.

***

Esok harinya saat di sekolah Fajar menghadang Alif, membuat pemuda itu terkejut dan otomatis berhenti. Biasanya saat bertemu enggan saling bertatapan, tapi tiba-tiba saja Fajar malah berdiri di depannya.

"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Fajar membuat Alif menatap teman-temannya sejenak dan akhirnya mengangguk.

Dia pun penasaran apa yang ingin dibicarakan oleh Fajar, mengingat selama ini mereka bermusuhan. Fajar pun berjalan lebih dulu diikuti oleh Alif, keduanya beriringan menuju belakang sekolah. Teman-teman Alif yang sama-sama penasaran pun mengikutinya dari belakang. Kedua pemuda itu menyadari ada yang mengikuti dan berbalik ke belakang.

"Kalian jangan ikut! Aku ingin bicara dengan Alif tentang urusan pribadi," ujar Fajar.

"Alif ini sahabat kita, jadi sudah sepatutnya kita juga berhak tahu," sahut salah satu dari mereka.

Fajar menata Alif agar memberi pengertian pada teman-temannya untuk tidak ikut. Jika banyak orang yang ikut, tentu dia tidak akan leluasa untuk kita arahkan apa yang diinginkan.

Alif pun akhirnya meminta teman-temannya untuk pergi dulu. "Kalian pergilah ke kantin lebih dulu. Nanti aku akan menyusul. Ryan, tolong pesankan aku bakso dan es jeruk."

"Oke," jawab Ryan yang kemudian mengajak teman-temannya untuk pergi ke kantin.

Dia yang paling dekat dengan Alif. Ryan sangat mengerti jika mereka ingin membicarakan hal pribadi dan tidak ingin ada orang lain tahu. Meskipun dirinya juga sangat penasaran, tapi bukan berarti dia bisa ikut campur dengan urusan temannya.

Fajar dan Alif pun melanjutkan langkahnya menuju belakang sekolah. Di sana tempat yang nyaman untuk bicara hal pribadi.

"Ada apa?" tanya Alif saat keduanya berada di taman belakang.

Fajar sudah duduk di kursi panjang yang ada di sana. Meskipun sudah usang, tapi masih kuat untuk ditempati, sementara Alif masih berdiri. Dia enggan untuk berdekatan dengan seseorang yang dianggapnya musuh.

"Duduklah dulu!" perintah Fajar.

Alif sebenarnya malas jika harus berdekatan dengan Fajar, tapi juga enggan untuk berdebat. Hingga akhirnya pemuda itu pun duduk sedikit jauh dari Fajar.

"Aku ingin minta maaf sama kamu atas apa yang sudah aku lakukan selama ini padamu," ucap Fajar membuat Alif menoleh menatapnya.

Pemuda itu heran karena Fajar yang selama ini dia kenal angkuh dan sombong, tiba-tiba saja merendahkan dirinya untuk meminta maaf padanya. Meskipun sebenarnya dirinya juga salah, tapi Fajar dengan rendah hati mau meminta maaf terlebih dahulu.

"Kenapa tiba-tiba kamu minta maaf padaku? Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu katakan tadi?"

"Tentu saja aku sadar. Meskipun tidak sepenuhnya aku salah, tapi sampai kapan kita akan bertengkar dan bermasalah seperti ini terus?"

"Aku yakin pasti ada alasan tertentu di balik permintaan maaf kamu. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

"Kelihatan, ya?"

"Tentu saja. Orang sepertimu dengan sukarela meminta maaf pasti ada maunya. Ada apa? Kalau kamu minta barang-barang yang kakekmu belikan kembali tidak bisa. Ada beberapa yang sudah aku pakai. Kalau kamu minta ganti rugi uang, aku akan berusaha untuk menggantinya dengan mencicil tentunya. Aku tidak sekaya kamu yang dengan mudah memiliki uang."

"Tidak. Aku tidak ingin itu, justru sebaliknya. Aku ingin kamu membantu Opa Malik agar bisa bersama dengan omamu?"

"Apa kamu gila! Omaku itu sudah tua. Lagipula bukannya omamu masih hidup, kenapa kamu malah meminta aku membantu omaku kembali dengan Opamu?"

Alif begitu terkejut, tidak menyangka jika Fajar akan meminta demikian. Padahal mereka saja selama ini bermusuhan. Dia pikir Fajar akan menentang, tapi sekarang malah sebaliknya.

"Omaku tentu masih hidup, begitu juga dengan suaminya. Yang aku bahas ini tentang Opa Malik."

"Bagaimana sih, maksudnya?"

"Opa Malik bukan kakek kandungku. Dia itu sahabatnya opa dan dia adalah mantan kekasih dari omamu, bahkan saking cintanya sampai sekarang Opa Malik tidak pernah menikah. Dia hanya ingin hidup bersama dengan omamu saja."

"Yang benar? Ada orang yang sesetia itu?"

"Ada buktinya Opa Malik."

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!